
“Maafkan aku....aku bersumpah tidak pernah ada keinginan menyakitimu seperti ini. Ada alasan kenapa aku jadi terlalu berambisi dan gila dengan pekerjaanku sejak dulu, alasan yang tidak bisa kusampaikan padamu sekarang”
Raut wajah Anton tampak meredam sesuatu yang ditahannya selama ini. Tatapannya kosong, pundak bidangnya merendah dan tak ada lagi emosi yang meluap.
“kau bisa menceritakannya padaku, kau bisa berbagi padaku”
Anton tak ingin menambah rumit situasi saat ini, bagi hubungan keduanya. Ia terpaksa menyembunyikannya sampai kepastian itu ada.
“Mencari seseorang…seseorang yang penting. Aku bekerja keras mendapatkan posisi seperti ini untuk menemukannya suatu hari nanti.”
“Siapa ?” Harumi makin penasaran, matanya tak berkedip sedikit pun. Tak sabar mendengar jawaban Anton.
“Tidak sekarang, aku akan menceritakannya suatu hari nanti padamu semuanya, kumohon mengertilah.” Jawab Anton dengan pandangan sendu kearah istrinya
Satu rahasia lagi, rahasia lain lagi dari Anton yang sama sekali tidak di ketahui Harumi.
Entah berapa banyak lagi hal-hal yang sudah di sembunyikan suaminya selama ini, ia tidak pernah terbuka pada Harumi.
Tapi Harumi tak ingin mencerca lebih banyak pertanyaan lagi kepada suaminya, ia sadar tujuannya sekarang ini adalah Cuma ingin berdamai dengan keadaan. Agar ia bisa menjalani hidupnya lebih tenang.
“Aku akan menunggumu, sampai kau siap mengatakan semuanya kepadaku nanti.” Ucap Harumi dengan senyuman tulus yang ia layangkan untuk suaminya.
Untuk sekarang tak ada keinginan yang lebih diutamakannya selain bisa melihat Anton, dirinya lebih bahagia dan berubah. Empat tahun pernikahan yang mereka jalani tidak akan mudah dilupakan begitu saja. Sejak mereka pertama kali bertemu, menjalin hubungan yang sangat intens bersama sampai akhirnya mereka berkomitmen untuk membangun sebuah pernikahan yang sakral.
Harumi tidak bisa membohongi dirinya, memang benar semua itu takkan mudah menghilangkan perasaan yang sudah mereka jalin bersama.
Sayang, rasa peduli, perhatian, cinta semua masih bersemayang dalam hati Harumi untuk suaminya walaupun berkali-kali ia harus merasakan sakit hati sejak kejadian 3 tahun lalu.
“Pergilah, Rumi”
“Hah ?”
“Pergilah….aku tidak akan menghalangimu. Setelah kau kembali ke sini, aku akan menunggu dirimu yang baru. Kita akan membuka awal baru bersama”
__ADS_1
Entah apa yang terjadi di antara mereka saat ini, tapi inilah pernikahan, sebuah ikatan komitmen yang mereka mulai dan jalani dihadapan Tuhan.
Bagi Harumi sebuah Pernikahan bak Roller Coaster, ada saatnya jantung akan memompa adrenalin dengan kencang, lalu terkadang Cooling down kembali, bahkan ada waktunya teriakan membuat semuanya lebih bebas, semua bisa berjalan dengan cepat kemudian kembali lambat.
Yeap That’s a Marriage, wahana yang takkan ada ujungnya tapi akan selalu memberi kejutan di setiap perjalanannya.
Hanya pasangan yang bisa berpegangan dengan erat, yang kuat, mampu menghadapi setiap tantangan dan menyelesaikan setiap Misi kehidupan dalam pernikahannya. Itulah yang sedang dihadapi Anton dan Harumi saat ini, banyak masalah yang terus menghampiri mereka, banyak rahasia tersembunyi karena ketidak terbukaan mereka dan tentu saja tak henti-hentinya Godaan itu selalu hadir dalam setiap mereka melangkah.
“Aku membawakan bekal untukmu, makanlah. Maafkan aku , jika makanan ini sangat sederhana. Tapi kau harus tetap menjaga kesehatan” Harumi mengambil sebuah tas abu-abu berisi bekal makanan yang dimasaknya tadi.
Anton merendahkan pandangannya, raut wajahnya nampak semakin merasa bersalah.Tak berucap sepatah kata pun dari bibirnya, ia menyambut pemberian sang istri.
