Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 58 Malam Pesta Part 2


__ADS_3

Tak kalah mewah dan super seksi, Catherine Jones mengenakan dress slim super ketat berwarna Burgundi, belahan tinggi di bagian bawah sampai memperlihatkan paha mulusnya, dan crop dibagian leher hingga memperlihatkan belahan payuda**nya yang sangat menonjol.


Ia sangat percaya diri, Cathy tidak hanya seksi tapi sangat glamor dengan betaburan pernak pernik kristal yang berkilat di keseluruhan gaunnya. Rambut lebatnya yang blonde digelung ke atas tengkuk dan ikal-ikal lembut jatuh ke segala arah.


"Penampilanmu sangat sempurna malam ini" Harumi cukup kagum dengan usaha Cathy untuk penampilan cantik sahabatnya itu.


"Malam ini, aku ingin....menggaet pria kaya"


Memang itulah tujuan utama Cathy, menemukan Pria Lajang Kaya untuk diajak berkencan.


Harumi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, menanggapi tingkah konyol wanita tersebut.


Setelah semua sudah Ready, mereka pun pergi dengan mengendarai mobil Cathy.


“bagaimana dengan mertuamu ? kapan akan ke sini ?” tanya Cathy dengan kedua tangannya masih memegang kendali, pandangannya sesekali menoleh ke samping.


Cathy sedikit kesulitan dengan gaunnya saat menyetir. Terkadang memperbaiki posisi duduknya yang kurang nyaman, apalagi menginjak pedal mobil dengan heels tinggi.


“Ia akan menyusul seminggu lagi, aku lebih cepat dari rencana karena ingin menyelesaikan beberapa urusan di sini. Sedikit refreshing juga tidak ada salahnya kan”


“Okee… aku setuju, kau memang butuh bersenang-senang.” Cathy berbalik sebentar menyunggingkan bibirnya dan mendorong pelan bahu Harumi.


Harumi membalas senyuman sahabatnya, dan kedua sahabat itu tertawa bersama.


Perjalanan hanya 15 menit, mereka sudah tiba di tempat acara.


Gedung baru Galery Seni tersebut tinggi dengan 4 lantai, sangat megah untuk ukuran sebuah Galery Seni. Di desain sangat epic mewakilkan sebuah karya seni jenius dari seorang Arsitektur ternama di Manhattan. Di dominasi dengan warna Gold dan White Beigh, tiap lantai menampilkan berbagai karya seni seluruh dunia yang berbeda, dan paling menarik adalah adanya panggung teater cukup besar bisa menampung banyak penonton di lantai paling atas.


Halaman muka Gedung di desain sangat unik, hamparan lahan rumput hijau ditengahnya terdapat satu patung kaca transparan Mahakarya seorang Pematung asal Norwegia sangat memukau.

__ADS_1


Di dalam menampilkan banyak karya seni dari para Seniman Kontemporer ternama sekelas Richard Serra, Jeff Koons dan lain nya.


Malam ini suasana makin meriah, sorot lampu semua tertuju pada tiap penjuru Galery, bertaburkan cahaya lampu nan indah, dari gerbang masuk pun sudah di sambut dengan penjagaan sangat ketat dengan banyaknya Boduguard berjaga.


Mulai tampak satu per satu mobil-mobil mewah masuk berdatangan, banyaknya para penjaga sekaligus Bodyguard dengan setelan jas serba hitam memposisikan diri berjaga dan menyambut tiap tamu yang sudah mulai hadir.


Para tamu dari semua kalangan atas menghadiri acara tersebut, mulai kalangan pengusaha, Selebriti, dan pejabat Pemerintahan. Keluarga Seymour di kenal sebagai Pengusaha paling di hormati sejak dulu.


Popularitas mereka tak hanya sampai di situ, Seluruh Media elektronik pun sudah memenuhi halaman depan Gedung. Banyaknya Kilatan kamera seakan mengalahkan cahaya lampu begitu banyak di sana. Para reporter Channel Bisnis dan hiburan memberikan siaran khusus dan melakukan beberapa wawancara kepada para tamu undangan yang baru tiba di pintu masuk.


Saat itu masih belum tampak kehadiran Liam dan Anita di sana, masih terlihat tamu undangan yang terus datang bergantian.


Mobil Mini Sedan berwarna Silver yang dikendarai Cathy dan Harumi sudah tiba di belakang barisan antrian mobil tamu undangan.


