
Butuh waktu setengah jam, sampai akhirnya Cathy bisa meninggalkan pesta setelah ia harus menghadapi Mrs. Anita Seymour lebih dulu.
Atasannya tersebut sempat marah besar ketika kejadian yang menjadi pusat perhatian di Pesta sampai ke telinganya dan salah satu asistennya di Galery pun terlibat.
Cathy harus menghadapi semua omelan dan peringatan keras dari bossnya tersebut selama setengah jam.
Selama perbincangan seriusnya dengan Mrs. Anita, Cathy hanya bungkam dan mengangguk saja. Dia konsentrasi mendengarkan dan hanya menjawab beberapa kali.
Cathy tidak menceritakan secara detail tentang pertengkarannya dengan Harumi dan Anton, bahkan Cathy menutup rapat mulutnya soal identitas Harumi.
Karena wanita itu tahu, bahwa jika Anita Seymour bisa melakukan hal lebih gila apalagi kalau wanita kaya raya itu mengetahui Harumi memiliki hubungan dengan puteranya.
Sebenarnya mudah bagi Anita untuk mencari tahu tentang perkara yang terjadi di Pesta tadi, tapi ia memilih untuk tidak ingin mencampuri urusan seperti itu karena membuang-buang waktunya.
Tapi, karena Catherine Jones adalah salah satu asisten di Galery Seni yang ikut bersamanya ternyata ikut terlibat. Itu membuat Anita marah besar dan memberikan peringatan keras padanya.
Cathy pintar mengarang cerita tentang kejadian tersebut, ia memberikan pengakuan palsu dan berbohong tentang identitas Harumi.
Ia mengaku kepada Anita, bahwa itu hanya masalah kesalahpahaman, dan urusan rumah tangga.
Anita mempercayainya, wanita itu hanya ingin memberikan peringatan kepada Cathy selain itu ia tidak ingin tahu apapun.
Sambil menarik kain gaunnya, Cathy berjalan hati-hati menuju Taman Utama di Gedung Pesta tersebut. Matanya mengitari sudut-sudut tempat yang luas tersebut.
Wajahnya tampak sangat cemas.
Hanya di Taman itu, Cathy berinisiatif untuk mencari Harumi dan Anton, karena ia sudah melihat di sekeliling dalam Gedung acara, ia tidak menemukan mereka.
Hamparan rumput hijau yang luas, membuat Cathy kesulitan berjalan karena mengenakan heels.
"Taman ini Luas sekali" gumamnya sambil membungkuk melepaskan kedua heelsnya agar ia bisa berjalan.
Cathy awalnya heran karena Taman ini tampak sepi, sangat luas dengan banyak pepohonan yang rimbun. Berbagai tanaman bunga menghiasi sekitaran taman dengan lebat sekali.
Beberapa lampu taman yang remang kekuningan menghias di tepi sudut taman, dan Cathy melihat ada kursi taman dibawah pojoh rindang.
Awalnya Cathy mengurungkan niatnya untuk mengitari Taman itu karena suasana malam yang semakin dingin dan sepi.
Gedung Acara Pesta itu memang di kelilingi Taman yang Luas di kiri kanan depan belakangnya, sehingga jangkauan nya sangat sulit di lalui hanya dengan berjalan kaki.
Sudah melepaskan kedua heelsnya, Cathy yang baru mengangkat wajahnya untuk kembali melanjutkan perjalanannya. Tidak sengaja, dari balik pepohonan itu seseorang berlari lalu menabrak tubuh nya.
Cathy sontak hampir kehilangan keseimbangannya, heelsnya terjatuh dari genggamannya.
"Heiii..." tukas Cathy kesal
Disaat bersamaan orang tersebut juga menjatuhkan ponselnya tak jauh dari heels yang dijatuhkan Cathy di rumput.
Sekilas mata Cathy tertuju pada layar ponsel milik orang itu, dan wanita itu heran karena ia melihat gambar dari samping seorang pria berjas hitam memegang pistol mengarahkannya pada seseorang yang tergeletak di tanah.
Mata Cathy terbuka lebar, dengan kening yang berkerut.
"Apa itu ?" lirihnya pelan
Tapi, orang itu dengan sigap mengambil ponselnya.