“Kau akan menginap dimana selama di New York ? apa Ibu dan keluargamu sudah mengetahuinya ?”
“Untuk Sementara aku akan menginap di rumah Catherine, kau masih ingat dengan sahabatku ketika kuliah dulu kan, selama dua hari aku akan menginap di apartmentnya lalu ke hotel beberapa hari sebelum Mama datang. Ibu sudah mengetahui kepergianku lewat telepon, setelah dari sini aku akan mampir ke sana”
Anton hanya menganggukkan kepalanya sedikit, lalu ia berdiri. Harumi sedikit terkejut melihat suaminya akan segera pergi. Ia bahkan belum meminum kopinya sama sekali.
“apa kau sudah akan kembali ?” Tanya Harumi
Kedua matanya menatap lembut, menyentuh wajah istrinya, tangannya terasa hangat di wajah Harumi dan langsung mendaratkan kecupan manis di keningnya, mengusap pelan puncak kepala istrinya.
Tak berapa lama, ia langsung melepaskan sentuhannya dari bagian diri Harumi dan melangkahkan kaki keluar menuju pintu Cafe.
Harumi tak melepaskan pandangan pada punggung suaminya yang berjalan terus menjauh, debaran jantungnya mulai mendesirkan kehangatan di setiap inci bagian tubuhnya, matanya mulai berkaca dan bulir-bulir airmata pun akhirnya tumpah juga setelah ia berusaha menahannya.
Tiap tetesan airmata trus membasahi pipi mulusnya.
Ia mengangkat kedua tangannya menutupi wajah, berusaha merendam kesedihannya, kemudian meletakkan tangannya kembali di dada. Perih, sakit, ia dapat merasakan setiap irama detak jantungnya.
" Tuhan, Kuatkan diriku"
***
__ADS_1
"Bagaimana perkembangannya ?" suara Liam berbicara lewat telepon dengan seseorang.
"Kemungkinan besar wanita itu sekarang bermukim di London." jawab seorang pria dari balik telepon.
"London ? apa sudah menemukan identitasnya ?"
"Semua info tentang identitasnya, berubah. Ia sudah mengganti semuanya. Tak mudah mencarinya, karena semua info tentang keterangan aslinya sudah di hapus sejak lama. Nama asli yang bisa kutemukan adalah Roseanne. Hanya itu, bahkan nama belakangnya sampai sekarang belum bisa teridentifikasi"
Liam berjalan menuju balkon kamar pribadinya, menatap pemandangan indah dari balik kamar. Sambil tetap menggenggam ponselnya. Ia membuka lebar telinganya mendengarkan pembicaraan pria tersebut.
"bagaimana kau mengetahui soal London ?"
"dari keterangan seseorang yang pernah bekerja bersamanya, wanita ini seorang Penari di salah satu Club Malam daerah Brooklyn"
"aku memerlukan lebih banyak informasi, hubungi aku secepatnya."
"Ok Bos"
Pria itu langsung memutuskan panggilan, Liam menggenggam erat ponsel di tangannya. Sudah hampir setahun, ia mencari identitas wanita tersebut. Hasilnya selalu nihil, karena wanita itu sudah mengganti identitas aslinya sejak lama.
Liam sangat ingin menemukan wanita tersebut yang kini sudah diketahui bahwa namanya adalah Roseanne yang merupakan istri kedua dari ayahnya.
Tujuannya hanya untuk memperbaiki hubungan sang ibu dengan Roseanne. Bagaimanapun, ia tetap ibu tiri Liam, dulu saat usia 8 tahun Liam pernah bertemu Roseanne. Hanya sekilas ia mengingat wajahnya, yang terpintas di bayangannya wanita itu sangat ramah dan cantik.
Sedikit lagi ia akan menemukan sosok itu, hanya Ibunya Liam yang mengetahui semua tentang Roseanne tapi ia selalu menutup rapat-rapat informasi tentang wanita tersebut.
Berulang kali Liam menanyakannya, Anita selalu sinis dan geram jika berhubungan dengan Roseanne.
Apalagi sudah mengetahui bahwa Roseanne memiliki seorang anak dari Roberto, Liam semakin berambisi untuk menemukan mereka. Karena Anak itu adalah saudara kandung Liam satu-satunya.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
__ADS_1
Thank you 💞