
Cathy's Apartmant
Midnight
Pekatnya malam sama sekali tidak membuat Anton merasa lelah ataupun mengantuk, pria itu masih terjaga dan tengah duduk di sofa ruang tengah sambil memegang segelas whiskey.
Bayangan hitam tampak semakin jelas dibawah matanya saat pandangannya terus menatap ke layar ponsel.
Berulang kali, Anton melakukan panggilan pada nomor ponsel istrinya. Hanya bisa tersambung tapi tidak ada jawaban sekalipun.
Begitu banyak pesan singkat yang dikirimkannya, dan tidak ada balasan satupun dari Harumi.
Guratan kecemasan tidak berkurang di wajah Anton malam itu, kepalanya terasa penuh dengan banyaknya pemikiran-pemikirannya sendiri. Dia gelisah dan tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. Anton makin Terpuruk.
"Dimana kau, Rumi ?!" gerutunya saat puluhan panggilan itu sama sekali tidak direspon oleh Harumi
Anton berdiri mengambil lagi satu botol minuman yang baru dari rak di dapur setelah dia sudah menghabiskan dua botol whiskey, dan itu sudah sangat membuatnya pusing dan makin mabuk.
Gelas tidak lepas dari tangannya, setiap gelas itu kosong, Anton mengisi kembali dengan minuman. Meminumnya terus menerus untuk sedikit membuatnya lebih tenang dan menghilangkan kegelisahan. Tapi, sebenarnya itu hanya sia-sia saja, semakin dia meminum terlalu banyak, Anton tampak tidak karuan.
Pikiran-pikiran buruk makin menguasainya lebih kuat, kedua matanya memerah karena menahan rasa kantuk dan pengaruh alkohol yang sebenarnya sudah hampir membuatnya tumbang.
Tapi, pria itu tidak bisa tidur, sebelum ia berhasil mengetahui keberadaan Harumi.
Anton ingin menjemput istrinya tersebut malam itu juga, dan membawanya kembali pulang bersama ke California.
Memikirkan peristiwa yang dialaminya di Pesta tadi, pikiran Anton terus mengambil kesimpulan sendiri. Mulai disaat Liam mengajak Harumi berdansa, bagaimana Liam menyapa Istrinya tersebut semua kembali terlintas. Dan itu, baru disadarinya bahwa memang sikap Liam sangat berbeda jika ia berhadapan dengan Harumi dibandingkan dengan wanita lainnya.
Amarah Anton memuncak hebat, karena bayangan dimana Harumi dengan mesra berdansa bersama Liam, memang awalnya Anton sendirilah yang memaksa Harumi untuk menerima ajakan itu. Yah, tentu saja penyesalan baru dirasakannya karena Anton yang terus memaksa Harumi untuk mau menerima ajakan Liam untuk berdansa.
Dan itu cukup membuat Anton merasa seperti pria yang paling bodoh karena membiarkan mereka mengambil kesempatan untuk saling bermesraan yang sebenarnya mereka sudah memiliki hubungan terlarang itu sebelumnya.
Kekesalan Anton membuat dadanya perih yang memuncak, dan dengan keras ia melempar gelas yang berada digenggamannya ke arah dinding.
PRAAAANG !!!!
__ADS_1
Suara pecah terdengar sangat keras disaat malam diselimuti dengan keheningan.
Anton meninju meja dengan sangat kuat berulang kali, ia berteriak ingin melampiaskan kobaran amarah yang berapi-api.
Mendengar suara bising tersebut, Cathy terbangun dan berlari keluar kamar langsung menuju ke bawah.
Tapi langkah wanita itu seketika terhenti, ia tersentak kaget berdiri mematung ketika sorotan matanya terpaku pada Anton.
Untuk pertama kalinya, selama ia mengenal pria itu.
Cathy menyaksikan sendiri di malam itu.
Anton menangis.
Dia duduk di kursi makan sambil menyangga kepalanya yang tertunduk lemas.
Semua tampak lebih...lebih manusiawi, tidak ada lagi keegoisan, tidak ada keras kepala, ambisi semua sirna sekejap saat airmata itu memunculkan sosok lain dari Anton.
Cathy tidak menyangka, sakit hati Anton jauh lebih besar dari yang dibayangkannya. Perasaan pria itu begitu mendalam untuk Harumi.
Ia menyaksikannya sendiri malam itu, bahwa bukan hal yang lemah dan bukan sesuatu yang patut ditertawakan jika seorang pria bisa menangis.
Cathy lebih memilih untuk kembali masuk ke kamar tidurnya, dan membiarkan pria itu sendiri.
Karena Cathy menyadari bahwa kehadirannya saat itu tidak akan bisa membantu apa-apa.
