
Liam menatap dingin pada Anton, tapi Anton membuang muka dari pria itu "Kau sendiri yang menyianyiakan nya" tegas Liam
Tergambar jelas di wajah Anton ada penyesalan atas semua perbuatannya selama ini pada Harumi, tidak akan mungkin istrinya tersebut melakukan hal sejauh ini jika tidak ada penyebabnya.
Tapi, rasa egois yang terlampau besar jauh lebih menguasainya dibandingkan rasa bersalah yang dirasakannya. Walaupun Anton menyadari bahwa seseorang yang sedang dihadapannya sekarang bukanlah Orang Sembarangan.
Tentu saja, Pria sekelas Liam yang kini berada di samping istrinya mampu berbuat apapun yang jauh diluar kemampuan Anton.
Anton yang masih merasakan kesakitan yang makin menjadi-jadi di tubuhnya, menoleh kepada istrinya yang kini berlindung dibalik punggung Liam. "Asal kau tahu, aku tidak pernah berkhianat dibelakangmu, Rumi. Aku memang memiliki masa lalu kelam tapi aku tidak pernah mengkhianati janji suci pernikahan kita" pria itu menyeringai miring meratapi nasib pernikahannya yang sudah tercoreng oleh pengkhianatan Harumi, kilatan memory pernikahan mereka terlintas dalam ingatannya. Bagaimana mereka saling mengucapkan janji suci pernikahan yang sakral di hadapan Tuhan beserta keluarga besar mereka.
Tapi lihatlah sekarang, sangat menyedihkan. Mereka saling Menyakiti satu sama lain hanya karena mengedepankan Ego mereka masing-masing.
Airmata terus membasahi pipi Harumi, dan ia mendengarnya dengan jelas walaupun kini tidak ada kata-kata apapun lagi yang terucap dari bibirnya.
Harumi bisa merasakan perih di dadanya lagi dan lagi, ia terisak dan mengepal kedua tangannya dengan erat.
Liam meletakkan kembali senjata apinya di balik jasnya, dia menghubungi seseorang.
Lalu tidak lama, datang Sekretaris Will beserta dua orang bodyguard yang tadi memukul Anton.
Liam meraih tangan Harumi dengan lembut dan menatapnya intens "Ikutlah dengan Sekretaris Will, aku akan menyusulmu" Pria itu mengerti dengan kondisi Harumi yang rapuh saat ini, perasaannya yang berkecamuk terus menerus akan berakibat mempengaruhi kejiwaan Harumi.
Dan itu yang dipikirkan Liam saat ini, ia tidak ingin Harumi terpengaruh lagi oleh semua perkataan Anton.
Anton berusaha berdiri sambil terus memegang perutnya, dan terus menerus mengusap bagian tepi bibirnya yang berdarah akibat pukulan Liam.
Sesekali ia membuang ludah ke tanah, dan mengeluarkan darah segar yang tampak tidak berhenti.
Pukulan berkali-kali dari Liam cukup membuat Anton tumbang seketika.
Dengan menjaga keseimbangan, Anton berdiri sambil melemparkan pandangan yang tak lepas dari Harumi "Rumiii, STAY WITH ME. DON'T GO !!!" raung Anton dengan mata menyala "Iam still your Husband, Please ! Forgive Me" lanjutnya
__ADS_1
Meskipun Harumi sakit hati oleh semua sikap Anton padanya yang sering kali melukainya, tapi Harumi berharap suaminya tetap baik-baik saja. Dia tidak ingin melukai apalagi membalasnya. Dengan tubuh gemetar dan sedikit ketakutan, Harumi menghampiri Anton.
Dia mengusap airmata di wajahnya dan membulatkan matanya menatap suaminya tersebut "Kumohon, akhiri ini semua"
"Apa yang kau katakan ?!" Anton selangkah mendekat, disaat yang bersamaan kedua Bodyguard langsung sigap ingin menghalangi tapi Liam lebih dulu memberi kode kepada mereka agar membiarkan keduanya waktu untuk berbicara.
Tapi, Harumi pun mundur selangkah ia ingin menjaga jarak dari suaminya "Kumohon, biarkan aku pergi." Harumi menarik napas berat, wanita itu berulang kali menghapus airmatanya yang tidak henti mengalir
Kaki wanita itu tiba-tiba sangat lemas. Perasaannya hancur lebur. Harumi ingin menertawakan dirinya sendiri, benar-benar merasa semua yang terjadi seperti mimpi. Setelah ini, apa lagi yang tersisa dari Pernikahan mereka ? Apa masih memiliki harapan untuk tetap mempertahankannya di saat Harumi sudah mengkhianati Anton ?.
