
Harumi berbalik, dan ia mendapati seorang pria yang berdiri dengan bersikap angkuh tepat di hadapannya sekarang.
"Liam ?" gumamnya hampir-hampir membuat wanita itu tersontak, Harumi tidak menyangka akan berada di antara kedua pria ini dengan situasi yang berbeda.
Liam melangkah dengan santai mendekati Anton yang sedang tergeletak di bawah sambil mengusap hidungnya yang tak henti mengeluarkan darah akibat pukulan keras dari salah satu Pria bertubuh besar tadi.
Kedua pria itu memperhatikan Liam, seolah menunggu perintah.
Dan Liam hanya memberi kode kepada kedua Pria itu, dan mereka mengerti "Baik, Boss " Keduanya memberi hormat lalu pergi seakan mereka sudah paham dengan maksud perintah bossnya tersebut.
Harumi yang memperhatikan, kini mengerti bahwa sebenarnya kedua pria misterius yang menyerang Anton adalah orang-orang suruhan Liam.
Harumi hanya diam berdiri menatap punggung Liam yang mengambil posisi membungkuk sedang melemparkan tatapan tajam kepada Anton. Dan ada aura mengejek yang sangat kental di mata Liam.
"Its Hurt ?" tanya Liam sinis
Anton mengangkat wajahnya terkejut, dan mendapati pria itu sedang menatapnya mengejek.
Guratan tidak percaya masih tergambar jelas dari wajahnya, karena ia tidak menyangka dengan seseorang yang kini tengah berdiri dihadapannya sekarang.
"M-Mr. Seymour ?" Mata Anton melebar, ia berusaha berdiri. Walaupun, rasa perih yang menusuk masih terasa semakin pekat di bagian perutnya. Tapi, Anton berusaha bangkit.
Setelah bangkit, walaupun dengan posisi yang masih tidak sempurna. Anton terus meletakkan tangannya di perut menekan rasa sakit yang semakin kuat.
Liam tersenyum masam, kemudian ia berjalan semakin mendekat kepada Anton. Dan kini pria itu pun saling berdiri berhadapan dengan punggung yang menegang "Its Hurt ?" tanyanya lagi, kali ini dengan penuh tekanan
Sorotan mata Liam benar-benar berbeda, Harumi bisa memperhatikannya dengan jelas walaupun ia hanya berdiri beberapa kaki di samping mereka.
Sorotan mata Liam seperti singa Jantan yang mengaum, menyalak dan siap memangsa. Tidak ada rasa kasihan, tidak ada rasa bersalah yang tampak dari sosotan matanya bahkan terkadang Anton menahan sakit hingga membuat wajahnya memucat.
"Apa maksud anda ? apa anda mengenal mereka ?"
"Mereka dua bodyguardku " jawab Liam santai dengan seringai miring di wajahnya
"Bagaimana bisa mereka menyerang orang lain begitu saja ?! Apa yang mereka inginkan ? Ini benar-benar..." Anton sulit melanjutkan pembicaraannya karena perih diperutnya akan semakin terasa jika ia terus berbicara
Liam menatap lekat padanya, lalu menaikkan salah satu alisnya "Aku yang memerintahkan mereka, untuk menghajarmu" cibirnya tidak menghiraukan rasa sakit yang tengah dirasakan Anton
Mata Anton terbuka lebar dengan napas yang tersengal "Apa maksud anda, Mr. Seymour ? Apa yang sudah kulakukan ?"
__ADS_1
Liam masih menahan emosinya, walaupun ia sadar tidak ada yang akan mampu menahan emosi yang terbakar hebat di dalam dirinya. Tapi, Liam memilih untuk tetap sedikit bersabar, sedikit saja walaupun itu tidak akan bertahan lama kemudian puncak emosi itu akan meledak hebat "Karena kau menyakiti, Wanitaku."
Anton tersentak dan diam, ia berusaha menetralkan pikirannya yang sedang sangat kacau saat ini bercampur aduk dengan rasa perih yang menggila di tubuhnya.
Wanitaku ?
Satu pertanyaan singkat itu terus bergelinding dalam pikiran Anton, dan ia mencoba menyatukan kepingan-kepingan puzzle yang hilang. Anton mulai menyadari bahwa Liam sudah kedua kalinya menyebutkan "Wanitaku" dihadapannya.
Disaat ia berhadapan dengan Liam, lalu mata Anton beralih manatap Harumi yang berdiri kaku.
"Mungkin anda salah orang, aku tidak pernah mengenal dengan seseorang yang anda maksud dengan Wanita anda." Rasa cemas yang bergejolak bebas tidak sanggup terus menerus ditahan Anton, karena ia masih belum siap dengan jawaban yang akan didengarnya. Anton mencoba menyunggingkan senyum walaupun itu tampak seperti terpaksa karena tekanan.
Namun Liam bersikap tidak acuh. "Hanya ada satu wanita di sini, apa aku perlu menjawab pertanyaan itu ?!" tatapan Liam semakin mengintimidasi
Anton terpekik kaget karena tentu saja hanya ada satu wanita di antara mereka dan itu hanya Harumi, istrinya.
Tidak mungkin, tidak mungkin dengan cepat Anton menggelengkan kepala "Tidak mungkin, She is My wife. Tidak mungkin. Harumi adalah istriku. Bagaimana mungkin ia adalah Wanita yang anda maksud ?!!!" Anton menahan rasa shock yang mengitari pikirannya.
