
Harumi merasakan jemari Liam yang terampil menjelajahinya, sentuhan lelaki itu begitu mantap dan pandai sampai-sampai gairah mencabiknya. Pinggul wanita itu bergerak dan meliuk-liuk, punggungnya melengkung dalam undangan tanpa suara dan ia merintihkan nama Liam, memohon lebih.
Liam mengera** rendah mengiyakan dan semakin panas "Kau sangat Luar biasa, sayang "
Harumi bahkan tidak mendengar. Rasanya seolah-olah tak ada yang bisa menembus otaknya kecuali sensasi dan ia tak bisa berkonsentrasi pada apa pun selain gerakan tangan pria itu pada tubuhnya.
Lalu, bujuk rayu yang lemah lembut itu berakhir dan Liam mengambil posisi. Harumi merasakan bobot pria itu menekannya ke tempat tidur, gerakannya semakin mendesak saat dia memposisikan diri sedemikian rupa dan memisahkan kedua kaki Harumi dengan tangannya.
Wanita itu merasakan sensasi yang lebih dalam begitu gairah Liam menempel padanya sebelum pria itu mulai mengangkat pinggul Harumi dan menyatukan tubuh mereka dengan dorongan yang mantap.
Terkejut oleh serpihan rasa nyeri yang tiba-tiba menusuknya, Harumi merekahkan bibir dalam desah tanpa suara tetapi mulut Liam membungkamnya dengan ciuman, menangkap setiap teriakan serta setiap napas saat dia menyatukan tubuh mereka, mengirimkan gelombang gairah yang berdesir liar dalam dirinya sementara dia mengenalkan nya pada keinti*** yang asing sekaligus memabukkan.
Harumi merasakan sesuatu yang nikmat dan berbeda meruak dalam dirinya, timbul oleh gairah berdenyut dari hunjaman-hunjaman maskulin. Liam bergerak dalam ritme yang sangat sempurna , tubuhnya mendorong Harumi agar merespons, dan wanita itu pun merespons.
Bahkan tanpa belaian tangan Liam yang mendorong responsnya, Harumi mendapati dirinya melilitkan pah* ke tubuh pria itu, menawarkan dirinya. Dan Liam menerima apa yang di tawarkannya dengan rasa lapar yang nyaris membakarnya, tuntutan sensualnya begitu besar sampai-sampai Harumi merasakan ruangan berputar dan jantungnya berdebar kencang.
Liam terus membawanya lebih tinggi, menggulung tubuhnya lebih erat dan lebih erat lagi sampai Harumi terhuyung-huyung di tepi sesuatu yang sangat berbahaya dan asing, yang tak mengenal jalan kembali.
Tubuh itu saling beriringan dalam peningkatan tempo yang tiba-tiba, Liam mendesaknya ke tepi pusaran mendebarkan dan menakutkan yang melahap tubuhnya dan mengancam akan menelannya selamanya. Harumi merasakan ledakan bertemperatur tinggi mengalir pada tubuh nya dari pelepasan keduanya.
Harumi berpegangan erat pada bahu Liam sampai akhirnya dunia di sekelilingnya kembali tenang. Keduanya berjuang memulihkan diri untuk bergerak.
__ADS_1
Dulu Harumi tidak pernah membayangkan akan menjadi senakal ini, bahkan selama hidupnya tak pernah terlintas akan menjadi wanita sekejam ini terhadap Anton suaminya. Harumi tidak pernah berhubungan dengan pria lain selain Anton, dan ini pertama kali baginya berhubungan dengan pria selain suaminya.
Rasa bersalah yang sangat besar selalu terlintas dalam benak Harumi, bagaimana dosa yang akan ia tanggung atas perbuatan terlarangnya kepada pengkhianatan Pernikahan yang telah dilakukannya di belakang Anton.
Hukuman, hinaan, bahkan apapun pembalasan paling menyakitkan yang akan di terimanya sudah terbayang jelas dalam pikiran Harumi di masa depannya nanti. Dia tahu ini salah, bahkan terlalu Salah untuk dimaafkan. Mencoreng nama baik keluarganya, merusak kepercayaan suaminya, Ibu, Mama Elena mertua baiknya, dan ayahnya.
Harumi korbankan semuanya hanya demi memilih kebahagiaan semu untuk bisa bersama seseorang yang bahkan hanya beberapa bulan dikenalnya, Liam yang Harumi sendiri tidak pernah mengetahui tentang masa lalu pria itu.
