Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 74 Kau Segalanya


__ADS_3

Wanita itu menggigit bibir bawahnya, reaksi yang tak biasa tampak dalam pengamatan Liam. Ia mengerti, sebenarnya wanitanya ini masih menyimpan perasaan itu terhadap suaminya.


Tapi, Liam ingin mendengarnya langsung dari bibir Harumi. Jawaban yang mungkin akan menyakitkan baginya.


"Harus aku akui, Tidak mungkin perasaan itu hilang begitu saja, aku tidak ingin menyembunyikannya darimu." suara pelan terlontar dengan sangat hati-hati dari Harumi.


Sejenak Liam diam, tapi matanya tak bisa menutupi, isyarat begitu dalam rasa cemburu yang membara sampai-sampai panas itu akan membakar seluruh tubuhnya.


Menyandarkan tubuhnya, mencoba menenangkan kobaran api yang sekarang ingin menguasai dirinya. Mata Liam tak lepas sedikitpun dari wajah Harumi, ia berusaha menahan diri dan bersikap netral. Tapi itu sangat Mustahil, karena menurutnya Keegoisan, rasa Posesif untuk memiliki Harumi seutuhnya adalah Prioritas paling Utama dalam hidupnya sekarang.


Jika di hati wanita itu masih ada pria lain, takkan mungkin Liam membiarkan kondisi itu bertahan sedetik pun, karena sebenarnya hanya jentikan jarinya saja ia mampu dengan mudah memusnahkan Anton.


Tapi pemikiran itu salah karena bukan sosok Anton yang sedang dihadapi Liam saat ini, melainkan Hati dan Perasaan Wanita yang sangat dicintainya. Menghancurkan Anton, Tak ada bedanya Dia seperti Pria Pengecut lainnya.


"Dia memang Beruntung...Tapi sekaligus sangat Bodoh, ia tak menyadari Berlian yang dimilikinya sangat berharga." jawab sinis Liam seraya mengambil kembali cangkirnya. Menyesap kopi yang masih tersisa sambil menatap Harumi dari tepi cangkir.


Wajah Harumi datar, ia terpaku menatap makanan yang hampir tak tersentuh. Kelopak matanya sayu, airmatanya tak lagi mengalir. Sekuat tenaga dia berpikir jernih, tak ingin terlalu larut dalam kemalangan serta kesedihan nya.


Tak ada jawaban dari bibir wanita itu, tentu saja ia mendengar jelas semua perkataan Liam. Tapi, ia hanya mengkhawatirkan bagaimana jika ia benar-benar tidak ingin melepaskan Liam, Bagaimana jika hatinya sudah mulai terperangkap dalam kenyamanan yang selalu diberikannya.


Kekayaan, Kekuasaan dan Ketampanan yang ada didiri Liam, bukan itu yang membuat Harumi merasa Nyaman. Melainkan dia merasa ada keterikatan kuat yang menghubungkan mereka berdua dan sikap manis Liam yang membuatnya merasa dimiliki, seperti Takdir sudah menentukan mereka untuk bersama.


Awalnya Perselingkuhan ini bagi Harumi hanya semata-mata sebuah Pelarian. Tapi...semakin ke sini hubungan ini berubah tak terkendali, adanya perasaan, hasrat, gairah, rasa saling memiliki, semua yang tak bisa diutarakan dengan kata-kata tapi tubuh mereka tidak bisa berbohong satu sama lain.


"sebaiknya kita bahas lagi nanti, beristirahatlah di sini selama aku keluar. Scarllet akan mengurus semua yang kau butuhkan, tapi aku ingin kau tetap menghubungiku apapun itu."


"Hari ini aku ingin menemui Cathy, ponselku mati dia pasti sangat khawatir."


Liam mengusap tangan Harumi kembali "Lebih baik ajak Cathy ke sini, kau tidak perlu ke sana. Selama aku di luar, jangan meninggalkan Penthouse ini sementara waktu. Percayalah padaku"

__ADS_1


Menghembuskan nafas perlahan, kedua sorot mata mereka saling bertemu "aku bukan tawananmu, Liam. Aku harus menemui Cathy dan menjelaskan semua"


"Tidak, biarkan Dia yang ke sini. Aku tidak melarangmu menemuinya, hanya selama aku tidak ada, turuti keinginanku"


"Tapi..."


Tatapan Liam mengunci "Aku akan menyelesaikan semua urusanku hari ini secepatnya dan segera kembali, besok aku berencana mengajakmu Travelling, kita akan liburan. Jangan membantah lagi."


Bibir Harumi kelu, karena keras kepala dan sifat posesif Liam mampu membungkamnya. Dia menyadari, pria itu ingin melindunginya walaupun dengan cara yang tak biasa.


