Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 202 Sick Heart


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan mereka, seseorang sedang berdiri dari balik pintu dan mendengarkan pembicaraan mereka diam-diam.


Sambil membawa berkas di dadanya, Cathy berdiri sambil menyimak pembicaraan dan apa yang diperbuat Harumi dan Liam di dalam.


Ia menempelkan telinganya tepat di ambang pintu, walaupun hanya samar-samar terdengar. Cathy sangat berhati-hati membuka sedikit agar pendengarannya lebih jelas.


Semalam Lalu


"Untuk apa uang ini ?! Apa yang kau rencanakan ?!!!" Cathy mencengkeram lengan Anton


Pria itu menarik kembali lengannya, seolah tidak ingin wanita itu menyentuhnya "Itu bukan urusanmu !!!"


"Anton, jangan bertindak terlalu jauh. Kumohon sadarlah !!!"


"Semua Harus SEGERA DIAKHIRI !!!"


Cathy sangat prihatin melihat keadaan Anton yang sudah tidak karuan dengan wajah yang masih tampak bekas memar dimana-mana, ekspresi kecemasan bercampur aduk dengan ketakutan ketika melihat gelapnya tatapan Anton. Dan Ia mengerti maksud tatapan itu, Anton bak iblis yang hatinya sudah sangat gelap akan Pembalasan Dendam.


Tubuh wanita itu mulai gemetar hebat tepat disaat Anton mengeluarkan sebuah senjata api dari balik kemejanya.


"Ya Tuhan Kau benar-benar SAKIT JIWA !!!, A-apa yang akan kau lakukan dengan benda itu ?" Cathy sontak mundur selangkah sambil menutup mulutnya menahan keterkejutannya membayangkan apa yang direncanakan Anton.


Anton tertawa miris "Tenanglah, sayang. Aku akan menggunakannya spesial untuk seseorang."


"A-apa kau akan membunuhnya ???" dada Cathy sesak


Tawanya berubah menjadi ketegangan yang menusuk "Kau harus membantuku"


Dengan wajah yang ketakutan, Cathy menggeleng cepat "TIDAK!!! Aku tidak mau terlibat apapun rencanamu."


Anton melangkah mendekat sambil dengan santai mencium pistol itu dalam genggamannya.


Pria itu menyeringai sambil menatap "Bukankah kau mencintaiku, Catherine Jones!"


Bibir Cathy terkatup rapat, wajahnya semakin pucat hingga ketakutan itu hampir membuatnya meneteskan airmata. Cathy terus menerus menggelengkan kepalanya berulang kali sambil melangkah mundur ketika Anton tidak berhenti mendekatinya.


Sampai akhirnya, wanita itu tidak bisa melangkah lagi ketika ia terperangkap pada dinding tembok dibelakangnya.


Ia tersudut, kakinya tak mampu bergerak mundur.


Dan...


Anton semakin mengintimidasinya.


Pria itu mengarahkan ujung pistolnya tepat di kepala Cathy, sambil menatapnya tajam.

__ADS_1


Tubuh Cathy gemetar, napasnya sesak, wanita itu bahkan tak mampu merasakan kedua kakinya lagi yang berpijak di lantai.


Pandangannya mulai kabur oleh air mata "K-kumohon jangan sakiti aku !!!"


"Aku bisa saja bermain-main denganmu, tapi waktuku tidak banyak. Aku bisa menarik pelatuknya...dan ---- BOOOOMMM ! " pria itu tertawa puas mengejutkannya "ini akan menembus tepat dikepalamu yang kecil. Cathe---rine!!!!" ejeknya sambil memain-mainkan pistol itu dikepala Cathy


Cathy yg merasa sudah sangat lemah, tak mampu berucap apapun lagi ketika ia harus menghadapi ancaman mengerikan Anton. Wanita itu berusaha meyakinkannya dalam ketakutan "Apa yang kau inginkan dariku ?" ia balas menatapnya


Salah sudut bibirnya naik, Anton membelai rambut Cathy melalui ujung pistolnya sambil menatap rambutnya dengan tatapan sinis "Rumi memiliki rambut yang sangat indah, rambut panjangnya yang wangi. Membuatnya benar-benar sangat Cantik."


"JAWAB AKU, apa yang kau inginkan ?!!!" teriaknya


Tatapan Anton beralih pada kedua mata Cathy dengan jarak yang sangat dekat "Laporkan semua kegiatan keduanya, Jangan pernah menyembunyikan apapun dariku. Jika sekali saja kau melakukan kesalahan. Aku yakin tidak lama lagi kau akan segera merasakan nikmatnya berada di Neraka."


Cathy tidak sanggup lagi membuka bibirnya, tubuhnya lemas. Ia hanya mampu menatap dalam ketakutan yang mencengkeramnya kuat.


Anton sakit, dan semakin menggila. Sekuat apapun Cathy melawan ia tidak akan mampu selain hanya bisa menuruti perintahnya.