“Waaaaahhh, Luar Biasa…ternyata tamu yang hadir sebanyak ini. Aku yakin semua penduduk Manhattan diundang malam ini.” Cathy terbelalak melihat antrian mobil yang masuk di depannya.


Harumi melihat ke samping dari balik jendela, beberapa bodyguard saling memberikan kode melalui alat komunikasi khusus mereka. Penuh dengan penjagaan sangat ketat.


Menunggu 7 menit dalam mobil sudah hampir membuat Cathy berteriak kesal dan tak hentinya merapikan penampilan serta tatanan rambutnya.


Gaun panjang yang mengekor di belakang, Cathy berusaha berjalan sangat hati-hati. Melangkah dengan anggun memperlihatkan kaki jenjang yang terbuka karena belahan dressnya.


Sama halnya dengan Tamu wanita yang hadir lainnya, benar apa yang dikatakan Cathy sebagian besar pakaian mereka sangat seksi dan terbuka jika dibandingkan dengan Harumi.


Semua menampilkan pesona terbaiknya malam itu, bahkan ada wanita paruh baya tak hentinya menebarkan senyuman berjalan anggun berusaha memperlihatkan kemolekan tubuhnya bergandengan dengan pria seumuran di sampingnya berpakaian Tuxedo.


Para wartawan langsung mendatanginya, mengambil gambar dengan kilatan cahaya kamera dan Berusaha meliput mereka.


“Apa kau tahu siapa Wanita itu ?” bisik Cathy dekat ke telinga Harumi.

__ADS_1


Harumi hanya menaikkan bahunya, tak mungkin ia mengetahui segala hal.


“Dia adalah CEO Perusahaan Elektronik Terkenal di Boston dan lelaki tua di sebelahnya itu adalah Suami ketiganya. Menurut rumor, ia hanya memanfaatkan pria tua tersebut untuk menaikkan reputasinya, karena sudah bukan rahasia lagi kalau wanita tua genit itu senang bermain dengan pria muda. Ciih Disgusting !!”


Mereka berdua berjalan sambil diiringi sorot mata Cathy tak berhenti di situ saja, bagaikan kamera pengawas ia terus berbisik di telinga Harumi membicarakan setiap latar belakang para tamu yang melintas di hadapannya.


“Kau seharusnya bukan Kurator Seni, bekerja sebagai wartawan hiburan jauh lebih baik untukmu” komentar Harumi melemparkan pandangan malas .


Sampai di ambang masuk pintu Gedung, mereka di hadang salah satu Boduguard berbadan kekar meminta Invitation Card.


Cathy langsung menyerahkan sebuah kartu yang diambilnya dari dompet. Lalu si Bodyguard itu mempersilakan mereka masuk.


Kesan pertama melihat suasana di dalam, Kedua Wanita itu tak membayangkan akan sebesar ini.


“Oh My God, So Amazing !” Cathy sangat excited. Kedua matanya tak berkedip sedikit pun, ia refleks mengambil segelas Wine dari nampan yang dibawa Pelayan pria berseragam tak sengaja melewatinya.


Bola mata Harumi bergerak melihat ke sekeliling tempat tersebut, sama hal dengan sahabatnya ia mengagumi semua tampilan dan pemilihan dekorasi indah di acara tersebut. Berbagai karya seni bernilai sangat tinggi di pamerkan di tiap sudut gallery tersebut.


Mulai hasil lukisan, pahatan, kontemporer modern hingga klasik semua terpampang di lantai satu gallery yang didominasi warna putih bersih.


“Cathy…?”


Panggil Harumi yang ketika itu tak disadari kalau sahabatnya tak berada lagi di sampingnya. Ia terlalu fokus melihat beberapa lukisan, apalagi mulai banyaknya tamu yang memenuhi tempat itu.


Musik orchestra yang mengalun cukup memanjakan indera pendengar, membuat Harumi kesulitan memanggil Cathy.


Yang ternyata, ia sedang berdiri dan berbicara dengan dua pria tampan berpenampilan sangat rapi postur tinggi sambil masing-masing memegang gelas wine ditangan mereka. Cathy tampak tertawa lepas, dan sesekali melemparkan pandangan menggoda kearah kedua pria tersebut, ia seolah menikmati pembicaraan mereka.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2