Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 192 Rain in Tears


__ADS_3

Tidak menunggu lama, Scarlett sigap menghubungi pihak medis, dan Dokter Pribadi Keluarga.


Harumi yang masih dalam pangkuannya masih tidak sadarkan diri, tubuhnya basah dan tampak lemas. Napasnya pun semakin melemah.


Scarlett menahan diri untuk tidak panik, dan tetap berpikir jernih.


Sedangkan...


Di sisi lain, reaksi Liam semakin kacau oleh kekhawatirannya.


Ia berada sangat jauh dari sisi Harumi, itulah yang membuatnya menggila.


"Siapkan Penerbangan !!!" tegasnya dalam sambungan telepon


Sekretaris Will yang menerima perintah secara tiba-tiba begitu terkejut "Sekarang, Tuan ? Apa ada Masalah ?"


"Lakukan PERINTAHKU !!!!"


"Baik, Tuan" Sekretaris Will mengiyakan dalam kondisi yang masih penuh dengan pertanyaan


Setelah mengakhiri panggilan, wajah Liam sangat gusar.


Berulang kali pria itu mengusap-usap wajahnya, tapi sama sekali tidak mengurangi ketegangan yang melekat di pundaknya.


Dia sangat panik.


Liam tidak pernah merasakan situasi yang begitu membuatnya buntu seperti ini.


Hal yang sangat dibencinya karena ia berada jauh dari sisi Harumi, dan tidak bisa berbuat apapun.


Liam Seymour sebelumnya sosok yang sangat tenang bahkan saat ia dihadapkan masalah-masalah besar Perusahaan dan menyelesaikan orang-orang bermasalah lainnya.


Tapi, sangat berbeda halnya.


Dengan situasi yang kini dihadapkan padanya sekarang.


"Bertahanlah, Rumi" gumamnya berulang-ulang


Tak berapa lama, ada suara seseorang mengetuk pintu kamar pribadinya.


"Tuan ?" panggilnya


Dan itu adalah Sekretaris Will.


Melihat kondisi atasannya, Sekretaris Will merasa prihatin "Penerbangan anda sudah siap. Anda baik-baik saja, Tuan ?"


Guratan kecemasan yang memuncak tampak jelas di wajahnya, Liam sangat gusar "Harumi....dia tidak sadarkan diri" Napasnya memburu hingga membuat dadanya memompa semakin cepat


"Anda harus tenang, jika kondisi anda seperti ini. Akan membuat kecemasan itu semakin menyiksa anda. Apa sebelum keberangkatan anda mengetahui Nyonya Harumi sedang sakit ?"


Liam menggeleng tegas "Harumi tidak pernah mengeluh sekalipun tentang kondisi kesehatannya, ia selalu menyembunyikannya."


"Jika boleh saya memberikan saran, sebaiknya anda tetap disini. Sampai semua permasalahan disini kembali stabil."


"Tidak" Tegasnya


"Perjalanan menuju California, membutuhkan waktu yang lama. Saya akan memberikan update informasi mengenai kondisi Mrs. Harumi. Saya yakin Scarlett sudah sigap mengambil tindakan untuk keselamatannya."


"She Need Me !!!! " suara serak menggema tanpa keraguan.


...****************...


"Where is SHE ?!!!" Anita tiba tepat di depan kediaman Puteranya


Seorang Pengawal Pribadi Liam yang berjaga di gerbang utama langsung menghampirinya.


Awalnya pengawal itu tidak mengenalinya, sampai akhirnya salah satu pengawal lainnya berbisik "Mrs. Seymour"


"Mana Perempuan itu ?" teriaknya yang masih duduk di dalam mobil dengan kaca jendela yang terbuka


"Maksud anda Mrs. Harumi ?"

__ADS_1


Anita langsung menyeringai miring "Hah ?! Maksudmu perempuan itu sedang diatas angin dengan menjadi Nyonya Rumah di sini ?!!!" Anita tertawa mengejek "Mana Dia ?!"


"Mrs. Harumi baru saja dibawa menuju Rumah Sakit"


Anita mengernyit dengan mata melebar dari balik kacamata hitamnya "Rumah Sakit ?"


"Nyonya pingsan di kamar mandi"


Anita diam sejenak, seakan sesuatu terlintas dalam pikirannya. Lalu ia berbalik kembali "Rumah Sakit mana ?"


"Saint Jose's Hospital"


Anita langsung memberi kode pada sopir pribadinya, setelah itu segera meninggalkan kediaman Puteranya.


...****************...


