Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 30 Terungkap Perlahan


__ADS_3

Makanan yang disajikan di meja makan, diambil Liam sedikit demi sedikit. Ia sangat merindukan masakan ini, walaupun Anita hampir tidak pernah memasakkan untuknya. Karena sejak kecil Liam sudah terbiasa di layani oleh para Pelayan dan dimasakkan para Koki Pribadi di rumahnya.


Saat selesai mengunyah dengan nikmat setiap makanan yang masuk ke mulut Liam, kini ia fokus memotong Steik Tenderloin kesukaannya.


Tiba-tiba Liam mengajukan pertanyaan serius kepada Anita yang juga tengah menyantap makanan di piringnya.


"Apa Mama menginterogasi Pak Will lagi ?" tanya Liam secara tiba-tiba, ia mulai meletakkan garpu dan pisaunya di meja. Pandangan matanya tajam tertuju pada ibunya, yang tetiba terdiam seolah pertanyaan Liam seperti petir di siang hari.


"Lalu...kenapa ?" balik Anita, ia langsung berhenti makan.


"Apa yang ingin Mama ketahui, tanyakan saja langsung kepadaku. Pak Will hanya bertugas mendampingiku, bukan Mata-mata!!" Nada bicara Liam mulai berubah, ia agak sedikit membentak kepada Ibunya.


Suasana Ruang Makan yang awalnya begitu hangat dan santai seketika berubah menjadi tegang.


"Mama tau kebiasaanmu Liam, kau tidak akan pernah mau bicara terus terang kepadaku, sejak kau mengetahui Wanita itu, kau berubah. Untuk apa Kau terus mencari keberadaan wanita Simpanan Papa mu !! Tidak kah kau merasa kasian pada Mama yang sudah melahirkan dan merawatmu. Apa kau sadar bagaimana perasaan Mama selama bertahun-tahun harus menerima keberadaan Wanita Pel***r itu!!" balas Anita yang membuat seisi ruangan menjadi tegang, ia langsung menghempaskan meja makan dengan tangan kanannya. Matanya penuh kebencian.


Bahkan para pelayan yang berbaris di sisi Ruang, mulai melangkah meninggalkan Ruangan tersebut.


Kali ini, Anita meluapkan kesedihan nya paling dalam, aib keluarga yang sudah tersimpan rapat selama bertahun-tahun harus terungkap kembali.


"Bagaimana pun wanita itu adalah Istri kedua Papa, ia memiliki seorang Anak dari Papa. Anak itu saudara kandungku, kita tak bisa menganggapnya tidak ada. Gara-gara mengetahui rahasia ini beberapa tahun lalu aku sampai membuat masalah besar, dan harus kuluruskan secepatnya"


"Sudahlah Liam, Terserah. Mama sudah tidak berselera makan, mama ingin istirahat. Sudah cukup pembahasan ini" Anita langsung berdiri dan meninggalkan Liam yang masih di meja makan. Ia berlalu pergi begitu saja.


Liam seolah tidak peduli, ia masih melanjutkan makan malamnya seorang diri. Ia sudah terbiasa menjalani kehidupan seperti ini, makan malam yang hanya ditemani para pelayan.


Karena sejak dulu Roberto dan Anita Seymour kedua orang tuanya hanya sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan seringnya mereka bertengkar sudah jadi makanan sehari-hari bagi Liam.


Setelah makan malamnya selesai, Liam berdiri dari duduknya. Dengan wajah yang datar, ia melangkah keluar dari Ruang Makan sambil membawa Segelas Wine dingin di tangannya.


Niatnya yang ingin kembali ke kamarnya, langkahnya terhenti saat seorang pelayan wanita berseragam datang menghampiri Liam.


"Maaf Tuan Seymour, ada tamu untuk Anda." lapor pelayan tersebut.

__ADS_1


"Siapa ?"


"Tuan Noah dan Tuan Simon" jawab si pelayan.


"Suruh mereka tunggu di Ruang Kerjaku"


"Baik, Tuan"


Liam berjalan menuju kamar, sebelum menemui kedua Pria tersebut.


***


Nami Florist


Pagi tadi, aku bahkan tidak bertatap muka sama sekali dengan Anton. Ia berangkat kerja pagi-pagi sekali, setelah pertengkaran kemarin aku jarang bicara dengannya.


