Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 126 Breathe and Move


__ADS_3

PLAAK !!!


Untuk pertama kali di dalam hidupnya, Harumi menampar seseorang. Dan orang itu adalah Anton Riandra, suaminya sendiri.


Entah Iblis apa yang merasukinya, hingga wanita itu tanpa sadar sudah melayangkan tangan tepat di wajah Anton. Di saat hanya dalam hitungan sepersekian detik bibir Pria itu menyentuh tepat di bibirnya.


Harumi menatapnya, terkejut.


Keheningan pekat mulai menyelimuti suasana yang mengerikan menyeruak di kulit wanita itu.


Apa sebenarnya dorongan yang membuatnya sampai melakukan itu ? Tindakan kasar itu timbul karena amarah di dalam dirinya yang semakin memuncak. Apalagi di saat-saat seperti ini, bukanlah ciuman yang diharapkan Harumi melainkan Jawaban atas semua pertanyaan yang sebenarnya sangat menyakitkan.


Tapi, Pria itu justru menciumnya. Ciuman yang dulu terasa indah di saat mereka pertama kali bertemu, dan sekarang ciuman ini berubah bagaikan malapetaka.


Wajah Anton menunjukkan ekspresi dingin yang membuat sesuatu dalam cara Pria itu menatapnya membuat ketidaknyamanan Harumi meroket.


"Kau Puas ?!" suaranya berangsur-angsur lesap saat Harumi melihat tekanan suram di mulut Anton. "Kau banyak Berubah, Rumi"


"Jangan pernah Menyentuhku LAGI !!" nada suara yang gemetar, Harumi tahu ini akan terjadi pada akhirnya.


Wanita itu mundur selangkah, menciptakan tembok besar di antara keduanya. Keberanian Harumi sudah tampak jelas dengan Keyakinan yang berkobar. "Pernikahan ini harus segera diakhiri, tidak ada lagi yang tersisa di antara kita. Aku sudah Tidak Memiliki Perasaan Apapun padamu"


Tergambar jelas Anton tidak akan menjadikan ini mudah bagi Harumi. "Dengar Harumi, Jika Kau mengajukan Perceraian. Apakah Kau yakin semua akan berjalan mudah di Pengadilan nanti ?!" Anton menyeringai


Tercengang melihat ketidakacuhan Pria itu terhadap penderitaan Harumi, Wanita itu mengambil waktu sejenak untuk menyatukan pikiran "Aku TIDAK AKAN MENYERAH !"


Anton melangkah mendekat, tatapannya terus melihat ke arah Harumi tanpa sedikit pun ia melepaskannya "Ingat baik-baik, Aku yang akan Memenangkannya. Dan Apa Kau Lupa, selama ini aku tidak pernah melakukan Tindakan kekerasan yang melukaimu selama Pernikahan Kita. Bahkan, Tidak ada Bukti apapun yang memberatkan bahwa aku yang berbuat SALAH padamu. Aku mengenal banyak Pengacara Hebat yang bisa memenangkan kasus perceraian. Dan pada akhirnya, Kau tidak akan Bisa Berbuat Apapun. "


Harumi merasakan secercah kepanikan. Walaupun kondisi tubuhnya kini sangat lemah, ia tidak ingin menunjukkannya "Aku akan menemukan Bukti-Bukti itu semua!"


"Jangan membuang-buang waktumu, Rumi. Jika Kau mengajukan Perceraian tanpa bukti apapun. Apa Kau yakin Pihak Pengadilan akan mengabulkan Permohonanmu ?! Jangan pernah berkhayal terlalu tinggi. Kau akan pulang dengan kekecewaan, sebaiknya kau gunakan waktu berhargamu untuk menjadi Istri Yang PATUH."


Jelas, Anton berusaha keras mengecilkan semangat Harumi. Tapi, Wanita itu memaksakan diri untuk terus maju "Kita Lihat saja Nanti, Aku akan mengumpulkan semua Bukti yang memberatkanmu, terutama tentang hubunganmu dengan Cathy dan Anak Kalian"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menunggu perlawananmu. Karena Pasti akan menyenangkan bisa melihat kekecewaan di wajah cantikmu" Anton menekankan kata-kata tersebut dan Harumi menggigit bibir, menolak untuk membiarkan Pria itu mengintimidasi dirinya.


Harumi mengingatkan diri sendiri, Dia masih memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Hanya mereka yang dibutuhkannya untuk tetap Kuat menghadapi semua permasalahan yang dihadapinya.


Dadanya perih, Harumi berjalan melewati Anton. Ia sudah terlalu Letih jika harus menjawab semua omong kosongnya.


Anton terlalu angkuh, ia sangat Percaya Diri dengan semua yang sudah dilakukannya. Bahkan, kesalahan itu sudah mampu merusak hidup Harumi.


