Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 73 All For you


__ADS_3

“Pengawal Pribadi” jawab singkatnya seraya merentangkan kedua tangan mengurung Harumi menciptakan area kecil diantara tubuh mereka.


Alis Harumi terangkat “aku tidak butuh pengawal pribadi, aku bukan Public Figure yang harus dijaga super ketat”


Tatapan Liam bertemu dengan mata Harumi dan pesona yang gelap dan berbahaya memenuhi matanya yang coklat “Sekarang Kau adalah milikku, Wanitaku. Apa itu sudah cukup membuatmu mengerti ?”


Matanya terpaku ke wajah pria itu, dan dia tidak dapat menghentikan dirinya untuk berpikir tentang apa yang ingin dilakukan Liam padanya serta segala hal yang ia janjikan.


Jantung Harumi berdebar kencang sementara jilatan api kenikmatan yang tajam dan hampir-hampir menyakitkan berdenyut di dalam dirinya kembali.


Berusaha menghalau pikiran yang terus melayang itu, Harumi tampak salah tingkah “Ehmm, aku harus menyelesaikan masakan ku”


Sikap salah tingkah yang ditunjukkan wanita itu tampak sangat menggemaskan di mata Liam, ia menyunggingkan bibirnya dan menarik kedua tangannya membiarkan Harumi bergerak lebih leluasa.


Jantung Harumi masih berdentam saat dia mematikan kompor listrik tersebut, menyiapkan dua piring putih dan mengisinya dengan pancake saus caramel serta dipiring satunya telur, bacon, kacang polong dan sedikit parutan keju diatasnya.


Liam menatap “kau tidak perlu menyiapkan sarapan untukku, kita bisa sarapan di luar”


Dengan kedua sudut bibir Harumi yang terangkat, ia sigap membawa dua piring tersebut ke meja makan dimana Liam sudah duduk di kursinya.


“Aku senang memasak, lagipula bahan makanan di kulkas akan expaired jika tidak digunakan” jawabnya


Seraya terus mengamati Harumi menyesap secangkir kopi yang sudah disediakan Harumi dengan hati-hati, Liam bertanya-tanya mengapa segala sesuatu tentang wanita itu begitu memikatnya.


Dan mengapa, ia bertanya-tanya sambil mengernyit samar, melakukan hubungan intens bahkan keinginannya untuk lebih intim lagi dengan Harumi tidak kunjung meredam hasratnya yang semakin rakus ?


Dengan cepat Liam sampai pada kesimpulan bahwa ia mungkin kecanduan tubuh, segala tentang diri Harumi apapun yang melekat padanya yang sangat lembut dan menggoda.


Melihat hidangan sarapan di depannya, Liam sedikit mengernyitkan dahinya. Perlahan menyisihkan kacang polong ke tepi piring dan memisahkan potongan keju dari atas Bacon dengan garpu ditangannya.

__ADS_1


Harumi yang melihat tingkah pria itu untuk pertama kalinya tampak terkejut “kau tidak suka kacang polong dan keju ?”


“Aku tidak suka kacang polong dan alergi keju” jawabnya dengan suara serak


“Hah ? Alergi keju ?” wajah Harumi keheranan


“Yeah, keju membuat kepalaku pusing. Aneh, kan ?” Liam terkekeh


Harumi tersenyum simpul, tak terbayangkan dalam benaknya jika pria itu memiliki kebiasaan unik yang baru ia ketahui sekarang “kau mengingatkan ku pada Mama Elena, mertuaku. Dia juga tak bisa makan kacang polong dan sangat alergi dengan keju. Jadi sudah sangat lama ia tak pernah mengosumsi makanan yang mengandung keju, ternyata kalian sangat mirip ya”


“Benarkah ?”


“Yah, jika aku tahu sebelumnya aku mungkin tidak akan menambahkan itu ke piringmu. Maafkan aku”


Dia mengernyit begitu menyadari bayangan samar di bawah mata wanita itu “Kau lelah ?”


“Sedikit” Harumi menaruh cangkir kopinya dan duduk di samping Liam, menyuap sedikit potongan Pancake yang diletakkan di depannya “Lebih khawatir daripada Lelah, sejujurnya”


Harumi hanya diam, ia memandangi hidangan sarapan di depannya. Pikiran yang terus tak menentu mulai menjalar kembali dengan sejuta jawaban ketidakpastian yang merayap ingin meledakkan dirinya.


