Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 76 The Way You Move


__ADS_3

Kediaman Harumi & Anton, Bristol


Pukul 2 am Dini Hari


Bilah-bilah cahaya lampu remang keluar dari bilik kecil Pintu Ruang Kerja , Anton belum tidur disaat waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini Hari. Dia masih duduk bersandar di kursi kerja, menatap layar Laptopnya.


Penampilan Pria itu tampak santai dengan kemeja coklat berbahan katun, tetapi tak mampu menutupi kecemasan dari wajahnya dimana bawah matanya gelap dengan sorot mata yang kosong.


Sesekali ia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan sampai meremas tengkuk lehernya yang terasa berat baginya, rambutnya berantakan, Anton memang tidak seperti biasanya. Dia yang selalu Perfeksionis dan konsentrasi penuh dengan rutinitas pekerjaannya, seperti melebur bersamaan dengan rasa frustasi.


Seolah awan hitam berputar mengelilinginya. Dan ia tak mampu lagi bertahan lebih lama dengan kondisi menyuramkan itu karena kepergian Harumi.


Tentu saja, Pria itu sudah sangat gusar, cemas dengan level maksimal, matanya sibuk karena tak henti bola itu bergerak menatap dari layar laptop ke layar ponselnya.


Anton berkali-kali menghubungi Harumi, tapi ponsel wanita itu masih tidak aktif.


Pikirannya melayang dengan aneka macam atmosfir negatif dan kepanikan akibat frustasi oleh Harumi yang tak kunjung memberinya kabar.


Hanya beberapa hari Harumi pergi ke New York, bobot tubuh pria itu tampak semakin menurun. Setiap malam, Anton menghabiskan waktunya hanya meminum bergelas-gelas whiskey sebelum ia pergi tidur.


Bias cahaya laptop yang terpantul di wajahnya, menggambarkan dengan jelas kecemasan yang dalam dan kecurigaan meronta-ronta menghasut pikirannya.


Yeah, tentu saja dalam pikiran Anton ada sepintas pemikiran yang menghantuinya kalau sang istri kini sedang menyembunyikan sesuatu di sana.


Rasanya memang konyol bagi Anton untuk mencurigai Harumi, karena ia merasa wanita sepertinya tidak akan mungkin bermain Api di belakangnya.


Kepala Anton terdongak menatap langit-langit di ruangan itu, tatapannya seolah menerawang dan merangkum semua yang di alaminya bersama Harumi dua minggu terakhir ini.


Pria itu merasakan sekujur tubuhnya dingin menyekat setiap sendi bagian sarafnya karena sunyi dan aungan suara kecil dalam pikirannya yang menginginkannya untuk segera menyusul Harumi ke sana.


Dia menyadari, Harumi adalah bagian dari hidupnya, bahkan bagian dari semua perjalanan karirnya. Tak sanggup harus berpisah begitu jauh dengan jarangnya mereka saling berkomunikasi membuat batin Anton terus tersiksa dan berkecamuk oleh pemikiran jahat akan apapun yang dilakukan istrinya selama ia di sana.

__ADS_1


Ia pun sadar, bagaimana perlakuan dan ucapan kasar yang tak jarang dilontarkannya kepada Harumi ketika ia sedang terpicu emosi. Kesalahan demi kesalahan terus dilemparkannya kepada sang istri akibat kecerobohannya yang sudah menghilangkan calon bayi mereka.


Anton segera mengakhiri segala pemikiran negatif yang mempengaruhinya dan mulai meraih ponselnya menghubungi seseorang di jam dini hari seperti ini.


"Hallo" suara serak Anton


Samar-samar terdengar suara pelan dari balik ponsel milik pria itu.


Sambil tetap menempelkan ponsel di telinganya, Anton bergerak merendahkan sebagian tubuhnya membuka laci paling bawah meja kerjanya mengambil Dokumen dengan Map berwarna coklat yang pernah di temukan Harumi sebelumnya.


Membuka dokumen Rahasia itu, lalu berbicara kembali dengan orang tersebut "aku sudah mengirimkan uangnya bulan ini, seharusnya itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhannya" nada bicara Anton lebih tinggi


"Jangan pernah menemuiku, semua sudah sesuai dengan perjanjian kita. Bahwa kewajibanku hanya membiayai anak itu. Bukan menjadi Ayah untuknya" sambung Anton lalu dengan sentakan keras mengakhiri pembicaraan itu.


Anton menggenggam erat ponselnya, lalu bibirnya tertutup rapat membentuk garis, dadanya bergerak naik turun memompa menghembuskan napas sangat cepat. Kini ekspresinya berubah seketika penuh kebencian setelah menghubungi orang tersebut.


Sesaat Anton hanya terduduk di sana menatap lembaran demi lembaran di dalam Map Coklat itu. Entah apa yang sedang di sembunyikannya dari Harumi. Tapi itu adalah sesuatu yang tak ingin istrinya ketahui kebenarannya.