"Ini informasi yang saya temukan." Sekretaris Will memberikan Ipadnya pada Liam


"What this ?" Liam menatap seksama tampilan layar tersebut


"Mrs. Harumi pagi-pagi sekali, keluar rumah menggunakan taksi. Menuju Rexford Drive Street, menurut informasi rumah itu adalah kediaman keluarga Mr. Robert John Aldrich. Istrinya yang bernama Ameera adalah Kakak Perempuan dari Mr. Riandra. Dan ibunya juga sedang berada di sana."


Mendengar informasi itu, reaksi Liam hanya diam. Suasana sempat hening, ekspresinya datar. Ia duduk di kursi penumpang dalam perjalanan menuju bandara.


Tatapannya kosong. Bibirnya seakan terkunci rapat.


Melihat reaksi Liam seolah mematung, Sekretaris Will memanggil- manggil tapi Liam tetap diam saja. "Tuan ?"


Setelah beberapa detik berlalu, dengan rasa tekanan ia membuka bibirnya "Elena Rindra. Harumi bertemu dengannya" Liam bergumam sendiri


"Itu benar. Elena Riandra. Ia memiliki seorang Putri Tiri bernama Ameera dan seorang Putera yaitu Anton Riandra. Dan saya mencoba mencari-cari informasi kembali, Sopir mengantarkan Mrs. Harumi singgah ke sebuah Supermarket di pinggir jalan. setelah ia meninggalkan kediaman Keluarga Aldrich. "


Liam diam kembali, ia masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Walaupun samar-samar ia mendengarkan perkataan dari Sekretaris Will.


Apa ... Harumi sudah mengetahuinya ?


Pertanyaan sederhana yang terus muncul tapi Liam sama sekali tidak ingin memastikan jawabannya.


"Tuan ? Sebaiknya anda perhatikan kembali. Yang saya berikan ada hasil rekaman CCTV di Supermarket pada jam kedatangan Mrs. Harumi di sana. Dalam rekaman tersebut, Mrs. Harumi bertemu dengan seseorang"


Perasaan gundah, cemas dan gelisah, tidak bisa dipungkiri itu bercampur aduk didalam diri Liam saat ini.


Perlahan ia mengangkat wajahnya, menatap kembali Sekretaris Will yang duduk tepat di sebelah Sopir "What ?"


Sekretaris Will menunjuk ke arah Ipad "Anda lihat kembali rekaman CCTV itu."


Liam meraih Ipad tersebut dan membuka layarnya, setelah menggeser beberapa file ia menemukan sebuah video rekaman CCTV.


Dengan cermat ia membuka kedua matanya memperhatikan setiap detail rekaman CCTV itu, sampai pada satu titik.


Napasnya berhenti sejenak dan bola matanya melebar.


Awalnya video itu tampak biasa, ada pengunjung-pengunjung Supermarket yang keluar masuk hingga ia menemukan sosok Harumi.


Memang benar, ia singgah ke situ tapi tanpa Scarlett yang mendampingi. Hanya Harumi sendiri.


Sampai pada menit kesekian, pandangan Liam terhenti pada sosok seorang pria yang datang menghampiri Harumi dari arah yang berbeda.


Liam memperhatikan, lalu menzoom tepat pada sosok pria itu yang tidak lain adalah Anton Riandra.


Sesuatu yang gelap dan tidak mengenakkan teraduk-aduk di dalam dirinya dan Liam menegang saat dipaksa menghadapi kedalaman jiwanya yang keruh yang telah dengan mati-matian diabaikannya.


"Anda pasti mengenal sosok pria itu ?" sahut Sekretaris Will berusaha mengoyak keheningan


"Tentu saja" suaranya tiba-tiba bersemangat dan matanya bersinar oleh sesuatu yang nyaris mirip kejengkelan.


Matanya tidak lepas dari layar tersebut, berulang-ulang kali ia terus memutar video tersebut, kemarahan tampak jelas di guratan wajahnya.


Napasnya memburu, ia bertanya-tanya di dalam dirinya. Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya ia merasa begitu protektif terhadap seorang wanita.


"Apa yang ingin anda lakukan ?"

__ADS_1


Liam menarik napas dengan kasar "Putar balik"


Sekretaris Will terkejut "M-maksud anda ? Anda ingin membatalkan penerbangan."


"Siapkan Konferensi Pers"


"Hah ? Anda yakin ingin melakukannya, bukankah anda selalu menolak wawancara dengan wartawan apalagi Rumor itu masih simpang siur di luaran."


Tatapan Liam mengeras, dan Sekretaris Will tidak perlu melanjutkan pertanyaan itu karena ia tidak butuh jawaban lagi ketika melihat reaksi Liam saat ini.