Disaat itu juga Cathy melihat ke arah wajah orang itu yang ternyata tidak mengenakan topeng, dan ia bisa melihatnya dengan jelas.
Dia seorang Pria.
Berpakaian tuxedo, dan sudah pasti ia salah satu tamu di Pesta.
Pria itu langsung memalingkan wajahnya dan pergi dengan terburu-buru tanpa mengatakan apapun, bahkan tidak mengatakan maaf pada Cathy.
__ADS_1
Cathy sempat terdiam keheranan, wajahnya yang awalnya kesal tiba-tiba berubah kaku.
Pikirannya seolah memindai beberapa ingatan di otaknya. Dan ia masih terus menatap punggung Pria yang berjalan cepat tersebut dari belakang.
"Wajah pria itu tidak asing, aku yakin pernah melihat sebelumnya. Tapi, dimana ?" gumamnya
Cathy membuang jauh pikiran itu sementara dan melanjutkan lagi, walaupun otaknya masih terus berpikir mengenai sosok pria berjas rapi tersebut.
Butuh beberapa menit, Cathy harus mengitari taman seluas itu, dan masih belum juga sampai sebagian ia melewatinya.
Sampai akhirnya ia menemukan tiga orang yang sedang berada di tempat tersembunyi di sudut Taman.
Dua orang pria bertubuh besar, dan satu orang dengan wajah berdarah bersimpuh di tanah. Kedua Pria itu mencengkeram bahu orang itu dengan kuat untuk mengangkat tubuhnya.
Ketika mengenali wajah Pria yang terduduk di tanah tersebut, Mata Cathy terbelalak karena ternyata pria yang berdarah itu adalah Anton.
Tidak memperdulikan kakinya yang tidak mengenakan alas, dan dinginnya telapak kaki Cathy saat ia menginjakkan kakinya di rumput. Wanita itu dengan cemas berlari menghampiri Anton.
"Anton...." panggilnya dengan suara parau
Dengan gerakan cepat Cathy menarik lengan Anton agar berdiri.
"A-apa yang terjadi ?! dimana Harumi ?!" Cathy menangkup pipi Anton dan mengangkat wajahnya yang lemah dan melihat darah di bibir dan hidungnya.
Anton hanya diam, tatapannya kosong. Ia seperti menutup rapat bibirnya.
"Lepaskan dia ! Siapa kalian ?!!" Menarik salah satu lengan Anton dan melingkarkannya di bahu Cathy agar ia membantunya berdiri tegak. Cathy sempat melemparkan tatapan sinis kepada kedua Pria tersebut.
"Mereka suruhan Liam." dengan mulutnya yang masih perih, Anton akhirnya angkat bicara
"What ?!!"
Kedua Pria itu hanya berdiri menatap mereka.
Cathy dibuat kesal, karena kedua pria itu hanya diam saja. Walaupun mereka tidak melakukan perlawanan apapun. Seolah mereka membiarkan Cathy membawa Anton. Setidaknya mereka tidak menghalangi Cathy untuk membantu Anton.
"Ayo kita pergi dari sini." pintanya tegas
Anton dan Cathy berjalan dengan perlahan meninggalkan kedua pria suruhan Liam tersebut.
"Bagaimana kau menemukanku ?" tanya Anton sambil berjalan menahan sakit dibantu oleh Cathy
"Sebaiknya kau pikirkan kondisimu dulu sekarang !"
Sekilas Anton menatap wajah Cathy dari samping dan menyeringai miring "Thanks"
Cathy diam tidak merespon.
Kemudian, Cathy mendudukkan Anton di kursi taman setelah cukup jauh meninggalkan tempat wanita itu menemukan Anton.
Anton terlihat lelah, langsung menyandarkan tubuhnya, dan mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya.
Cathy mengambil tisue dari tas kecil yang menggantung di bahunya, dan menarik wajah Anton membantu membersihkan noda darah di wajahnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi ? Dimana Harumi ? dan apa yang dilakukan oleh kedua suruhan Liam itu ?"
"Bisakah kau menanyakannya satu per satu ?" balas Anton menahan perih disaat Cathy mengusapkan tisue dibagian bibirnya yang luka
"Aku bukan wanita penyabar, jadi jawablah!"