"Jawab aku, Untuk apa uang itu ? Kau bekerja sama dengan siapa ?" suara parau Cathy memecah ketegangan


"Seperti yang kau katakan, Liam adalah lawan yang kuat. Maka, tentu saja hal yang kupersiapkan untuknya lebih spesial."


Cathy menelan salivanya "Apa kau --- menyewa pembunuh bayaran ?" ucapnya dengan napas yang tertahan didada


Anton tidak menjawab, hanya seringai yang tergambar di wajahnya.


Pria itu hanya tertawa rendah "Kau cukup melakukan Tugasmu dengan Benar, tidak perlu mencemaskanku. Aku yakin, satu-satunya yang perlu kau perhatikan adalah nyawa mu masih utuh ditanganku"


Cathy diam seribu bahasa, entah siapa yang kini sedang berada dihadapannya. Sosok Anton yang dikenalnya pertama kali seolah sirna semua.


Pria yang sedang memegang senjata ini bukan Anton yang dulu lagi.


He is DEVIL. Iblis yang mengerikan.


Tidak ada ketakutan diwajahnya, kedua matanya gelap segelap hatinya yang dipenuhi dengan Dendam.


Tidak ada lagi belas kasihan, tidak ada lagi kasih sayang.


Hanya Dendam, yang terus menuntut untuk dipuaskan.


"Bagaimana dengan Harumi ?"


Anton menurunkan pistolnya "Jika sudah waktunya nanti, aku akan menyadarkannya dengan caraku. Dia Istriku, tentu saja hanya aku yang bisa memahaminya. Tidak ada yang bisa memilikinya, jika aku tidak, maka laki-laki itu juga tidak akan pernah bisa memilikinya."


Keningnya mengernyit "A-apa kau akan menyakitinya juga ?"

__ADS_1


"Jika itu memang dibutuhkan, dan dia masih membela bajing** itu tentu saja aku akan menghabisi ke--dua--nya!!!!" tegasnya tanpa keraguan


Kedua mata Cathy membesar, tubuhnya mematung.


Inilah yang paling ditakutkannya, sesaat sebelum ia mendengar rencana Anton. Cathy sempat membayangkan hal-hal buruk, tapi ia tidak menduga akan mendengarkan Hal yang lebih buruk. Dan itu membuatnya mual, kepalanya pusing, tidak pernah terbayangkan jika Anton akan berbuat hal setega itu pada Harumi.


...****************...


"Kenapa kau tetap menerima tawaran itu ? "


Liam duduk disofa memperhatikan Harumi yang sedang merapikan kemeja dan tampilan rambutnya.


"Aku hanya ingin menjalin hubungan baik dengan ibumu."


"Hubungan baik ?"nada Liam mengisyaratkan seakan itu jawaban yang tidak diinginkannya.


Harumi selesai merapikan penampilannya, lalu melangkah mendekat "She is your mother" ia duduk tepat disamping Liam


"She is not My Mother !!!" tegasnya hingga memecahkan keheningan


Harumi memperhatikan wajah Liam, dan ia menyadari ketika kata-kata itu terlontar. Pria itu berpaling tidak menatapnya.


Harumi meletakkan tangannya pada lengan Liam "Kebencian tidak akan membawamu pada ketenangan, sebenarnya Anita menyayangimu. Mungkin hanya caranya saja yang salah." ia mengusap lengannya dengan lembut


"She still your mother, walaupun ia tidak melahirkanmu dari rahimnya. Tapi, tidak mudah merawat seorang anak yang bukan darah dagingnya sendiri."


Liam menarik napas dalam, berbalik menatap mata Harumi "Apa kau baik-baik saja setelah mengetahui kebenaran masa laluku ?"


Ia sempat terkejut mendengar pertanyaan Liam. Wajah Harumi menunduk, ia melepas genggaman tangannya.


Suasana kembali sangat hening, Harumi tidak langsung merespon. Ia memilih diam sejenak.


"Tidak ada yang mudah dalam hidupku, benarkan ?" Harumi tersenyum palsu, walaupun hatinya pedih dan miris jika mengingat apa yang sudah dilewatinya. "Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa mengembalikan waktu, tidak yang mampu mengubah takdir kalian. Anton tetaplah Kakak Laki-lakimu, dan Elena adalah Ibu kandungmu. Ibu yang sudah melahirkanmu. Apa yang bisa kulakukan selain menerima ini semua dengan hati yang kuat."


Mendengar pernyataan Harumi dan pembicaraan serius keduanya.


Cathy yang sembunyi-sembunyi mendengarkan pembicaraan mereka. Tidak mampu menahan perasaan Shock saat tanpa sengaja ia mengetahui kebenaran tersebut.


Apa !!! Ternyata Anton dan Liam dari Ibu yang Sama.


Cathy hampir saja menjatuhkan berkas yang di peluknya sejak tadi. Tampak wajahnya kaku, ini sulit dipercaya. Perasaan berkecamuk hebat didadanya.


#Jangan Lupa Vote


Dukung Author dengan like, koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2