Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 138 Charity Party Part 3 ( The Lover )


__ADS_3

Tidak sepantasnya mengharapkan seseorang yang begitu tinggi di atas kita, karena akan banyak rintangan menyakitkan yang harus dilalui. Harumi mengerti akan hal tersebut.


Apalagi dunia yang dimiliki Liam jika disandingkan dengan dunia yang dijalani Harumi tentu saja sangat bertolak belakang. Dan itu mampu membuat Harumi sadar bahwa kebaikan Pria itu selama ini hanya sebatas "Permainan" bagi orang-orang kalangan atas. Hanya hal-hal kecil yang tidak berarti apapun, mungkin hanya sebuah Hiburan Manis di saat ia memiliki waktu luang.


Sejenak pikiran Harumi mendorong-dorong akal sehatnya untuk lebih terbuka akan kenyataan yang sebenarnya.


Ia menggeleng-gelengkan kepalanya lagi, untuk segera menghapus semua pengharapan konyol yang tidak seharusnya ia miliki sekarang.


Liam Seymour adalah Pria Lajang Kaya Raya, tidak ada ikatan apapun yang bisa membatasinya dalam menjalani hubungan dengan wanita manapun yang diinginkannya.


Pria itu memiliki kebebasan, kekuasaan, Harta dan kedudukan yang semua itu adalah Hal-hal yang pastinya sangat diidam-idamkan semua Wanita.


Harumi terpaku pada keadaan yang sebenarnya adalah hasil ciptaannya sendiri, ia memandangi dirinya. Memperhatikan gaun indah yang membaluti tubuhnya pada saat itu. Perhiasan mahal yang melengkapi penampilannya. Kilauan berharga jutaan dolar ini, tidak akan berarti apa-apa bagi Liam, tapi beda halnya dengan Harumi.


Ini memiliki arti yang berbeda bagi wanita itu.


Gaun yang begitu elegan dan indah, tapi...


Bagi Harumi entah mengapa ia merasakan kehampaan. Kekosongan. dan ....


perasaan asing yang begitu kuat mengendalikannya.


Tidak sepantasnya Harumi merasa cemburu, merasa kesal dan kecewa dengan siapapun yang bersama Liam.


Wanita Cantik yang kini berdiri di sebelah Liam, begitu mempesona dan sangat Anggun. Tampak dari kejauhan sekalipun pesonanya tidak pudar.


Wanita itu terlihat mudah berbaur dengan para tamu undangan yang berbincang di sekitar Liam, tak jarang dia menebar senyuman ramah dengan lawan bicaranya.


Kulit tubuhnya berwarna perunggu, posturnya tinggi ramping, lekukan pinggangnya begitu indah tampak dari balutan gaun merah terang yang dikenakannya.


Ia begitu santai, dan mudah akrab dengan semua para tamu yang hadir di Acara tersebut, tangannya tidak pernah sedetik pun melepaskan lengan Liam bahkan ketika Pria itu menyapa tamu lain. Ia selalu disisinya.


Dan Liam tidak merasa terganggu dengan kehadiran wanita cantik itu disisinya.


Harumi mencoba mengangkat wajahnya, mungkin memang benar kehidupan yang harus dilaluinya adalah akan terus seperti ini.


Tanpa ada jalan keluar, tanpa harapan, dan tentu saja tanpa tujuan.


"Rumi..." Anton memanggil


Wanita itu tersadar dari lamunannya, dan ia mulai melihat kembali ke sekelilingnya. Dia berbalik dan tampak kening suaminya yang mengernyit memandanginya "Sorry...What ?!"


"Tadi aku bertemu dengan Client VIP yang sedang kutangani Proyeknya. Ikutlah, aku ingin kau menemaniku bertemu dengan beberapa tamu yang kukenal" Pria itu memberikan lengannya.


Harumi sempat terdiam sejenak, ia memenjamkan matanya kuat-kuat lalu ia melihat ke arah Anton dan wanita itu menyusurkan tangannya ke lengan suaminya dengan perasaan yang bercampur aduk.

__ADS_1


Mereka pun berjalan bersama menghampiri beberapa tamu yang dikenal Anton sebagai Clientnya di Perusahaan tempat ia bekerja.


Anton memperkenalkan Harumi kepada mereka "This is Harumi, She is My Wife"


Saat Harumi berjalan mengitari para tamu dan bersama suaminya menghampiri beberapa orang kenalan Anton.


Sebenarnya Harumi tidak menyadari bahwa sejak pertama ia memasuki tempat acara Pesta berlangsung, ia sudah menjadi Pusat Perhatian sebagian besar Para Tamu di sana. Dan yah, tentu saja penampilan Harumi yang paripurna menjadi perhatian khusus bagi Tamu Pria.


Harumi berjalan dengan sangat anggun, kulit putihnya dengan gaun silver tersebut memberikan kilau yang sangat berbeda di antara para tamu wanita lainnya.


