
Mansion Liam
Pukul 08.15 am
Matahari sudah menampakkan diri, sinarnya yang hangat menembus tirai yang sedikit terbuka di kamar Harumi. Tak disadarinya, Harumi menghabiskan malam pertamanya tertidur pulas di sofa. Sejak semalam ia tak bisa tidur dengan nyaman di tempat tidurnya, bangun dari sana dan terduduk, memainkan ponselnya hingga akhirnya kedua matanya terasa berat lalu terlelap.
Sinar matahari masuk membilas wajah mulus Harumi yang masih pulas. Sudah sangat tidak asing baginya bila ia terbaring di Sofa sampai tertidur, ini sering terjadi jika menunggu Anton pulang kerja.
Tok
Tok
Tok
Tak lama suara ketukan dari balik pintu kamar membangunkan Harumi, perlahan ia membuka kedua matanya. Sejenak menghirup nafas dan menghembuskannya, agar ia bisa tersadar kembali. Menyapu rambut hitamnya dengan sela-sela jemarinya, berdiri mengambil kimono tidur miliknya di atas tempat tidur.
Matanya masih terlihat sangat lelah, tidurnya pun belum cukup karena Harumi baru terlelap jam 2 malam.
Ia melangkahkan kaki membuka pintu, melirik dari balik pintu. Neva sudah berdiri dengan seragamnya yang rapi. Rambutnya yang coklat di gulung sangat rapi di belakang, bahkan tak ada helaian sedikitpun yang keluar dari gulungannya. Ia mendaratkan senyuman kepada Harumi, menurunkan pandangannya memberi hormat kepada Harumi.
“Selamat Pagi Nona Harumi” Sahut Neva dengan posisi siap melayani Harumi.
“Pagi Neva, maaf ya aku baru bangun. Ada apa ?” Harumi membuka Pintu kamarnya lebih lebar, mempersilakan Neva masuk.
“Sarapan anda sudah siap, Apa mau saya bawakan ke kamar ?” Neva melangkah masuk, langkah kakinya menuju ke Jendela kamar dan membuka tirai membiarkan sinar Matahari semakin bebas menembus ke dalam.
“Tidak perlu Neva, aku akan turun. Oh ya, kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan “Nona” cukup panggil namaku saja. Aku hanya tamu di sini, bukan Nyonya rumah” Sahut Harumi yang berdiri di tepi tempat tidur menatap Neva yang sedang fokus merapikan bantalan sofa sehabis Harumi tidur.
“Mohon maaf sekali lagi, saya tidak boleh memanggil nona dengan sebutan nama saja. Sudah seperti itu aturan di sini, tugas saya adalah melayani anda.”
Neva membalasnya dengan senyuman, kedua matanya terlihat melengkung. Neva Nampak masih sangat muda, menurut Harumi mungkin seusia dengan Beatrix. Sangat sopan, ramah dan polos, yah sedikit berbeda dengan kepribadian Beatrix yang lebih lincah dan ceria.
“Baiklah kalau begitu, aku akan sarapan setelah mandi dan bersiap. Terimakasih Neva” balas Harumi
__ADS_1
“Ok Nona” Neva langsung berjalan meninggalkan kamar Harumi dan menutup pintu.
Sebelum menuju kamar mandi, ia meraih ponselnya di atas meja Rias. Menatap berusaha melihat daftar panggilan dan pesan singkat yang masuk. Dari beberapa Panggilan tak terjawab yang masuk, salah satunya ada panggilan dari Anton sebanyak 8 kali.
Tetiba hati Harumi berdesir tak menentu, bola matanya beralih dari layar ponsel melihat ke arah jendela. Ingin sekali ia menghubungi balik suaminya, ibu jarinya sudah sangat ingin menekan tombol panggil. Tapi langsung diurungkannya,karena ia butuh waktu untuk sendiri dalam lubuk hatinya memang Harumi sangat mencemaskan Anton. Tapi ia mencoba bisa bersikap lebih tegas padanya.
Tak lama ia hendak meletakkan ponsel di meja, ada panggilan masuk dari Liam.
“Hallo” sahut Harumi pelan
“Apa kau sudah bangun ?” Tanya Liam
“ Yah, sekarang aku sedang bersiap untuk sarapan. Apa yang kau lakukan sekarang ?” Mata Harumi melirik ke jam di ponselnya.
Ia memperkirakan di California sudah sore hari.
