
Gallery Seni, Manhattan
Pukul 11.26 pm
“bagaimana ?” tanya Anita berdiri membelakangi seorang pria berseragam rapi serba hitam di ruang kerjanya.
Tak ada orang lain selain mereka berdua, bahkan di luar ruang tersebut pesta masih berlangsung. Anita sengaja meninggalkan acaranya sesaat untuk berbicara empat mata dengan seseorang.
Pria tersebut melemparkan tatapan serius, perawakannya tinggi kurus, matanya terlihat cekung, wajahnya tirus, kulitnya sewarna dengan perunggu, ia memandangi punggung Anita dengan tajam.
“Tuan Liam membawa wanita itu ke Penthousenya, dalam penjagaan yang sangat ketat” suara serak pria itu yang merupakan suruhan Anita untuk memata-matai Puteranya dan Harumi.
Anita pun langsung berbalik “Ia membawa wanita itu ke Penthousenya ? dengan penjagaan ketat. Apa-apaan ini. Sebegitu penting kah wanita itu!!”
Kedua Mata Wanita paruh baya itu berubah besar dan membara, geram tak tertahan bergemuruh di dadanya.
“Kau awasi terus, jangan lepas sedikit pun. Selalu laporkan tiap gerak geriknya. Tunggu perintahku selanjutnya.” Ia mengepal keras kedua tangannya menahan emosinya lebih memuncak.
Anita melangkah ke sebuah brankas besi di samping rak buku, memutar knok sandi brankas tersebut lalu membukanya.
Mengambil satu batang Emas murni berkilat dan meletakkannya dengan lugas di atas meja kerjanya “ini tambahan hasil kerjamu, aku akan memberikan lebih banyak lagi jika kau bisa melaksanakan satu tugas lainnya nanti.”
“Baik Nyonya” jawabnya merendahkan pandangan memberi hormat lalu mengambil emas batangan 24 karat tersebut. Matanya berubah berkilat memandangi batangan berkilau keemasan di genggamannya saat itu. Ia menyeringai tipis lalu beralih menatap ke wajah Anita.
“Kau boleh pergi” titah Anita melemparkan pandangan Arogant.
Pria misterius itu pun berbalik setelah menerima perintahnya, ia berjalan perlahan mengangkat dagunya dan salah satu tangannya meletakkan batang emas tersebut di balik jas hitamnya.
Setelah pria itu menutup kembali pintu ruangan, menyisakan Anita yang masih berdiri terdiam lalu salah satu sudut bibirnya terangkat “akan kubiarkan kalian berdua bersenang-senang untuk sementara waktu, setelah itu kita akan lihat berapa lama kesenangan itu akan bertahan. Tak akan kubiarkan Reputasi keluarga yang sudah terbangun dengan sempurna akan di hancurkan oleh seorang wanita murahan. Begitu pun yang sudah kulakukan pada mu Roseanne, Haaah... sampai kau menghilang dengan sendirinya.” Gumamnya.
__ADS_1
***
Liam bermaksud mengetuk pintu kamar pribadinya yang kini ada Harumi di dalamnya untuk mengganti pakaiannya dengan beberapa pakaian yang sudah di bawakan suruhan Liam 30 menit lalu.
Dari Balkon bernuansa sangat romantis tadi, Harumi meminta waktu untuk mengganti pakaian tak lama setelah seorang bodyguard Liam membunyikan bel hingga membuyarkan suasana tenang mereka berdua dan membawakan beberapa pakaian wanita dalam tas belanja yang begitu banyak dengan berbagai ukuran dan brand yang sudah diperintahkan Sekretaris Will beberapa waktu lalu.
Ketika Liam akan mengetuk pintu kamar, ia menemukan pintunya sedikit terbuka. Setelah mendorong pintu itu, dia menyelinap masuk ke dalam kamar.
Mungkin seharusnya dia mengetuk, tetapi masa bodoh. Ini adalah rumah miliknya. Dan wanitanya sudah terasa lama meninggalkannya sendiri di lantai bawah. Liam bukanlah seseorang yang sabaran dalam hal menunggu.
Tatapan Liam langsung tertuju ke tempat tidurnya, dan ranjang itu kosong.
Tas-tas belanja yang dibawakan tadi bertumpuk di lantai menyandar ke nakas. Kamar pribadi miliknya tetiba berubah aroma setelah Harumi memasukinya, Yeah aroma khas seperti Harumi perpaduan Lilac, Jasmine dan Vanila. Lalu Mata Liam bergerak ke pintu kamar mandi.
Sedikit bias cahaya keluar dari bilik pintu kamar mandi tersebut, ternyata pintu itu juga agak terbuka. Dada Liam agak bergejolak antara keinginannya untuk menggeser pintu itu atau mengurungkan niatnya. Ia tak ingin tampak seperti penjahat mesum yang masuk diam-diam.
