Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 143 Charity Party Part 8 ( The Secret on You )


__ADS_3

Harumi berusaha meresapi dengan semua yang sedang ditawarkan Liam kepadanya, Tidak Mudah, Yah tentu saja tidak mudah bagi seorang wanita seperti Harumi untuk mengambil keputusan tersebut disaat kondisinya masih rapuh.


Wanita itu menatap kedua mata Liam yang gelap "Ini terlalu terburu-buru, Liam. Tidak mudah bagiku untuk memutuskan Hidup Bersama, mengingat status Pernikahanku yang masih terikat dengan Anton"


"Terburu-buru ? Aku sudah mengatur hal ini. Selama proses perceraianmu, aku yang akan mengurus semuanya. Kau tidak perlu lagi bertemu dengan Pria itu" dengus Liam, ketika mendengar nada ragu-ragu dari suara Harumi. Namun wanita itu menggeleng, meletakkan tangannya dibahu Liam dengan perlahan


"Ini sebuah Langkah Besar dalam hidupku, tidak bisa diputuskan secara tiba-tiba seperti ini" Sesungguhnya Harumi sadar ada rona kesal di wajah Liam saat itu, tapi Harumi ingin pria itu memahami situasinya sekarang


Lengan Liam yang melingkari tubuh Harumi perlahan-lahan longgar, sampai akhirnya ia melepaskannya "Jika membayangkanmu masih serumah dengannya, kalian masih satu kamar dan berbagai tempat tidur dengannya, itu cukup membuatku TERBAKAR dan aku bisa melakukan HAL LEBIH GILA dari MEMBUNUH"


Amarah yang ditampakkan Liam sangat jelas, tidak ada kelembutan lagi yang biasa diperlihatkan Pria itu dihadapan Harumi. Karena pada kenyataannya Kecemburuan itu merasuk terlalu dalam di dalam dirinya hingga itu membuat Harumi sangat cemas.


Sadar akan hal tersebut, wanita itu pun mendekati Liam. Ia meraih tangan pria tersebut dan menyentuhnya perlahan dengan kelembutan yang hampir-hampir meluluhkan batu karang yang begitu keras.


"Aku tidak ingin melihatmu seperti ini, kumohon Mengertilah. Aku memiliki keluarga yang harus tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan mereka tentu saja akan sulit menerimanya"


Liam tidak menatap Harumi, sorotan matanya beralih ketika wanita itu berusaha memperhatikannya. Deru napas Liam memburu, amarah meracuninya hingga memompa keseluruh bagian tubuhnya. "Aku tidak akan bersikap Diam menyaksikan dilema pernikahanmu, ini harus segera di akhiri. Pernikahan kalian tidak berjalan baik, dan sampai kapan kau bersikap lemah seperti ini."


Tidak ada yang salah dari perkataan Liam, semua memang benar. Harumi terlalu takut untuk bertindak tegas, bahkan bersikap Berani membela dirinya pun hampir-hampir membuatnya terpuruk. Harumi terlalu sibuk menjaga perasaan orang lain dibandingkan dirinya sendiri.


Dia sadar Pernikahannya tidak lagi berjalan Bahagia, bahkan diteruskan sekalipun mereka akan saling menyakiti karena keegoisan diatas segalanya.


Langit sangat gelap, hanya diterangi bulan sabit dan bintang-bintang yang mungkin ditebarkan di cakrawala.


Pohon-pohon pinus yang menjulang berdesir dalam belaian angin musim semi yang menyejukkan.


"Liam..." dengan lembut


Sekali Harumi memanggil, pria itu seperti tidak ingin merespon.


Ada senyuman kecil di wajah Harumi ketika ia melihat sisi lain Pria tersebut.


Seorang Liam Seymour yang keras, Manly dan dingin. Menampakkan sisi Kekanakannya yang menggemaskan dimata Harumi.

__ADS_1


Dia ingin mendinginkan pikiran Pria itu kembali yang sempat memanas.


Akhirnya Liam berbalik dan menatap wanitanya. Lalu ia meraih tangan Harumi dan menariknya mendekat.


Oh God, betapa cantik ! Rambut Harumi yang gelap tergulung ke atas di tarik Liam hingga membuat ikal-ikal panjang berwarna hitam jatuh terurai di punggung. Mata gelapnya berkilau ketika ia menatap Liam. Harumi cantik, lebih cantik daripada wanita mana pun yang pernah dikenal Liam.


Bahkan namanya pun cantik, pikir Liam dan ia mengucapkan nama itu sekarang ketika Harumi berlabuh di pelukannya.


"Kumohon jangan marah lagi" ucap manisnya di dada pria tersebut


Liam membungkuk dan menciumnya.


Tidak ada penolakan dari Harumi. Wanita itu berjinjit, melingkarkan lengan ke leher Liam dan membalas ciuman demi ciuman.


Seakan mereka tidak pernah begitu intim sebelumnya. Ia tahu Harumi juga merasakan hal yang sama, Harumi menatapnya, bibirnya merekah lembut, matanya berkilau dan penuh pertanyaan.