“Sedang Break, sebentar lagi akan menghadiri Acara Peresmian Mall Shopping Center baru di pusat kota”
“Kau pasti sangat sibuk, apa kau sudah makan ? Kau juga harus selalu menjaga kesehatan” Harumi berjalan menuju kamar mandi, sambil terus membawa ponsel yang menempel di telinganya.
“Setelah sarapan aku akan melihat-lihat Taman Bunga yang pernah kau tunjukkan pada ku waktu itu. Aku ingin menghabiskan waktu ku hari ini di sana. Bukankah kau memberiku tugas merawat bunga-bunga indah itu ?”
“Ok…aku senang mendengarnya. Jika kau membutuhkan sesuatu, minta pada para Pelayan, jika kau ingin keluar, ada Taylor. Tapi sebelumnya, kau harus meminta izinku jika ingin keluar”
Harumi langsung tertawa lepas, mendengar Liam semakin hari semakin posesif.
“Kenapa tertawa ?” Tanya Liam
“Iya Bos Liam, aku akan selalu melaporkan semua kegiatanku setiap waktu” jawabnya dengan penuh canda.
“Aku tidak sedang bercanda Harumi, Kau harus memberitahuku lebih dulu jika akan keluar.”
“Yah, baiklah. Sudah dulu ya, aku mandi dulu “
__ADS_1
“Mandi ? sejak tadi malam, kamar mandi jadi tempat awal pembicaraan kita, kenapa kau selalu menyiksaku dengan membayangkan sesuatu yang membangkitkan si “predator”. Pesan singkat yang kau kirimkan padaku tadi malam, gambar-gambar selfi, semua membuatku tidak konsentrasi. Aku bersumpah jika kita bertemu, kau tidak akan berjalan dengan santai lagi, sayang ”
“Aku tidak takut, kita lihat siapa yang akan bertahan lebih lama dan siapa yang akan menyerah lebih dulu” Harumi menahan tawanya, ia mulai menikmati setiap perkataan penuh godaan yang dilontarkannya kepada Liam.
“Waaah, sudah berani menantangku, jangan salah kan jika kau mulai ketagihan, sang Predator tidak akan memberikan sedetik pun untuk istirahat sampai kau memohon sekalipun. Aaaarrrgghhh,, aku tidak sabar melahapmu seutuhnya. “ Suara serak Liam semakin menggodanya.
“Liam kau harus lebih banyak bersabar, karena kita belum tentu akan bertemu dalam waktu dekat”
“Apa maksudmu ?”
“Dalam waktu dekat aku akan berpergian ke Negara lain”
“Maksudnya ? kemana ? Aku akan menyusulmu” jawab Liam dengan cepat, ia mengebu-ngebu ingin mengetahuinya.
“Rahasiaaaaa…aku mandi dulu ya” Harumi menyeringai puas sudah mempermainkan Liam, dengan cepat memutuskan panggilannya sebelum ia sempat bicara. Mengubah mode pesawat di ponsel Harumi agar Liam tidak menghubungi balik.
***
Sudah 5 Hari Berlalu.
Sejak pertama kali, Harumi menginjakkan kakinya menginap di Mansion milik Liam. Harumi banyak melakukan rutinitas selama di sini, setiap pagi ia sarapan pada hari pertama ia hanya sarapan seorang diri tapi kini Neva selalu menemaninya menyantap makanan. Karena menurut Harumi tidak menyenangkan jika hanya dirinya yang berada di meja makan.
Saat siang hari ia menghabiskan banyak waktunya di Taman Bunga. Walaupun ada beberapa Tukang Kebun yang rutin datang membantu Harumi, tapi tetap saja ia lebih senang mengerjakannya seorang diri.
Hanya dalam waktu lima hari, Mansion Liam mengalami banyak perubahan berkat sentuhan tangan Harumi. Banyak bunga yang menghiasi tiap sudut ruangan, Vas-vas bunga baru yang dibeli Harumi di Toko langganannya kini menambah pernak pernik hiasan di rumah Liam.
Bahkan tak luput kamar pribadi Liam,yang serba maskulin dengan warna-warna monokrom mulai didominasi dengan sentuhan Feminin. Bunga Mawar putih yang sangat indah dengan vas kaca tinggi ramping di letakkan Harumi di Nakas samping tempat tidur Liam.
Saat memasuki kamar pribadi Liam, mengingatkan Harumi akan kejadian hari itu. Tempat tidur ini telah menjadi saksi, bagaimana pertama kalinya Harumi melihat Liam dibakar api cemburu menyentuh bibir nya dengan penuh gairah. Waktu itu, pertama kalinya bibir mereka saling bertemu dengan hasrat yang berbeda.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank you 💋