Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 145 Charity Party Part 10 ( The Emotional )


__ADS_3

Tubuh Harumi menegang setelah ia mengetahui Cathy sedang berjalan mendekatinya, ia tidak ingin bertemu wanita itu sekarang bahkan mungkin sampai kapanpun.


Dia langsung memalingkan wajahnya dan tidak ingin menghiraukan sahabatnya tersebut. Tapi, langkah Cathy semakin cepat setelah ia mengetahui kalau Harumi berjalan menjauhinya.


Wanita itu terus memanggil-manggil namanya "Rumii...Rumiii"


Sampai akhirnya Cathy sempat menarik lengan Harumi, dan seketika itu menghentikan langkahnya "Rumi, kumohon dengarkan aku"


Sejenak Harumi diam mematung dengan perasaan yang bercampur aduk, ia ingin marah dan melampiaskan kekesalannya tapi tentu saja Harumi sadar ini bukan tempat yang tepat "Lepaskan !!" ucapnya tegas, lalu ia menarik lengannya sampai terlepas dari genggaman Cathy.


Dengan ekspresi menyesal dan terbata-bata, Cathy berusaha menenangkan Harumi tapi itu sia-sia "Bisakah kita bicara sebentar ?"


Harumi mendengus "Kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku sudah sangat Bodoh mempercayaimu" tatapannya dingin bahkan itu hampir membuat Cathy bungkam


"Kau salah mengerti tentang satu hal, aku dan Anton...."


Mata Harumi membelalak "Kalian memiliki seorang anak, dan menyembunyikan Hal sebesar itu dariku. Apa ada yang lebih buruk lagi dari itu ?!!" Harumi tersenyum miris, entah siapa yang harus di beri Penghargaan untuk Akting terbaik di antara mereka saat ini, pikirnya


Cathy tidak menjawab. Kedua sorot matanya tertunduk dalam penuh rasa bersalah yang sangat sulit diungkapkannya saat ini. Tapi, sebenarnya Cathy tulus ingin sahabatnya itu kembali, mengembalikan hubungan persahabatannya seperti dulu.


Suara tawa Harumi terkekeh membuat getaran merambat di tulang punggungnya "Seandainya kau berada di posisiku dan menjalani kehidupan yang sedang kuhadapi sekarang. Mungkin kau akan mengerti bahwa kata maaf tidak akan bisa mengembalikan keadaan."


"Aku tahu...Aku sudah membohongimu. Menyembunyikan rahasia ini. Tapi, aku benar-benar tidak pernah berniat menyakitimu, Rumi. Youre My Best Friend, Please, Forgive me" Cathy mencoba meraih tangan Harumi dan menggenggam erat tangan wanita itu, tapi langsung di tepis Harumi


Dia memejamkan mata erat-erat seraya mengepal kedua tangannya dengan sangat kuat agar emosi tidak menguasainya "Aku selalu terbuka padamu, tidak ada hal apapun yang tidak kau ketahui dariku. Aku menaruh kepercayaan besar padamu. Tapi...kini semua sudah berubah"


Dengan suara yang mulai parau, Cathy tidak akan berhenti sampai disitu saja "Anton hanya Masa Laluku, kami pernah melakukan kesalahan. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kuharap Pernikahan mu dan Anton baik-baik saja"


Emosi yang kuat membuncah di dalam dada Harumi "Beberapa hari lalu, Anton pergi ke Apartemenmu kan. dari semua tempat di New York Dia justru memilih ke Apartemenmu. Dan jika malam itu aku tidak menghubungi mu, aku yakin sampai sekarang KALIAN MASIH SALING BERHUBUNGAN. Dan KAU TIDAK AKAN MERASA BERSALAH Seperti ini" suara Harumi mulai meninggi, sehingga tanpa di sadarinya ia memicu perhatian beberapa tamu yang berdiri tidak jauh dari keduanya.


Harumi terlalu lemah dalam mengendalikan perasaannya, bahkan kepala nya mulai pusing dengan kondisi Pesta yang membuatnya sulit bernapas. "PERGI....JANGAN PERNAH MENEMUIKU LAGI !!" Emosi yang tiba-tiba meledak di permukaan, Harumi menahan dirinya yang bergetar di sekujur tubuhnya.