Ciuman ini berbeda, ini tidak sama. Ini bentuk gairah yang berbeda, bentuk hasrat yang baru. Seperti badai, bergelombang dalam diri Liam.


Detik-detik berlalu, Harumi melepaskan dirinya dan melangkah mundur.


"Dua hari,...itu cukup untukmu mengambil keputusan" ujarnya pelan


Harumi terpaku dengan rasa gejolak hebat didirinya, karena sulit baginya untuk bisa memutuskan hal tersebut. Dan dua hari adalah waktu yang singkat "Tapi...sebelumnya apa aku boleh mengajukan beberapa pertanyaan padamu ?"


Ekspresi Liam tiba-tiba berubah, seringai miring tampak di wajahnya "Apa kau sedang memberi soal Ujian kepadaku ?"


Lalu, Pria itu tertawa singkat hingga memperlihatkan giginya yang bersih dan rapi.


Raut wajah Harumi merengut dengan manisnya "Ya sudahlah kalau kau tidak ingin mendengarnya, maka aku tidak akan..."


"Ok..Ok baiklah. Aku akan mendengarkannya." ucap Liam dengan tersenyum memperhatikan tingkah wanitanya tersebut


Sebelumnya Harumi sempat diam sejenak, sampai akhirnya ia membuka bibirnya "Mengenai penyerangan dan penembakan yang kita alami tempo hari, apa kau sudah menyelesaikannya ?"

__ADS_1


"Yap, Kau tahu jawabannya. Pelakunya adalah Anita. Ibuku menyuap beberapa oknum Mafia di Itali yang kukenal sudah terjalin cukup lama dan memiliki hubungan baik dengan keluarga Seymour. Aku sudah menemui Oknum tersebut dan membicarakan semua hal yang kami sepakati bersama. Tidak ada perlawanan dari mereka, karena mereka masih memiliki hutang dengan kami. Dan... untuk Anita, tidak sulit membuatnya Bungkam karena aku paham wanita itu hanya menginginkan kekuasaan dan nama baik. Aku bisa memberikan perjanjian yang membuatnya tidak bisa berkutik sedikit pun " dengan santainya, Liam merespon pertanyaan tersebut tapi tidak sebaliknya bagi Harumi


Wanita itu sontak terkejut mendengarnya "B-bagaimana mungkin ibumu bisa berbuat seperti itu ? apa dia bisa berbuat hal sekejam itu ?."


Liam menurunkan pandangannya menatap ke bawah lalu ia mengangkat wajahnya kembali dan kali ini tatapannya berubah keras "Bukan aku yang diinginkannya, tapi mereka diutus untuk mengincarmu. Membahayakan nyawamu. Dan mudah bagiku MEMBALAS PERBUATAN siapapun yang berani merebut milikku"


Dan jawaban itu sulit diterima Harumi dengan benar mengingat Liam memiliki segalanya dan Pria itu mampu berbuat Hal yang lebih Gila, walaupun ia sudah mengetahui sebagian kebenaran itu tapi dengan adanya kebenaran bahwa seorang wanita berkelas seperti Anita mampu berbuat hal jahat tersebut. Itu makin membuat Harumi yakin, akan ada hal-hal buruk lainnya nanti jika ia memilih bersama Liam "Jika kita memutuskan untuk terus bersama, ibumu akan melakukan hal lebih kejam daripada itu"


"Tidak akan, karena aku yang akan Melindungimu. Dan Wanita itu tidak akan mampu berbuat apapun lagi. Harus ada yang menghentikannya. Sebelum ia semakin menggila."


Keheningan yang sangat canggung menggantung di udara, dan Harumi merasakan hal itu.


"Dan satu hal lagi...kenapa waktu di Restoran itu kau bersikap dingin padaku ?" Harumi merengut


Sesaat Liam menarik napas singkat "Because Its Not a good Timing. Just it...Tidak perlu membahas hal sepele seperti itu."


"Apa kau merahasiakan sesuatu dariku ?"


Liam menarik napas dalam-dalam, memaksakan senyuman yang ia harap tidak tampak seperti seringai di bibirnya "No " singkatnya


Harumi merasakan ada sesuatu hal yang disembunyikan Liam darinya, entahlah apa itu. Tapi, dia merasa Liam tidak sepenuhnya berterus terang.


"Aku belum sepenuhnya mengenalmu, bahkan terkadang kau seperti seseorang yang sangat asing bagiku."


Suasana tegang yang asing tetiba merasuki keduanya


"Rumi..." sekali lagi Liam mengusap puncak kepala Harumi dengan lembut, lalu wajah wanita itu terangkat "Jika ...aku pernah melakukan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan kepadamu. Apa kau masih mau menerimaku ?"


Kening Harumi berkerut, pertanyaan apa ini pikirnya. "Kesalahan ? Apa yang kau maksud dengan kesalahan , aku tidak mengerti."


"Kau cukup menjawabnya, apa kau mau menerimaku ?"


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2