Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 196 One Step Two step


__ADS_3

Secara spontan, Scarlett dan Martha bersikap hormat ketika sang majikan hadir dalam ruangan itu.


"Nyonya Anita, saya tidak menduga kedatangan anda hari ini. Maafkan saya." Martha menghampiri Nyonya besar tersebut seraya menyambut kedatangannya.


Harumi yang masih terpaku pada layar televisi, belum juga menyadari kehadiran Anita.


Scarlett yang melihat kearah Harumi, memberi kode padanya. "Mrs.Harumi..." panggilnya hampir berbisik


Lima detik kemudian, barulah Harumi menyadari kode itu. Lalu ia berbalik.


"Ada ap..." arah pandangnya langsung tertuju pada sosok Wanita yang kini tengah berdiri dihadapannya.


Sosok wanita yang berpenampilan sangat berkelas tersebut, mengenakan mantel bulu, rambutnya yang tertata indah bergelombang, perhiasan mahal tampak berkilau melekat di leher, telinga dan jemarinya. Menatap Harumi tanpa sepatah katapun.


Anita hanya diam, wanita berpostur tinggi mengenakan heels silver begitu indah menghiasi kedua kakinya.


Anita adalah sosok wanita yang sangat memperhatikan setiap detail penampilannya dimana pun ia berada.


Walaupun usianya tidak lagi muda, tapi hanya dengan riasan makeup yang tipis sekalipun tetap membuatnya terlihat sangat anggun.


Itu adalah untuk pertama kalinya, Harumi bertemu langsung dengan Anita. Awalnya banyak pertanyaan yang timbul dibenaknya mengenai sosok wanita yang kini sedang berada dihadapannya.


Tapi, tidak perlu waktu yang lama untuk menebak-nebak. Dari penampilannya pun, Harumi bisa menemukan jawabannya.


"Nyonya silakan duduk" Martha mempersilakan duduk dan membantu Anita melepas mantel


Anita belum juga membuka bibirnya, ia masih terus menatap wajah Harumi namun sesekali ia melihat kearah bawah hingga ujung rambut wanita yang kini menjadi kekasih Puteranya tersebut.


Bisa diduga dari tatapan dinginnya, hal pertama yang dilakukannya adalah Anita seolah menilai penampilan Harumi.


Harumi pun tidak menduga kehadiran wanita itu saat ini, bibirnya kelu. Ia pun hanya diam, dan suaranya seakan hilang entah kemana.


Anita beralih dan duduk di sofa, ia menyilangkan kedua kakinya yang jenjang. Tampak dari samping pun tubuh Anita begitu anggun, ia langsing dan terjaga.


Kesan pertama, Harumi terhadapnya.


Anita benar-benar sangat cantik.


Auranya begitu mahal.


Bahkan orang-orang lain pun yang melihat tidak akan menduga jika usianya sudah melewati setengah abad.


Walaupun masih terngiang jelas, bagaimana kesan yang dibayangkan Harumi mengenai sosok Anita sebelumnya. Karena Liam selalu memberikan respon yang buruk jika ia ditanya tentang sosok ibunya.

__ADS_1


Liam tidak pernah sekalipun memberikan jawaban yang positif jika menyangkut tentang ibunya.


"Tinggalkan kami" titahnya, dan dengan respon yang cepat. Martha dan Scarlett langsung mematuhi dan meninggalkan Harumi dan Nyonya besar tersebut hanya berdua saja.


Harumi yang masih berdiri di tengah-tengah ruangan, merasakan atmosfer ketegangan yang terasa kuat.


Suasana sempat terasa hening, sampai akhirnya Anita untuk pertama kalinya membuka pembicaraan.


"Duduklah"


Harumi mengangkat wajahnya dan dengan spontan menuruti, ia duduk tepat dihadapannya.


Tatapan Anita masih tampak dingin. Sedingin es yang sulit untuk dipecahkan.


