
"Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi !!!" Harumi menatap lekat dan tegas "AKU BUKAN ISTRIMU !!!" tegasnya lebih keras
Anton tersenyum sinis "Apa kau lupa statusmu masih terikat denganku baik secara hukum dan dimata Tuhan sekalipun Kau Masih Tetap Istriku"
Harumi menarik tangannya dengan kuat "Aku tidak peduli, Kau BUKAN SUAMIKU !!!" sorotan matanya memanas "Kita akan segera mengurus Perceraian, dan menyelesaikannya secepat mungkin."
Anton mendekat lagi dan menyentuh pundak Harumi. Tapi wanita itu refleks menolak dan menghempaskan tangan pria itu.
"Tidak akan pernah ada Perceraian !! Kau akan selamanya menjadi Istriku !!!" sorotan matanya menyala
Harumi menghela napas. Ia muak dengan semua perkataan Anton dan sikap keras kepalanya. Wanita itu memilih mengacuhkannya dan berbalik menekan tombol pintu lift berulang kali.
Ia merasa sesak dan ingin segera keluar dari cengkeraman Anton.
"Kau tidak bisa menghindar dariku lagi !!!" terdengar tawa sumbang dari balik punggung Harumi
Harumi tetap memilih bungkam dan tidak merespon apapun.
"Dan mengenai ledakan itu ...." tambahnya lalu ia menghentikan perkataannya dan melihat reaksi Harumi
Kedua mata wanita itu terbuka lebar, ia diam dalam rasa beku yang tiba-tiba "Ledakan ?" gumamnya, bibirnya tiba-tiba kelu dan dadanya bisa merasakan sesuatu yang tidak beres "A-apa maksudmu ?"
Harumi berbalik, ia melemparkan tatapan tajam ke arah Anton, tapi lelaki itu membalasnya dengan santai tanpa beban seolah-olah ia sudah bisa memastikan reaksi yang diperlihatkan Harumi saat ini.
"Yeah, kau pasti sudah mendengar berita besar itu kan ? Bisa kubayangkan bagaimana situasi yang kini sedang dihadapi Liam Seymour. Aku ingin sekali melihat wajahnya dan ketakutan yang dirasakannya. Kehancuran perlahan-lahan akan menghampirinya, kehancuran sebagai balasan dari apa yang sudah dilakukannya"
"Apa yang sebenarnya kau rencanakan ?!!!! A-apa mungkin K-kau...???" Harumi melotot tidak percaya.
"Maksudmu apa aku terlibat dalam peristiwa itu, sebaiknya kau cari sendiri jawabannya. Dan lihatlah bagaimana ini semua akan berakhir."
Kaki Harumi tiba-tiba sangat lemas, ia menjatuhkan dirinya di lantai. Perasaannya hancur lebur. Harumi diam dan larut dalam pikirannya sendiri, benar-benar merasa semua yang terjadi seperti mimpi.
Ia tidak pernah menduga jika apa yang telah dilakukannya akan menyebar dan berakibat buruk kepada orang-orang yang tidak bersalah.
"Kumohon, Kumohon Anton Hentikan !" suara parau Harumi terdengar lemah
Bibir pria itu menyeringai miring "Sudah kukatakan, tidak akan pernah ada perceraian diantara kita. Maka, ikutlah denganku. Kita akan memulai kembali dari awal. Jika kau tidak ingin lebih banyak lagi yang akan menjadi korban."
Otak Harumi terus berputar, ia tidak berhenti mencari benang merah yang saling berkaitan.
Anton yang ia kenal bukanlah orang yang memiliki kekuasaan besar untuk merencanakan ini semua.
Bagaimana mungkin ia bisa memiliki akses dengan mudah untuk masuk ke Perusahaan sebesar Seymour Company.
__ADS_1
Bagaimana mungkin rencana ini dikerjakannya seorang diri tanpa backup seseorang yang berkedudukan besar ?
Siapa dalang sebenarnya ? Yang sekarang berada dibelakang Anton.
Harumi menatap uluran tangan pria itu dihadapannya, lalu beralih menatap wajah Anton cukup lama. Bibir pria itu terangkat, melengkung penuh kepalsuan.
Harumi merasa tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti permintaannya, mungkin dengan cara ini akan mempermudah Harumi untuk membantu Liam dalam situasi yang kini sedang dihadapinya.
Ia ingin segera menolong Liam, mengeluarkannya dari jeratan orang-orang seperti ini.
...****************...
Rapat besar dilakukan cukup lama dan menyita waktu, semua Dewan Direksi dan para Investor serta Para Pemegang Saham berkumpul dalam satu ruangan.
Pertemuan itu cukup lama dan alot, Liam sebagai Owner dan CEO sekaligus Penanggung Jawab terbesar duduk dihadapan mereka.
Semua menyudutkan Liam, mereka menuntut ganti rugi dan pertanggung jawaban atas kelalaian yang telah terjadi sehingga menelan korban.
Kerugian yang telah dialami sangat besar, dan itu semua tidak mudah terselesaikan dengan cepat.
