
LAX Airport, Los Angeles California
Dua jam sebelumnya
"Elena ?" panggilan seseorang yang terdengar samar-samar dari belakang
Elena yang baru tiba di Bandara tengah duduk sendiri di Lounge menunggu jemputan Puteranya.
Wanita paruh baya itu santai menikmati secangkir kopi panas yang baru saja di sajikan seorang pramusaji.
Hampir tepi cangkir menyentuh bibirnya, ia mendengar seseorang dengan pelan memanggil namanya.
Dia meletakkan cangkirnya kembali, sesaat ia akan menoleh ke belakang seseorang yang memanggilnya ternyata sudah berdiri tepat dihadapannya.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Elena ?"
Awalnya mata Elena menyusuri perlahan-lahan sosok itu dari bawah hingga akhirnya sorotan matanya terhenti pada wajah orang tersebut.
Wanita itu terkejut, ia mematung sejenak. Kedua matanya terbuka lebar. Seolah sosok yang menakutkan sedang berdiri didepannya.
"Luciano ?" balas nya yang masih terlihat shock
Pria yang sedang berdiri dihadapan Elena adalah Luciano Seymour, Paman Liam.
Sekilas Pria paruh baya yang berpakaian sangat rapi itu pun tersenyum menatap Elena, lalu dengan santai ia duduk dihadapannya.
Sejenak Wanita itu bergeming, menenangkan napas, sebelum akhirnya ia memulai pembicaraan "Apa yang kaulakukan disini ? B-Bagaimana..."
"Aku sedang menemui salah satu Rekan Bisnisku di sini, tidak menyangka akan bertemu dengan mu. Dan Kau tidak berubah, wajah cantikmu seolah tidak termakan oleh waktu" potongnya sambil tidak melepaskan pandangannya.
Elena menjaga nada suaranya tetap netral "Dengar Luciano, aku tidak ingin berbicara denganmu sekarang"
Luciano bersandar di kursinya dan memperhatikan wanita itu "How are you Elena ? atau aku bisa memanggilmu dengan Roseanne ?"
Sejenak wanita itu mengamatinya dan ketegangan memekat di antara mereka "Jangan memulainya lagi. Aku sudah mengubur semua masa laluku. Jangan pernah menyebutkan nama itu !"
Pria itu mengangkat sebelah alis "Roseanne nama yang sangat indah, sangat disayangkan jika kau harus mengganti nama itu. Nama itu sangat cocok untukmu, Rose"
__ADS_1
"Cukup ! " nadanya mulai naik
Tanpa berusaha membuat Elena nyaman, Pria itu merespon dengan santai dan tersenyum "Aku masih mengingat bagaimana Roberto begitu tergila-gila padamu. Seorang Penari dari Club malam."
Elena ingin menanggapi komentar negatif Pria itu tentang dirinya, tetapi Luciano tidak memberinya kesempatan. "Kau akhirnya kembali setelah sepuluh tahun menyendiri, aku tidak menyangka kita dipertemukan kembali dengan cepat"
Sambil berusaha tetap tenang, Elena menolak membiarkan sarkasme Pria itu mempengaruhinya "Jika kau masih ingin tenggelam dengan masa lalu, sebaiknya kau nikmati saja. Tapi, aku tidak peduli. Aku tidak menganggap kalian pernah ada dalam hidupku. Aku pergi."
Dia meraih tas di sampingnya, dan mulai berdiri untuk bergegas pergi. Luciano masih menatapnya dengan seksama. "Matamu sangat mirip dengannya"
Belum sempat Elena mengangkat tubuhnya, perkataan singkat Pria itu tetiba membuatnya membeku hanya dalam hitungan detik. Tas yang kini di genggamnya ia mencengkeramnya begitu erat menahan emosi yang menguasainya saat itu.
Elena memilih diam dalam keheningan yang diciptakannya sendiri.
"Apa kau tidak ingin mengetahui kabar tentangnya ?'
Sebuah kilatan memory akan masa lalunya sangat jelas memenuhi kepalanya, gambaran tersebut mengejutkan, membuatnya tidak nyaman dan Elena memalingkan wajah, berusaha berkonsentrasi "Apa maksud mu ?"
"Kau sangat mengerti siapa yang sedang kubicarakan sekarang ?"
"Liam Seymour, Your Son" ucapan tajam pria itu membuatnya tersentak.
Wanita itu melihat bahwa Luciano tidak akan menyerah karena ia sangat mengenal Pria itu dengan baik bagaimana pengaruhnya di dalam kehidupan Elena.
Deru napas di dadanya memburu, Elena diam. Entah apa yang harus ia ucapkan mengenai kebenaran yang membuatnya harus terpaku kembali ke masa lalunya.
"Liam memiliki mata yang sama denganmu, bahkan kebiasaan kalian begitu mirip. Sekarang, anak itu sudah tumbuh menjadi Pria yang mapan, sukses dan sangat diidolakan para wanita. Dia sangat berbeda dengan Kakak Laki-lakinya, Anthony Seymour."
"Hentikan, Luciano. Sudah cukup aku mendengar semua omong kosongmu" tatapan wanita itu penuh amarah bercampur perih oleh rasa sedih dan sakit di masa lalunya yang kembali hadir.
