Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 34 Hubungan Jarak Jauh


__ADS_3

"Tuan Liam, memerintahkan saya untuk berjaga-jaga di sini, dan membantu Nona Harumi" Lapor si Pria berjiwa Robot tersebut.


"Apa !"


Aku mulai menarik nafas dan menghembuskannya berulang kali. Untuk kesekian kalinya, Pria Usil itu membuatku makin pusing. Tidak ada bedanya Liam dengan si Pria Robot ini, sama-sama tidak jelas.


Tak hentinya aku bergumam sendiri, memikirkan ulah Liam yang selalu saja membuatku kewalahan.


"Bu, biarkan saja Tuan Kekar ini membantu kita hari ini. Tidak lihat, pesanan kita sangat banyak, dan beberapa ada yang belum di antar. Bahkan beberapa pesanan Karangan Bunga belum ibu buat sama sekali. Setidaknya tenaganya bisa kita gunakan" potong Beatrix tersenyum nakal, ia memikirkan rencananya dengan baik lalu memberi kode padaku.


Rencana Beatrix ada benarnya juga, setidaknya Taylor si Pria berjiwa Robot ini bisa di gunakan tenaganya untuk membantu pekerjaan kami.


Beatrix yang sedari tadi ketawa cekikikan di belakangku membuatku keheranan.


"kenapa Beatrix ?"


"Haha, Pria ini jika dilihat ia mirip sekali dengan Agent Rahasia yang melawan Alien luar angkasa. Aku yakin sebenarnya Majikannya juga Alien" Canda Beatrix yang masih tak bisa menahan ketawa.


"Jangan bicara tidak karuan, Beatrix. Itu tidak lucu sama sekali. Cepat selesaikan pekerjaanmu, jika ada yang kau butuhkan kau bisa minta bantuan Taylor. Aku ingin fokus menyelesaikan pekerjaanku" ucapku yang sudah pusing menghadapi tingkah Beatrix apalagi di tambah Taylor si Pria Tanpa Ekspresi.


Aku melangkah dengan cepat menuju Ruang Kerjaku kembali. Tapi langkahku terhenti, dan berbalik melihat ke arah Taylor.


"Oh ya Taylor, kau bisa membantu Beatrix menyelesaikan pekerjaannya selama di sini. Jika ada yang ingin kau tanyakan, tanya saja pada Beatrix" perintahku


Kulihat Taylor hanya mengangguk pelan, ia masih tetap berdiri tegak bagai pajangan Dinding di samping etalase. Menunggu perintah dari Beatrix. Tak pernah sedikit pun kuperhatikan Taylor melepas kacamata hitamnya, memang benar kata Beatrix ia mirip Agent Rahasia. Aku sempat terkekeh pelan, mengingat perkataan Beatrix.


***


Pukul 4.05 pm


"Hari ini, saya pulang lebih awal." sahut Anton tengah sibuk menatap layar laptopnya.


Felix Sekretaris sementara yang menggantikan Daniel selama ia cuti, ia berdiri menghadap Anton menunggu Atasannya itu menandatangi beberapa Dokumen Perusahaan.


"Baik Pak Anton." jawab Felix dengan hormat lalu melangkah meninggalkan ruangan Anton setelah Dokumen yang dibawanya selesai di tanda tangani.


Anton memang sedang merencanakan menghabiskan Malam Valentine bersama Harumi malam ini.

__ADS_1


Ia teringat ucapan Daniel Sekretarisnya, tentang hari Valentine berdua dalam suasana Romantis. Memang sudah sangat jarang di lakukan Anton dan Harumi.


Anton sudah reservasi Kamar Hotel Bintang Lima dan Restaurant mahal untuk nanti malam.


Pandangan mata Anton terlihat bahagia, ia ingin segera memberi kejutan kepada istrinya.


Ia mulai teringat waktu pacaran dulu dengan Harumi, Anton bukan pria yang romantis tapi ia mengerti keinginan Harumi. Hanya saja terkadang rasa egois dan ambisinya terus mempengaruhinya.


Tiba-tiba handphone Anton berdering, ia melihat ada panggilan dari atasannya tentu saja itu adalah panggilan masuk dari Liam.


"Hallo" sahut Anton langsung menjawab


"Hallo, Anton. Aku ingin minta beberapa hasil kerja Proyek sejak dua bulan lalu, ada yang ingin kueksekusi."


