Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 50 Must be Strong


__ADS_3

Mansion Liam


Pukul 07.18


Hari ini, sama seperti hari-hari sebelumnya. Suasana di Mansion saat pagi hari, para pelayan sibuk dengan rutinitasnya masing-masing ada yang bertugas membersihkan Rumah, menyiapkan Makan, koki memasak makanan.


Beberapa Tukang kebun Mengurus Taman dan Taylor tentunya fokus dengan tugasx mengawasi para pelayan, mencuci mobil dan tentu saja karena ia adalah Kepala Pengawal maka setiap pagi ia selalu memberi arahan kepada semua pengawal yang berbaris rapi di hadapannya.


Sudah menjadi pemandangan biasa bagi Harumi setiap hari, melihat mereka sangat disiplin mengerjakan semua tugas-tugasnya.


Neva tak pernah absen setiap pagi selalu membangunkan Harumi dan membersihkan kamarnya. Menemani Harumi sarapan hingga membantu segala yang dibutuhkannya.


Harumi yang sudah bangun sejak tadi, sebelum Ke Ruang Makan untuk sarapan. Ia berjalan santai menuju halaman, lalu melihat Taylor yang sedang berdiri gagah dan berteriak kencang memberi arahan kepada Para pengawal, semua berbaris rapi mendengarkan dengan baik dan mengikuti setiap arahan yang diucapkan Taylor.


Mereka benar-benar seperti para tentara siap berperang. Harumi sempat terkekeh membayangkan Seolah Mansion ini akan diserang para *******.


"Mereka sangat menggemaskan, haruskah setiap hari seperti ini, memangnya di sini akan di serang Alien, haha" gumam Harumi akhirnya tertawa lepas hingga sampai di telinga Taylor


Taylor berbalik, ia sedikit terkejut melihat Harumi yang tak jauh berdiri di belakangnya. Ia langsung menundukkan pandangannya dan memberi hormat kepada Harumi.


"Selamat Pagi Nona Harumi" sapa Taylor yang sudah dengan setelan seragamnya yang rapi.


"Pagi Taylor, Pagi semua" balas Harumi mendaratkan senyuman di wajahnya melihat ke arah semua Pengawal.


Mereka yang sudah berbaris rapi tersebut, langsung memberi hormat kepada Harumi bersamaan.


"Oh ya, Taylor. Hari ini aku akan keluar. Tapi kau tidak perlu mengantarku. Aku naik Taksi saja."


"Maafkan saya Nona, tapi saya sudah diperintahkan Tuan Liam untuk selalu mengantar dan menemani anda kemanapun. Jika saya..."


Harumi langsung memotong "Liam tidak akan memecatmu, aku yang akan menjamin. Hanya sebentar, aku tidak akan lama. Oh ya, sebaiknya Liam tidak perlu tau. Cukup kita saja. Ok !"


"Tapi Nona..."


"Tenang Taylor, aku hanya ingin ke rumahku saja dan pergi menemui keluargaku. Jika mereka melihatmu mengantarku, mereka akan makin mencurigaiku, aku tidak akan lama. Sebelum sore aku akan pulang"


Taylor tidak bisa berkomentar apapun, karena apa yang dikatakan Harumi memang benar. Ia hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.

__ADS_1


"Baik, Nona. Tapi jika anda memerlukan saya langsung hubungi saya"


"Ok Taylor, Oh ya satu lagi. Jangan lupa aku pernah memberimu Tiket menonton pertandingan Baseball dengan Beatrix, pertandingannya 3 hari lagi. Kau harus resfreshing sesekali."


Bibir Harumi melengkung, ia senang bisa memberi hadiah tak seberapa atas kerja keras Taylor yang sudah membantunya di Toko saat perayaan Valentine.


Taylor dan para pengawal yang lain, merendahkan pandangannya memberi hormat bersamaan saat Harumi akan melangkah.


Ia langsung berbalik kembali masuk, menuju Ruang Makan untuk sarapan.


***


Rumah Harumi dan Anton


Setibanya di rumah, setelah Taksi mengantarkannya. Ternyata Anton sudah pergi ke Kantor seperti biasa karena mobilnya sudah tidak ada di Garasi. Ada perasaan berkecamuk dalam diri Harumi ketika ia berdiri di depan pintu.


Sudah hampir seminggu ia meninggalkan rumah, hatinya antara Rindu dan perih. Mengingat saat terakhir ia melangkahkan kakinya meninggalkan rumah dalam keadaan sangat berantakan, Yah semua berantakan mulai fisik, hati dan pikirannya saat itu.