Dari abu kekesalan dan adanya pendar amarah yang tergambar jelas di wajah Elena. Itu sama sekali tidak membuat Luciano melunak, Pria itu bahkan semakin menjadi-jadi menyudutkannya "Dengar Rose, cepat atau lambat Liam akan mengetahui kebenarannya dan akan segera menemukan identitasmu yang sebenarnya. Anak itu sangat ingin bertemu denganmu dan saudara laki-lakinya. Asal kau tahu, Liam sangat berbeda dengan Anthony, Liam memiliki sifat lembut sepertimu dibanding Anthony yang sangat ambisius like his father. Anthony gambaran nyata dari Roberto"
"Bagaimana kau mengetahui tentang Anton ?"
Luciano terkekeh "Tentu saja, sangat mudah bagiku mengetahui semua hal tentang keponakan ku yang satu itu. Bahkan dia bekerja sebagai Direktur Utama di salah satu cabang perusahaan keluarga Seymour"
Pria itu mencodongkan tubuhnya ia mengernyitkan dahi menatap Elena "Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu, Rose. Jika kau tidak ingin terlibat lagi dengan masa lalumu, dengan keluarga kami, kenapa kau membiarkan Anton bekerja di perusahaan itu. Padahal Kau tahu, CEO nya adalah adiknya sendiri. Aneh bukan ?"
__ADS_1
Elena bisa merasakan tubuhnya gemetar, dadanya semakin perih. Seolah-olah setiap kata yang dilontarkan Pria itu bagai belati tajam yang menusuk-nusuk jantungnya "Anton berhak memilih Karier yang diinginkannya, dan dia memulainya dari bawah tanpa bantuan siapapun."
Luciano menghela napas "tanpa bantuan siapapun ? kau yakin ?"
"Yah, aku yakin Puteraku memulainya dari bawah. Dia diterima karena potensinya"
Terdengar suara tawa yang mengejutkan Elena, ketika Luciano tertawa lepas "waah Rose, jangan jadi wanita yang Polos. Kau harus mengetahui yang sebenarnya, untuk bisa bekerja di perusahaan itu, banyak Pelamar yang lebih berpotensi daripada Anton. Ribuan orang rela saling membunuh untuk mendapatkan jabatan tersebut. Dan kau tahu, akulah yang memberitahu mengenai Anton kepada Roberto, akulah yang memintanya untuk memberikan posisi itu padanya. "
Alis Elena terangkat, ia sudah berkali-kali shock berhadapan dengannya "Itu tidak mungkin !" Berulang kali wanita itu menggelengkan kepala. Dengan rasa ketidak percayaan yang tinggi.
"asal kau tahu, selama ini aku yang sudah melindungimu. Ketika kau lari dengan membawa Anthony, Roberto mencari-carimu dan Anita berusaha mencelakaimu. Tapi, siapa yang sudah membantumu, siapa yang memberimu tempat tinggal selama kau hidup berdua dengan Puteramu. Memang aku hanya diam-diam membantumu dari kejauhan karena aku masih menghargai Roberto, adikku. Tapi, aku heran kenapa kau memilih Roberto dibanding aku, Rose. Padahal kau tahu Roberto sudah berkeluarga, tapi kau tetap memilihnya dan menolakku. Walaupun aku yang lebih dulu mengenalmu dibanding adikku"
Sinar matahari menerobos melalui jendela dan Luciano memperhatikan ketika warna pupus dari pipi wanita itu.
Perasaan di masa lalu, mulai terangkat kembali di antara keduanya.
Yah, tentu saja Luciano Seymour memiliki perasaan terhadap Elena, tapi wanita itu lebih memilih Roberto yang bahkan dia tahu Roberto sudah memiliki istri yaitu Anita.
Elena tidak merespon apapun mengenai pengakuan Luciano, wanita itu sudah mengetahui sejak dulu pria itu memiliki perasaan dan pernah mengajaknya menikah. Tapi, Elena menolaknya.
Elena tidak memiliki perasaan yang sama dengan nya. Dia lebih mencintai Roberto yang bahkan hubungan mereka terlarang dan harus menghadapi banyak permasalahan.
"Luciano, I haven't feeling for you. Jawabanku akan tetap sama."
"Setelah kau lari dari kehidupan Roberto, aku pikir itu adalah kesempatanku tapi...sepertinya aku salah. Kau lebih memilih menikah dengan orang lain" sudut bibir Pria itu terangkat, ada senyuman miris tergambar di wajahnya.
Elena menatapnya, suasana melunak. Ketegangan yang tercipta seolah menguap bagai asap "Itu sudah menjadi masa lalu. Tidak ada lagi yang tersisa. Aku tahu, selama ini kau yang selalu membantuku, melindungiku, bahkan di saat Teddy suamiku meninggal karena kecelakaan dan aku mulai mengubah identitasku. Kau jugalah yang melindungiku dari kekejaman Anita. Aku tahu semuanya, Luciano. Tapi, aku tidak bisa membalasmu."
Luciano masih menatapnya, memperhatikan setiap detail di dalam diri wanita itu "ada satu hal lagi, yang perlu kau tahu. Walaupun Liam dan Anthony memiliki sifat yang bertolak belakang, tapi selera mereka terhadap wanita ternyata sama. Waah, ini mirip sekali seperti ku dan Roberto. Mencintai wanita yang sama"
Rasa terkejut mewarnai mata wanita itu yang membesar "Apa maksud perkataanmu ?!"
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1