
Namun dalam beberapa detik Harumi berpikir dengan keinginan Liam yang mendadak ingin membawanya "Besok ? terlalu mendadak"
Pria itu mengerutkan alisnya "Seriously ? Kau ingin berdebat dengan ku saat ini"
"Liam...aku harus segera kembali ke apartemen Cathy" balas Harumi dengan bola matanya yang membesar
Saat Harumi ingin membalasnya lagi, Liam perlahan menggerutukan sesuatu "Aku tidak akan mengizinkanmu pergi kemanapun tanpa pengawasanku"
Sejenak wanita itu menarik nafas panjang "jangan bertingkah seperti ini, aku akan baik-baik saja"
Suasana keromantisan yang mereka bangun, seketika berubah dengan sedikit perdebatan keduanya.
Harumi masih tetap dengan pendiriannya untuk kembali ke apartemen Cathy, dia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang lain jika ada publik yang mengetahui keberadaannya bersama Liam terlalu lama. Harumi sangat mengerti posisi Liam saat ini, semua media sering menyorot Reputasi Liam, apalagi dia bukan pria sembarangan dalam dunia Bisnis.
Reputasi sangat penting dalam perkembangan Bisnisnya terutama jika berhubungan dengan Skandal Terlarang. Harumi tak ingin membuat Liam merugi hanya karena keegoisan dirinya jika ia tetap memilih bersamanya.
"Aku tidak ingin membahas ini sekarang" tegas Liam, dia serius dengan apa yang dikatakannya.
Pria itu tidak ingin membiarkan Harumi melarikan diri darinya. Liam tahu bahwa Harumi memiliki perasaan yang sama dengan dirinya. Dia percaya sepenuhnya dengan wanita itu. Tapi tidak dengan Anita Ibunya bahkan Anton.
Liam tidak akan membiarkan Anton menemui Harumi kembali, apalagi sampai mereka kembali bersama.
Geram rasa cemburu yang membara sudah merasuki Liam terlalu dalam bahkan hanya membayangkan Harumi bersama Anton sudah membuatnya terbakar.
Liam Seymour tidak pernah menyerah.
Harumi bisa merasakan kekesalan di wajah pria itu saat ini, dengan inisiatifnya perlahan wanita itu menarik tubuh bidang Liam dan memeluknya. Dia melingkarkan kedua tangannya di tengkuk pria itu sambil membisikkan sesuatu. "Malam ini aku milikmu seutuhnya. Aku berjanji akan mempertimbangkan permintaanmu"
Itulah satu-satunya yang membuat Liam melunak, Yeah tentu saja ia tak pernah bisa memungkiri bahwa semua sentuhan Harumi adalah magnet kuat dalam dirinya.
Harumi Nayaka adalah wanita yang memiliki keluguan berbaur dengan sensualitas intens yang tampak sepenuhnya tidak di sadarinya. Harumi tidak genit, tetapi setiap gerakan tubuhnya seperti menggoda.
Liam menarik diri dari pelukan wanita itu, lalu menyeringai puas "siapkan dirimu, dan jangan berdebat lagi apalagi seperti sekarang"
Bibir Harumi melengkung "Baiklah"
__ADS_1
Liam mencengkeram pinggul Harumi, kedua tangan Liam mulai bergerak menarik celana dal** wanitanya yang sedari tadi sangat ingin di lakukannya. Desiran panas itu mulai merobek tubuh Harumi, seketika saat celana dal** itu mulai bergeser lepas dari dirinya.
Lalu dengan keahliannya, entah sejak kapan bisa secepat itu Liam bisa melepaskan pengait br* berbahan rapuh itu dari tubuh Harumi.
Kini wanita itu tak memiliki penghalang apapun di tubuhnya, tubuh putih yang tidak tertutup bahkan sehelai benang pun sekarang menjadi pemandangan indah penuh gairah terpantul di kedua mata Liam.
Tubuh mungil wanita itu sangat indah dan proposional dengan semua ukurannya, dia sangat sempurna. Kulitnya sangat lembut selembut sutera, bahkan Liam di buat hanyut olehnya.
Liam terdiam dengan kedua bola matanya terlihat gelap saat dia menikmati pemandangan Tubuh Harumi.
Saat mata mereka bertemu, Harumi kembali terpana melihat rasa lapar dalam mata Liam. Liam menginginkan ini, menginginkan dirinya dan ada sesuatu yang jelas sangat kuat di dalamnya.
Liam terpaku, bibirnya berada hanya beberapa inci dari bibir Harumi "Apakah kau juga menginginkannya ?'
