Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 130 I Miss You


__ADS_3

Harumi terpaku untuk beberapa saat, kedua matanya hanya bisa terus mengamati kotak bingkisan yang kini masih berada dihadapannya.


Dia belum ada menyentuh nya, setelah Alana meletakkannya di atas meja.


Bingkisan itu tampak cantik, terbungkus dengan rapi. Ukurannya pun cukup besar. Pita yang melingkari kotak itu pun besar berwarna light grey yang elegan.


Harumi terus menerka-nerka bukan apa yang ada di dalamnya, tapi siapa yang mengirimkan ini untuknya.


Wanita itu menahan diri untuk tidak berspekulasi yang macam-macam, karena ia tahu tidak banyak orang yang dikenalnya di sini.


Jadi, sangat tidak mungkin ia menerima bingkisan ini secara tiba-tiba.


Menarik napas perlahan, Harumi mendekatinya lalu menarik pita yang mengikat sisi bagian atas kotak tersebut.


Dengan hati dan jantung yang berdentam kencang, wanita itu menggigiti bibir bawahnya. Menahan rasa penasarannya yang begitu besar.


Setelah pita itu terlepas, kemudian ia mengangkat penutup bagian atas kotak tersebut dengan hati-hati.


Saat Harumi melihat ke dalam isi bingkisan tersebut, matanya melebar. Kedua alisnya terangkat, dan tanpa di sadarinya Harumi sedikit membuka tepi bibirnya.


Wanita itu cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya saat itu.


A Dress ?


Yah, itu adalah Sebuah Gaun Malam berwarna Silver, Dengan Cutting berbentuk V dibagian depannya. Harumi bahkan tidak mengerti harus memberikan reaksi yang seperti apa terhadap sesuatu yang kini berada di depan matanya.


Gaun yang sangat menawan berhiaskan banyak manik-manik permata yang berkilauan memantulkan cahayanya di kedua mata Harumi.


Yang terlintas di dalam pikirannya saat ini,


Indah dan Mahal


Oh God, tidak mungkin pikiran Harumi salah dalam hal ini. Gaun ini menggambarkan kelas yang tidak sembarangan orang akan bisa mengenakannya. Elegan dan pastinya harus orang yang benar-benar memiliki kekayaan melimpah bisa membeli Gaun seindah ini.


Jemarinya dengan sangat hati-hati dan sedikit gemetar menyentuh bagian sisi-sisi gaun berbahan Sutera Premium tersebut.


Harumi sudah bisa merasakan Bahannya sangat halus bahkan ia belum mengenakan gaun ini di tubuhnya, mungkin setiap wanita yang mengenakannya akan merasakan setiap kelembutan di kulit mereka.


Tatapan Wanita itu bergerak perlahan, dan kini ia melihat di sisi kanan ada yang cukup membuat keningnya berkerut.


Sesuatu yang menambah pertanyaan yang berputar di pikiran Harumi.


A Mask ?


Tentu saja, Harumi bisa mengenali sesuatu yang terletak disisi kanan gaun itu, itu adalah sebuah topeng berwarna silver seolah itu dibuat khusus untuk melengkapi gaun nya.


Untuk apa topeng ini ?


Tidak kalah mewahnya dengan gaun silver tersebut, topeng ini dihiasi berbagai batu permata yang berkilau indah di bagian sisi-sisinya dengan ukiran-ukuran unik membentuk sebuah lengkungan yang menyesuaikan bentuk mata pemakainya.



Harumi mengambilnya dan sedikit ragu-ragu ia mencoba meletakkan topeng itu diwajahnya. Lalu, saat topeng itu menyentuh wajahnya. Harumi merasa ada yang aneh jika ia mengenakannya. Sebagian wajah nya tersembunyi di balik Topeng tersebut. Harumi belum pernah menggunakan topeng seperti ini sebelumnya.


Beberapa detik kemudian, ia melepaskannya lalu meletakkan kembali ke posisinya semula.


Harumi masih mencoba memahami semua ini, Gaun Malam dan Sebuah Topeng.

__ADS_1


Sepertinya ini di peruntukkan menghadiri sebuah Pesta Topeng.


Sesaat ia memenjamkan kedua matanya, sampai ketika ia membuka kembali ia menatap satu kotak lagi berwarna hitam berukuran lebih kecil di dalam bingkisan tersebut.


Mata Harumi menyipit, apa lagi sekarang ?


Karena ia tidak ingin menunggu dengan dihantui rasa penasaran yang terus menerus mengguncang dirinya.


Tanpa berpikir panjang, ia langsung membuka kotak itu dan tentu saja.


Ternyata isi kotak tersebut, lebih mencengangkan dibanding ia harus melihat Gaun Silver dan Topeng tadi.


Harumi tampak shock dengan apapun itu, membutuhkan waktu sejenak sebelum dirinya sadar.


Di dalamnya terdapat sebuah kalung berlian dengan Liontin cantik berbentuk dua sayap yang bertautan di bagian tengahnya. Bahkan tak hanya itu, disisi lainnya terdapat juga sepasang anting yang serasi dengan kalungnya.


Bibir Harumi terbuka membentuk senyum kecil saat ia mengagumi keindahan satu set perhiasan mahal tersebut.


