Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 31 Kecurigaan


__ADS_3

Aku dan Dr. Lynn berjalan bersama menuju ke Kedai Kopi langgananku di sebrang jalan tak jauh dari Nami Florist.


Sebenarnya Pemilik Kedai Kopi ini adalah salah satu Kerabat Dekat Beatrix. Karena itu, Beatrix selalu merekomendasikan aneka jenis kopi di sini kepada Pelanggan di Toko Bunga.


Dr. Lynn dan diriku sekarang duduk berhadapan, di meja sudut kedai yang menghadap ke pemandangan jalan Kota Bristol.


"Bagaimana kondisimu sekarang ?" tanya Dr. Lynn yang memulai pembicaraan.


"sekarang kondisiku sangat baik, bahkan bekas jahitan operasi pun sudah hampir memudar"


Aku sangat mengerti dengan maksud pertanyaan dari Dr. Lynn, ia bukan menanyakan tentang kondisi fisikku melainkan kondisi psikisku. Tapi aku berusaha menyembunyikan kondisiku yang sebenarnya. Aku tidak ingin mengingat kejadian malam itu lagi.


Dr. Lynn mengangkat cangkir putih yang berisikan Americano Coffee pesanannya, perlahan ia menyeruput kopi tersebut. Aroma kopi panas yang menghangatkan sangat semerbak di kedai tersebut.


"Aku senang jika kau sehat Harumi, sebenarnya kau satu-satunya pasienku yang paling tangguh, kau masih mampu bertahan di saat Dokter lain mulai menyerah. Aku masih ingat di meja operasi waktu itu, aku bersikeras melawan Dr. Martin yang kebetulan ia Dokter Spesialis Bedah satu-satunya yang sedang shift malam ketika itu. Ia sempat menyerah tapi aku sampai berkelahi dengannya demi menyelamatkanmu."


Aku tertegun mendengarkan Dr. Lynn membicarakan kejadian itu. Memang sangat tidak mudah melewatinya, sudah 3tahun berlalu tapi malam itu masih terus membayangi hidupku sampai sekarang. Aku sempat Trauma berat, hingga tidak pernah mau menginjakkan kaki lagi ke Rumah Sakit itu.


"Harumi...apa keluarga kalian sudah mengetahui kondisimu yang sebenarnya ?" pertanyaan yang sangat menakutkan untukku kini kudengar kembali dari Dr. Lynn.


Aku hanya menggelengkan kepalaku perlahan, untuk menjawabnya saja aku sudah tak sanggup.


"hmmm...sebaiknya mereka harus mengetahuinya, aku ingat kau memohon kepadaku waktu itu untuk merahasiakan hasil akhir pemeriksaan rahimmu agar semua keluarga tidak mengetahui yang sebenarnya. Tapi tidak bisa ditutupi terus-terusan Harumi, maaf jika aku terlalu ikut campur."


Dr.Lynn diam sebentar kemudian melanjutkannya lagi "Sebenarnya yang ingin kubicarakan, seminggu lalu aku ke Amerika bertemu dengan beberapa Dokter Ahli di sana, mereka mengatakan ada Terapi pengobatan yang bisa membantu permasalahanmu. " Jelas Dr. Lynn, ia menatap ku dengan iba.


Dr. Lynn terkenal sangat baik bahkan terlalu baik dan perhatian kepada setiap pasien-pasiennya. Aku tau niat baiknya untuk membantuku, tapi aku masih takut karena masih ada Trauma besar jika harus terbaring di meja operasi kembali.


Dr. Lynn kembali memberi penjelasan kepadaku, ia duduk dengan santai menyilangkan kaki jenjangnya dan menyandarkan tubuh langsingnya di kursi.

__ADS_1


"Setidaknya kesempatan hamil itu masih ada, sekecil apapun kesempatan itu, tidak ada salahnya kau mencoba. Lebih baik kau bicarakan saja dulu dengan suamimu, dukungan dari suami dan keluarga sangat Penting. Kabari saja aku, aku pasti akan membantumu"


Harapan, itulah kata yang tepat dari pertemuan ku dengan Dr. Lynn saat ini. Ia membawa Harapan kembali untukku, Rahimku yang sudah sulit berfungsi, hampir menewaskanku bahkan aku kehilangan calon bayiku akibat kecelakaan malam itu.


"Oh iya, bagaimana dengan pelaku pengendara Mobil yang melarikan diri itu ? sudah ketemu pelakunya ?"


