Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 180 Bittersweet


__ADS_3

9.58 am


"Apa kau yakin masih sempat ?" Harumi membantu Liam mengenakan jasnya dan memasangkan dasi berwarna senada melingkari kerah kemejanya.


Liam hanya tersenyum tipis memperhatikan kecemasan Harumi yang menurutnya sangat menggemaskan "Aku bisa berangkat kapanpun aku inginkan"


"Yah, aku tahu tapi kau tidak boleh mengatur pilot dan pramugari sesuka hatimu. Walaupun kau sendiri yang memiliki pesawat itu." ia mengangkat wajahnya dan mengerutkan kening


Pria itu tiba-tiba menarik tangan Harumi, menghentikan kegiatannya menyimpul dasi "Rumi, sayang..."


Mereka yang sedang sama-sama berdiri berhadapan, seketika diam dan hanya saling menatap satu sama lain.


"Hmmm" matanya melebar menatap Liam


"Apa kalimat yang kau ucapkan tadi...."


"Yah, thats true" wanita itu langsung menjawabnya cepat dan tegas


Liam yang mendengar jawaban Harumi, sedikit terkejut dengan keyakinannya. Kalimat itu adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggunya selama ini dan itu terdengar lantang diucapkan Harumi kepadanya.


Tidak ada keraguan di mata wanita itu, seakan Harumi sudah mempercayainya dengan sepenuh hati.


Perlahan Harumi menarik tangannya dari pria itu dan melanjutkan memasang dasi "Maafkan aku, tidak sempat membuatkanmu bekal seperti yang kujanjikan"


Liam tersenyum samar dan mengusap dengan lembut puncak kepala Harumi "Its Ok, kau bisa membuatkannya ketika aku sudah pulang nanti."


"Selesai" ia memandangi dasi yang sudah disimpul dan terjuntai sangat rapi, lalu ia mengangkat wajahnya lagi ke arah Liam "Aku akan menunggumu, cepatlah kembali." wanita itu tersenyum lebar


Refleks, Liam merasakan kelegaan melihat senyuman dari bibir indah wanita yang sangat dicintainya. Pria itu memeluknya dengan penuh kehangatan, begitupun Harumi yang membalas dengan melingkarkan kedua tangannya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pria tersebut "Aku berjanji secepatnya kembali jika semua urusanku sudah selesai."


Beberapa menit kemudian, mereka turun bersama ke lantai bawah menuju ruang tamu.


Tampak di depan ambang pintu sudah ada Sekretaris Will dan Pengawal pribadinya Harumi, Scarlett yang sudah menunggu mereka.


"Selamat Pagi, Tuan Liam dan Nyonya Harumi" sapa Sekretaris Will menatap dengan tersenyum ramah. Lalu diikuti Scarlett yang menunduk memberikan hormat kepada kedua majikan mereka.


"Selamat Pagi, Sekretaris Will" balas Harumi


"Jika ada apapun yang kau butuhkan, katakan saja pada Scarlett." tangan Liam yang merangkul bahu Harumi menariknya lebih dekat, dan mendekat lalu memberikan kecupan manis pada kening wanita itu "Selalu aktifkan ponsel mu kapanpun, aku akan selalu menghubungimu"


Harumi mengangguk dua kali tanda ia memahami maksud dari Liam.


Sekretaris Will membukakan pintu setelah Liam memberinya kode.

__ADS_1


Harumi berdiri dan memandangi punggung Liam dari belakang, dan entah dorongan apapun itu. Liam berbalik sekali lagi, lalu mendaratkan senyuman kepada Harumi.


Harumi membalas dengan menatapnya.


Kemudian, ia pergi meninggalkannya setelah pintu ditutup.


Harumi mulai merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dalam dadanya, sesuatu itu kembali hadir. Sesuatu yang yang masih belum ia pahami, karena wanita itu masih merasa begitu banyak beban yang tergambar jelas dari guratan kecemasan di wajahnya.


Harumi merasa sendirian, diantara semua kemewahan yang dihadirkan Liam untuknya.


Harumi bukanlah wanita yang gila harta dan kekayaan. Sebenarnya yang sangat dibutuhkannya adalah kehadiran Liam disisinya.


Menemaninya.


...****************...


"Kau darimana saja ?!!! Sudah berhari-hari ibu tidak melihatmu pulang ke rumah ?!!" tukas Elena dengan nada tinggi


Anton menyeringai miring "Itu bukan urusan Ibu, sebaiknya ibu pikirkan kesehatan ibu saja" pria itu menjawab dengan nada memerintah


Elena mendekat menghampiri Puteranya "Anakku, Ibu sangat mengkhawatirkanmu. Melihat perilakumu yang sangat berubah, membuat aku merasa kau menyembunyikan sesuatu. Dimana kau tinggal ?" wanita paruh baya itu berusaha menarik lengan Anton dengan wajah cemas


Anton langsung menangkis dan menarik lengannya "CUKUP ! Tidak perlu menginterogasiku, aku ke sini hanya untuk mengambil semua pakaianku."


