Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 15 Izinkan aku


__ADS_3

"Liam ?"


"waaah ternyata daya ingatmu bagus, hanya mendengar suaraku kau langsung mengenalinya" jawab santai Pria itu


"bagaimana kau tau nomorku ? tapi sudahlah, aku sudah tau jawabannya, kenapa kau menghubungi ku ?"


"memangnya teman tidak boleh menelpon, aku hanya ingin mendengar suaramu. Dan jangan lupa aku menunggu jawabanmu "


Aku masih ingat, ia memang ingin aku bekerja untuknya. Tapi aku belum memutuskan apapun, karena menunggu izin dari Anton. Walapun aku tau suamiku pasti tidak akan mengizinkannya karena gara-gara makan siang saja, ia sudah memaksaku menutup Toko.


"Liam, aku belum bisa memutuskan apapun. Suamiku tidak akan mengizinkannya"


"Apa hanya itu alasannya ? Tenang saja, aku akan buat Anton mengizinkanmu" jawaban Santai Liam mulai membuatku semakin khawatir dengan apapun Rencananya.


"Kumohon Liam jangan membuat masalah"


"aku tidak akan membuat masalah, emmmhhmm mungkin sedikit....haahaa" Liam semakin membuatku cemas, aku sudah tidak bisa membedakan ia serius atau bercanda.


"Kumohoooon Liam, biarkan aku sendiri yang bicara dengan Anton."


"Sebentar lagi aku ada meeting, aku akan menghubungimu lagi. Jangan lupa sarapan ya Teman"


Liam langsung menutup teleponnya, aku hanya bisa menghela nafas panjang. Terduduk di sofa ruang tamu dan mulai berfikir. Aku seolah terperangkap dalam rencana Liam yang bahkan aku sendiri pun tidak mengetahuinya.


Aku mulai bersiap diri untuk pergi Ke Toko, semoga hari ini berjalan lancar dan pesanan-pesanan bunga bertambah.


Seymour Group Architecs Company


Pukul 09.00 am


Pagi ini aktivitas karyawan dan para Manager seperti biasa tampak sibuk dengan tugas kerjanya masing-masing. Tak terkecuali Anton Riandra yang masih fokus mempersiapkan Presentasi untuk Rapat Internal yang akan diadakan 20 menit lagi.


Daniel yang merupakan sekretaris kepercayaannya Anton pun mulai membereskan beberapa Map dan Kertas-Kertas perjanjian mengenai Proyek-Proyek Besar yang di kerjakan Anton.


Anton sangat berambisi untuk bisa mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya ini agar lebih maju dan sukses dibandingkan Cabang-cabang lain.


Rapat Internal ini adalah kesempatan besarnya untuk membuktikan kepada Pemilik Perusahaan tentang Kinerjanya selama ini. Ia sangat ingin memberi kesan Baik dan dipandang paling kompeten di mata CEO Perusahaan yang tidak lain adalah Liam Seymour.


Saat semua karyawan dan Anton masih sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk presentasi Rapat, terlihat dua mobil hitam mewah telah tiba di depan Pintu masuk Gedung Bertingkat tersebut.


Sopir membukakan pintu mobil, Liam keluar dan berjalan memasuki Kantor.

__ADS_1


Liam yang terlihat sangat gagah dengan setelan jas Navy dan tatanan rambut yang rapi, wajahnya sangat tampan apalagi tatapan matanya yang tajam sangat mempesona para wanita.


Semua mata karyawan yang berada di dalam tertuju pada Liam dan memberikan hormat kepadanya, apalagi para staff Wanita seolah tersihir pesonanya mulai menebarkan senyuman terbaik mereka dan berusaha mencari perhatian Liam.


Liam berjalan diiringi para bawahannya. Tak Lupa ada Sekretaris Will yang setia mengiringinya di belakang.


Saat ingin memasuki Lift, Mereka di sambut oleh seorang Manager menuju ke Ruang Rapat.


"Selamat Pagi Tuan Liam Seymour" sapa Manager tersebut yang mempersilakan Liam.


Liam tak menjawab sapaan manager itu, ia tetap berjalan dan hanya melewatinya.


Sesampainya di depan Ruang Rapat yang berada di Lantai paling atas, Liam masuk beserta para bawahanya yang merupakan orang-orang kepercayaannya.


Liam di sambut oleh Semua Manager Perusahaan yang berdiri dan memberi hormat kepadanya. Begitu pula Anton Riandra sebagai Direktur Perusahaan yang berdiri menundukkan tubuhnya memberi hormat kepada Liam.


