
"Liam, How is your mother ?" tanyanya pelan
Keberadaan Harumi di sisi Liam sudah bisa dipastikan akan ditentang keras oleh Anita. Bahkan sebelumnya wanita kejam itu telah melakukan hal mengerikan, yaitu hampir melenyapkan nyawa Harumi. Walaupun sudah digagalkan oleh Liam.
Tapi, wajar jika Harumi merasa khawatir jika Anita bisa berbuat hal lebih gila lagi daripada itu.
"Jika yang kau maksud, penyihir itu akan menyakitimu lagi. Itu tidak akan pernah terjadi" jawab pria itu santai sambil tersenyum miring
Harumi masih sangat mengingat peristiwa penembakan yang terjadi di Minimarket tersebut. Tentu saja, tidak semudah itu Harumi melupakan karena selama hidupnya yang berjalan normal, harus berubah haluan menjadi aksi penembakan yang hampir mengakhiri hidupnya.
Wanita itu melirik dan memandangi wajah Liam, guratan diwajah pria tampan itu tidak ada sama sekali rasa ketakutan dan emosi yang sulit dibaca olehnya.
Harus ia akui, Liam sangat gagah dengan setelan tuxedo mewahnya yang berwarna hitam. Pria itu semakin tampan dan berkarisma di usianya yang kian matang.
Liam benar-benar seseorang yang memiliki hal dengan banyak kejutan, keberanian, tegas tanpa kompromi sekaligus penuh rahasia. Dia perwujudan seorang pria yang bisa berperan sebagai iblis maupun malaikat secara bersamaan.
Apa dia tidak takut dengan apapun ? sadar sudah melarikan seorang wanita yang masih berstatus istri dari salah satu karyawan perusahaannya tentunya ini akan berdampak tidak baik bagi reputasi, nama baik keluarganya apalagi nama besar Keluarga Seymour memiliki pengaruh kuat dalam dunia bisnis.
Timbulnya rumor tentang skandal keduanya tidak lama lagi akan tersebar luas, hal yang pertama akan dikejar oleh media. Yah tentu saja, identitas Harumi beserta keluarganya, media jauh lebih mengerikan jika menyangkut tentang Rumor-rumor yang menjatuhkan seseorang.
Dan hal yang sangat ditakutkan oleh Harumi jika semua media mengetahui.
Keluarganya.
Semua media akan menyerbu dan menyudutkan semua orang-orang terdekat yang terlibat. Sulit dibayangkan oleh Harumi. Bagaimana ia akan menghadapi resiko itu nanti jika keluarganya akan disudutkan dan kena berbagai hujatan dari orang lain yang tidak tahu hal yang sebenarnya.
Pria itu fokus mengendarai mobilnya, walaupun akhirnya Liam menyadari tatapan Harumi padanya. "Memandangiku seperti itu, membuatku tidak konsentrasi, sayang "
Sesaat Harumi hanya diam dan menatapnya "apa permintaan mu yang tadi masih berlaku ?"
Liam mengernyit "what ?"
Harumi mengeluarkan kunci yang diberikan Liam di taman sebelumnya dari tas kecil, pria itu menoleh sekilas dan mengulaskan senyuman "aku tidak ingin memaksamu untuk menjawabnya sekarang, kau bisa memikirkannya lagi"
"yes, i want"
"what ?" Liam menoleh cepat dan menatap Harumi tidak percaya "you sure ?"
Harumi mengangguk "Iam sure"
__ADS_1
Liam menelan salivanya, jantungnya berdebar kencang. Pria yang sering bersikap dingin itu berubah ketika ia mendengar jawaban Harumi. Jawaban singkat yang sangat berarti baginya itulah jawaban yang ditunggu-tunggu Liam.
Pria itu masih tidak percaya, Harumi akan memberikan jawaban secepat itu.
Harumi kembali menatap Liam dan ia bisa melihat rona bahagia terpancar di wajah pria itu di saat pandangannya masih tertuju ke arah jalan.
Berulang kali, Liam menyeringai puas.
Setelah pembicaraan itu, keduanya memilih diam. Dan Harumi mengalihkan pandangannya dari wajah Liam pada pemandangan di luar jendela mobilnya.
Jantungnya pun ikut berdebar, jauh lebih berdetak kencang dibandingkan sebelumnya ketika ia melewati kebersamaanya dengan Liam.
Langkah besar sudah diputuskan Harumi, ini adalah pilihannya. Berulang kali itu terlintas di pikiran, THIS IS MY CHOICE.
Memilih tinggal dan hidup bersama pria lain, memang tidak mudah bagi Harumi mengingat statusnya sekarang yang masih terikat dengan pernikahan.