"Baik, akan saya emailkan"


Sebenarnya Tidak harus Liam yang menghubungi Anton hanya karena masalah kecil perusahaan seperti ini, Anton sempat mengernyitkan dahinya ia heran. Seorang CEO Presdir sekelas Liam menghubunginya hanya karena masalah sepele itu.


Biasanya hanya Sekretaris pribadinya yang berurusan dengan para Direktur.


Kecuali Rapat atau Meeting Besar dan tertutup, Liam yang turun tangan.


"Sebenarnya malam ini saya ada rencana merayakan Valentine dengan Istri saya, jadi akan pulang lebih awal, tapi saya akan segera selesaikan dan mengirimkannya kepada Anda" jawab tegas Anton


Liam sempat terdiam beberapa detik, dari balik handphonenya. Liam cemburu, ia sangat kesal mendengar jawaban Anton. Liam mengepal kuat tangannya, ia dibakar api cemburu.


Itulah maksud Liam menghubungi Anton bukan karena masalah perusahaan yang sepele. Ia tau hari ini adalah Hari Valentine, semua pasangan akan merayakannya dengan suasana sangat Romantis.


Diam-diam sebenarnya Liam berusaha mencari tau rencana Anton malam ini, Liam tak bisa berbuat banyak karena posisinya yang sangat jauh dari Harumi.


Hatinya sangat geram, matanya membesar. Ia sangat terbakar cemburu, ingin rasanya Liam menemui Harumi segera malam ini. Tidak peduli harus menempuh jarak jauh dan waktu yang lama dari California ke Bristol.


"baik, Saya tunggu" Liam langsung menutup panggilannya.


Anton yang nampak bingung, hanya diam mendengar perkataan dari Atasannya.


Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya kembali, ia menatap ke layar laptopnya dan mengirim beberapa data-data yang diminta Liam tadi.

__ADS_1


***


California


Setelah bicara dengan Anton, Liam gelisah. Ia tidak tenang seperti biasanya.


Ia sangat membenci situasi seperti ini, posisinya yang jauh dari Harumi tidak bisa berbuat apapun. Liam sangat mengerti posisinya sebagai orang ketiga di antara pasangan suami istri tersebut. Ia masih harus menghadapi tembok besar di hadapannya untuk bisa mendapatkan Harumi di sisinya.


Di California, waktu menunjukkan tengah malam, Liam sudah menerima banyak panggilan masuk dari teman-temannya dan para wanita yang ingin mengajaknya berpesta merayakan Hari Valentine di tempat-tempat hiburan malam, di hotel dan lainnya.


Ia tidak bergeming sedikit pun, Liam lebih memilih berada di Rumah Mewahnya.


Liam berjalan bolak balik berkeliling tak ber arah di dalam kamarnya. Sering sekali ia melihat ke layar handphonenya, menunggu Harumi menghubunginya. Tapi tak sekalipun Harumi menghubunginya lebih dulu.


Ia kesal dan gelisah berlebihan, Liam langsung menghubungi Sekretarisnya Pak Will.


"Hallo, Pak Will...Apa Taylor masih di Nami Florist, bagaimana di sana, cepat beritahu aku!" sahut Liam gelisah, ia berdiri di balkon kamarnya. Berpakaian santai sambil mengusap usap rambut bagian belakangnya. Liam sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


"Taylor sedang sibuk di Toko, sampai sekarang ia masih membantu pekerjaan Nona Harumi dan Nona Beatrix melayani pelanggan-pelanggannya sekarang. Hanya itu informasi yang saya dapatkan Tuan."


"Selalu beritahu aku, setiap ada informasi terbaru dari Taylor apapun itu."


Liam mematikan panggilannya, sebelum Sekretarisnya menjawab.


Liam sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk menghubungi Harumi. Sehari saja ia tidak mendengar suara Harumi, ia sudah gelisah tak karuan apalgi mendengar malam ni Anton dan Harumi akan merayakan Valentine bersama.


Lama, ia hanya mendengar nada sambung dari panggilannya ke Harumi, tapi Harumi belum juga mengangkat teleponnya.


Semakin cemas, karena panggilannya berkali-kali tak diangkat. Liam menghubungi Taylor.


"Hallo Tuan Seymour" Jawab Taylor dengan cepat.


"Aku ingin bicara dengan Harumi, berikan kepadanya. Cepat!!!" ketus Liam sangat kesal


Taylor langsung bergegas menuju Ruang Kerja Harumi memberikan Handphonenya.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote


Thank You ❤


__ADS_2