"Bagaimana kondisimu ?" tanyanya


Sambil menggangguk, Harumi menjawab "Sudah lebih baik"


"Aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar dan berbasa basi mengenai maksud kehadiranku saat ini. Sebenarnya entah apa yang dilihat Puteraku darimu. Sampai ia tergila-gila bahkan berkorban banyak hal untukmu. Aku tidak habis pikir, apa yang sudah kau lakukan padanya"


Harumi menggelengkan kepala dan balas menatapnya "Aku tidak tahu jawaban apa yang bisa kuberikan."


Anita menyeringai miring "Sebelumnya, Liam sering sekali terlibat dalam pemberitaan skandal dengan berbagai wanita. Aku mengerti akan hal itu, Puteraku memang selalu dikelilingi wanita-wanita cantik yang terus menempel dalam kehidupannya. Tapi, aku tidak menyangka. Kali ini, yang kukira kau sama saja seperti wanita lainnya, dan hubungan kalian akan berlalu begitu saja. Justru membuatku tidak mengerti, Liam menanggapinya dengan serius."


"aku tidak pernah mempengaruhi Liam, aku pun tidak pernah memintanya untuk berkorban apapun untukku. Tidak pernah."


Harumi sempat diam sejenak, bibirnya terasa kelu lagi ketika ia mendengar bahwa tujuannya hanya untuk uang dan kedudukan. Perasaannya perih, karena itu sama sekali tidak benar.


"Anda salah, jika aku menginginkan perlindungan aku tidak akan menerima Liam dalam kehidupanku karena sama saja aku akan membawa masalah untuknya dan jika hanya uang yang kuinginkan mungkin sekarang aku tidak akan berpenampilan casual seperti ini, mungkin penampilanku akan anggun seperti anda. Aku tidak perlu semua itu, dan tidak pernah menggoda Putera anda untuk menjadi tameng dari semua masalah-masalahku. Aku menerima Liam dalam kehidupanku karena perasaan itu memang benar adanya."


"Perasaan ? Maksudmu kalian saling mencintai ?" Anita tertawa sumbang "Omong kosong apalagi ini, kau pikir cinta bisa tumbuh dengan mudahnya. Perasaan kalian hanyalah kamuflase untuk menutupi hubungan terlarang yang sudah kau lakukan untuk lari dari masalah."


"Aku tidak pernah lari dari semua masalahku, dan aku mengerti kenapa anda sangat membenciku ? Mengingat apa yang sudah anda lalui di masa lalu. Aku yakin anda tidak percaya cinta apapun itu" tegasnya


Keningnya mengernyit "Masa lalu ? Kenapa kau begitu lancang membahas masa laluku ?!!"


Harumi menyandarkan tubuhnya disofa "Bukan hanya statusku saja, tentu saja anda juga tidak menyukaiku karena ada hubungannya dengan Elena Riandra."


Anita langsung menarik nafas dalam-dalam "Sepertinya kau bukan wanita yang kubayangkan, kau cukup berani."


"Aku tidak akan menjadi wanita lemah, aku bukan wanita yang mudah menyerah seperti dugaan anda." mata nya berkilat


Tiba-tiba seringai aneh terlihat diwajah wanita paruh baya itu "Aku suka dengan keberanianmu, tidak pernah ada yang berani membahas masa laluku dengan gamblang sepertimu. Bisa kuanggap, kau sudah mengetahui semuanya, bahkan tentang latar belakang masa lalu Liam."

__ADS_1


"Yah, tapi aku tidak mempermasalahkan asal usul Liam." Harumi menatap Anita dengan ketegasan tanpa keraguan.


"Bagaimanapun Liam adalah Puteraku, aku sudah membesarkannya dengan sepenuh hati dan semua demi kebaikannya. Tentu saja, akupun berhak menentukan pilihan wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya." sekali lagi Anita menatap penampilan Harumi "Dan aku tidak ingin, melihat wanita yang dipilih Puteraku berpenampilan bak pelayan seperti ini."


Harumi pun menunduk mengikuti tatapan Anita, ia melihat pakaian yang dikenakannya "Apa maksud anda ? Penampilanku begitu buruk ?"


