
Ameera memperhatikan raut wajah sang ibu sambil mengernyitkan dahi "Mom, bukankah itu berarti kau sama saja menyakiti perasaan istrinya dengan menerima ajakan Roberto ?"
Elena menoleh pada Ameera, menatap penuh arti "Mungkin kejadian sekarang yang sedang kualami adalah bentuk hukuman atas perbuatanku di masa lalu karena sudah menyakiti Anita"
Putrinya tersebut diam seketika, ia tampak tidak nyaman jika harus memberikan respon terhadap apa yang sedang dialami ibu sambungnya tersebut. Menatap iba dan mengusap lembut bahu wanita itu, hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.
"Saat itu, aku beranggapan hanya Roberto satu-satunya jalan keluar untuk bisa terlepas dari semua belenggu kesulitan yang sedang aku dan ibu alami. Apalagi ayahku kembali datang dan berhasil menemukan tempat tinggal kami, pria itu mengamuk, memaksa-maksa kami agar memberikan semua uang untuknya, ia menyakitiku dan ibu lebih kasar dari sebelumnya. Kondisi kami sangat parah, terutama ibu. Ayahku memukul kepalanya berulang kali dengan botol kaca, hingga ibuku pingsan tidak sadarkan diri tergeletak di Lantai. Kepalanya mengeluarkan banyak darah, sampai akhirnya aku menyerah dan memberikan semua uang tabungan hasil kerja keras kami berdua kepada Pria kejam itu. " Elena menarik napas dalam, tangannya bergetar. Napasnya memburu.
Mata Ameera terbelelak "W-what ?!"
Tampak tangan Elena mengepal dengan kuat menahan emosi "aku ingin sekali membunuhnya, MEMBUNUH AYAHKU SENDIRI. Pria itu sama sekali tidak pantas disebut sebagai seorang Ayah. Dia Kejam, bahkan semakin menggila." suara Elena bergetar ketika tiap kata demi kata keluar dari mulutnya.
"Lalu ?" Ameera menyorot penuh selidik
Kehidupan Elena atau Roseanne bukanlah gambaran hidup yang mudah untuk dilupakan selama hidupnya. Wanita itu menyimpan semua kesakitan dan kesulitannya seorang diri di sisa-sisa masa tuanya. Masa lalu yang buruk pernah dialaminya, walaupun tidak mudah dimaafkan tapi Roseanne selalu menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya kepada Anita.
Roseanne sendirilah yang sudah menciptakan sosok jahat dalam diri Anita, hingga akhirnya pembalasan itu datang di saat yang seharusnya.
Demi untuk menyelamatkan hidupnya saat itu, Roseanne bersikap cuek, tutup mata, hanya bungkam dan ...
merebut Roberto dari sisi Anita.
"Ibuku tidak bisa terselamatkan malam itu karena sudah mengeluarkan banyak darah, ia meninggal ketika dalam perjalanan menuju Rumah Sakit. Aku benar-benar hancur, semua kerja kerasku terasa sia-sia untuk membahagiakannya. Semua sudah terlambat. Sampai akhirnya karena pikiranku sudah sangat kacau dan kalut, aku membuat keputusan untuk menerima ajakan Roberto. Dan malam itu juga, untuk pertama kalinya Roberto membawa ku ke rumahnya. Dan disitulah aku bertemu dengan Anita."
Ameera menelan salivanya, ia tidak berkedip "Oh God, aku tidak bisa membayangkan situasi saat itu. Bagaimana perasaan Anita dan kondisimu saat itu ?"
__ADS_1
Suasana mulai terasa canggung, ketika Elena kembali menceritakan bagaimana kehidupannya berubah drastis ketika Roberto menjadikannya Nyonya Rumah "Aku dan Roberto belum terikat dalam pernikahan, tapi ia selalu menganggapku sebagai istri sahnya dihadapan Anita. Aku keluar dari pekerjaanku di Bar, meninggalkan apartemen kecil tempatku dan ibu tinggal dulu. Roberto juga sudah berhasil memenjarakan ayahku dengan hukuman yang seberat-beratnya. Dan 11tahun lalu aku mendengar kabar kalau ayahku meninggal di dalam tahanan karena penyakit kanker hati yang sudah dideritanya. Kehidupanku berubah dengan cepat setelah aku mengenal Roberto. "
"Mom, Apa ia benar-benar mencintaimu ?" ia menjeda
Elena mengangguk pelan. "walaupun waktu itu, itu bukan hal utama bagiku. Karena aku hanya memikirkan bagaimana caranya aku harus keluar dari semua penderitaan ini "
"Bagaimana kau mengetahuinya ? bahkan pria itu dengan mudah menyakiti istrinya, bukan tidak mungkin ia akan melakukan hal yang sama denganmu, apalagi ia kaya raya dan memiliki segalanya"
Wanita paruh baya itu tersenyum tipis "aku menyadarinya setelah Anak pertamaku lahir, buah cintaku dengan Roberto. Dia sendirilah yang memberikan nama untuknya Anthony Osvaldo Seymour."