Ia pun makin acuh tak acuh denganku, sangat menyebalkan karena aku tidak pernah tau apa sebenarnya yang ada di otaknya. Terkadang moodnya bagus, kadang buruk bahkan bisa makin tidak jelas.


Aku cuma berharap ia sedikit terbuka dengan ku, apa yang ada di benaknya, apa yang sedang di sembunyikannya dariku.


Pikiranku sekarang hanya penuh dengan dokumen Rahasia itu, apa sebenarnya maksud berkas-berkas Kelahiran itu. Tadi pagi setelah Anton pergi ke kantor, aku coba ke meja kerjanya lagi, tapi usahaku nihil karena Laci bawah yang berisi Dokumen tersebut sudah di kunci rapat oleh suamiku.


Kucari ke sekeliling ruang kerjanya, tidak ada satu kunci pun kutemukan di sana. Dimana sebenarnya Anton menyimpannya, dan kenapa harus di sembunyikan diam-diam seperti itu.


Bodohnya karena terlalu gugup waktu itu, aku tidak sempat membaca sampai selesai mengenai Surat Kelahiran Anak itu, aku tidak mengetahui identitas lengkap seperti namanya ataupun nama kedua orang tuanya.


Hanya jenis kelamin dan waktu kelahirannya yang sempat tertangkap di mataku. Jenis kelamin anak itu Laki-laki, lahir di New York sekitar 4tahun lalu.


Hatiku mulai kembali perih dan kepalaku pusing jika mengingat semua hal yang sudah kubaca di surat itu, Siapa sebenarnya anak itu ? Apakah Anton ayah dari anak itu ?, Aku tidak sanggup memikirkan sampai sejauh itu. Tidak Mungkin, tidak mungkin, tidak.


Rahasia sebesar itu tidak mungkin di sembunyikan Anton dariku.


Sejak tiba di Toko, aku hanya diam, duduk melamun dengan pandangan kosong di ruang kerjaku. Aku bahkan tidak sarapan apapun sejak pagi, kopi yang biasa menemaniku setiap mengawali pekerjaan tidak ada selera sama sekali.

__ADS_1


Menundukkan kepala dengan kedua tangan menopang kepalaku. Aku sudah tidak ada semangat.


"Bu, ada yang mencarimu" tegur Beatrix yang masuk ke ruanganku dan mengejutkanku


"Mencariku ? siapa ?" Kepalaku langsung terangkat dan melihat ke arah Beatrix


"Entahlah, Bu. Sebaiknya ibu temui saja" jawab Beatrix dengan santai


Aku Melangkah keluar menemui orang tersebut. Ternyata ia seseorang yang kukenal dan sudah lama tidak pernah bertemu lagi dengannya.


"Dr. Lynn ?"


"Hi, Harumi. Apa kabar ? Sudah lama kita tidak bertemu." jawab Wanita Cantik nan Anggun tersebut yang tersenyum melihat ke arah ku.


Wanita ini adalah Dr. Lynn Baker , Dokter Spesialis Kandungan. Dr. Lynn seorang Dokter Wanita yang sangat Modis dan anggun, Penampilannya Rapi, rambutnya panjang berwarna Ash Brown selalu terurai indah. Ia berusia 38tahun, setahuku ia belum menikah tapi ia memang jarang membicarakan tentang kehidupan pribadinya.


Ia sangat terkenal di Bristol, Dr. Lynn adalah Dokter yang sudah menyelamatkanku saat kejadian malam kecelakaan itu.


Ia yang memeriksaku selama kehamilanku dulu dan ia juga yang berusaha menyelamatkan nyawaku.


"Baik, aku tidak menyangka Dokter datang kemari." Aku membalas senyumannya.


"Aku kebetulan lewat sini, dan aku masih ingat dulu kau pernah cerita punya Toko Bunga sekitar sini. Jadi sekalian aku mampir."


"Aku senang bisa bertemu Dokter lagi, ooh ya, tunggu sebentar ya aku minta Beatrix beli kopi..."


Dr. Lyn langsung memotong "Tidak perlu, kebetulan aku juga ingin minum Kopi di Cafe sebrang jalan, yuks..sekalian ada yang ingin kubicarakan denganmu"


"ooh baiklah, sebentar aku ambil tas dan handphone dulu"


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2