Saat melewati Pria itu, tangan Anton langsung mencengkeram lengan Harumi dengan erat "Besok Ibuku tiba di California, Jagalah sikapmu, jika kau masih Menghormatinya. Dan sebagai Pengingat untukmu, Dia memiliki riwayat Penyakit Jantung. Maka, sebaiknya bersikaplah sebagai Istri yang seharusnya." tatapannya tajam menusuk kuat di dalam diri Harumi


Tatapan Pria itu mampu membuat Harumi kehilangan kemampuannya untuk berbicara ataupun bergerak, terperangkap dalam panas berbahaya dari tatapannya.


Harumi bisa melihat bahwa Anton Riandra tidak akan berkompromi. Tidak ada kelembutan, dan tidak ada jejak kehangatan atau kemanusiaan. Selama sesaat yang menakutkan, Harumi bisa merasakan kepercayaan dirinya mulai runtuh. Gelombang kepanikan yang sangat akrab mulai menelannya dan ia menarik lengannya sekuat tenaga hingga cengkeraman itu terlepas.


Lalu, ia memalingkan wajah dan pergi keluar kamar.


Harumi tidak tahan jika hanya satu detik di dalam satu ruangan dengannya. Sungguh membuatnya sesak dan sulit bernapas. Kebencian menusuk-nusuk dadanya begitu kuat.


Ia ingin melarikan diri dari situasi ini, kalau bisa menghilang dari muka bumi ini. Sungguh benar-benar Memuakkan.


Seluruh hidupnya adalah perjuangan untuk membuktikan diri dan ia mengharapkan kebahagiaan. Harapan akan kebahagiaan yang masih terlalu jauh untuk diraihnya.


***


Keesokan Harinya


Pagi-pagi sekali, Anton sudah pergi menuju Bandara menjemput Elena. Ibunya yang sudah tiba sejam lalu.


Dan di saat yang sama, Harumi tengah bermain bersama Julie anak perempuan Ameera di halaman depan. Ponselnya bergetar, panggilan masuk dari Ibunya. Nami Tomoeda.


"Hallo, Bu" jawab Harumi pelan sambil terus memperhatikan Julie yang sedang bermain gelembung air


"Bagaimana kabarmu ?"

__ADS_1


"Good" jawabnya dengan ragu-ragu


"Maafkan ibu, anakku. Karena sudah menyembunyikannya selama ini darimu. Ibu merasa sangat bersalah padamu."


"Its Ok. Ini mungkin jalan yang harus kulalui dalam hidupku yang penuh dengan masalah. Masalah yang tidak ada hentinya."


"Ibu tidak bisa tidur memikirkanmu. Bahkan Kau sempat tidak menjawab panggilan ibu. Tidak memberi kabar. Sampai akhirnya, kau mau berbicara lagi dengan ibu"


"Aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diri, karena ini sangat tidak mudah untukku. Menerima Kenyataan yang sangat menyakitkan, benar-benar tidak mudah"


"Apa Cathy ada menghubungimu ?"


"Yah, kemarin dia berulang kali menghubungi tapi aku tidak menjawab panggilannya. Aku masih belum siap untuk bicara dengannya. Persahabatan kami tidak akan sama lagi seperti dulu."


"Bagaimana sekarang, bagaimana hubunganmu dengan Anton ?"


"Entahlah, semua semakin rumit. Aku Bingung, Anton terlalu Kuat untuk kukalahkan. Dia terlalu Percaya Diri dan semakin Angkuhbahkan dengan semua yang telah dilakukannya."


"Rumi, A**nton memiliki semua berkas yang bisa membuktikan tentang hubungannya dengan Cathy dan anak itu. Tapi, semua dipegang oleh Anton. Mereka memiliki perjanjian rahasia."


Harumi langsung teringat dengan Dokumen yang pernah ditemukannya dulu di Laci Meja Kerja Anton. "Maksud ibu Dokumen Map berwarna Coklat"


"Yah benar. Anton memiliki semua berkas itu."


Harumi diam sejenak, pikirannya lalu mengarah pada semua dokumen itu. Jika dokumen itu bisa di rebutnya dari tangan Anton mungkin itu akan memudahkannya mengajukan Permohonan Perceraian dan memuluskan jalannya. Tapi, dia tahu itu mustahil karena Anton tidak akan bersikap ceroboh. Dia pasti sudah menyembunyikan semua dokumen itu ditempat yang sulit ditemukan orang lain.


Dan satu-satunya cara lain adalah dengan menemui Cathy.


Harumi langsung menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat, Itu tidak akan pernah. Menemui Cathy, sama saja ia melakukan Tindakan Bodoh dan dia akan merasa diatas angin karena bisa menginjak-injak Harga Diri Harumi.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank You ❤


__ADS_2