Ya Tuhan, rasa sakit ditubuhnya makin berdenyut-denyut menyiksa Anton dimana pada satu titik ia hampir menyerah. Pukulan kedua pria itu sangat keras dan tepat disasaran yang menyakitkan.
Melihat Anton yang perlahan-lahan tersiksa, itu menjadi pemandangan yang menghibur bagi Liam.
Anton dibuat semakin tersudut, dan itu seolah meruntuhkan langit tepat dipuncak kepalanya. Anton terhimpit tembok besar yang tidak mampu membuatnya berbicara karena apa yang didengarnya sekarang adalah Hal yang paling Mengerikan.
Tidak mungkin, Harumi wanita sepertinya sudah menjalin hubungan dengan seorang seperti Liam dibelakang nya, pikir Anton. Berulang kali, Pria itu mengusap wajahnya dengan gelisah dan ia mulai mengeluarkan keringat dingin di wajahnya.
Anton kembali menatap Harumi dengan tatapan kebencian "Apa benar gaun yang kau kenakan itu, semua perhiasan mahal itu DARINYA ? KATAKAN !!!!" suara serak terdengar penuh kekesalan membuat Harumi semakin membeku
Melihat reaksi Harumi, Liam sadar wanita itu tampak terpukul. Dan ia sangat gugup.
Liam menarik kerah tuxedo Anton dengan kasar "Jangan pernah berbicara kasar padanya, HADAPI AKU !"
Anton tetap tidak mengalihkan pandangannya dari Harumi, walaupun lehernya sudah terangkat tinggi akibat cengkeraman keras dari Liam "KATAKAN, HARUMI !!! APA INI MAKSUD DARI PEMBALASANMU ? KAU INGIN MEMBALASKU !!! MENJADI WANITA MURAHAN , BENAR-BENAR MEMALUKAN !!"
Harumi tertunduk dalam keheningannya, tubuhnya bergetar hebat. Ia tidak pernah merasakan rasa Takut sebesar ini, ia terlalu lemah. Harumi merasakan dirinya terperangkap dalam jebakan yang diciptakannya sendiri. Dia sadar hari ini akan tiba, dimana kebenaran hubungannya dengan Liam akan terkuak.
"JAWAB AKU !!" teriak Anton menggila dengan tersenyum masam lalu tertawa miris dalam keputus asaan.
Harumi terus berdiri mengepal kedua tangannya, menahan perasaan asing yang bergejolak hebat di dalam dirinya.
__ADS_1
Liam memicingkan mata kebencian pada Anton, dan itu cukup membuat amarahnya yang sudah memuncak saatnya meledak dan ...
BUGH !!!
BUGH !!!
Liam melayangkan dua kali pukulan keras ke wajah Anton tanpa ragu, dan itu membuat Anton tersungkur kembali ke tanah.
"Hentikan OMONG KOSONGMU !!! Menampar wanita di hadapan semua orang dan sekarang membentaknya dengan keras. Aku akan segera mengakhiri hidupmu !!!'
Harumi mengangkat wajahnya terkejut menyaksikan kejadian kekerasan itu kedua kalinya, dan semakin membuatnya shock. Dia melihat Anton tergeletak melemah di rerumputan dengan noda darah yang semakin menguncur banyak bahkan sudah menodai pakaiannya.
Dari belakang Harumi memperhatikan tangan Liam yang meraih sesuatu dari balik jasnya. Dan sesuatu itu sangat tidak asing bagi Harumi.
Itu adalah sebuah senjata api.
Kedua mata Harumi terbuka lebar, ia langsung berlari ke arah Liam. Karena ia tahu apa yang hendak dilakukan pria itu saat ini, Liam bukan pria yang memiliki belas kasihan pada seseorang yang sudah membuatnya marah.
Bahkan masih tergambar jelas bagaimana ia menghabisi nyawa pria yang pernah menyerang mereka di mini market waktu itu hanya dalam satu kali tembakan.
Dan kali ini, Harumi tidak ingin menyaksikan kematian dihadapannya lagi.
Liam dengan cepat sudah mengarahkan senjata api tersebut tepat dihadapan Anton yang sudah terbaring menahan kesakitan.
Hanya selisih sedikit saja, ketika Liam hampir menglepaskan peluru panas dari pistolnya yang akan mengarah ke kepala Anton, Harumi menghampirinya dan memeluk Liam dari belakang.
Wanita itu memeluk erat tubuh bidang Liam dari belakang, sambil meneteskan airmatanya "Kumohon, hentikan !"
Harumi menyandarkan kepalanya di punggung Liam sambil menangis "Kumohon, jangan membunuh "
Liam mematung di tempat, merasakan reaksi Harumi. Pria itu menghela napas kasar, lalu ia menurunkan senjatanya perlahan.
Anton menggertakan gigi, menahan kesal "Kau hanya Pelariannya, Harumi tidak pernah dan TIDAK AKAN PERNAH MENCINTAIMU. KAU HANYA SEBUAH TEMPAT AMAN UNTUKNYA BERLINDUNG. ITU SAJA" sela Anton dengan cepat dan tegas. Dan senyuman sinis tersungging dibibirnya yang berdarah " Harumi tidak akan melupakan Cinta Pertamanya, Hubungan perselingkuhan ini akan berakhir dengan Tidak Bahagia. Kau ingat baik-baik, aku tidak akan diam saja, LIAM SEYMOUR !!!"
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1