Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 155 Mysterious Man


__ADS_3

"Seharusnya sudah kubunuh Baji**an ini sejak dulu !" Anita tidak hentinya terus mengeluarkan umpatan kasar manatap layar ponselnya setelah ia menerima pesan singkat dari seseorang yang misterius.


Terlihat dari reaksi Anita, wanita paruh baya itu sudah mengenal si pengirim pesan tersebut. Kilatan emosi makin menguasainya, seolah orang tersebut menyulutkan api di dalam diri Anita dengan begitu cepat.


Ia tidak menggubris pesan itu, membiarkannya begitu saja. Walaupun ia mengerti dengan maksud isi pesannya bahwa itu adalah sebuah ancaman.


Anita kembali menatap ponsel yang tergeletak di samping kirinya, yah itu ponsel yang diberikan Sekretaris pribadinya yang berisikan beberapa foto yang dikirim oleh seseorang yang tentu saja adalah orang yang sama dengan si pengirim pesan singkat di ponsel Anita.


Anita menatap serius satu per satu foto-foto tersebut, ia mengerutkan keningnya saat ia kembali menatap slide foto terakhir.


Foto itu yang membuat Anita melonjak emosinya, karena didalam foto tersebut tergambar jelas Liam sedang menodongkan pistol ke arah seseorang yang sedang tidak berdaya tersungkur di rerumputan menatapnya dengan kebencian.


Jika mengulang kembali kejadian sewaktu di pesta Amal kemarin, peristiwa yang tertangkap di foto tersebut sama persis seperti ketika Liam sedang berhadapan dengan Anton.


Ketika mereka sedang bertengkar hebat karena kekerasan yang dilakukan Anton kepada Harumi.


Didalam pikiran Anita, penuh dengan banyak pertanyaan tentang pria yang sedang dihadapan Liam di foto tersebut.


Yah, memang benar Anita tidak bisa mengenali wajah Anton karena wajah Anton hanya tampak dari samping itu pun tidak bisa terlihat dengan jelas, berbeda halnya dengan wajah Liam yang tampak sangat jelas.


Tapi, Anita tidak bodoh. Mudah baginya untuk mencari informasi tentang identitas pria itu. Yang sebenarnya adalah Anton Riandra.


Cuma yang menjadi permasalahan utamanya adalah Pria Misterius yang mengambil gambar kejadian dan si pengirim pesan singkat itu.


Kemungkinannya sangat besar, jika pria itu adalah seseorang yang tidak sengaja menabrak Cathy di Taman sewaktu wanita itu sedang mencari-cari Anton di Malam Pesta.


Tidak salah lagi, itulah sosok Pria tersebut. Dan ternyata Anita mengenalnya begitu dekat. Karena pria itu tidak segan memanggil Anita dengan sebutan "My Love" pada akhir pesannya.


Entah hubungan seperti apa di masa lalu mereka, sehingga Anita dan pria misterius tersebut bisa saling mengenal bahkan berencana saling menghancurkan satu sama lain.


"Apa yang perlu saya lakukan, Nyonya ?" Sekretaris itu bertanya, menoleh menunggu perintah


Anita yang memilih diam, bola matanya masih terpaku pada foto itu tapi pikirannya terus dipenuhi dengan semua dugaan-dugaan. Dugaan apa yang akan dilakukan orang itu selanjutnya, langkah apa yang harus Anita lakukan lebih dulu. Karena ia tidak ingin hanya karena foto ini, semua reputasi keluarga dan nama baik yang dibangun puluhan tahun akan rusak oleh permainan orang licik seperti pria tersebut. Dan satu hal lagi, Anita tidak menyukai jika tindakannya sudah didahului oleh orang tersebut.


Anita menghela napas dan mengangkat wajahnya "Sesuai rencana di awal, aku harus menyelesaikan urusanku dengan Wanita Pelac** itu. Setelahnya, aku akan menghabisi orang ini" napas Anita memburu, gelombang ketegangan begitu terasa menggantung dipundaknya.

__ADS_1


Anita sangat menjaga semua yang dimilikinya, aset-aset berharga, kekayaan, kekuasaan, reputasi nama baiknya, dan hal yang paling berharga dihidupnya tentu saja Putera satu-satunya Liam.


Anita rela mengobankan hidupnya demi tetap menjaga Liam dari semua kejahatan yang menurutnya bisa mengancam diri Puteranya tersebut kapan saja. Bahkan ia tidak segan harus menghabisi banyak nyawa orang-orang tidak bersalah demi memuluskan tujuannya.


Apalagi yang menyangkut tentang Roseanne, Puteranya Anton, Menantunya Harumi. Anita membenci semua yang bersangkutan dengan wanita yang sudah merusak kehidupan Pernikahannya itu.


***


Sepasang kelopak mata itu begitu berat saat ia membukanya, nampak garis hitam makin jelas dibawah mata. Tubuhnya masih lemas, bahkan untuk mengangkat kepalanya saja ia tidak sanggup.


Satu hal yang masih terasa berat dan tidak menghilang sejak tadi malam adalah rasa pusing di kepalanya. Dia mencoba memijat keningnya perlahan setidaknya untuk menghilangkan pengaruh alkohol yang sangat kuat karena entah sudah berapa botol ia habiskan.


