
Aku mulai memasukkan data pemesanan Pria tersebut ke daftar Customer di laptop.
"Maaf tuan, pemesanan ini atas nama siapa ?"
"Tuan Liam Seymour" jawab singkat pria itu
Aku merasakan nama itu seperti tidak asing, saat mengetik nama pria itu, aku sempat berfikir apakah Seymour yang dimaksud adalah Pemilik Seymour Group. Salah satu anak perusahaan miliknya adalah Seymour Group Arsitecture tempat Anton bekerja.
"Tuan, ini ada kartu ucapan, kau bisa menuliskan sesuatu disini" sembari memberikan sebuah kartu ucapan berwarna merah bermotif garis garis emas dan sebuah bolpoin hitam
Pria itu langsung mengambil dan membawanya keluar toko. Kulihat di depan toko, ada sebuah Mobil hitam sangat mewah terparkir rapi.
Rasa penasaran yang sangat besar, kucoba melihat ke arah pria tersebut yang berjalan menuju mobil. Tampak Pria itu berdiri tepat di kaca mobil belakang, sambil menundukkan tubuhnya ia memberikan kartu ucapan dan bolpoin tadi ke dalam mobil.
Ternyata ia tak sendiri, ada seseorang yang berada di dalamnya.
Ia dengan setia menunggu di samping mobil, sampai orang yang di dalam mobil tersebut selesai menuliskan dan memberikan kembali kartu ucapannya. Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria yang berada di mobil itu, ia hanya membuka sebagian kaca mobilnya.
Kemudian pria berpakaian rapi tersebut masuk kembali ke dalam toko dan menyerahkan kartu ucapan yang sudah selesai dituliskan pria yang di dalam mobil.
"ini nona, kumohon datanglah tepat waktu, Tuan Liam sangat tidak menyukai orang yang terlambat" tegas pria tersebut sambil meletakkan kartu ucapan dan bolpoin
Kemudian ia berlalu pergi, berjalan dengan cepat menuju mobil mewah tersebut.
Belum sempat aku mengucapkan Terimakasih, ia sudah dengan cepat membalikkan tubuhnya dan pergi bergegas menuju mobil. Kuperhatikan sepertinya ia orang suruhan dari pria yang ada di dalam mobil.
Dengan segera aku menuju ruang penyimpanan bunga, setiap bunga yang kujual selalu kuperhatikan kesegarannya, aku menjaga suhu ruangan agar bunga bunga tersebut tetap mekar dengan indah dan segar ketika akan dirangkai dan diberikan kepada semua pelangganku.
Kulihat Beatrix masih sibuk merapikan bunga bunga di ruang penyimpanan, ia menyisihkan setiap bunga yang sudah mulai layu. dan merawat kembali bunga bunga lainnya.
__ADS_1
"Beatrix,,ada 3 pesanan yang harus kuselesaikan hari ini, nanti malam aku saja yang menutup Toko, kau bisa pulang duluan. Karena ada pesanan Bunga yang harus kuantar ke Hotel Hampton" titahku kepada Beatrix yang masih asik membereskan bunga layu yang sudah disisihkannya
"Baik bu, oh iya baby breath dan Lily Kuning kita sudah habis, sebaiknya ibu memesannya kembali" jawabnya dengan memberikan catatan kecil berisikan daftar jenis bunga yang sudah menipis stoknya di ruang penyimpanan
"Terimakasih Beatrix, dan jangan lupa siapkan 10 batang Mawar merah, 20 batang mawar putih, 15 batang Krisan, nanti sisanya akan kuberitahu kembali"
Nami Florist Shop
Pukul 7 pm
Akhirnya aku menyelesaikan 2 rangkaian bunga pesanan pelangganku hari ini, aku bersyukur 2 pesanan sudah diantar tepat waktu oleh Beatrix.
Aku masih sibuk dan fokus menyelesaikan pesanan terakhir yang diminta pria tadi pagi. Aku sangat lambat mengerjakan buket ini karena harus menunggu stok bunga yang di antar oleh si pemilik kebun. Pak Tom adalah pemilik kebun bunga yang sudah menjadi langgananku, setiap seminggu sekali ia datang mengantarkan pesanan bunga bungaku ke Toko.
