
Kembali Liam menegaskan "Semua adalah tanggung jawabku, itu tidak akan terulang lagi. I promise." ia membalas menatap
Harry diam sejenak setelah mendengar pernyataan pria itu, ia bukanlah orang yang mudah berubah pikiran jika mengingat apa yang sudah dialaminya adalah dampak dari hubungan Putrinya dengan Liam "Harumi sudah melewati masa yang sulit dalam hidupnya. Jika aku membiarkannya bersama mu, apa kau berani menjamin hidupnya akan tenang ? Tentu saja itu tidak akan mudah bagi kalian. Aku memang tidak menyukai Anton, setelah apa yang sudah dilakukannya pada Putriku. Tapi, aku sangat menghormati sebuah komitmen Pernikahan. Bagaimanapun Harumi dan Anton masih terikat Pernikahan secara resmi. Dan seharusnya lebih awal kau memikirkan hal itu dengan matang sebelum mendekati Putriku."
Liam mengakui bahwa jalan yang ditempuhnya adalah salah dimata orang lain, tapi memutuskan untuk mundur itu akan membuatnya jauh merasa lebih Menyesal seumur hidupnya.
Nami melihat Liam sebagai Pria yang sedang memperjuangkan seorang wanita yang sangat dicintainya untuk berjuang menyelamatkan hidupnya. Tidak perlu mengenal Liam terlalu dekat, Nami bisa merasakannya bahwa pria itu begitu mencintai Putrinya, bahkan tidak segan mengorbankan seluruh hidupnya.
"Apapun yang terjadi pada anda, itu semua adalah perbuatan Ibuku. Dia wanita yang jahat, dan...."
"Aku mengerti, kau tidak perlu berkata seperti itu pada ibumu" potong Nami "Dengarlah, apapun yang dilakukan ibumu pada kami adalah bentuk perlindungan demi Puteranya. Tidak ada seorang ibu yang akan rela melepaskan Puteranya pada seorang wanita yang masih berstatus Istri orang lain. Putera yang sudah dibesarkannya dengan kasih sayang hingga sukses seperti saat ini. Apakah mungkin ia akan merestui kalian dengan begitu mudah ?"
"Anda tidak mengenalnya dan dia tidak perlu berbuat sejauh itu jika masih menganggap aku adalah Puteranya" Jawab Liam sambil mengepal erat kedua tangannya, tampak rona kebencian menyelinap kuat dalam dirinya ketika ia membayangkan sosok Anita yang sangat membuatnya muak.
Setelah satu jam, mereka saling berargumen dan membicarakan hal-hal yang cukup serius.
Nami mengantarkan Liam sampai pada pintu ruangan Pasien setelah ia benar-benar memastikan Harry sudah terbaring di tempat tidurnya dengan benar karena pria paruh baya tersebut belum sembuh sepenuhnya sehingga harus benyak istirahat dan tidak diperbolehkan untuk memikirkan hal-hal yang terlalu berat.
"Mr. Seymour" ucap Nami setelah menutup pintu dari luar agar Harry tidak mendengar pembicaraan keduanya
Liam berbalik "Anda cukup memanggilku Liam."
"Maafkan atas perkataan suamiku, Harry memang sangat menyayangi Harumi. Kondisi saat ini tidak mudah diterima olehnya, mengingat apa yang dialami Putri kami selama pernikahannya. Itu sampai membuat Harry tidak tenang dan selalu memikirkannya." suara Nami menjadi parau saat dia mengucapkan kata demi kata itu
Liam diam, seolah mengerti dengan situasi saat ini dimana ia memberi kesempatan kepada Nami untuk lebih banyak berbicara.
Kedua mata wanita paruh baya itu sedikit berkaca, dan tampak ia menahan diri untuk tidak menangis "Aku tahu kau pria yang baik, dan Putriku juga--pasti sangat mencintaimu. K-kumohon--kumohon aku hanya meminta satu hal darimu. Kumohon perlakukan Putriku dengan baik, perlakukan Harumi dengan penuh kasih sayang. Jangan sakiti perasaannya." Tak tertahan tetesan itu mengalir di pipinya. Sekuat apapun Nami menahannya, semenjak disamping suaminya tadi. Ia tetap tidak mampu menutupi kesedihan mendalam yang dirasakannya.
Ada sorotan yang menyentuh ketika Liam melihat dan merasakan perkataan Nami yang sangat mendalam, kesan yang hangat bagaimana kekhawatiran seorang ibu terhadap anaknya. Bagaimana besarnya kasih sayang sang ibu kepada sosok Putrinya.
Liam menatap dan seutas senyuman kecil menghiasi wajah tampannya "I Promise, i do love her. Only her. In my whole life. I promise, please dont worry."
...****************...
"Untuk apa kau menghubungiku ?" Cathy tampak kesal ketika berbicara dengan seseorang lewat ponselnya
"Aku membutuhkanmu, bisakah kau membantuku ?"
Wanita itu menggigiti bibirnya dan sesekali melihat ke sekelilingnya sambil mengontrol volume suaranya "Anton dengar baik-baik, aku tidak ingin berhubungan apapun lagi denganmu. Kau tidak mengerti situasiku sekarang."
__ADS_1
"Aku tidak peduli dengan yang kau alami, nanti malam aku harus menemuimu. Ada yang harus kubicarakan."
Ekspresi semakin kesal tergambar jelas "For What ?!!! Kita tidak ada hubungan apapun lagi, aku sudah muak denganmu. Dan kau tidak mengerti apa yang kualami sekarang. Jika kau mengetahuinya kau akan benar-benar terkejut."