...****************...


Dari luar ruangan pasien VIP, kehadiran Anita dibuat terkejut oleh beberapa pengawal dan tentu saja Scarlett yang setia menemani Harumi, wanita peruh baya itu memilih hanya berdiri di luar dan menatap Harumi yang terbaring lemah dibantu dengan selang oksigen.


Ia baru saja melewati masa kritisnya, setelah akhirnya keluar dari ruang perawatan darurat selama tiga jam.


Harumi masih belum sadarkan diri.


Tampak pemandangan yang sangat berbeda, Anita tidak masuk. Ia hanya berdiri dan menatap cukup lama dari balik celah kaca pintu.


Hanya diam tanpa mengucapkan satu kata pun keluar dari bibirnya.


Tatapannya berbeda sesaat sebelum ia tiba di Rumah Sakit tersebut.


Anita seketika berubah. Sikapnya yang selalu berapi-api, arogan dan sangat membenci Harumi. Semua seakan sirna seketika ketika ia diam bak seseorang yang sedang merasa iba.


Scarlett yang menghampiri dari belakang, membawa segelas kopi panas untuk Anita "Mrs. Seymour apa anda tidak ingin masuk ?"


Anita masih terus menatap Harumi "Apa selama ini kau yang menjaganya jika Liam tidak ada ?"


akhirnya ia mulai bersuara


"Benar, Nyonya. Tuan Liam memerintahkan saya untuk selalu menjaganya."


Sejam yang lalu


"Saya sangat terkejut dengan kehadiran anda, Mrs. Seymour. Saya mengira anda ingin melakukan pemeriksaan kesehatan" ucap ramah seorang dokter


"Apa yang terjadi dengannya ?"


"Maksud anda, wanita yang baru saya lakukan pemeriksaan tadi. Mrs. Harumi Nayaka ?"


"Yah" dagu Anita terangkat


"Kalau boleh saya mengetahuinya ada hubungan apa anda dengannya ?"


Anita mengetukkan jemari di atas meja "Dia kekasih Puteraku"


Dari ekspresinya, Dokter itu cukup terkejut "Aah, maksud anda wanita ini yang ada di berita itu. Kekasih dari Liam Seymour. Putera anda."


"Cukup Dokter !! Aku tidak suka basa basi. Jelaskan padaku ada apa sebenarnya dengannya ?!!!" suara serak terdengar tegas menggema di ruangan tersebut


"Dari informasi, Mrs. Harumi ditemukan tidak sadarkan diri di kamar mandi, dari hasil pemeriksaan, kondisinya sangat lemah. Pola makan yang tidak teratur, Traumatik, lebih ke masalah Psikisnya. Tekanan yang begitu berat dan berbagai masalah yang dihadapinya juga dapat mempengaruhi ke kondisi kesehatannya. Kondisi seperti ini kami menyebutnya Mental Health Awareness, kondisnya yang rapuh bahkan tekanan hidup yang tidak kunjung berhenti hingga membuatnya berhenti pada satu titik yaitu dengan mengakhiri hidupnya. Bahkan dari hasil medis yang saya dapatkan, Mrs. Harumi pernah mengalami kecelakaan yang hampir membunuhnya, bahkan sudah menghilangkan calon bayinya. Dan yang sangat memprihatinkan, salah satu indung telur yang tersisa mengalami masalah karena Kista endometriosis yang jika lambat dalam penanganannya akan berakibat pada Tahapan akhir yaitu Kanker Rahim. Dan itu sangat mematikan"


Anita mendengarkan dengan perasaan aneh bergejolak di dadanya.


Terkejut dengan semua pernyataan dari Dokter tersebut, Anita tidak menyadari dirinya mematung. Napas menyekat dalam tenggorokannya.


"Apa itu benar ?"


"Itu benar. Dan saya sudah membicarakan ini dengan Dokter yang pernah merawat Mrs. Harumi sebelumnya"


Ekspresi Anita berubah, kilatan memory masa lalunya seolah kembali. Dalam kondisi yang hampir sama ia bisa merasakan kepedihan itu kembali hadir.


Dimana perihnya ketika ia kehilangan Bayi Perempuannya dan pada kenyataannya tanpa sepengetahuan siapapun Anita menyimpan rahasia besar bahwa ia juga divonis menderita hal yang sama dengan Harumi walaupun kini kondisinya sudah membaik karena Anita sudah memutuskan untuk mengikuti proses Pengangkatan Rahim.


Tapi, perasaan kehilangan itu kembali hadir mengganggu pikirannya kembali.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2