Bunga bunga yang di tawarkan Pak Tom dari kebunnya memang sangat indah dan segar.
"waaaaah, indah sekali buket bunga yang ibu rangkai ini, pelanggan ibu pasti menyukainya, pasti beruntung sekali seseorang yang menerimanya, seandainya aku diberi bunga seperti ini, aku akan langsung luluh dengan lelaki itu" puji Beatrix yang terlihat kagum dengan hasil karyaku
"Beatrix, kau bisa pulang lebih dulu, biar aku yang menutup Toko, aku tau kau sudah tidak sabar menemui pacarmu, bukan ?" sambungku sambil menggodanya yang tengah berdiri memperhatikanku menyelesaikan buket bunga
"Ibu selalu saja seperti itu, aku dengan Jonah hanya teman biasa, ia yang selalu mengejarku, Padahal aku menyukai Christian, tapi Jonah yang selalu datang menjemputku" Beatrix menjawab memasang wajah cemberut dengan lucunya sambil memasang mantel dan melihat ke arah luar, seolah memastikan jangan sampai Jonah menjemputnya lagi
Beatrix sudah seperti adik perempuanku, ia memang seumuran dengan Takeru adik lelakiku. Mereka pernah satu sekolah walaupun tidak pernah berteman akrab. Ia sudah lama menyukai seorang laki laki bernama Christian tetangganya, tetapi yang mengejarnya justru Jonah si lelaki anak pemilik Toko Roti di seberang jalan.
Percintaan Beatrix memang sangat lucu dan menggemaskan untuk gadis seusianya.
"Bu aku pulang duluan ya, sampai ketemu besok" ia melambaikan tangan saat berjalan menuju pintu Toko, ternyata Jonah sudah datang menjemput menunggu di luar sambil tersenyum menyambut Beatrix yang terlihat cemberut
__ADS_1
Aku bergegas merapikan meja yang masih berantakan setelah menyelesaikan beberapa rangkaian bunga, memastikan semua sudah aman, mematikan lampu dan segera mengunci Toko.
Tidak lama Uber Car yang sudah ku order datang menjemputku, segera aku duduk di kursi belakang sambil berhati hati membawa Buket Bunga pesanan Tuan Liam.
"Selamat malam Nona, tujuan Hotel Hampton ya, mohon perkenalkan saya Gerald Dari Uber Car, Silahkan duduk senyaman mungkin dan menikmati pelayanan kami" sapa ramah dari supir uber tersebut yang sudah mulai menyalakan mesin mobil
"Baik Pak Gerald" jawabku sambil tersenyum di kaca sepion mobil
Selama dalam perjalanan, aku menikmati malam itu dengan tenang sambil melihat sekeliling jalan raya dibalik jendela mobil.
Banyak lampu lampu jalan dan penerangan dari berbagai pertokoan dipinggir jalan yang menghiasi Kota.
Aku menyempatkan mengirim pesan singkat ke nomor Suamiku, untuk memberitahukannya jika aku akan pulang agak lambat karena mengantarkan pesanan.
Sayang, maaf hari ini aku pulang terlambat karena harus mengantarkan satu pesanan Bunga ke Hotel Hampton, setelah urusanku selesai aku akan segera pulang
Pesan singkat yang kukirimkan kepada Anton, agar ia tak cemas jika melihat aku tidak ada di rumah waktu dia pulang kerja.
Sambil aku menunggu balasan dari Anton, aku mulai merapikan penampilanku yang sudah tidak sempat kuperhatikan sejak seharian.
Aku yang hanya mengenakan cardigan wol berwarna putih dengan dress warna lime sepanjang lutut dan flatshoes hitam polos bagiku terlihat tidak terlalu buruk. Kucoba menggulung sedikit rambut panjangku kebelakang agar terlihat lebih rapi, mengatur sedikit kedua belah poni dibagian samping pelipis mataku.
Tak seberapa lama, mataku beralih ke arah Buket bunga di sampingku milik Pria yang katanya bernama Liam Seymour, dan aku sangat penasaran dengan tulisan yang ada di kartu ucapan itu.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Vote dan koment
Thank you
__ADS_1