Entah, apa yang sedang terlintas dibenaknya. Tapi, satu hal yang diyakininya.
I want be My Self, tidak ada lagi kepura-puraan. Atau hal yang ingin ditutup-tutupi lagi, semua ada sebab dan resikonya.
Dan Harumi ingin menghadapi semuanya bersama dengan Liam.
***
Harumi keluar dari mobil Liam. Koenigsegg CCXXR Travita. Ini adalah mobil sport paling mewah yang pernah dilihat Harumi. Selama bersama Liam, Harumi tidak pernah melihat pria itu mengendarai mobil yang sama, dan ini berbeda lagi dari sebelumnya.
Entah sudah berapa koleksi mobil mahal miliknya, dan setahu Harumi mobil mewah yang dikendarai Liam malam ini adalah salah satu mobil sport termahal di dunia, harganya bisa mencapai $ 5juta.
Harumi cukup mengerti. Liam Seymour merupakan Putra Tunggal dari keluarga Seymour, keluarga Elit, terkaya dan berkuasa. Sudah hal yang lumrah menghamburkan uang, kelas dan gengsi juga mempengaruhi orang-orang kelas atas seperti Liam.
Selain visualnya yang tampan, terlihat Pria yang memiliki kesan seksi dan sangat maskulin. Reputasi keluarga selalu mengikutinya kemanapun.
Liam menggandeng tangan Harumi saat ia memasuki gedung bertingkat tinggi menuju Penthouse pribadinya. Pria itu seolah tidak ingin melepaskan sedetik pun didekat Harumi, dan wanita itu merasakan gejolak hebat di dadanya bagaimana ia merasakan sikap manis yang tidak pernah berkurang dari Liam
Sepintas Harumi menoleh ke belakang, melihat Para bawahan Liam dan Sekretaris Will yang mengantarkan mereka sampai di depan pintu lift pribadinya. Lalu, akhirnya hanya tinggal mereka berdua di dalam lift.
Harumi tentu saja tidak merasa asing dengan lift ini, gedung bertingkat ini. Tentu, ia kembali ke Penthouse ini lagi.
Semenjak sebelumnya ia meninggalkan tempat ini tanpa Liam yang mengantarkannya. Dan itu membuatnya sempat kecewa.
__ADS_1
Tapi, Harumi berusaha membuang jauh perasaan tersebut.
Ketika akan menoleh, Harumi kaget saat tangan pria itu lebih dulu menangkup pipinya. "Masih sakit ?"
Liam sadar bagaimana bekas tamparan Anton masih tampak di pipi Harumi walaupun sudah mulai samar, sebenarnya tanpa sepengetahuan Harumi sejak tadi Liam selalu memperhatikannya.
Harumi tampak malu, dan berusaha membalas tatapan Liam. "tidak" jawabnya singkat menutupi rasa gugupnya ketika sentuhan tangan Pria itu mengguncang detak jantungnya.
Melihat reaksi manis wanitanya, pria itu menarik pinggul rampingnya dan membuat Harumi lebih dekat. Memeluk punggung wanita itu menggunakan sebelah tangannya.
Liam hanya tersenyum sebagai responnya.
Sempat suasana menjadi hening, walaupun wajah Harumi sudah sangat memerah. Tapi, ia berharap Liam tidak menyadarinya, Harumi berusaha menutupinya.
Merasa diperhatikan. Harumi menoleh pada Liam. Dan benar saja, pria itu sedang menatapnya dengan lekat dan tanpa diduga.
Liam mencium pipi Harumi dengan kecupan lembut.
Ya Tuhan, bola mata Wanita itu melebar, ia sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Liam. Hal kecil yang begitu manis ingin sekali waktu berjalan lambat dan membiarkan moment manis ini terus berlangsung intens.
Pipi yang memerah dan terasa kaku akibat rasa perih karena tamparan keras. Semua seolah berbalik menjadi rasa hangat yang berdenyut indah di dadanya. Rasa perih itu seolah sirna dengan sendirinya ketika sentuhan bibir itu melekat di pipi Harumi.
Bagaikan sebuah obat manjur yang diberikan Liam ampuh seketika menghilangkan hal menyakitkan yang dialami Harumi malam ini.
Tak lama kemudian Liam melepaskan ciumannya "Sudah lebih baik ?"
Harumi menggigit bibir bawahnya menahan senyum. Kemudian ia memeluk Liam untuk menyembunyikan rasa malunya
Lalu, Harumi mengangkat wajahnya dan mendekat di saat kedua mata mereka bertemu.
"I Love you" bisik Harumi ke telinga Liam
Di saat yang bersamaan pintu Lift terbuka.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1