Dia sontak terdiam, sementara sesuatu terasa menyentak di dalam dadanya dan otot perutnya menegang. Adrenalinnya berdenyut saat sebuah pemandangan seindah surgawi terpampang bebas tertangkap di kedua matanya.
Harumi sedang berada di dalam bak mandi, kepalanya menyandar ke handuk yang di gulung dan dia tertidur dengan damai. Raut wajahnya tampak tenang, polos, tak ada sesuatu yang menutupi wajah cantiknya. Sentakan di dalam dada Liam terasa lebih kuat kali ini, menariknya untuk bergerak mendekat.
Rambut Harumi tergerai di sekeliling kepalanya, tetapi tanpa apapun yang menahannya tetap di tempat, beberapa helaiannya menggantung ke bawah, melewati pundaknya dan sampai ke air.
Aroma sabun mandi mendominasi memenuhi kamar mandi, yang menjelaskan gelembung-gelembung putih berbusa menyembunyikan tubuh Harumi kecuali lekuk da**nya yang lembut dan lututnya tertekuk dengan anggun.
Sia**n, itu adalah pemandangan paling seksi yang pernah dilihatnya. Walaupun Liam sudah berkali-kali melihat hal seksi dalam hidupnya, tetapi ini sungguh menawan. Mungkin karena busa-busa putih yang mengambang di atas kulit Harumi atau bagaimana bibir mungil merona merah muda wanita itu.
Bisa jadi karena kepolosan dari semua ini, bagaimana Harumi tertidur tanpa mengetahui Liam berada di sana, mengamatinya.
Atau mungkin hanya karena itu adalah Harumi.
__ADS_1
Tubuh Harumi beringsut sedikit, wanita itu melepaskan ******* lembut penuh kepuasan yang membuat darah Liam mendidih.
Demi Tuhan, Liam merasa…merasa benar-benar kehilangan kendali hanya dengan melihatnya. Tapi pria itu …. di dalam dirinya sedang berjuang melawan hasrat, hasrat sens**l yang menguasainya dan bergejolak sangat membara.
Dia tak ingin membangunkan kenyamanan yang sedang di alami Harumi saat ini, kakinya melangkah mundur perlahan. Karena ia ingin menghormati privasi Wanitanya untuk sementara waktu, tentu saja hanya sementara ia bisa menahannya, karena jika ini terjadi lagi ia takkan menahan diri lagi.
Liam memilih langkah yang tepat sekaligus penyiksaan baginya, jika ia mengikuti hasrat itu sudah pasti sekarang ini mereka berdua saling bermandikan busa-busa putih dengan aktivitas penuh Kenikmatan tingkat tertinggi dalam hubungan mereka.
Di dalam kepalanya, yang ada hanya bayangan Tubuh indah Harumi, sempurna dengan lekukan tubuhnya yang manis dan membayangkan pah* putih itu melingkari pinggulnya.
Yeah, Harumi sudah merusak menghancurkan seluruh indera Liam tanpa di sadarinya.
Kini, Liam sudah duduk di meja makan dengan ada minuman di tangannya dan kemeja abu-abu terbuka di bagian leher. Bahkan dalam balutan pakaian santai, lelaki itu terlihat sangat tampan apalagi rambut coklatnya yang dibiarkan berantakan.
Dari balik tepi gelas yang sedang di teguk Liam, ia melihat Harumi menuruni anak tangga perlahan sudah mengenakan pakaian tidur berbahan satin sangat rapuh, warna senada dengan kemeja Liam. Short pants renda, atasan tali satu dengan renda tipis di bagian depannya, Rambut hitam panjangnya di gulung ke belakang berantakan dengan beberapa helaian dibiarkan menjulur di pipinya dengan pundaknya terbuka.
Kulit putih tanpa celah wanita itu terekspos bebas. Kaki mulusnya tampak berjalan santai melangkah mendekati Liam. Wajah Harumi Sangat menggoda dan mempesona.
Pria itu sejenak terdiam, meletakkan minumannya. Nafasnya memburu, dadanya seakan ingin meledak dan pembulu darahnya mulai mendidih, sudah cukup ia menahan diri saat pemandangan surgawi di kamar mandi tadi memenuhi kepalanya, dan sekarang Harumi mulai lagi…memulai memompa Hasrat itu kembali datang di saat Liam sudah mulai tenang.
Cukup sudah , ia ingin melakukannya malam ini juga. Tak ada lagi soal menahan diri ataupun perlahan-lahan. Liam akan melakukannya habis-habisan dengan wanita itu malam ini juga, menghabiskan semua kerinduan dan membayar mahal jarak pemisah mereka dulu. Walaupun Liam harus membawa hubungan ini ke ujung jurang terjal sekalipun.
Dia hanya ingin Harumi, menjadi satu seutuhnya.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you 💋
__ADS_1