"Belum"


"Hah ! sampai sekarang belum ketemu juga ? kenapa sudah 3tahun belum di temukan sedangkan pelaku perampokan sudah ditangkap dengan cepat, menurutku ada yang aneh. " ucap Dokter Cantik itu yang menatapku dengan terkejut.


"Aku sekarang berusaha untuk tidak ingin mengungkit pelakunya, hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Polisi."


Terlalu menyakitkan bila harus mengingat-ngingat tentang siapa pengendara mobil itu, perih rasanya. Bukannya menolongku ia justru meninggalkanku begitu saja tergeletak meregang nyawa di tengah jalan di bawah hujan deras.


"Aku cuma bisa mendoakan agar semuanya bisa berjalan Baik" Dr. Lynn kembali tersenyum, ia mengangkat cangkirnya dan meminum coffee miliknya kembali.


Aku bahagia, masih ada orang sebaik Dr.Lynn. Aku berutang budi padanya. Aku berharap bisa membalas kebaikannya suatu hari nanti.


Kemudian bola mataku bergerak menatap layar handphoneku, aku masih ingat pesan singkat yang dikirimkan Liam kepadaku tadi, aku belum membalasnya.


Ia masih sempat mengingatkanku untuk makan siang, Liam selalu memberi perhatian padaku. Aku merasa tidak nyaman jika diperlakukan seperti ini olehnya.


***


Anton dan Daniel Sekretaris pribadinya sedang makan siang bersama di Knife Restaurant. Sebuah restaurant yang menyajikan berbagai aneka Menu Steik sangat terkenal di Pusat Kota Bristol. Terlihat Anton yang berpakaian rapi dengan setelan Jas berwarna Abu Tua dan tampilan Rambutnya yang selalu di sisirnya kebelakang ia duduk dengan santai setelah menghabiskan hidangan Steik di hadapannya sebagai makan siangnya.


"Daniel, aku ingin berkas dari Andrew's Company mengenai Jembatan penyebrangan itu. Sepertinya ada beberapa masalah." ucap tegas Anton yang fokus membicarakan pekerjaan di sela-sela makan siangnya.


"Baik, Pak. Oh ya, mohon maaf sebelumnya. Saya ada mengajukan Surat Cuti selama 5hari di meja bapak kemarin." jawab Daniel yang duduk berhadapan dengan Anton.

__ADS_1


Anton yang sedang minum secangkir kopi panas, meletakkan kembali cangkirnya.


Lalu Ia menatap ke arah Daniel.


"ooh iya, aku baru membacanya tadi pagi. Kenapa kau mengambil cuti ?"


"Sudah lama saya tidak liburan dengan istri saya, sejak kami menikah setahun lalu. Kebetulan lusa adalah hari Valentine, saya ingin merayakannya berdua."


"Valentine ?" seraya menyeruput kopinya kembali, Pandangan Anton mulai berubah.


Pikiran Anton langsung terbayang Harumi, sudah sangat lama ia tak pernah merayakannya berdua.


Terlalu sering mereka berdua bertengkar, bahkan baru-baru ini mereka bertengkar lagi. Tak ada sela sedikit pun bagi mereka untuk saling merasakan suasana Romantis seperti waktu mereka Pacaran.


Anton mulai merasa bersalah atas sikapnya yang selama ini terlalu tidak memperdulikan kepentingan Istrinya. Ia hanya sibuk dan fokus untuk urusan pekerjaan dan kepentingan pribadinya saja.


"Ya pak, bapak sendiri pasti ada rencana berdua dengan istri kan, saran saya bapak bisa reservasi Hotel atau Restaurant dari sekarang. Karena jika nanti-nanti pasti akan penuh"


Anton hanya mendengarkan saran dari Sekretarisnya. Ia tak menjawab apapun, Anton sudah cukup bingung harus menghadapi Harumi sekarang , karena ia tau kini Harumi sedang kesal dan pasti sangat kecewa dengannya.


"Baiklah, aku akan menyetujuinya, mulai besok kau bisa Cuti. Tapi jangan lupa Handphonemu harus selalu aktif, aku tidak ingin jika ada keperluan Kantor yang mendesak, kau sulit di hubungi"


"Baik Pak, hari ini juga saya akan menyelesaikan semua pekerjaan saya. Oh iya, selama saya Cuti, Felix dari Departemen Keuangan akan menggantikan saya sementara." ucap Daniel tegas, ia sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya oleh karena itu Anton sangat mengandalkannya.


"Baiklah " jawab Anton singkat


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2