"Waktuku tidak banyak, aku sedang terdesak sekarang. Aku harus menyelesaikan ini secepatnya, ini mengenai uang itu."
Kening Cathy mengernyit "What money ?"
"uang yang pernah kuberikan padamu, bukankah aku memintamu untuk menyimpannya karena sewaktu-waktu aku akan menggunakannya."
Bolamata wanita itu membesar, punggungnya menegang "M-maksudmu uang itu ?"
"Yah, aku harus bergerak cepat. Aku sedang merencanakan sesuatu dengan seseorang dan aku butuh uang itu segera." suara Anton tampak terengah-engah
"Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan ? With who ?"
"Membalas semua perbuatan yang sudah dilakukan Bajing** itu dan merebut Harumi kembali padaku."
Wajah Cathy tampak shock "Aku sudah selalu memperingatkanmu agar tidak bertindak semakin jauh, Liam Seymour bukan tandinganmu. Dia tidak bodoh, apa kau mengira akan dengan mudah masuk dalam lingkarannya."
Terdengar tawa Anton mengejek "Apa kau pikir Aku akan masuk ke dalam lingkarannya, tentu saja tidak karena dia yang lebih dulu akan masuk dalam perangkapku. Ia akan menyesal seumur hidupnya karena sudah merebut wanita yang bukan miliknya"
Terdengar suara berisik, Cathy bergegas menoleh dengan cepat dan ia sempat terkejut. Ternyata hanya seekor burung yang hinggap di tanaman.
Pada jam istirahat, Cathy memilih bersembunyi dari para staff lain berada di Rooftop gedung bertingkat tersebut sambil menghabiskan sebatang rokok.
"Sebagai awal yang perlu kau ketahui, Liam tidak akan bisa memiliki Harumi seutuhnya karena aku dengannya masih terikat pernikahan. Dan proses perceraian tidak akan berjalan mudah jika tidak ada persetujuan dan tanda tangan dariku sebagai suami sahnya. Maka dari itu, aku yakin Liam akan melakukan apapun untuk memuluskan tujuannya. Dan kau pasti mengerti bagaimana kelanjutannya."
Salah satu sudut bibir Cathy bergerak naik "Kau benar-benar licik."
"Itulah akibatnya jika bajing** merebut hal yang bukan seharusnya"
"Dan satu hal yang perlu kau ketahui juga, bahwa sekarang Harumi bekerja sebagai atasanku. Dan ia menjadi orang kepercayaan Nyonya Anita Seymour. Bahkan tanpa segan ia menyebutnya sebagai Calon menantu. Itu benar-benar mengejutkan dan semakin mencurigakan." Cathy mematikan putung rokoknya yang masih tersisa setengah pada sisi tembok dinding.
Suara tarikan napas panjang terdengar "entah apa aku harus terkejut, semakin marah atau bahagia melihat keadaan istriku yang baik-baik saja. ITS CRAZY !!! SHIIIT !!!" kemudian terdengar lagi suara benda jatuh dan pecah ke lantai
"Sungguh ironis, aku harus melayani Harumi sebagai atasanku di saat ia sudah mengetahui bahwa suaminya diam-diam memiliki anak dari ku. Dan kini aku harus membantumu untuk kembali padanya. Entah aku harus mengasihani diriku sendiri atau harus bersikap pura-pura seolah tidak pernah terjadi apa-apa."
...****************...
__ADS_1
Ameera yang selesai menidurkan bayinya, mendengar suara bel berbunyi.
Saat ia membuka pintu, ternyata seorang dari jasa pengiriman. Memberikan sebuah amplop berwarna coklat.
Pada bagian depan tertulis Pengirim dari Sunset Seymour Galery Seni di Manhattan.
Cukup asing bagi Ameera setelah membacanya, dan itu terdengar sangat aneh.
Setelah masuk kembali, Meera tanpa pikir panjang membuka amplop coklat tersebut. Dan ia menemukan sebuah Undangan berwarna Merah keemasan yang begitu elegan.
Sebuah Undangan ?
Awalnya Meera terlihat bingung, ia mengira mungkin salah alamat. Tapi tampak tertulis dengan jelas bahwa undangan itu diperuntukkan kepada Elena Riandra dan Anton Riandra.
Sempat terbesit hal yang mengganggu pikirannya, bahwa ini ada hubungannya dengan Keluarga Seymour dengan ibunya.
Tapi, tidak mungkin dan untuk apa Anita mengirimkan undangan kepada Elena pikirnya.
Bergegas Ameera menghampiri Elena dan menyerahkan undangan tersebut kepada Elena yang sedang berada di halaman belakang.
"Mom.." panggilnya sedikit terengah
Elena berbalik sambil menyirami beberapa tanaman di pekarangan belakang "Ada apa Meera ?"
"Ini lihatlah." Meera menyerahkan undangan tersebut ke tangan Elena
Awalnya wanita paruh baya itu juga cukup aneh, sebuah undangan untuknya.
Karena setahunya ia tidak memiliki banyak kenalan di California.
"Mom Hurry up. Open it" Meera tampak tidak sabaran
Dengan ekspresi yang masih kebingungan tampak jelas, Elena pun juga ingin mengetahui maksud dari undangan tersebut.
Yang ternyata itu adalah sebuah Undangan untuk menghadiri Pembukaan Pagelaran Tahunan Lukisan-Lukisan Dunia dan tertulis Elena dan Anton sebagai Tamu VIP.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
__ADS_1
Thank you ❤