***
"APAAAAAAAA !!!" teriak Anita menggema di ruang kerjanya
Sekretaris kepercayaannya tengah berdiri dihadapan meja kerja Anita sambil memberikan beberapa dokumen laporan.
Anita yang tampak terkejut dan kobaran amarah yang berkecamuk didadanya melangkah mendekati salah satu orang kepercayaannya tersebut dengan suara geram "KATAKAN SEKALI LAGI !!!!!"
Sekretaris tersebut menelan salivanya dengan berat sambil berdiri dengan wajah yang tertunduk "Itu benar, wanita itu bernama Harumi Nayaka Whiston. Dia yang terlibat keributan dengan Miss Jones di pesta tadi malam"
__ADS_1
Suara napas memburu dengan punggung menegang membuat Anita seperti kesetanan "Dasar Pembohong !!!! Catherine mengatakan kalau nama wanita itu bukan seperti yang kau katakan barusan "
Pagi itu, rumor perlahan-lahan mulai menyebar di Gallery. Para Karyawan wanita yang bekerja disana mulai menggunjingkan tentang Catherine dan keributan yang terjadi dimalam Pesta itu.
Rumor itu akhirnya sampai ke telinga Anita, dan itu membuatnya marah besar dan ia memerintahkan Sekretarisnya untuk mecaritahu mengenai kebenarannya.
Awalnya Anita tidak ingin memperdulikan tentang permasalahan Catherine, tapi rumor ini sudah membuatnya tidak nyaman apalagi Catherine adalah salah satu pekerja di Galery Seni miliknya.
Sedangkan, sudah diketahui bahwa Anita Seymour adalah sosok wanita perfeksionis yang sangat menjaga reputasinya. Apalagi mendengar rumor murahan seperti itu mampu mencoreng reputasi bisnisnya.
Anita sebenarnya sudah tidak ingin mengurusi semua hal yang menyangkut tentang hubungan Harumi dengan puteranya karena ia sudah melakukan perjanjian dengan Liam. Dan jika Anita melanggar maka Liam tidak segan-segan akan mengambil semua aset kepemilikan Anita menjadi atas namanya.
Liam memang memiliki kekuasan yang besar hingga mudah baginya untuk menaklukan wanita sekejam Anita dan bisa membuatnya menjadi gembel hanya dengan satu goresan tanda tangannya.
Dan sekarang Anita mendengar nama Harumi kembali, itu membuat Anita naik pitam apalagi wanita itu baru mengetahui bahwa Catherine memiliki problem dengan Harumi.
"Kenapa aku HARUS mendengar nama wanita Murahan itu lagi ?!!!!" Anita memicing geram seraya mengepal kedua tangannya begitu erat
Sekretaris itu melanjutkan beberapa informasi yang sudah didapatnya, ia berbalik menghadap dimana atasannya sedang berdiri "Wanita itu sudah memiliki suami yang bernama Anton Riandra. Dia bekerja sebagai Direktur di Cabang Perusahaan Architecture Seymour Company di Bristol. Mereka bertengkar karena masalah..." ia terhenti ketika Anita menarik kuat bahunya dengan kedua tangannya
"Anton Riandra ? Riandra ? " Anita menatap tajam Sekretarisnya tanpa bekedip
Sekretaris itu mengangguk heran dan sempat terdiam. Sampai sedetik kemudian ia melanjutkan pembicaraannya "Benar, Nyonya. Saya pernah akan memberikan informasi ini sebelumnya kepada anda sewaktu anda meminta agar mencari informasi identitas tentang wanita yang sedang dekat dengan Putera anda. Tapi, anda menolak sebelum saya memberitahunya."
Anita segera melepas cengkeramannya, lalu melangkah cepat mengambil tas di atas meja kerjanya. Dia tampak terburu-buru dengan sorotan matanya yang dingin walaupun didalam dadanya terasa panas membara "Cari tahu tentang keberadaan Atau alamat Elena Riandra SEKARANG !!!!"
"Maksud anda ?" tanyanya semakin bingung karena ia tidak menyangka bahwa atasannya itu menyebutkan nama yang diluar dari pemikirannya.
Anita dibuat semakin geram dengan pertanyaan yang menurutnya sangat bodoh itu "Aku membayarmu bukan untuk memberi pertanyaan kepadaku. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mengikuti wanita itu. BERGERAKLAH CEPAT, ATAU AKU MENGHABISI HIDUPMU !!! " bentak Anita kasar, lalu ia berjalan melewati sekeretarisnya menuju keluar ruangan dengan langkah terburu-buru.
Sekretaris itu pun berbalik berjalan mengikuti atasannya, sambil menghubungi seseorang dari ponsel.
Sambil berjalan, Anita menggerutu "Tunggulah, Roseanne. Aku akan segera membuat perhitungan denganmu !!!!"
#Jangan Lupa Voteya
__ADS_1
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank You 💋