Cathy terkejut dengan reaksi Harumi yang seketika berubah "Rumi, kumohon tenanglah" wanita itu mendekatinya perlahan dan Harumi langsung mundur selangkah untuk memberikan jarak.


"Kau tidak pernah tahu, bagaimana rasanya kehilangan anak dengan kejadian sangat mengerikan, Kau tidak tahu bagaimana Aku harus berjuang mengatasi perasaan Trauma, menerima kondisiku sekarang. Di saat harapan itu menghilang, dan aku harus menerima kenyataan bahwa SUAMIKU memiliki seorang anak dari wanita lain. Wanita lain yang adalah SAHABAT DEKATKU SENDIRI. KAU TIDAK AKAN MENGERTI PERASAANKU, CATHY!!!" dadanya terasa perih ketika ia mengucapkan semua itu, ia bahkan tidak peduli lagi dengan beberapa tamu yang mulai memperhatikannya dan saling berbisik tampak membahas mereka.


Guratan kecemasan di wajah Cathy sangat jelas, ia melirik para tamu yang hampir sebagian melihat ke arah mereka dengan tatapan mengejek. "Kita bicarakan ini di tempat lain saja, semua orang mulai memperhatikan kita "


" AKU TIDAK PEDULI !!! Mereka tidak ada satu pun yang mengenaliku. Apa urusan orang-orang kaya ini dengan wanita seperti ku."

__ADS_1


Cathy menatap Harumi dengan rasa iba, malam ini ia baru menyadarinya bahwa wanita itu begitu menderita dengan kondisi hidupnya. Harumi seolah sudah kehilangan akal sehatnya, ia tidak bisa berpikir jernih lagi. Cathy mulai mencemaskannya "Anton dan aku tidak memiliki hubungan apapun sekarang, kami saling berkomunikasi hanya untuk kepentingan Freddie. Tidak ada hal lain lagi, aku menutupinya karena belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya. Aku ingin mengatakan yang sebenarnya waktu itu, tapi..."


"But What ? Kau tetap lebih memilih menyimpan kebohonganmu. But Its Ok, lagi pula Pernikahanku sudah Hancur, Tidak ada harapan lagi. Aku yakin Kau sudah mengetahuinya, Kami akan segera bercerai, dan itu akan memudahkan jalan kalian untuk kembali bersama membina Keluarga YANG BAHAGIA " Harumi kembali tersenyum dengan penuh kesedihan dan matanya berkaca-kaca ketika ia mengucapkan hal tersebut.


Jantungnya berdebar hebat bercampur pedih yang menyakitkan, mengingat betapa mirisnya kehidupan yang harus dijalaninya. Emosi yang meluap-luap terus meningkat mengendalikan perasaan Harumi terlalu kuat.


"Kumohon Rumi, Kau jangan berpikir seperti itu."


Harumi memutar tubuhnya berbalik meninggalkan Cathy, ia benar-benar sudah tidak ingin berada ditempat ini lagi, sudah cukup baginya. Karena semakin diteruskan tidak akan baik bagi kondisinya sekarang, ketika Cathy bergerak hendak menghentikannya...


Lalu...


PRANNKK...!


Disaat Harumi berbalik tanpa di sadarinya seorang pelayan yang membawa nampan lewat tepat dihadapan Harumi dan ia tidak sengaja menabrak pelayan tersebut sehingga membuat beberapa gelas yang berisikan wine tumpah membasahi tubuh wanita itu.


Gaun yang dikenakan Harumi pun basah dan tampak ternoda oleh wine.


Dan semua gelas yang dinampan jatuh ke lantai, pecah.


Suara nyaring itu seketika mencuri perhatian semua tamu di pesta, yang sorotan mata mereka langsung tertuju mengarah kepada Harumi.


Dengan tubuh yang bergetar dan sebagian basah, Harumi berdiri terdiam dengan keadaan shock. Matanya melebar menatap gelas-gelas kaca yang pecah di lantai.