“ada sesuatu yang harus kau ketahui, Liam ?” ia membalikkan wajahnya ke arah pria itu, ada suatu rahasia besar yang sudah tak terbendung di kedua sorot matanya.


“Ada apa ?”


“aku pernah mengalami insiden paling menyakitkan tiga tahun lalu, dan itu sudah merebut nyawa janin dalam kandunganku.” Harumi memain-mainkan makanannya, lalu bulumatanya tunduk memandang ke bawah menahan airmata di pelupuk matanya. Lalu memaksa melanjutkannya lagi “dan akibat dari itu semua…sudah menghancurkan seluruh diriku.”


Liam terpaku, matanya seolah tertusuk oleh sesuatu yang sangat tajam, hatinya hancur mendengar setiap kata yang dilontarkan Harumi. Jantungnya seakan berhenti seketika, napasnya tak bisa berhembus dengan normal.


Atmosfir ruangan itu tetiba berubah drastis, dingin menyekat tenggorokan Liam, ia kini menyadari betapa menderitanya wanita itu selama ini. Melihat Tubuh mungil Harumi yang harus menanggung beban begitu berat dari masa lalunya.

__ADS_1


Harumi menelan ludah dan menatap pria itu dengan sorot kosong, mencoba tegar walapun kini bulir airmata itu mengalir dengan perlahan di pipinya “dan dokter memvonis ku sulit memiliki anak, dan kesempatan itu hampir tidak ada”


Liam mengamatinya dengan campuran ketidakpercayaan dan ketakjuban atas keberanian Harumi menceritakan hal itu semua, emosi yang terpendam lama wanita itu menyeruak begitu dekat ke permukaan. Semua yang ia rasakan terpancar di wajahnya. Harumi seperti ditakdirkan untuk babak belur menjalani kehidupan.


Mata pria itu berkilat oleh rasa simpati yang begitu besar dan sesuatu yang jauh lebih lembut, membasuh saraf-sarafnya yang tegang dan menenangkannya “Aku akan menerimamu apapun yang ada didirimu, masa lalumu, kekurangan, kita akan hadapi semuanya bersama. Aku berjanji akan membahagiakanmu, jika urusan dengan Anton sudah selesai. Aku tidak ingin menunggu lama dan akan menikahimu secepatnya”


“Tapi…Liam, Urusanku dengan Anton tidak akan semudah itu. Aku juga harus memikirkan perasaan seluruh keluargaku, orang-orang disekitarku. Semuanya tidak bisa di selesaikan hanya sekejap mata” Mata nya lebih memuncak kepada rasa khawatir yang membesar dibandingkan perasaan bahagia karena secara tak langsung Liam sudah melamarnya.


Tapi bukan itu yang sebenarnya ia rasakan, Harumi ingin hubungannya dengan Liam berjalan normal selayaknya pasangan kekasih, Yeap tentu saja that's impossible ! tak ada pasangan kekasih yang normal jika salah satunya masih dalam ikatan pernikahan.


Rasa bersalah itu akan terus menghantam hubungan rahasia mereka semakin kuat, dan Harumi cemas akan itu.


"aku sudah berulang kali meminta berpisah dengannya, tapi Anton selalu menolak. Ia ingin mencoba memperbaiki hubungan kami, tapi semakin ke sini entah kenapa semakin tidak jelas"


Pundak Liam menegang, ia mengatur napas "serahkan padaku, aku bisa membuat urusan kalian selesai dengan mudah"


Kedua mata Harumi membesar "Cukup...Jangan Liam. Kumohon biarkan aku saja yang menyelesaikan nya "


Ketegangan mulai muncul oleh keduanya, dan Liam sama sekali tak menyukai hal itu. Seakan berperang dalam hati dan pikirannya, ia mengunci semua prasangka negatif yang menghujaninya saat ini.


Spekulasi yang tak berujung pada jawaban yang tak pasti. Tak ingin berlarut dalam ketidak jelasan, akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari bibirnya "Apa kau masih mencintainya ?"


Harumi benar-benar terkejut, hatinya bergejolak, bingung, merasa terusik, saraf-sarafnya menegang dengan sangat dahsyatnya bahkan kekuatan dari pertanyaan itu membuat diri Harumi terombang ambing.


Ia tak menyangka, Liam yang terlihat sangat berhati-hati dan tenang mengucapkan pertanyaan yang begitu sensitif dan sangat pribadi bagi dirinya.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you 🤩


__ADS_2