Tapi, Harumi tidak peduli karena pikiran wanita itu kini teralihkan dengan Wanita bergaun merah tadi. Sampai-sampai ia sudah tidak peduli dengan apapun yang terjadi di Pesta Malam itu.


"Youre wife so beautiful.Mr. Riandra is a Lucky Man" sahut salah seorang tamu pria yang sedang berbincang dengan Anton.


Anton menyeringai "Yeah, thats right"


Tapi, Harumi tidak merespon pujian tersebut. Ia diam saja. Pandangan matanya murung, dan itu benar-benar sangat mengganggunya.


Beberapa menit berlalu, Harumi mulai merasa bosan, karena Anton seolah hanya memperdulikan kepentingannya sendiri. Pria itu hanya sibuk membicarakan pekerjaan kepada mereka. Harumi yang berdiri mematung seperti pajangan hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan ia ingin sekali kabur dari mereka secepatnya.


"Well., Mr. Anderson. Lihatlah aku sedang bersama siapa ? Tidak mudah bertemu dengan Pria satu ini" salah seorang tamu Pria datang menyapa Clientnya Anton tersebut.


"Wooww, Mr. Kendrick. How are you ?" balasnya


Dan orang itu...


"Oh God. Mr. Seymour. Thats Really you ?!." jawab Mr. Anderson menyambutnya dengan antusias


"How are you, Mr. Anderson ?" balas Liam menerima jabatan tangan dari Pria tersebut.


Melihat Liam dalam jarak yang sedekat ini. Harumi bisa merasakan jantungnya akan meledak.


Ia berusaha menahan diri, menahan dirinya untuk bisa bersikap normal walaupun itu sangat menyusahkan. Karena Harumi tidak berbakat dalam hal akting.


Wanita itu membuang wajahnya ke samping, dan dia berharap Anton bisa segera membawanya pergi dari sini.


Tapi, kenyataannya...


"Mr. Seymour ?" sapa Anton


Liam pun menoleh dan melemparkan seringai miring "OOh, Mr. Riandra, maaf aku tidak mengenali anda sebelumnya "


"Its Ok. Aku senang akhirnya bisa bertemu dengan anda"


"Oh ya, benar sekali kalian pasti sudah saling mengenal" Mr. Kendrick menatap keduanya

__ADS_1


Liam melirik ke arah Harumi "How are you Mrs. Harumi ?"


Mendengar Liam menyebutkan namanya secara formal, Harumi merasakan seolah ada gumpalan aneh di tenggorokannya, sehingga membuatnya tidak ingin mengeluarkan satu kata pun kepada Pria itu.


Harumi berpura-pura tidak mendengar, ia mengedarkan pandangannya ke segala arah dan tidak ingin membalas tatapan Liam.


Anton merasa tidak nyaman dengan tingkah acuh istrinya tersebut "Rumi.." bisiknya


Wanita itu akhirnya beralih menatap Anton "what ?"


Alis Pria itu terangkat "Mr. Seymour sedang menyapamu"


"Oh, yah. Iam good" Harumi hanya sepintas membalas


Liam mengangkat sebelah alisnya "Kenapa kau terlihat tidak nyaman, Mrs. Harumi ?" Pria itu menekankan kata-kata tersebut dan Harumi menggigit bibir, menolak untuk membiarkan Liam mengintimidasi dirinya.


Harumi tersenyum masam "Tidak nyaman ? mungkin anda salah. Aku baik-baik saja."


Liam menyeringai dan tampak ada tersirat kepuasan di wajahnya ketika ia mulai ingin bermain-main dengan Harumi "Gaun itu sangat cocok sekali denganmu. Youre so Amazing, so Beautiful."


Wanita itu menarik napas dan mata mereka bertemu. Harumi tidk tahu harus berpikir atau berkata apa pada titik itu. Dia adalah wanita yang berpikiran sehat. Beberapa menit lalu, Liam berada di ruangan ini bersama seorang wanita cantik.


Sambil berjuang mengendalikan perasaannya yang melonjak, Harumi menyentaknya "Ternyata penglihatan anda sangat baik."


Alunan musik di Ruang pesta tersebut tiba-tiba berubah, menjadi alunan yang lebih lembut.


Dan seorang pembawa Acara di Pesta tersebut, memberikan intruksi kepada Para Tamu karena ini waktu bagi mereka berdansa di lantai dansa yang khusus dipersiapkan.


Liam tidak berpaling sedikit pun dari Harumi, ia terus memperhatikannya, bahkan pria itu tidak memperdulikan Anton yang sedang berdiri di samping Harumi.


Senyum samar Liam melebar menjadi seringai penuh "Do you want dance with me ?" Pria itu mengajak Harumi berdansa dengannya.


Itu sontak membuat Harumi terkejut.


Berdansa ? dengan santainya ia mengajakku berdansa dihadapan Anton. Apa dia sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya.


Dan yang lebih membuat Harumi semakin shock, adalah ketika Anton...


Mempersilahkan nya untuk menerima ajakan tersebut.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤

__ADS_1


__ADS_2