Sempat diam beberapa detik, Anton memalingkan wajahnya dan menjauh dari tangan Cathy "Harumi...dan Liam...Mereka ternyata memiliki hubungan."
Cathy menatap datar pada Anton, tidak ada rona terkejut tergambar di wajahnya karena ia sudah mengetahui lebih dulu tentang hubungan Harumi dan Liam sebelumnya.
__ADS_1
Cuma yang membuatnya khawatir adalah Anton sudah mengetahuinya sekarang.
"entah sejak kapan, Rumi bisa berbuat sejauh itu dibelakangku. Aku benar-benar tidak percaya ia berani mengkhianatiku." lanjutnya
Tampak suara parau Anton mengisyaratkan kesedihan dan shock yang memporak porandakan hidupnya.
Anton menoleh kepada Cathy, dan ia melihat wanita itu hanya diam tanpa reaksi.
Anton bingung, dan itu membuat ia menyimpulkan sesuatu "Cathy...apa kau sudah mengetahui hal ini ?"
Kegelisahan tampak dari sikapnya, Cathy berdiri membelakangi Anton. Ia masih memilih diam.
"JAWAB AKU !"
Cathy berbalik lalu menyilangkan kedua tangannya di dada "Yah...Aku sudah mengetahuinya" tegasnya
Anton menggeleng dan masih tidak percaya "Tidak mungkin...WHY ???!!!! "
"Apa kau masih belum sadar juga, Harumi TIDAK BAHAGIA BERSAMAMU. DIA SUDAH CUKUP TERSIKSA, ANTON!!!" balas Cathy tak kalah kerasnya
Anton berdiri, dan mencengkeram bahu Cathy dengan kedua tangannya begitu keras "Katakan itu tidak benar, Rumi IS MINE. Aku melakukan apapun untuk membuatnya bahagia. "
"Membuatnya bahagia ? Nyatanya kau hanya membuatnya semakin menderita. Harumi berhak bahagia, dan LIAM memberikan kebahagiaan itu padanya. SADARLAH !!! SHE IS NOT LOVED YOU ANYMORE" tatapan Cathy menusuk
Cathy berusaha membela sahabatnya itu karena memang itulah kenyataannya.
Cathy mendapati Anton yang terguncang. Pria itu diam lalu melepaskan cengkeramannya dari bahu Cathy.
Dia kembali duduk lemas, dan tertunduk dengan kedua tangan menopang kepalanya.
Ini pertama kalinya Cathy melihat Anton begitu terpuruk, dan hancur.
Semua perbuatan Harumi memang tidak dibenarkan, tapi Cathy mengerti mungkin ini saatnya bagi Harumi untuk bergerak menemukan kebahagiaannya walaupun jalur yang ditempuhnya akan menanggung resiko besar kedepannya.
Melihat kondisi Anton, hati Cathy miris. Anton yang dikenalnya sangat ambisius, sangat keras kepala. Kini sosok itu seolah sirna seketika.
Cathy melihat Anton sekarang sebagai sosok Pria yang patah hati dan menahan kesedihan. Malam ini, Anton berbeda.
Cathy menyusul duduk di sebelahnya, menatapnya cemas "Sebaiknya kita pergi dari sini. Ikutlah ke Apartemenku, kau bisa istirahat sementara disana sampai kondisimu mulai stabil. Baru kau bisa kembali ke California."
Anton masih diam.
Cathy merasa keheningan melanda keduanya, di saat itu tiba-tiba pikiran wanita itu terlintas kembali tentang wajah dari Pria yang menabraknya tadi.
Pikirannya seolah mencari-cari ingatan tentang wajah Pria misterius tersebut.
Aku yakin pernah melihatnya ? benar-benar membuat penasaran
Siapa Pria itu ?
Sedetik kemudian, ingatan kecil itu mulai sedikit jelas.
Dan itu membuat Cathy senang karena ia belum pikun untuk mengingat wajah orang lain.
Hah...benar sekali !!!
Aku melihatnya waktu kejadian malam kecelakaan Harumi tiga tahun lalu
Yah, aku yakin itu dia !!!!
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
__ADS_1
Thank you ❤