Harumi merasa malu dengan mereka, pelayan tersebut langsung memberikan tisue pada Harumi dan meminta maaf. Tapi...


Harumi hanya diam mematung dengan kedua sorot matanya yang kosong.


Ketika Cathy menghampiri Harumi untuk membantunya, Anton datang.


Mata Pria itu terbelalak melihat kondisi Harumi "Apa yang sedang kaupikirkan ?! Tidak bisakah KAU BERHATI-HATI "


Bukannya menenangkan perasaan istrinya, tapi Anton bersikap sebaliknya. Ia menyalahkan Harumi karena kecerobohannya "Apa kau tidak bisa bersikap tenang sekali saja, Lihatlah semua tamu memperhatikan mu. Jangan Mempermalukan kita dihadapan mereka" Suaranya sekeras tatapannya yang tidak simpatik.


"Kumohon...diamlah" dengan suara bergetar Harumi hampir meneteskan airmatanya


"Sejak tadi, kau bersikap membangkang. Kau Keras Kepala. Sekarang Lihatlah. Bahkan berjalan pun Kau sudah membuat keributan, Apa kau tidak sadar semua tamu..."


"CUKUUUUUUUPPP !!!! " Harumi menutup kedua telinganya sambil berteriak. Sehingga memecah keadaan pesta menjadi tegang "KAU BRENGS** ANTON! BAJIN*** PERGI DARI HADAPANKU, PERGIIII !!!!" akhirnya amarah itu pun memuncak. Harumi meledakannya dihadapan semua orang.

__ADS_1


Cathy yang melihat keadaan tersebut, mulai mendekati Harumi "Kumohon Rumi, tenanglah. Ayo, aku akan menemanimu membersihkan diri."


Harumi berbalik membalas tatapan Cathy


lalu melihat kembali ke arah Anton.


Harumi mengangkat sebelah alis "OOH, Kalian berusaha mengambil kesempatan, bukan ?! LISTEN TO ME, PIKIRKAN ANAK KALIAN DENGAN BAIK. SATU LAGI, SUAMIKU AKAN MENGURUSMU DENGAN SEMUA UANGNYA, DAN KALIAN HIDUPLAH DENGAN BAHAGIA"


Anton merasakan geram kepanikan dan amarah di dadanya "CUKUP ! Hentikan Ocehanmu" Pria itu sadar kini semua tamu mulai mendengar mereka dengan jelas, dan itulah yang diinginkan Harumi.


Wanita itu mengenal Anton dengan baik, dan ia tahu pria itu tidak ingin reputasi dan nama baiknya hancur oleh isu negatif.


"DENGARKAN AKU, PARA TAMU UNDANGAN YANG TERHORMAT MAAFKAN ATAS KERIBUTAN INI. TAPI, INI LAH KENYATAANNYA SUAMIKU YANG MERASA DIRINYA TERHORMAT MEMILIKI WANITA LAIN YANG JUGA SAHABATKU SENDIRI..."


Guratan panas oleh emosi tampak dari wajahnya Anton, karena sikap istrinya yang semakin menjadi-jadi. Membuatnya tidak bisa menahan diri.


"SHUT UP !!! "


PLAAAKK !


Dan Untuk pertama kalinya Anton menamparku dengan keras, dan itu ia lakukan dihadapan semua orang bahkan dihadapan Cathy.


Aku terkejut dalam diam, suamiku menggoreskan Luka lagi untuk kesekian kalinya


Tapi anehnya, aku tidak merasakan sakit sedikit pun seperti dulu, walaupun aku sadar pipi kiriku terasa berat akibat tamparan itu.


Bahkan tidak ada lagi airmata, aku hanya diam dalam keheningan pikiranku.


Tubuhku seperti terombang ambing terbawa arus, ombak besar begitu keras menghantam ku.


Tapi...


Dadaku terasa kosong ketika aku mengingat bagaimana nasib pernikahanku.


Inikah jawabannya,,,


Apa benar kesempatan terakhir Pernikahanku tidak pernah ada ?


#Jangan Lupa Vote

__ADS_1


Dukung Author dengan LIke, Koment dan Vote


Thank you 🥰


__ADS_2