"Aku memutuskan menjadi orang jahat...pada keluarganya, pada suamiku, dan pada semua orang di dunia ini yang sudah menganggap cintaku bukanlah Cinta yang sebenarnya. Keluarga, sahabat, dan orang-orang yang berharga, dosa dari mencintai seorang pria telah merenggut paksa semuanya. Tetapi kenapa aku tetap saja tak mampu melepaskan pria ini ?
Aku tahu bahwa cinta kami takkan abadi, tapi waktu yang kita lalui jadi terasa lebih berharga, karena aku tahu ini tidak akan abadi. Jika memang Cinta kami bukanlah sebenar-benarnya Cinta , maka cinta kita akan tiba pada akhir di ujung perjalanan ini. Maka untuk saat ini, tetap seperti ini sejenak..."
Harumi memandangi penuh hangat kepada Liam yang tidak bergeser jauh. Sebaliknya, dia hanya berguling, menelentang, menarik wanita itu bersamanya sehingga ia masih berada dalam pelukannya.
Pria itu menangkup pinggulnya dan menggesernya sehingga tungkai mereka bertautan. Dengan rambut Harumi terurai lembut ke dada pria itu, Liam tersenyum lambat lalu menyentuh wajahnya.
"Tadi sangat menakjubkan, Rumi"
Koneksi di antara mereka begitu kuat, begitu sempurna sampai-sampai rasanya tak ada apapun di luar ruangan ini selain mereka berdua.
***
__ADS_1
"Luciano, aku tidak ingin kau menemui puteraku lagi !" ucap tegas Anita dalam sebuah panggilan di ponselnya
Suara tawa santai terdengar dari baliknya "Kau tak berubah sedikit pun, masih keras kepala seperti dulu Anita " balas pria itu
Ekspresi Anita tiba-tiba berubah dan geram mendengar jawaban yang meremehkannya "sebaiknya kau mengurus urusanmu jangan pernah ikut campur dalam kehidupan keluargaku lagi. Apa kau tidak sadar sudah menjadi Beban bagi Roberto selama hidupnya"
"Beban ?" Luciano semakin di buat tertawa lepas oleh jawaban Anita yang menurutnya seperti lelucon "Maksudmu aku adalah Beban bagi Roberto ? aku tidak menyangka setahun meninggalnya adikku kau masih saja tidak paham Anita, apa kau tidak mengenal adikku sama sekali bahkan di posisimu sebagai istrinya."
Anita diam dalam pertahanannya, wanita itu seolah tak ingin terpancing dengan hasutan yang sudah dilontarkan Kaka Iparnya tersebut.
"Anita...Anita...semua perbuatan kejam yang sudah dilakukan Adikku, akulah yang selalu membereskannya. Tangannya selalu bersih, dan tak luput sedikit pun masa lalu kelam nya yang tak ku ketahui. Bahkan sampai mengenai keterlibatanmu soal kecelakaan yang mengakibatkan kematian Teddy suami Roseanne 10 tahun lalu. Benar, bukan ?" lemparan bola panas mulai deras di wajah Anita, ketika Luciano terus menerus menyudutkannya.
Wajah Anita semakin dibuat geram, memerah karena terbakar amarah membara "Cukuuup, Jahan**!! Kau tidak memiliki bukti apapun untuk menuduhku seperti itu!!!"
"Bukti ? kau tampak sangat percaya diri sekali, Anita. Apa kau tidak sadar kau sudah menyuap polisi agar tidak mengungkit kasus itu lagi, dan menjadikannya hanya sebuah Kecelakaan beruntun biasa akibat kelalaian. Dengar baik-baik !!! aku bisa dengan mudah menjerumuskanmu ke penjara, tapi aku masih menahan diri karena mengasihanimu. Kau berniat membunuh Roseanne dan puteranya tapi Takdir berkata lain, Roseanne dan puteranya tidak berada dalam mobil tersebut. Hanya Teddy, yah hanya pria malang itu saja yang mengendarai mobil itu"
Luciano tak cukup hanya sampai disitu, ia diam sejenak menarik nafas panjang "seharusnya kau berbaik hati pada wanita itu yang sudah memberikan anak keduanya padamu, Yaitu Liam. Pada saat kau mengalami kejadian tragis atas kehilangan calon bayimu dulu, Anita"
Genggaman semakin kuat pada ponsel yang berada di telinga Anita, penuh amarah, kebencian, dan rasa sakit hati yang di pendamnya lama kini seolah menyeruak menelannya.
#Jangan Lupa Vote ya
__ADS_1
Dukung Author dengan LIke, Koment dan Vote
Thank you 💋