
Liam mulai semakin mendekat kepadaku, begitu dekat hingga tak ada jarak apapun yang memisahkan kami. Ia tak melepaskan pandangannya dari ku. Menundukkan tubuhnya mensejajarkan dirinya denganku.
"Bunga yang indah" sapa Liam dengan tersenyum melihat wajahku yang mulai tidak nyaman berada terlalu dekat dengannya.
"Terimakasih Tuan Liam atas pemesanan Rangkaian Bunga di Toko kami, mohon maaf jika Tuan harus melihat keadaan Bunga bunga ni jadi berserakan."
Kualihkan pandanganku seolah tak ingin melihat matanya, ada rasa yang tidak nyaman jika berdua saja dengan nya.
"Siapa namamu Gadis Penjual bunga ? Nami ?" tanya Liam yang masih tetap setia memandangiku yang mulai kikuk.
"Nami adalah nama ibu saya, saya Harumi, Harumi Nayaka, saya permisi dulu Tuan Liam"
Aku berjalan melewatinya, karena tidak ingin terlalu lama di sana, kuputuskan segera pergi.
"Nona Harumi, besok aku ingin kau membuatkan sebuah buket bunga besar sama seperti hari ini, Pak Will yang akan mengurusnya" kata kata Liam langsung membuat langkahku terhenti
"Maafkan atas kejadian hari ini, tidak seharusnya kau menyaksikannya" sambungnya
"Tidak apa apa Tuan Liam, saya akan membuatkan Buket bunganya lagi, mohon maaf jika saya lancang saya berharap jangan jadikan bunga sebagai bahan untuk menyakiti wanita, setiap bunga memiliki makna yang sangat indah"
"saya permisi Tuan"
Bergegas menuju Lift, aku tidak berani melihat pria itu lagi. Aku hanya ingin segera pulang dan melupakan hal yang terjadi malam ini.
Liam hanya terdiam sambil menyunggingkan senyuman kecil di bibirnya. Menoleh melihat punggung gadis penjual bunga itu yang memasuki lift.
Hotel Hampton
Presidential Room, 10pm
Liam berdiri sambil meneguk segelas Red Wine di tanganya, pandangannya fokus tertuju pada pemandangan malam Kota di balik Jendela kaca yang sangat besar di kamar tersebut.
Sekretaris Will yang setia, sekarang berada di belakang Liam seolah menunggu perintah Tuannya.
"Bagaimana dengan Jane ?" tanya Liam
"Sekarang ia masih di dalam Pesawat sedang perjalanan menuju Los Angeles. Semua sudah berjalan sesuai yang Tuan rencanakan. Nona Jane akan pulang bertemu ayahnya kembali, Tuan Hamilton pasti akan sangat marah besar karena saham dan asset milik Keluarga Besar Hamilton kini sudah jatuh ke tangan anda." lapor Sekretaris Will yang selalu bekerja cepat dan paling dipercaya Liam selama 8 tahun untuk membantu menyelesaikan seluruh pekerjaan pentingnya
__ADS_1
Liam tidak tampak merasa puas ataupun senang dengan hasil laporan Sekretarisnya. Ia hanya santai menanggapinya.
"Hamilton dulu pernah bekerja dengan ayahku, bukannya berterimakasih, ia justru menipu dan memanipulasi dana masuk dan keluar perusahaan. Aku ingin membuat dia sadar dan sedikit memanfaatkan Jane untuk menyempurnakan rencanaku"
Liam Seymour adalah Pemilik Tunggal Seluruh Asset Kekayaan dan Perusahaan besar Seymour Group mulai Pelayaran, Arsitektur, Hotel, Properti hingga memiliki Perusahaan dibidang Saham Dunia, setelah ayahnya meninggal setahun lalu akibat Kanker Pankreas yang dialaminya selama bertahun tahun. Kini ia diamanatkan Tanggung Jawab besar menjalankan seluruh Perusahaan milik ayahnya.
Liam lahir dan tinggal di California, wajahnya sangat tampan khas Pria Latin karena mengalir darah Italy dari sang Ayah. Ia merupakan anak Tunggal dari Roberto Seymour dan Anita Seymour.
Liam dibesarkan dilingkungan yang serba berlebihan dan dilimpahi kekayaan. Para Bodyguard selalu menjaga dirinya kemanapun ia pergi.
Ia tipe yang sedikit bicara dengan orang yang baru di kenalnya. Playboy kelas atas seperti dirinya sudah sangat terkenal di kalangan wanita wanita Cantik. Setiap negara yang dikunjunginya pasti akan ada wanita yang setia dan rela melakukan apapun untuk menemaninya.
