
"Tidak Nona, Tuan hanya menanyakan keadaan anda" Taylor akhirnya bersuara menjawab pertanyaan Harumi.
“kenapa dia tidak langsung menghubungiku ?” gumam Harumi
Taylor hanya mendengarkan keluhannya, sambil tetap fokus mengemudi dan menatap ke jalan. Harumi menyandarkan tubuhnya kembali, mengambil ponsel di tasnya lalu memperhatikan layar ponsel tapi tak ada satu pesan atau panggilan masuk dari Anton.
Kecewa sudah pasti itu yang dirasakan Harumi saat ini karena suaminya tak sedikitpun mengkhawatirkan dirinya sekarang. Bahkan sekedar mengucapkan kata maaf saja ia belum juga mengatakannya.
Ia memenjamkan matanya sejenak seraya berusaha menikmati suara dalam perjalanan saat ini. Mobil melaju dengan cepat melintas jalan raya, karena perjalanan mereka membutuhkan waktu 25 menit agar sampai di Mansion Liam.
***
Dalam mobil, tampak Liam masih sibuk menatap layar Ipad dan menerima panggilan dari beberapa Rekan bisnisnya.
Perjalanan nya menuju sebuah Resort yang sedang dalam proses pembangunan, salah satu bisnis yang dimiliki Liam adalah di bidang Properti. Kali ini ia sedang memantau proyek pembangunan sebuah Resort mewah untuk kesekian kalinya yang sebentar lagi akan selesai di Santa Monica.
“Tuan, Pak Alex tadi sudah menghubungi. Rencana yang ia jalankan sudah berjalan sangat baik. Hanya membutuhkan waktu 3hari, semua akan kembali normal.” Lapor Sekretaris Will yang duduk bersebelahan dengan sopir.
“ternyata permainan ini semakin menghibur” sahut Liam menyunggingkan sebelah bibirnya, pandangannya tetap menatap layar Ipad.
Kemudian Liam melanjutkan pembicaraannya lagi “Pak Will, aku ingin Bibi Martha besok ke Bristol” ia melirik sebentar ke Sekretarisnya
“Oh, Baik Tuan”
Martha Adams adalah Kepala Pelayan di kediaman Liam, wanita paruh baya itu sudah bekerja sangat lama di Keluarga Seymour. Ia sangat setia, jujur dan pekerja keras, oleh karena itu Keluarga Seymour sangat mempercayainya hingga sekarang.
Martha di perintahkan Liam ke Bristol untuk menemani dan melayani Harumi selama di Mansionnya.
Suasana sempat hening selama perjalanan mereka, lalu Sekretaris Will mengucapkan sesuatu dari bibirnya yang kurang di sukai Liam.
“Maaf Tuan Liam, apakah tidak masalah jika Pak Anton mengetahui kejadian yang sebenarnya ?”
Liam hanya tersenyum sinis mendengar pertanyaan yang menurutnya pertanyaan Konyol dari Sekretaris yang sudah di percayanya.
“Kau cukup mengerjakan semua yang kuperintahkan” singkat nya
***
__ADS_1
Sesampainya di Mansion, Harumi langsung di sambut beberapa pelayan di pintu masuk, mereka sudah menunggu kedatangannya.
Mata Harumi membesar melihat pemandangan yang tak diduganya sama sekali, sebelum keluar mobil. Taylor bergegas membukakan pintu untuk Harumi. Ia di perlakukan sebagai Nyonya Besar oleh mereka.
Harumi hanya bisa meneguk ludah perlahan, tenggorokannya seolah tersekat tak mampu membuatnya bersuara sedikit pun. Ia sangat terkejut dan tak pernah menduga akan di perlakukan seperti ini.
Menurut Harumi, ia hanya seorang tamu biasa. Tidak pantas di perlakukan seperti ini.
“Selamat malam Nona Harumi” Sahut semua pelayan merendahkan pandangannya memberi hormat kepada Harumi dan mempersilahkannya masuk dengan sangat ramah.
Tampak seorang pelayan pria langsung bergegas mengambil koper Harumi dari bagasi mobil. Mebawakannya seraya berjalan mengikuti Harumi dari belakang.
Harumi hanya bisa tersenyum kaku kepada setiap pelayan yang menyapanya, ia masih tidak terbiasa dengan semua kejutan ini.
“Saya akan mengantarkan anda ke Kamar, Nona Harumi” sapa salah satu pelayan wanita yang pernah di temui Harumi sebelumnya.