Setelah Liam duduk, barulah para peserta rapat kembali duduk di kursinya masing-masing.


Liam mulai memimpin Rapat Internal tersebut, Anton yang duduk di sebelahnya tampak sangat siap memberikan presentasi dan beberapa laporan perusahaan pun dibacakan .


Rapat berlangsung selama 1,5 jam, Liam keluar Ruangan. Tetapi Sekretaris Will mendatangi Anton memberitahukan instruksi dari Atasannya.


"Pak Anton, Tuan Liam ingin bicara dengan anda, ia menunggu di Ruangan Anda"


Anton dan Sekretarisnya Daniel bergegas dengan langkah cepat menuju ke Ruang Kerjanya. Ia sangat faham sifat seorang CEO yang tidak akan senang menunggu.


Di dalam Ruang Kerja Anton, sudah ada Liam yang duduk di sofa tamu nya. Ia menatap serius ke arah Anton. Sekretaris Will menyusul masuk dari belakang Anton.


"Aku senang dengan hasil presentasi dan kinerja yang kau sampaikan tadi. Semua berjalan baik untuk sebuah Perusahaan cabang baru." komentar Liam dengan senyum angkuhnya.


"Terimakasih Pak Liam, saya mengusahakan yang terbaik demi meningkatkan kinerja perusahaan begitu pula dengan para staff dan manager"


Anton tampak sangar senang, terlihat dari wajah sumringahnya karena telah dipuji oleh Liam .


Tak lama mata Liam tertuju pada sebuah tas Bekal makanan berwarna abu-abu yang ada di sudut meja kerja Anton.


"apa itu ?" tanya Liam seolah keingintahuannya sangat besar


"Oh itu bekal makanan" jawab Anton yang sudah duduk berhadapan dengan Liam.


"Bekal Makanan buatan Istri saya, hampir setiap hari ia membuatnya" lanjutnya

__ADS_1


Liam sempat terdiam, ia seolah terbakar cemburu terlihat dari sorot matanya setelah mendengar jawaban Anton.


"Beruntung sekali, kau memiliki istri yang selalu di rumah melayani."


"Tidak juga, ia tidak selalu di rumah. Ia punya usaha sendiri yang harus di urusnya."


Liam yang sudaj tidak sabar langsung mengajukan keinginannya.


"Oh iyaa, Aku membeli rumah di sini, dan kebetulan ada Rumah Kaca untuk tanaman Bunga, aku perlu seseorang yang ahli dalam bidang Bunga untuk merawat dan mengembangkannya. Aku ingin kau bisa membantuku mencarikannya"


Liam menatap serius ekspresi Anton yang terlihat bingung dengan permintaan atasannya. Tetapi karena Anton tidak pernah ingin mengecewakan Atasannya, ia mulai mencari-cari cara untuk membantunya.


"Ooh baiklah Pak Liam, saya akan coba menanyakan istri saya"


"istri ? maksudmu ?" Liam berpura-pura


"Kebetulan istri saya memiliki Toko Bunga, ia biasa merawat tanaman dan pandai merangkai Bunga. Saya akan menanyakannya mungkin ia bisa membantu"


Liam tampak tersenyum puas dengan rencananya yang berjalan lancar.


"wah kebetulan sekali, aku ingin secepatnya, karena besok malam aku akan segera kembali ke California"


"Baiklah Pak Liam"


Setelah itu, mereka kembali serius membicarakan pekerjaan dan beberapa Proyek yang di berikan Liam kepada Anton.


Dengan hati yang bahagia, tampak wajah Liam yang sesekali tersenyum sendiri.


Nami Florist


Pukul 11.15 am


Seperti biasa pelanggan Toko mulai datang, ada yang memesan karangan bunga dan ada yang ingin membeli tanaman bunga untuk hiasan rumah.


Apalagi bulan ini adalah Februari, seminggu lagi tgl 14. Jadi banyak pelanggan yang memesan bunga untuk menyambut Hari Valentine.


Ketika aku sedang fokus menyelesaikan karangan bunga di meja kerjaku. Tiba-tiba Jonah datang, anak si pemilik Toko Kue, karena ia tau Beatrix sedang pergi membeli kopi. Diam-diam Jonah menemuiku untuk memesan karangan bunga saat Hari Valentine nanti yang akan di berikannya pada Beatrix.


Jonah memang sudah lama menyukai Beatrix, tapi ia selalu bertepuk sebelah tangan.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank You ❤


__ADS_2