Kunjungan Liam ke Bristol selain menyelesaikan urusannya dengan Jane, ia ingin melihat langsung kinerja salah satu Anak Perusahaan Arsitektur miliknya yang sekarang sedang di pimpin oleh Anton Riandra.
"Pak Will, Reschedule untuk pertemuan dengan Anton Riandra menjadi lusa " titah Liam
Wajah Liam memang semakin mempesona ketika cahaya malam yang di sinari bulan mengenai wajahnya dari balik jendela.
"Jadi untuk besok, reschedule semua." tambahnya
"Baik Tuan Liam, apakah ada yang ingin Tuan lakukan besok ? "
"Nami Florist, bukan kah itu nama Toko bunga yang kita kunjungi tempo hari ?"
Liam berbalik melihat Sekretaris Will yang tampak mulai keheranan. Meneguk kembali winenya, Liam tampak merencanakan sesuatu yang tidak di ketahui Sekretarisnya.
"Betul Tuan" jawab Sekretaris Will dengan wajah heran
"Besok kita ke sana" tegas Liam
"Apakah Tuan ingin memesan bunga lagi ?" tanya Sekretarisnya yang semakin penasaran dengan apa yang direncanakan Tuannya.
"Aku juga ingin info semua tentang Pemiliknya, Harumi Nayaka. Infokan semuanya padaku, mulai pekerjaan sampai kehidupan pribadinya, apapun secara detail" titah Liam mengakhiri percakapan mereka, ia langsung melangkah menuju kamar pribadinya meninggalkan Sekretarisnya yang makin keheranan.
Kediaman Harumi dan Anton
Ketika aku membuka pintu dan memasuki rumah, Anton belum pulang. Bisa kulihat tidak ada mobilnya di Garasi.
__ADS_1
Seperti sudah menjadi kebiasaan, aku merasa tidak heran kalau suamiku belum pulang. Ia memang terlalu sering pulang bekerja sangat larut malam.
Sesering apapun aku menghubunginya, jawabannya selalu sama "urusan pekerjaan".
Menuju kamar dan segera mengganti pakaianku, aku mulai pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam untuk suamiku.
Aku selalu berusaha melayani Anton dengan semua keterbatasanku sebagai istri. Melayani kebutuhan makannya dan semua kebutuhannya sebagai suami. Walaupun memang beberapa tahun ini, Anton sangat jarang menyentuhku, hanya ketika dia sangat marah disitu ia memaksaku melayaninya.
"Sebenarnya suamiku Pria yang baik dan sangat penyayang, aku masih ingat pertama kali kami bertemu sebagai atasan dan bawahan. Hanya dalam waktu seminggu ia bisa meluluhkan hatiku, walapun aku sangat mengetahui kebiasaan Anton yang selalu berganti pasangan, tapi ia berubah ketika bertemu denganku dan hanya dalam waktu singkat ia berani berkomitmen menikah denganku" batinku
Lamunanku berhenti ketika mendengar suara Oven.
"akhirnya selesai" perlahan aku mengeluarkan Pie Daging dari Oven yang merupakan makanan kesukaan Anton.
Setelah menyiapkan meja makan dan peralatannya, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 11.15 pm, semoga suamiku segera pulang.
Aku menunggunya pulang sambil menonton Tv di Ruang tengah, hingga tak sadar aku mulai mengantuk dan terlelap di sofa. Hari ini memang terasa sangat lelah karena aku mulai membuka Toko ku kembali setelah selama seminggu tutup.
Tepat pukul 12.25 malam, suara mobil memasuki garasi. Terdengar suara pintu mobil yang ditutup, hingga suara langkah kaki memasuki rumah.
Anton pulang, ia mendengar suara Tv yang masih menyala dan terlihat Harumi yang tertidur pulas di sofa.
Anton mematikan Tv dan sejenak diam melihat ke arah istrinya yang masih tenang tertidur dan tak menyadari suara Anton yang sudah pulang.
Ia tidak ingin membangunkan istrinya, meletakkan tas kerjanya di atas rak. Anton langsung berjalan menuju dapur, niatnya hanya ingin meneguk segelas air mineral, sampai ia terkejut melihat Makanan enak yang disajikan istrinya di meja, tertata sangat rapi dengan dua piring yang diletakkan di masing masing kursi.
Anton mulai duduk di meja makan seorang diri, ia mengambil sedikit Pie Daging yang disediakan istrinya di meja, menyantapnya perlahan. Setelah sendokan kedua, ia mulai terdiam dan sedikit menundukkan kepalanya. Bisa terlihat ekspresinya yang sangat sedih, seolah merasa bersalah dengan perilakunya selama ini terhadap Harumi.
Anton Riandra
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author ya dengan Like, Vote dan Koment
__ADS_1
Thank You