***


Pukul 11.15 am


"Baiklah, sudah waktunya kau menjelaskan padaku, Rumi !!!" ucap Cathy dengan nada bicara mengintimidasi


Waktu hampir menunjukkan siang hari, tentu saja kedatangan Cathy di sambut antusias oleh Harumi di Penthouse tersebut. Walaupun kalimat pertama kali yang terucap adalah "Kau sudah Gila, Rumi !!" bukannya say hello, Cathy yang sudah tak sabar ingin mencerca dengan berbagai pertanyaan dan banyaknya ocehan dari sahabatnya itu. Tak ingin ambil pusing bagaimana perasaan Harumi sebenarnya sekarang.


Dua Puluh menit sebelumnya, Cathy di jemput oleh suruhan Liam ke Gallery Seni.


Karena dia tahu bahwa Cathy memulai pekerjaan barunya sebagai Asisten Kurator di Gallery milik Anita hari ini.


Tentu saja Scarllet yang menjemputnya dengan seorang sopir pribadi Liam membuat Cathy sempat memberontak.

__ADS_1


Awalnya Cathy cukup keheranan dan ingin berteriak menganggap ini seperti penculikan akibat melihat Penampilan Scarllet serba hitam, berbicara seperlunya dengan ekspresi datar mengajak Cathy masuk ke mobil.


Tapi Cathy akhirnya bungkam, setelah Pengawal Wanita itu menyebutkan nama Harumi di hadapannya. Dia pun melunak, dan mengikuti kemauan mereka walaupun tidak sepenuhnya Cathy percaya.


Setelah tiba di Goddes Palace, Cathy tercengang dengan kemewahan gedung bertingkat tersebut, ia dikawal sampai menuju pintu masuk Penthouse.


Cathy sangat mengenal Goddes Palace, karena dulunya ia pernah bekerja sebagai staff di bagian Marketing selama 6bulan hingga akhirnya dia di berhentikan akibat ada skandal dengan salah seorang Pria Penghuni Apartemen di situ.


Tempat itu adalah sebuah Gedung apartemen Paling mewah dan sangat Mahal di daerah Manhattan bahkan di seluruh New York.


Hanya orang-orang dari kalangan kelas Atas mulai dari Selebritas terkenal, Pengusaha Ternama dan orang-orang yang berkedudukan tinggi yang tinggal di daerah elit tersebut.


Cathy masih tidak bisa berpikir normal dan penuh pertanyaan di otaknya bagaimana mungkin sahabat baiknya bisa berada di tempat seperti ini.


Sempat terlintas dalam benak Cathy bahwa Harumi di manfaatkan sebagai Wanita Simpanan. Apalagi setelah kemarin malam, dia menyaksikan sendiri bagaimana Ekspresi terkejut dan gelisahnya Liam saat mendengar nama Harumi, dan Cathy mengetahui siapa sosok pria itu dan bagaimana popularitas Liam dimata Para Wanita di sekelilingnya.


Tapi dengan cepat, Dia menghilangkan dan membuang jauh-jauh Pikiran jelek itu dari otaknya, baginya tidak mungkin sahabat baiknya akan berbuat seperti itu.


Yeah, seperti yang diketahui Cathy, bahwa Harumi adalah Gadis biasa yang normal dan baik-baik, bahkan pengalamannya dalam urusan pria pun sangat minim sejak mereka di bangku kuliah. Jadi itu sangat tidak mungkin, Tidak mungkin. Cathy sejenak menggelengkan kepalanya agar ia bisa berpikir jernih dan mereset ulang pikirannya.


Saat pintu terbuka setelah bel di bunyikan, kedua mata Cathy membesar, ia terkejut sejadi-jadinya ketika melihat sosok wanita dari balik pintu yang terbuka itu dan tentu saja penampilan Harumi yang sangat cantik dan berkelas selayaknya Nyonya Besar di Penthouse tersebut.


Hanya dalam waktu semalam, Cathy menyaksikan perubahan sahabatnya itu begitu cepat. Seakan dunia menyedot seluruh masa lalu Harumi yang ia kenal dan menampilan dirinya yang baru dan tentunya sangat berbeda serta mahal.


Cathy menatap bahkan tak disadari bibirnya terbuka melihat setiap inchi penampilan Harumi mulai dari heels yang dikenakannya sampai pakaian mahal hasil desainer terkenal dan tatanan rambutnya yang semakin dibuat bergelombang terurai indah menggantung di pundaknya.



Perhiasan berlian yang menghiasi jemari manisnya, kalung yang melingkar dileher wanita itu begitu berkilat bertahtakan Berlian kualitas terbaik, sangat sepadan dengan kulit putih Harumi membuat Cathy semakin bungkam bahkan tak bisa mengenali siapa wanita yang kini berada dihadapannya sekarang.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, koment dan Vote


Thank you 💟


__ADS_2