Anton mengusap lagi bibirnya dan menatap tegas ke arah istrinya "Apa kau mencintainya ?"
Harumi tidak pernah merasakan hancurnya perasaan seperti ini sebelumnya.
Anton....pria yang menjadi Cinta Pertama Harumi sejak ia pertama kali bertemu dengannya
Anton....pria yang membuat hatinya hangat, sekarang telah membuat hatinya panas bagai di neraka
Sebelumnya Harumi tidak pernah menyerah dengan pernikahan mereka, disaat-saat terpuruk Harumi berjuang untuk mengembalikan keharmonisan hubungan mereka. Karena wanita itu selalu yakin Anton akan berubah.
Harumi memilih diam, dan tidak menjawab.
"Hubunganmu dengannya hanya pelarian, bukan ? Menyedihkan sekali !!" Anton terkekeh lalu menatap Liam mengejek
Liam berdiri dibelakang Harumi, tidak akan membiarkan pria itu mengintimidasinya. Dan itu tidak akan terjadi sampai kapanpun, karena Liam akan tampak seperti seorang pengecut jika ia harus menanggapi serius pernyataan Anton yang hanya bualan belaka.
Harumi menatap tidak terima padanya "Cukup !! Apa kau belum sadar juga, hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki lagi "
Mata keduanya saling beradu. Dan Anton tidak melepaskan sorot mengancamnya pada Harumi "Apa Dia Hebat diatas Ranjang, atau kau hanya memilih nya karena Uang ?!!! KATAKAN !! Apa Dia memberikan SERVICE yang HEBAT sudah memuaskanmu, RUMIIII ???" Anton menyeringai
Bibir Harumi bergetar, ingin sekali ia menenggelamkan pria itu ke dasar laut paling dalam dan berharap tidak pernah timbul ke permukaan. "Dia melakukan apa yang tidak pernah kau berikan kepadaku selama ini !!!" balas Harumi penuh penekanan.
__ADS_1
"What ?! Apa yang sudah diberikannya, wah...aku bisa tebak Pakaian Mahal, Perhiasaan, tempat tidur yang nyaman, Perhatian, dan apalagi...Kau hanya terpana oleh semua hal-hal itu hanya untuk Kepuasan sesaat. Kau terlalu POLOS, apa kau kira bisa bahagia dengan Pria sepertinya. Apa kau yakin seorang Liam Seymour akan setia hanya dengan satu Wanita ?!!! " tuntut Anton pada istrinya
Mendengar itu, Liam tentu saja tidak tinggal diam. Karena itu sudah semakin menyudutkannya dengan Harumi.
Cukup baginya, memberikan waktu pria itu berbicara omong kosong, dan semakin tidak jelas yang ingin mempengaruhi Harumi.
Liam menarik kerah kemeja Anton lebih kasar dari sebelumnya, matanya berapi-api "Seharusnya aku sudah menghabisimu !!!!"
"Anda tidak akan memenangkan hatinya, tidak akan pernah. Harumi masih memiliki perasaan itu. Kami masih saling mencintai !!! You Lose, Mr. Seymour " dagu yang terangkat, Anton menyeringai puas memperlihatkan giginya yang memerah karena noda darah.
Napas Liam memburu, dadanya terangkat dan punggungnya menegang. Liam menaikkan satu alisnya, bibirnya tersenyum miring "TALK. TO. HAND "
Pria itu melempar tubuh Anton jatuh ke tanah hanya dengan satu tangan, dan menatapnya sejenak dengan kebencian lalu ia berbalik meninggalkan nya.
Liam berjalan lalu meraih tangan Harumi. Membawa wanita itu bersamanya meninggalkan tempat tersebut sesegera mungkin.
"RUMIIII, DENGARLAH KAU AKAN KEMBALI PADAKU !!!! AKAN KUREBUT KAU KEMBALI !!!! KAU AKAN KEMBALI KE SISIKU!!! INGAT BAIK-BAIK !!!" teriak Anton tidak terima
Harumi yang berjalan mengikuti Liam, refleks menoleh ke belakang, dan mendapati pria itu tersenyum miris kepadanya.
Dan itu sempat membuatnya timbul rasa khawatir dengan kondisinya.
Harumi menahan napas. Harumi pasrah.
Dia hanya bisa mengikuti kemanapun Liam membawanya sekarang, dan berharap ia bisa terlepas dari semua belenggu ini.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan LIke, Koment dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1