Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 28 Kepulangan Dirinya


__ADS_3

California, USA


Perjalanan yang cukup lama, akhirnya Liam, Sekretaris Will dan Para Bawahannya tiba di California. Dua Mobil Mewah berwarna hitam sudah menjemput Liam dan yang lainnya.


Liam meminta untuk langsung menuju ke kediamannya. Wajah Liam tampak lelah, menyandarkan tubuhnya, ia hanya beristirahat sebentar selama penerbangan.


Sekretaris Will sibuk menerima panggilan dari Para Rekan Bisnis Liam, mereka sudah mengetahui kedatangan Liam. Banyak Jadwal yang harus di kerjakan Liam hari ini, tapi ia tampak tak ingin di ganggu dengan urusan pekerjaan saat ini.


"Pak Will, aku ingin rehat hari ini. Besok saja kita lanjutkan" titah Liam, ia mulai memenjamkan matanya, menyandarkan tubuhnya yang tampak tegang karena perjalanan selama penerbangan dari Bristol cukup lama.


"Baik, Tuan" jawab Sekretaris Will yang masih tak henti menjawab panggilan yang masuk setelah ia mengaktifkan handphonenya.


Sekretaris Will mengurus semua yang berkaitan dengan Perusahaan dan Kegiatan yang dilakukan Liam.


Membutuhkan waktu 45 menit, Liam beserta iring-iringannya tiba di Kediamannya, sebuah rumah yang lebih pantas di sebut sebagai sebuah Istana yang sangat megah.


Rumah Liam terletak tak jauh dari Pusat Kota, Rumah yang sangat Luas dan Mewah.


Rumah Liam bergaya Klasik dengan ukiran-ukiran ala Mediterania. Di dominasi Cat berwarna White Beige dan keemasan menambah kesan super Megah.



Kisaran besar Nilai Kekayaan seluruhnya yang dimiliki Liam dan keluarganya tidak dapat lagi terhitung secara nominal. Ia memiliki berbagai Properti seperti Mansion, Hotel, gedung-gedung Apartment hampir di setiap negara terutama negara-negara bagian Eropa.


Ketika keluar mobil, Liam yang selalu berpenampilan sangat rapi dengan pakaian favoritnya serba hitam dan abu-abu tampak sangat tampan dan berkharisma. Semua pelayan yang berada di rumahnya menyambut dengan sangat ramah dan mereka memberi hormat.


Liam dikenal sebagai majikan yang sangat baik dan dermawan bagi semua para bawahannya. Ia tak pernah pelit ataupun perhitungan dalam memberikan gaji dan bonus untuk mereka. Maka dari itu, Liam sangat dihormati oleh para Pelayan-pelayannya.


Di antara para pelayan yang berbaris menyambut Liam di depan pintu masuk rumah, ada seorang wanita paruh baya yang tampak anggun dan cantik untuk seusianya berpakaian dress panjang terusan berwarna olive dengan pernak-pernik permata berwarna gold menghiasi bagian depannya, rambutnya yang pirang keemasan di gulung rapi ke belakang, ia adalah Nyonya rumah tersebut yaitu Nyonya Anita Seymour Ibu Liam.


Ia menyambut bahagia atas kepulangan Putera semata wayangnya, senyuman tampak terpancar dari wajahnya.

__ADS_1


"Anakku, akhirnya kau pulang, Mama sangat merindukannmu" sambut Anita yang merentangkan kedua tangannya tak sabar ingin segera memeluk Liam.


Liam yang berjalan selangkah demi selangkah menaiki anak tangga menuju area teras rumah, membalas senyuman Ibunya. Pertemuan yang sangat mengharukan ibu dan anak itu adalah potret bagaimana besarnya kasih sayang Anita kepada Liam.


Liam memang hampir tidak pernah berada di rumah, ia sibuk mengurus pekerjaannya di California maupun banyak tugas yang harus diselesaikannya yang membuatnya berangkat ke negara-negara lain, hingga membuat sang ibu selalu tampak kesepian.


Ia menyambut pelukan Anita dengan penuh kehangatan, Liam memang sangat menyayangi sang ibu karena hanya Anita keluarga satu-satunya yang dimiliki Liam.


"Aku juga merindukanmu, Ma." jawab Liam sambil memeluk erat Ibunya.