Memang benar, Harumi seperti tawanannya dengan fasilitas Super mewah, Pelayanan kelas atas dan tak kekurangan sedikit pun. Apapun yang diinginkannya semua bisa terpenuhi asalkan Harumi mau mematuhi Liam.


Jalan tengahnya ia akan meminta Cathy ke sini menemuinya.


Tak berselang lama suara bel berbunyi, Liam berdiri lalu melangkah menuju pintu.


Di Penthouse ini, Liam tidak memperkerjakan seorang pelayan pun yang stay, hanya ada tiga orang pelayan yang sudah dipercaya bisa masuk ke sini rutin 3hari sekali membersihkan dan mengatur keperluan rumah. Itupun tetap dalam pengawasan Orang Kepercayaan Liam.


Ini adalah tempat sangat Privasi dan Aman untuknya menghabiskan waktu selama di New York. Dan tentu saja hanya Harumi Wanita satu-satunya yang bisa bermalam bahkan mengetahui kode sandinya.


Suara pintu terbuka, ternyata dari baliknya terlihat Sekretaris Will dan ada seorang wanita Cantik berpostur tinggi ramping dengan rahang tajam, berpakaian jas hitam rapi dengan rambut blonde berkilat di tata ke belakang yang digulungnya tinggi, mata biru wanita itu sangat indah ia tampak sigap seolah menunggu perintah, berdiri di belakang Sekretaris Paruh Baya itu.


"Selamat Pagi Tuan, Maaf kami terlambat. Semua Kebutuhan Nona Harumi sudah ada" Sekretaris Will merendahkan pandangannya memberi hormat kepada Tuan mereka. Begitu pula wanita yang dibelakangnya.


"Masuklah" balas Liam


Sekretaris itupun masuk diikuti Wanita itu yang ternyata adalah Pengawal Pribadi untuk Harumi Yeah, Dialah Scarllet. Seorang Bodyguard Wanita yang sudah bekerja dengan Keluarga Seymour semenjak 6tahun lalu.


Tak berselang di belakang Scarllet masuk tiga Bodyguard lainnya membawa begitu banyak Shopping Bag, dari berbagai Brand Terkenal. Tampak dari logo brand di setiap shopping bag tersebut.

__ADS_1


Mereka meletakkannya di atas sofa ruang tamu, Tentu saja di dalam Shopping Bag itu ada semua kebutuhan Harumi yang di minta Liam.


Mulai dari Pakaian, Perhiasan, Sepatu, Tas dan kebutuhan Wanita lainnya. Terlihat sangat jelas Tak ada satu barang pun yang nilainya di bawah 20ribu Dollar, semua barang di pilih dengan kualitas kelas satu super mewah untuk Harumi.



"Apa jadwal hari ini ?" titah Liam masih berdiri sambil berhadapan dengan Sekretaris Will di Ruang Tamu.


Scarllet membawa semua barang belanjaan itu ke dalam satu per satu yang sudah di letakkan di sofa dan beberapa dilantai ruang tamu oleh ketiga bodyguard tadi.


Sekretaris Will dengan serius menjelaskan rincian jadwal Kerja Liam hari ini yang tak ada bedanya dari hari-hari kerja lainnya, tentu saja sangat padat hingga tak ada celah sedikit pun bagi Liam untuk bernapas sejenak.


Kegiatan Kerja Liam memang selalu padat di hari-hari kerjanya, karena tentu saja Dia merupakan Pimpinan sekaligus Pemilik Berbagai Perusahan Besar yang dijalankannya.


Liam mendengarkan dengan serius setiap detail penjelasan Sekretarisnya mengenai Program Kerja, Kegiatan lainnya hari ini, sesekali ia menatap layar ponsel miliknya yang tak ada henti bergetar mulai panggilan masuk hingga pesan singkat.


Tetiba Dia menyela "mulai besok aku akan liburan selama 4hari, atur jadwalku sebaik mungkin disini dan di California. Aku tidak ingin diganggu, kau boleh menghubungiku jika memang ada keperluan yang benar-benar mendesak "


Pria paruh baya itu sedikit tersentak karena Permintaan Tuannya yang sangat mendadak tapi kemudian dia mengangguk mengerti dengan Perintah tersebut.


Sekretaris Will memang orang yang sangat berkompeten untuk bisa mewakilkan Liam selama ia tak ada dengan sangat baik oleh karena itulah Liam sangat mempercayainya.


"Baik, Tuan. Anda ingin liburan kemana ? biar saya persiapkan semuanya."


"Aku dan Harumi akan berkeliling Eropa, dan satu hal lagi...Jangan sampai informasi mengenai ini bocor ke Media Elektronik bahkan kepada ibu ku, aku tidak ingin diganggu oleh Pemberitaan apapun."


"Baik Tuan"


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote


Thank you 💟


__ADS_2