“aku masih mengingatmu, kau yang membantuku ke Kamar kecil waktu itu kan”
“Iya Nona” sahut pelayan wanita itu tersenyum.
“Oh ya aku belum mengetahui namamu “
Mereka saling mengakrabkan diri, berjalan sambil beriringan diikuti pelayan pria di belakang sambil menyeret koper menuju Kamar Tidur.
Melewati lorong yang tampak sangat mewah dengan beberapa Chandelier sangat terang menghiasi langit-langit. Setiap furniture sudah mulai memenuhi sudut-sudut rumah tampak mahal dan berkilat.
Neva menghentikan langkahnya, di depan pintu sebuah kamar tidur yang tak asing bagi Harumi. Yeap, ini Kamar Tidur yang pernah di lihat Harumi waktu ia kesini bersama Anton tempo hari.
Kamar Tidur yang sangat Cantik, Mewah, dan tentunya very Comfy. Harumi makin dibuat terkejut dengan kejutan-kejutan yang sudah di depannya.
“Apa kau yakin ini kamar tidur untukku ?” Tanya Harumi keheranan
“iya , ini sudah di sediakan untuk anda” jawab Neva yang selalu menebar senyuman.
“Bukannya kau pernah bilang ini kamar tidur milik Wanitanya Liam” Harumi masih berdiri di depan pintu kamar yang sudah terbuka.
“Iya Nona, ini memang untuk anda”
__ADS_1
“Tapi….”
Neva dengan santainya langsung menarik pelan lengan Harumi memasuki Kamar Tersebut. Tak lama disusul oleh pelayan Pria yang membawakan koper.
“jika ada apapun yang anda butuhkan, Nona bisa menekan tombol abu-abu di samping pintu, itu adalah panggilan untuk para pelayan. Kami selalu siap 24 jam untuk anda” ucap Neva menunjuk ke arah dinding terdapat sebuah tombol Abu-abu dengan layar untuk bertatap muka “Selamat Beristirahat Nona Harumi” sambungnya merendahkan pandangannya memberi hormat
Neva langsung melangkah meninggalkan kamar dengan pelayan pria tadi. Lalu menutup pintu kamar tidurnya.
Harumi sudah cukup lelah hari ini, jadi ia tak membantah sedikit pun perkataan Neva. Ia mengikuti semua yang sudah di atur oleh Liam.
“Maksud Liam, aku adalah wanitanya ?” gumam Harumi tersenyum simpul. “ia memang sangat pandai bercanda” sambung nya seraya menarik koper menaruh di atas tempat tidur untuk merapikan pakaian-pakaiannya.
Saat ingin meletakkan pakaiannya, kedua matanya tertuju pada sebuah pintu kaca berkilat. Penasaran, yeap tentu saja itu yang dirasakan Harumi. Ketika hendak membukanya, tampak sebuah mesin kecil untuk sidik jari.
“Tidak mungkin, apa membukanya harus menggunakan sidik jari, tapi sidik jari siapa ? pasti Liam” gumam Harumi “ tapi tidak salahnya mencoba, bermain-main sebentar tidak ada apa-apa kan karena pasti tidak mungkin cocok dengan sidik jariku, hehe”
Keisengan Harumi mencoba meletakkan ibu jarinya pada mesin tersebut. Dan ternyata hal yang tak terduga, sudah cukup Harumi dikejutkan dengan pemandangan dari penyambutan para pelayan yang sangat berlebihan, kamar tidur mewah, menduga-duga pernyataan Neva yang mengganggap Harumi sebagai Wanitanya Liam.
Sekarang hal makin gila kini di hadapan Harumi kembali membuat jantungnya terpompa sangat kencang. Matanya terbelalak dan nafasnya semakin cepat.
Klik
Setelah ia meletakkan ibu jarinya, pintu itu otomatis langsung terkoneksi baik dan terbuka dengan sendirinya.
“ini semakin membuatku gila, apa maksud semua ini ? kenapa sidik jariku bisa membuka pintu ini”
Perlahan pintu di dorong oleh Harumi, pakaiannya yang awalnya di tangan, terjatuh ke lantai seketika saat kedua mata Harumi terbelalak melihat pemandangan menakjubkan dari balik pintu berkilat tersebut.
"Ya Tuhan, apa ini semua ?" Harumi melangkahkan kakinya perlahan memasuki Ruangan itu.
Ia sangat kagum bercampur terkejut seakan ini seperti mimpi bagi Harumi dengan semua pemandangan indah yang memanjakan matanya.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank You 💞