"Sebentar lagi jam makan malam, temani mama ya, mama sudah menyediakan semua menu favoritmu. " pinta Anita yang menepuk-nepuk punggung bidang anaknya.


Liam mengangguk membalas permintaan ibunya. Mereka pun akhirnya masuk ke rumah bersama sambil bergandengan tangan.


Di dalam rumah mewah Liam, setiap ruangan di hiasi dengan berbagai ornamen emas, lampu-lampu kristal yang bergantungan memancarkan cahaya indah berkilau, cahayanya menyebar di tiap sudut ruangan.


Furniture nya pun tertata rapi dengan bahan-bahan kualitas terbaik. Dan tak lupa banyaknya Bunga-bunga hias yang sangat indah berbagai warna selalu mendominasi di setiap ruang, Anita sangat menyukai berbagai jenis bunga.


Ia tak sabar ingin mengaktifkan handphonenya, karena selama dalam perjalanan ia tak menyentuhnya sama sekali. Sekretaris Will masih dengan setia mengikuti Tuannya sampai menuju kamar.


"Pak Will, kau sudah melakukan yang kupinta beberapa hari lalu kan ?" tanya Liam yang kini sudah berdiri di depan kamarnya. Ia berbicara berhadapan dengan Sekretaris kepercayaannya.


"Sudah, Tuan. Taylor sudah melaporkannya, semua yang anda pinta kini sudah di terima Nona Harumi." jawab Sekretaris Will dengan nada formal.


Senyuman puas kini mendarat bebas di bibir Liam, ia tampak sangat senang dengan jawaban Sekretaris Will bahwa Harumi menerima semua kado yang di kirimkan untuk Ultah Ben.


"Aku ingin kau tetap melaporkan semua hal apapun itu, yang berkaitan dengan Harumi. Langsung kepadaku, aku tidak ingin melewatkan satu hal pun."


Liam melanjutkannya lagi "Jangan beritahu Mama, tentang Harumi padanya"


Sekretaris Wil sangat mengerti dengan kemauan Liam, ia mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan Tuannya yang akan beristirahat.

__ADS_1


Liam sudah berada di dalam kamarnya, langsung pergi menuju kamar mandi, setelah itu mengganti pakaiannya. Rambut Liam masih tampak basah, ia mengusapnya dengan handuk kecil berwarna abu-abu berusaha mengeringkannya.


Ia langsung melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur nya yang besar dan sangat nyaman. Ia menatap layar handphonenya, terlihat banyak sekali pesan singkat dan beberapa panggilan tak terjawab yang masuk. Mulai pesan singkat dari para Rekan Kerjanya sampai para Wanita penggoda yang pernah dekat dengan Liam, ia hanya mengacuhkannya.


Yang menjadi sorotan matanya tertuju pada daftar panggilan tak terjawab terdapat satu kali panggilan dari Harumi.


Kedua Matanya langsung membesar tak peduli silau terkena cahaya handphone miliknya, ia terkejut. Satu panggilan tak terjawab dari Harumi, bagaikan doorprice bagi Liam.


Ia langsung menghubungi wanita yang sudah membuatnya semakin salah tingkah walaupun hanya sebuah panggilan tak terjawab.


Liam tak sabar menunggu Harumi mengangkat panggilannya hanya nada dering yang terdengar sedari tadi, seperti menjadi kebiasaan barunya jika Liam sedang tak sabar ia selalu menghentakkan kaki kanannya naik turun.


"Hallo ?" jawab Harumi


"Hallo" balas Liam


"Apa kau sudah tiba di California ?" tanya Harumi dengan suara tampak lelah.


"Kau baru bangun ? Ya aku baru tiba sekitar 2jam lalu"


"Di sini masih pagi Liam. Kau kan tau Kita memiliki perbedaan waktu sangat jauh" jawab Harumi


"Apa kau tidak merindukanku ?" Goda Liam tiba-tiba membuat Harumi tertawa.


"Aku bosan dengan rayuanmu yang itu-itu saja, kau harus lebih kreatif lagi." ejek Harumi yang sekarang berbalik mempermainkan Liam.


#Jangan Lupa Vote Ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank You ❤

__ADS_1


__ADS_2