"Dengarkan aku, pertama aku memiliki masa lalu yang sangat memuakkan dan buruk dengan Roseanne atau Elena atau apapun nama yang sudah digantinya itu, dan sekarang...Putera kebanggaanku telah jatuh hati pada wanita yang juga adalah menantu dari wanita sialan itu. Bisa kaubayangkan bagaimana posisiku saat ini dan apa yang kurasakan sekarang. Walaupun Liam bukanlah Putera kandungku, tapi tetaplah ia anak yang sudah kubesarkan selama ini hingga ia sukses seperti sekarang BUKAN ROSEANNE. Dan wanita itu tidak memiliki hak apapun atas Liam."


"Tapi, sebenarnya Elena tidak pernah membenci anda. Ia tidak pernah...."


Anita menatap dengan kesal "Tetaplah dia Wanita Perusak Rumah Tanggaku." potongnya "Yang perlu kau ingat aku tidak mudah merestui hubungan kalian, tapi jika aku tidak menerima mu maka aku akan kehilangan Puteraku. Dan aku tidak ingin kehilangannya."


"M-maksud anda ?"


Anita menarik nafas dalam untuk kedua kalinya "Sebaiknya pertama-tama kau harus mengubah cara berpenampilan mu saat ini jika ingin berada di samping Puteraku. Apa kau tidak sadar juga, Liam sedang mempertaruhkan reputasinya, reputasi nama besar keluarganya untukmu. Pemberitaan mengenai hubungan kalian sudah menyebar luas. Aku tidak akan membiarkan reputasi kami lebih hancur karena sosokmu yang seperti ini dimata orang-orang."


"Tapi tidak ada yang salah dari penampilanku, dan Liam tidak pernah mempermasalahkannya" Harumi menyelipkan helaian rambut yang terlepas dari ikatan ke belakang telinga.


"Turuti saja jika kau ingin menjadi bagian dari keluarga Seymour. Jangan mempermalukan Liam, dia mungkin tidak mempermasalahkannya tapi publik lebih kejam jika sudah berkomentar dan itu sangat berpengaruh. Kau mengerti ?"


"Apa Liam tidak pernah membelikanmu pakaian atau barang branded lainnya ?" tambahnya lagi


"Ia sudah membelikanku banyak barang-barang mahal, tapi aku tidak nyaman memakainya."


"Mulai sekarang, pakailah. Nyaman atau tidak, kau harus berpakaian selayaknya wanita kalangan atas. Karena setelah konferensi itu, kehidupanmu akan berubah. Seluruh media akan mulai menyorotimu, jangan pedulikan komentar-komentar negatif. Aku yang akan mengurusnya. Bersikaplah seperti ini, aku cukup kagum dengan keberanianmu. Jangan pernah lemah apalagi menyerah. Martha akan mengurus semua keperluanmu."


Dengan perasaan heran, Harumi bertanya-tanya dengan perubahan sikap Anita. Ia tidak seburuk seperti yang di ceritakan oleh Liam.


"kenapa anda bersikap baik padaku ? Padahal sebelumnya anda begitu membenciku."


Anita beranjak dari duduknya "aku seolah sedang bercermin saat ini, aku pernah terpuruk seperti mu. Pasca kejadian itu, aku melihatmu tidak lemah dan bangkit menjadi wanita yang berani. Bahkan kau tidak plinplan dalam memegang teguh keputusanmu. Memang benar, aku membenci Roseanne dan sudah lama aku ingin membalaskan dendamku padanya. Tidak kusangka...


sepertinya jalanku dipermudah dengan adanya dirimu."


"Maksud anda, aku...?"


Anita berjalan menuju jendela besar lalu berbalik menatap dengan kilatan sinis "jangan cepat mengambil kesimpulan, aku tahu kau pasti telah diusir dan dibuang begitu saja oleh Ibu mertuamu, bukan ?"


Harumi terdiam, perasaan pedih itu hadir kembali dan kata-kata menyakitkan yang keluar dari bibir ibu mertuanya yang lalu itupun kembali membayang-bayang di benaknya.


"tidak ada yang perlu disembunyikan, aku yakin tidak ada salahnya. Kau membungkam mulut Elena, karena wanita pelacu* itu pantas mendapatkannya. Segera urus perceraianmu, dan aku tidak sabar melihat ekspresi Roseanne ketika ia mengetahuinya."


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2