Harumi kembali mengangguk.
"Katakanlah" ucap Liam dengan suara rendah yang hampir-hampir berbahaya. "Katakan kau ingin aku memuaskanmu"
"Yah" Suara Harumi hampir seperti bisikan dan dia tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata Liam dengan bulumata pria itu yang gelap.
Pipi Wanita itu sangat merona, dia tampak sangat gemetar dan gugup menatap pria itu dengan semua lekukan tubuhnya yang penuh otot dan tak ada yang menutupinya lagi.
Harumi bergerak menutupi tubuhnya, tetapi Liam menangkap tangannya.
"Jangan bersembunyi dariku" Tatapan Liam menyusuri sekujur tubuhnya, berlama-lama di area tertentu "Kau sangat Cantik"
Harumi menahan senyumnya dengan gugup "Aku sudah telanja**. Kau tidak perlu membujukku dengan pujian"
" Aku serius" tegas Liam
Demi Tuhan, telinga Harumi terasa terbakar.
"Apakah kau sering memuji wanita-wanita lain seperti itu ?" tanyanya dengan napas tersekat.
"Kenapa kau selalu membahas wanita lain, harus bagaimana lagi aku meyakinkanmu" Bibir Liam melengkung ke atas sementara dia menggerakkan tangannya di sepanjang lekuk pinggang Harumi. Tatapannya yang tajam membakar tubuh Harumi.
__ADS_1
Napas Harumi tersekat dalam dadanya saat Liam terus menerus memainkan tangannya di tiap lekukan tubuh wanita itu, jemarinya dengan menggoda bergerak sampai hampir menyentuh puncak yang sangat sensitifnya "Kau berbohong"
"I'am sure, Youre the one" Keyakinan dalam suara Liam tidak terbantahkan. "Kau juga bentuk fantasiku"
Harumi ingin bicara kembali dengan detail, tetapi kemudian jemari Liam bergerak kembali dan kemampuannya untuk berbicara melayang ke udara.
Harumi merasakan bobot lelaki itu, tekanan tubuh Liam pada tubuhnya dan gairahnya meningkat karena ia tiba-tiba begitu menyadari kekuatan fisiknya.
Liam menariknya lebih dekat lalu seolah-olah memastikan bahwa tindakannya tidak keliru diartikan, Liam tersenyum lambat, "Milikku", gumamnya lembut sambil menelusurkan tangan ke bawah dalam gerakan penuh tujuan "Semuanya Milikku". Ledakan kenikmatan yang tajam bercampur rasa nyeri langsung ditenangkan oleh sentuhan bibir pria itu.
Harumi mengera**, tubuhnya bergetar bahkan dengan tegangan tinggi penuh kenikmatan.
Liam tiba-tiba menarik diri, dan mata Harumi membuka. Dia menatap Liam dengan tidak percaya "Kau berhenti ?"
Liam menyeringai singkat "Jangan terburu-buru sayang"
Tubuh Liam, Harumi tidak bisa melupakan betapa sempurnanya tubuh Liam. Pundaknya yang lebar dan berotot, dadanya yang solid, dan perutnya yang berbentuk dan keras. Liam adalah pria tulen, tanpa sedikit pun bagian yang lemah di tubuhnya.
Tak ada bekas luka ataupun tato di tubuh pria itu, sempat diri Harumi merasa mengecil ketika membayangkan tubuhnya sendiri memiliki luka jahitan yang sangat kentara.
Liam memberikan ciuman di pundak Harumi lalu membimbing tangan Harumi yang lain ke pundaknya. Rona merah merambat ke leher Harumi sampai ke dadanya.
Pinggul Harumi beringsut gelisah, menarik perhatian Liam. Sambil menyeringai, Liam menyapukan ciuman-ciuman ke bawah sampai ke perut Harumi, seraya memagut di sepanjang jalan.
Liam merasakan panasnya diri Harumi yang manis ketika mencicipi apa yang sudah di dambakannya sejak lama. Pria itu menenggelamkan diri dengan lidahnya sambil mengamati Harumi.
Bibir Harumi membuka dan dirinya merasa terbebas bergerak naik turun, begitu menggoda. Rintih** halus terlontar dari bibirnya yang merona.
Pelepasan sudah membara di dalam diri Liam, dia sudah berada di tepi puncak kenikmatan. Dia tidak pernah merasa bergairah seperti ini untuk wanita manapun sebelumnya. Dia tidak pernah peduli sampai sebesar ini.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you 💓
__ADS_1