Elena terkejut melihat reaksi puteranya yang mulai kasar kepadanya, wanita itu sontak terdiam. Lalu, ia mencoba mendekati lagi "Anton, kumohon. Jangan Pergi, nak. Jika ini ada hubungannya dengan Harumi. Ibu akan membantumu"


Kedua sorotan mata Elena hampir-hampir meneteskan airmatanya, wanita itu tidak menyangka akan menerima respon yang begitu dingin dari Putera yang sangat disayanginya tersebut.


Sorotan mata Anton tidak bersahabat, ada api amarah yang sudah berkobar di dalam dirinya. Kemarahan yang bisa meledak kapanpun.


Sikap dan reaksi Anton benar-benar sangat berbeda dengan Liam ketika bersama ibunya.


Anton menampakkan sikap yang sangat dingin dan keras kepala. Sedangkan, Liam walaupun sudah puluhan tahun baru bertemu dengan Elena. Tapi, sikapnya begitu lembut walaupun Elena sangat memahami perasaan Liam yang saat itu menaruh perasaan sakit hati yang mendalam karena sudah ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri tanpa kabar berita.


Liam masih bisa bersikap dewasa, dan menerima Elena dengan hati yang lapang. Entah apapun kesalahan yang sudah dilakukan Elena dimasa lalu, Liam masih menerima ibunya dengan rasa sayang.


Padahal, sewajarnya jika Liam bisa bersikap marah padanya. Tapi, itu tidak ditunjukkannya. Ia menolak permintaan Elena secara halus mengenai hubungan yang sedang dijalinnya bersama Harumi saat ini.


"Ibu membutuhkanmu, Anton. Ibu sadar kesehatan ibu sulit membaik, tapi ibu berusaha kuat untukmu."


Anton diam dan memalingkan wajahnya, tampak ia mengepalkan kedua tangannya. Ia seolah tidak memperdulikan kesedihan yang sedang dirasakan ibunya saat itu dan sangat membutuhkan perhatian darinya.


Anton benar-benar memilih bersikap dingin dihadapan ibunya, sangat berbeda dengan Liam yang memilih memeluk ibunya disaat Elena menangis.

__ADS_1


Merasa akan semakin memperkeruh suasana, Anton langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menaiki tangga dan meninggalkan ibunya begitu saja.


Dada wanita paruh baya itu semakin perih, melihat sikap Anton yang berubah.


Elena meneteskan airmata nya sambil memegangi dadanya yang mulai terasa sesak.


Wanita itu berdiri membeku menatap samar-samar punggung Puteranya dari belakang.


Semoga Tuhan, memaafkanku dan melindungi kedua Puteraku. Ini mungkin hukuman yang harus kuterima dari kesalahanku dimasa lalu.


...****************...


"Hallo" Liam duduk dengan tenang dan melemparkan tatapan dari balik jendela Jet Pribadinya yang kini sudah terbang dengan ketinggian tertentu menuju Bristol


"Liam, Kau HARUS SEGERA Ke sini"


"Bro, Calm down."


"Aku tidak akan bisa tenang sebelum kau datang dihadapanku sekarang. Di sini mulai kacau."


Liam menyeringai samar "Zac, bisakah kau tidak mendesak seperti itu ?"


"Gara-gara Rumor Kalian yang sudah tersebar luas, seluruh staff mulai ribut menggosipkanmu. Dan kau tahu yang lebih parah lagi, jika berita rumor ini belum dikonfirmasi segera, maka Para Dewan Direksi akan mengadakan Rapat Tertutup untuk membahas kinerjamu. Apalagi kau sudah memecat Anton, mereka menduga ini ada sangkut pautnya dengan hubunganmu dan wanita itu. Jadi, Kau harus segera kemari secepatnya. Meluruskan semuanya ! Aku sudah cukup Pusing dengan semua pekerjaan dan Tugas yang sama sekali tidak kupahami"


"Bisakah kau menjelaskannya satu per satu, kau benar-benar cerewet seperti wanita tua." ejek Liam santai


"Apa yang barusan kau katakan, kau masih bisa bersikap tenang. Oh Tuhan , Liam kau benar-benar Bajing** !!!"


Liam mengangkat satu alisnya "Tenanglah, sekarang aku dalam penerbangan menuju Bristol"


"What ?! Oh Thanks God."


"Aku harus menyelesaikan tugas yang lebih penting daripada itu. Jadi bersabarlah "


"Tugas ? Wait a second. Jangan bilang kau ke Bristol akan menemui keluarga Harumi. Katakan kalau tebakanku salah. Lebih baik, aku mendengar kau menyelesaikan tugas yang lain."


"Tidak sia-sia aku memilihmu menjadi Direktur Utama di Perusahaanku."


"You Asshol*. Bajing** !! YOU LOST YOUR MIND ?!!!! Kau gila, untuk apa menemui keluarga wanita itu ? Apa kau akan mengatakan kalau yang menabrak Putrinya dan yang membuat ia kehilangan calon bayinya adalah Kau. You Crazy"


"Aku tidak ingin menjadi Pria Pengecut. Aku akan bertanggung jawab atas Semua Keputusan yang sudah kuambil. I Love Her, really Love Her. Dan akan kuperjuangkan semua UNTUKNYA."


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2