Terutama Para Investor yang sangat Keras menyuarakan agar Liam segera dituntut secara Hukum.
Kerugian besar yang dihadapinya tentunya tidak akan secepat itu akan terbayarkan. Liam sangat mengerti hal itu.
Posisi Liam saat ini, bukanlah posisi yang mudah untuk dihadapi.
Sedikit saja ia salah mengambil keputusan, maka tuntutan hukum yang lebih berat sudah menunggunya.
Liam meminta kelonggaran waktu untuk menyelesaikannya, baginya saat ini yang terpenting adalah memberi perhatian dan bantuan kepada para tenaga kerja yang sudah menjadi korban.
Awalnya mereka tidak ingin menyetujui permintaan tersebut, disaat suasana justru semakin memanas dan terus menyerang Liam.
Seseorang akhirnya angkat bicara diantara para Peserta Rapat.
"Sebulan, itu waktu yang cukup. Berikan waktu itu untuknya." pria itu berdiri dan semua mata tertuju padanya
"Tidak Bisa, itu terlalu lama !!!" salah seorang memotong dengan cepat
"Ini kejadian yang besar, dan dalam hal ini aku pun ikut bertanggung jawab"
Liam menatap pria itu dengan lekat.
Pria itu kembali membuka suaranya "Aku yang akan menjamin bahwa Dia akan menyelesaikan ini dengan cepat. Sebagai anggota Tertua dalam Keluarga Seymour, aku tidak akan membiarkan Keponakan yang sangat kusayangi ini bertindak gegabah lagi."
__ADS_1
Pria itu adalah Luciano.
Luciano merupakan orang yang cukup disegani, sebagai anggota keluarga Seymour yang paling tertua. Ia memiliki kuasa yang besar dalam mengendalikan pertumbuhan Perusahaan.
Semua sempat hening sejenak, dan membutuhkan cukup waktu lalu mereka saling berbicara pelan satu sama lain. Hampir berbisik untuk mempertimbangkan dalam hal mengambil keputusan.
Hingga salah seorang pria berjas abu-abu berbicara dengan lantang "Baiklah, atas kesepakatan bersama kami akan memberikan kepada Mr. Liam Seymour waktu selama 30 hari untuk penyelesaian kasus ini. Terhitung dari hari ini, dan jika Mr. Liam Seymour tidak juga menyelesaikan kasus ini dengan benar setelah 30 hari, Kami akan segera ke jalur hukum dan memasukkan Anda ke dalam penjara serta menghukum seberat-beratnya atas kelalaian Anda. Dan ingat satu hal, pihak yang berwajib sejak saat ini akan ikut terlibat dan terus mengawasi anda."
Sorotan mata Liam mengeras, ia menegaskan bahwa akan bertanggung jawab penuh menyelesaikan ini secepatnya. Liam bukan pria lemah, ia tidak akan lari. Masalah sebesar ini akan dihadapinya.
Satu jam setelah Rapat selesai, Liam berbicara empat mata dengan Luciano diruangan yang sama.
"Terimakasih" ucap Liam dengan berat
Luciano sekilas tersenyum, lalu memperhatikan seksama wajah keponakannya tersebut "Kau memang mirip sekali dengan Roberto, guratan wajahmu pun tidak ada bedanya bahkan disaat kau sudah tersudut."
Liam tidak menghiraukan seruan Pamannya tersebut, ia berdiri dan memilih untuk mengakhiri pembicaraan keduanya dengan cepat.
"Bagaimana kau akan mencari pergantian kerugian besar itu ? Bukan jumlah yang kecil, apalagi banyaknya ancaman yang mengiringimu." cegah Luciano sinis
"Aku berjanji menyelesaikan masalah ini dengan cepat."
"Aku percaya denganmu, tapi dalam situasi ini apa kau yakin dalam waktu 30 hari itu cukup."
Liam menarik napas dan membalas tatapan Luciano "Apa yang sebenarnya kau rencanakan ?" akhirnya ia menarik pelatuk, dan tepat sasaran.
Pria itu mengernyit "What you mean ? Kau pikir aku terlibat."
Liam menggeleng "Aku tidak mengatakan kau terlibat. Kau sendiri yang menyimpulkan hal tersebut."
"Tapi aku mengerti arah pembicaraan ini, kau mengira aku yang sudah merencanakan ini semua. For What ?!!! Apa kau pikir aku sudah segila itu ingin menghancurkan apa yang sudah dibangun Keluarga kita"
"Entah apapun itu tujuanmu, tapi aku tidak semudah itu menyerahkan posisiku saat ini." ancam Liam dengan tatapan datar.
"Kau berbicara omong kosong !! Berani-beraninya kau menuduhku !!!"
"Kau pikir sejak dulu aku tidak mengetahui niatmu untuk menguasai semua kepemilikan Roberto. Ayahku sangat mempercayaimu tapi kau mengkhianatinya berulang kali dan ia selalu memaafkanmu. Dan aku mengetahui semuanya dari surat yang ditulisnya tepat sebelum kematiannya."
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank you 🥰
__ADS_1