"Anton ?" Ameera menahan nada bicaranya
Terulas lengkungan dibibir Elena ketika ia mendengar nama Putera pertamanya tersebut "Awalnya aku tidak yakin dengan perasaan Roberto padaku, tapi setelah Anthony lahir ia semakin menyayangiku dan Puteranya. Anthony lahir dengan sehat, seorang anak laki-laki yang pintar dan lincah. Roberto sangat menyayanginya, ia bahkan menjadikan Anthony sebagai Pewaris kekayaan dan Penerus semua Perusahaan miliknya."
Raut wajah Elena berubah "Ditengah-tengah kebahagiaanku, aku sadar ada seseorang yang sedang tersakiti. Sebenarnya Anita adalah wanita yang baik, ia bahkan menahan sakit hatinya, bersabar menyembunyikan perasaannya dihadapanku dan Roberto. Ia hanya diam, walaupun aku tahu hatinya sangat hancur. Tapi, sebenarnya aku lah yang lebih jahat karena berpura-pura tidak tahu menahu dengan keberadaan Anita yang lebih mirip seperti seorang Pelayan dibandingkan seorang istri. Roberto berusaha bersikap adil kepada kami berdua, walaupun aku menyadari setelah kehadiran Anthony, Roberto sama sekali tidak pernah memperdulikan Anita."
Ameera menatap dengan iba, ia seolah bisa merasakan kondisi Anita saat itu "Menyakitkan jika harus membayangkan bagaimana perasaan Anita ketika itu, tidak mudah baginya jika harus menerima kehadiran wanita lain disisi suaminya"
Elena sejenak melamun, kilatan memory terlintas dimana wajah Anita kala itu terbayang. Anita yang hanya bisa diam, raut wajah penuh tekanan melayani Roseanne yang saat itu tinggal dengannya. Bahkan Anita tidak pernah mengeluh sekali pun, ia benar-benar menuruti semua yang diminta suaminya.
"Tapi, saat usia Anthony sekitar dua tahun, Anita berubah. Aku tahu, mungkin kesabarannya sudah habis, sikapnya berubah total. Ia terlihat angkuh, memerintahku dengan kasar, kata-katanya tidak sopan, bahkan ia pernah menjabak rambutku ketika aku lama mengambilkannya makanan. Dia hanya bersikap seperti itu ketika Roberto tidak ada dirumah, bahkan ia tidak segan memarahi Anthony. Tapi, ketika Roberto datang, Anita mengubah sikapnya kepadaku lebih manis dan seolah menjadi wanita yang paling sabar di dunia. Ternyata dia jauh lebih bagus sebagai Aktris dengan akting yang sangat memukau" Elena menyeringai
Ameera langsung menyela "Apa Mom tidak memberitahu Roberto ?"
Elena menggeleng kepalanya dengan cepat "Tidak"
__ADS_1
"Why ?"
"Karena itu memang sikap yang seharusnya dilakukan Anita sejak dulu kepadaku, aku adalah wanita lain yang hadir diantara mereka. Dan itu adalah konsekuensi yang harus aku hadapi jika memilih kehidupan yang seperti itu" jawab Elena tidak enak hati
"Apa Mom pernah bertemu dengan keluarga Roberto yang lain ?"
"Orang tua Roberto menetap di Italy. Satu-satunya keluarganya yang pernah kutemui hanya Luciano, Luciano Sebastian Seymour adalah Putera tertua dari Keluarga Seymour. Dia Kakak laki-lakinya, sebenarnya Luciano sering bertemu denganku di Bar. Dia juga Pelanggan VIP di sana. Dia benar-benar shock setelah mengetahui hubunganku dengan Roberto."
Ameera mengerutkan kening "Lalu, kapan Mom keluar dari rumah itu ?" wanita itu tampak tidak sabaran
Elena menggigit bibir bawahnya "Saat kehamilan keduaku, aku memutuskan keluar dari sana."
"M-maksudmu saat mengandung Liam ?" ia memelankan suara
"Yah, dan saat yang bersamaan itu pula. Ternyata Tuhan memberikan kesempatan bahagia kepada Anita, walaupun ia sempat divonis sulit memiliki keturunan, tapi kekuatan Tuhan jauh lebih besar. Anita juga mengandung kehamilan pertamanya."
"Jadi kalian berdua sedang hamil saat itu ?"
Elena memandangi langit-langit kamar itu lalu menghembuskan nafas "Bahkan uniknya, usia kehamilan kami sama. Dan perkiraan harinya pun kemungkinan akan sama. Roberto yang mendengar kabar itu sangat terkejut sekaligus dilema menghadapi kami." wanita itu tertawa miris
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank You 🙏
__ADS_1