Harumi yang sedang berdiri sekarang sangat berbeda dengan waktu itu. Selain ia lebih berisi karena Berat tubuhnya yang sedikit naik, wajah Harumi jauh lebih cerah, kedua matanya lebih berbinar, hatinya pun sedikit demi sedikit tertata walaupun belum sepenuhnya sembuh.


Tapi ia sudah sangat merindukan suasana rumah yang pernah ia habiskan bersama Anton, walaupun terkadang Harumi lebih sering seorang diri di rumah.


Awalnya Harumi mengira rumah ini tidak terurus, tapi malah sebaliknya. Semua tampak masih sama saat Harumi terakhir kali meninggalkannya.


Yang sedikit berbeda adalah di bagian dapur, ada dua piring dan gelas kotor yang tergeletak di tempat pencucian.


Dan beberapa bungkus makanan Chinese Food serta Makanan siap saji lainnya memenuhi tempat sampah samping pencucian piring.


"Hmmm" Gumamnya sambil meletakkan tas kecil yang dibawa Harumi di atas meja makan.


Harumi yakin bahwa Anton setiap hari selama kepergiannya. Ia hanya makan makanan yang di beli di luar.


Ada sedikit rasa bersalah dalam diri Harumi, karena sejak mereka menikah. Ia selalu menyiapkan makanan untuk Anton dengan sepenuh hati, Makanan-makanan kesukaannya.


Ia mulai bergerak untuk membersihkan dan membuang sampah. Mencuci piring dan gelas, Merapikan rumah di setiap ruangan lalu memasak Makanan dengan bahan yang masih ada di dalam lemari es.


Makanan yang dimasak Harumi, rencananya akan dibawanya ke Kantor Anton. Ia sengaja membuatkan makanan untuk Makan Siang suaminya.

__ADS_1


Setelah semua pekerjaan rumahnya dan makanan untuk makan siang Anton sudah siap. Harumi mencoba menghubungi Anton lewat pesan singkat, karena ini masih jam kerjanya.


Aku akan menemuimu di kantor saat jam istirahat, kuharap kau membaca pesanku dan bisa meluangkan waktumu.


Tak menunggu lama, Harumi langsung pergi keluar. Menaiki Uber yang sudah di pesannya, menuju Kantor Anton. Walaupun suaminya belum membalas pesan Harumi, ia tetap pergi.


Harumi yang berpakaian sangat cantik, dress selutut berbahan Sifon warna mocca dengan aksen bunga. Rambut panjangnya yang hitam di gulung santai ke belakang. Ia biarkan beberapa helaian rambutnya tergerai di luar.


Mobil melaju dengan normal, begitu halnya dengan suasana pemandangan jalan raya. Masih banyak mobil melintas karena hari ini adalah hari kerja.


Tiba di gedung bertingkat yang tak lain adalah tempat Anton bekerja.


Harumi tidak langsung masuk, setelah ia keluar mobil. Ia memutuskan menunggu suaminya di sebuah Cafe kopi di sebrang jalan sembari menunggu balasan dari Anton.


Ia memutuskan lebih baik bertemu suaminya di Cafe ini bukan di kantor. Didalam Harumi sudah mengajukan pesanan minuman segar bukan kopi untuk menemaninya karena pikirnya ia ingin sedikit mengubah kebiasaannya minum kopi untuk hari ini saja.


Tak lama ponsel Harumi berbunyi, ia langsung meraih ponselnya. Ternyata balasan dari Anton


Baik, sayang. Kau sudah dimana ? aku bisa menemuimu sekarang.


Harumi pun memberitahu lokasinya berada.



Ada perasaan yang tidak bisa diutarakan, Harumi pernah tersakiti bahkan berkali-kali oleh Anton. Sakit hatinya sudah terlalu dalam, tapi entah apa yang ada di pikirannya terkadang membuatnya bimbang, saat ini dalam hatinya ia justru merindukan suaminya.


Tak butuh waktu lama, Anton datang dengan nafas terengah-engah memasuki Cafe tersebut. Ia tampak seperti sudah berlari dengan tergesa-gesa. Bola matanya yang coklat bergerak mencari keberadaan Harumi.


Sampai akhirnya ia menemukan sosok istrinya yang tengah duduk menunggunya. Wajah Anton tersenyum lepas sambil mengatur nafasnya, ia sedikit berkeringat, tatanan rambutnya yang biasa selalu rapi hari ini sangat berbeda, ia tampak berantakan. Bahkan Kancing jasnya terbuka, sebelum ia menyapa Harumi, Anton mengusap wajahnya seolah tak percaya.


Kedua mata mereka pun saling bertemu satu sama lain. Pasangan suami istri itu pun mengisyaratkan bahwa mereka sebenarnya saling merindukan.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤

__ADS_1


__ADS_2