Berusaha membuka kedua matanya dengan benar, ia menoleh ke arah jendela dan sinar matahari sudah menyambutnya dari balik tirai tipis. Ia menyipitkan matanya karena silau, mengusap wajahnya yang tampak kusam karena kurang tidur.


Kedua matanya pun beralih ketika ia mendengar sebuah sumber suara.


"Paman, siapa ?" seorang bocah tengah duduk disofa menatap polos sambil memegang miniatur robot ditangannya.


Anton sontak terkejut dan itu cukup membuatnya kuat mengangkat tubuhnya yang tadi lemas. Pria itu terduduk membalas tatapan bocah itu.


Bocah itu tidak merespon, sejenak ia diam sambil sesekali memainkan robot kecil miliknya. Sampai akhirnya ia mengangguk pelan.


Bocah berpakaian piyama biru dengan motif pesawat luar angkasa tersebut, menoleh kembali kepada Anton "do you want play with me ?" Freddy mengangkat tangan dan memberikan robotnya ke arah Anton.


Anton menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.


Ia menatap bocah polos itu dengan perasaan yang bercampur aduk, perasaan yang sama sekali tidak dimengerti olehnya selama ini.


Perasaan aneh apa ini, pikirnya.


Ini untuk pertama kalinya Anton bertemu dengan Freddy James.


Puteranya. Hasil hubungan masa lalunya dengan Cathy.


Sebelumnya Cathy tidak pernah membiarkan Freddy untuk mengetahui sosok ayah kandungnya selama ini. Wanita itu selalu menyembunyikan identitas Anton dari Freddy dan orang-orang di sekitarnya. Hanya segelintir orang yang mengetahui tentang keberadaan Freddy di dalam hidup Cathy.

__ADS_1


Ia tidak ingin Puteranya itu menjadi bahan bully bagi orang lain yang tidak mengenal mereka.


Karena Cathy sangat menjaga privasi hidupnya, bahkan orang-orang di tempat kerjanya tidak mengetahui tentang kebenaran tersebut.


Anton menatap Freddy dengan raut tegang dan ia tidak bisa menutupi kegugupannya. Ia harus bersikap senormal mungkin agar bocah itu tidak merasa asing didekatnya "Apa kau sudah sarapan ?" dengan nada pelan, pria itu berusaha menetralisir perasaan canggung.


Freddy menggeleng, lalu loncat turun dari sofa. Ia berjalan tanpa alas kaki lalu mendekati Anton dengan santai. Wajah bocah itu tampan, matanya besar berwarna gelap. rambutnya kecoklatan dengan poni pendek menutupi dahinya.


Pipinya sintal berwarna merah jambu dengan kulit putih yang menggemaskan. Sekali lagi, kata itu terlintas dipikiran Anton kalau Freddy tumbuh menjadi anak yang tampan dan begitu mirip dengannya.


Ia melihat anak itu dari dekat, entah apa yang membuat Freddy begitu mudah akrab dengan seseorang yang baru ditemuinya.


Bocah itu meletakkan robot kesayangannya di tangan Anton "Apa Paman tinggal bersamaku dan Mommy ?"


Perasaan was-was dan takut pun langsung menggelayuti, Anton tidak ingin pertemuannya dengan Freddy akan membuat situasi semakin sulit dan penuh dilema.


Hubungan Anton dan Cathy sekarang tidak lebih hanya bentuk sebuah tanggung jawabnya dari masa lalu mereka. Pikirnya, Freddy adalah buah hasil dari kesalahan yang mereka lalukan dan tidak ingin mengulanginya kembali. Tidak ada yang tersisa dari hubungan mereka apalagi menyangkut tentang perasaan satu sama lain.


Anton tegas dan teguh dengan pendiriannya bahwa perasaannya dengan Harumi tidak pernah berubah.


Walaupun tanpa disadarinya, perasaan aneh yang dirasakannya itu sebenarnya adalah rasa iba yang dirasakan seorang ayah kepada anaknya. Perasaan bersalah, takut, dilema yang berkecamuk hebat di dalam pria tersebut.


Freddy James, bocah polos itu bukanlah sebuah kesalahan. Ia tidak bisa memilih untuk terlahir dari orang tua mana, ia tidak bisa menentukan akan dilahirkan dari rahim wanita yang mana.


Kesalahan itu datang dari kedua orang tuanya, sedangkan bocah 4thn itu hanyalah korban dari keegoisan mereka.


Tapi, Anton yang seolah tidak peduli dengan kelangsungan hidup Puteranya mulai sadar bahwa tidak ada yang salah dari Freddy. Anak itu hanya tidak mengerti arti kasih sayang dari orang tuanya. Sedangkan Cathy yang terlalu protektif, menutup diri dan selalu menyembunyikan Freddy membuat bocah itu seperti tertutup dan kehilangan masa kecilnya yang ceria, dan membuatnya jauh dari kehidupan sosial.


Keduanya tidak mengerti bahwa Itu akan berdampak buruk bagi Freddy saat ia sudah dewasa nanti.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤

__ADS_1


__ADS_2