Tapi, semua kejutan itu belum berakhir begitu saja. Karena satu kejutan lagi yang lebih mendebarkan Harumi adalah ketika ia menemukan sebuah kartu kecil yang terselip di antara perhiasan tersebut.


Harumi meyakini, itu adalah kartu dari si pengirim barang-barang mewah ini.


Rasa penasaran Harumi semakin menjadi-jadi, Jantungnya berdebar sangat kencang memikirkan apa yang ditulis si pengirim dan lebih menyiksa pikirannya bahwa ia akan segera mengetahui siapa yang mengirim ini semua untuknya.


Saat ia membuka amplop kecil tersebut, dan di kartu itu bertuliskan.


I Miss You


~ L . S ~


Berbagai macam emosi perasaan bergejolak di dalam diri Harumi sementara ia duduk di ruang tengah, menatap kartu tersebut.


L . S ? Liam ?


Jantungnya mencelus memikirkan itu.


Oh Tuhan, ini memang benar. Semua dugaan -dugaan itu memanglah benar adanya.


Ini semua dari Liam, L.S adalah Liam Seymour.


Itu pastilah Dia.


Harumi hanya bisa mematung dalam keheningan yang mencengkeramnya dalam perasaan yang sudah berusaha ia kubur dalam-dalam setelah bagaimana ia melihat sikap Pria itu terakhir kali saat melihat Harumi di Restoran waktu itu.


Ini sangat berbeda, apa yang membuatnya hadir kembali dalam kehidupan Harumi setelah ia mengacuhkannya.


Mengirimkan semua barang-barang ini setelah ia menghilang tanpa kabar.


Namun dalam beberapa detik yang mengejutkan setelah ia merasakan perih yang membakar di jantungnya, dia merasakan perasaan itu kembali. Perasaan yang seharusnya tidak ia buka kembali untuk Pria itu.


Ia menggenggam kartu itu dengan perasaan yang entah harus bagaimana lagi ia ungkapkan sekarang.


Setelah sebelumnya Liam menghilang tanpa kabar, bahkan sempat mengacuhkan Harumi. Dan kini...


ia hadir dengan semua ini dan hanya mengucapkan kata I Miss You.


Harumi tersenyum miris entah ia harus menertawakan siapa. Mungkin dirinya terlalu lemah hingga semua bisa dengan mudah dikendalikan.

__ADS_1


Tidak berapa lama, ponsel nya bergetar.


Harumi menatap layar ponselnya.


Itu adalah panggilan masuk dari Liam.


Dia menghembuskan napas lalu memejamkan mata, memaksa otaknya untuk tetap sadar dan jantungnya berhenti berdebar kencang.


Harumi tidak langsung mengangkatnya, awalnya ia ingin bersikap acuh karena ini bukan tempat dan kondisi yang tepat untuk menerima panggilan darinya. Sempat menunggu beberapa saat sampai ia menjawabnya.


"Hello" jawabnya pelan


"Hello, Rumi" suara serak yang sebenarnya sangat dirindukan Harumi. Kini bergema kembali di telinganya.


"Apa maksud ini semua, Liam ? Untuk apa kau mengirimkan semua barang-barang ini ?" dengan suara yang sedikit meninggi, tampak Harumi berusaha menunjukkan emosinya


"Aku yakin kau sudah membukanya, aku tidak suka basa basi, pakailah pada Malam Pesta nanti."


"Pesta apa ? aku tidak mengerti."


"Anton sudah menerima undangannya, kau pasti sudah mengetahui Pesta yang kumaksud" seperti karakter Liam biasanya, Pria itu selalu bisa bersikap tenang


Pikiran Harumi baru menyadari, Pesta yang dimaksud Liam adalah Acara Amal yang tadi dibicarakan Anton dan Robert.


"Aku tidak akan hadir di acara itu" dengan tegas Harumi menolak


"Kau pasti akan hadir, aku yakin itu."


"Aku bukan bagian dari Pesta itu, itu hanya untuk orang-orang yang..."


"Aku ingin menemuimu, dan jika kau tidak hadir aku yang akan menjemputmu di rumah itu." potongnya


"Liam...kau tidak akan mungkin melakukan hal itu."


"Apa Kau meragukanku ?! Lihatlah bagaimana dengan mudahnya bingkisan itu datang tepat dihadapanmu sekarang. "


Harumi tidak berucap apapun, kemampuannya untuk melawan pria itu kini sudah menguap bagaikan asap. Dia mengenal Liam. Pria itu mampu melakukan apapun yang diinginkannya. Bahkan dengan gampangnya ia mampu mengendalikan orang lain.


"baiklah, aku akan datang ke acara itu tapi alasan ku bukan untuk bertemu denganmu."


"Its Ok, aku senang mendengar jawabanmu. Dan satu hal lagi kuharap kau masih ingat aku pernah mengatakan padamu. Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu lagi."


Kata-kata nya sederhana, Kalimat membahayakan itu bahkan mampu dengan mudah menarik Harumi untuk kembali pada pelukan Pria itu.


Menarik nya kembali kepada Pusaran berbahaya itu.


Di saat bersamaan, tanpa sepengetahuan Harumi.


Ada bayangan Seseorang berdiri memperhatikannya di belakang.


Mendengar pembicaraan Harumi dengan Liam saat itu.


Orang itu fokus mengamatinya dengan seksama, dan ternyata Dia adalah...


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank You ❤


__ADS_2