Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 137 Charity Party Part 2 ( The Guest )


__ADS_3

Selama di perjalanan, sesekali Anton melirik ke arah Harumi yang duduk di sebelahnya. Walaupun ia tengah mengemudikan mobilnya, tapi pikiran Pria itu selalu saja teralihkan oleh semua kejutan yang tampak dari penampilan sang Istri malam itu.


Mulai dari gaun pesta yang dikenakannya, penggunaan makeup, dan tentu saja perhiasan mahal yang melengkapi penampilan Harumi.


Semua seakan sulit untuk di cerna di otaknya, ini tidak mungkin, pikirnya.


Anton paham dengan urusan financial rumah tangga mereka, walaupun Anton memiliki penghasilan yang cukup besar selama ia bekerja tapi rasanya hal yang sangat mustahil jika Harumi sampai memiliki banyak uang tabungan yang digunakan hanya untuk dihabiskannya membeli perhiasan dan gaun pesta yang super mahal.


Rasa penasaran Anton semakin menjadi-jadi, apalagi mengingat perubahan sikap istrinya, kebiasaan Harumi yang berbeda, dan satu hal lagi yang masih diperdebatkannya adalah tentang seseorang yang berbicara lewat ponsel dengan Harumi pada larut malam waktu itu.


Apakah ini ada hubungannya dengan semua kejutan-kejutan malam ini ? pikiran Pria itu sudah sangat tidak berfokus lagi pada Pesta malam ini.


Dia mulai sedikit gelisah, itu tampak dari tatapan matanya yang tidak fokus ke satu arah.


Selama di dalam mobil, Harumi hanya diam. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya semenjak ia meninggalkan kediaman Ameera.


"Nice dress " tegur Anton berusaha memecah keheningan dan menutupi kegundahannya


"Thanks" Harumi tersenyum sekilas kepadanya dan ada sesuatu tentang senyuman itu yang merenggut kemampuan Pria itu untuk berpikir jernih.


Anton menoleh kembali lalu menatap Harumi yang hanya terpaku melihat ke arah luar jendela mobil "Semua penampilanmu Malam ini sangat sempurna, termasuk perhiasan yang melingkar di lehermu. Apa kau membelinya ?"


Wanita itu menarik napas dalam-dalam dan menggelengkan kepala "Kau tidak perlu mengetahui apapun yang kukenakan, dengan aku menemanimu sekarang itu sudah cukup, bukan ?"


"Aku tidak ingin berdebat denganmu sekarang, Rumi. Aku hanya ingin kau berterus terang darimana semua barang-barang mahal itu ?"


Tidak ada gunanya memulai perdebatan konyol ini lagi, tidak ada gunanya karena tidak akan pernah berakhir, kata Harumi kepada diri sendiri dengan tegas.


Harumi membalas tatapan suaminya lebih tajam "Selama aku tidak mencuri dari siapapun, kau tidak perlu khawatir." nada kerasnya hampir mengancam dan sorot matanya memperingatkan Anton untuk mengakhiri pembicaraan.


Mendengar jawaban sinis wanita itu, Anton semakin kesal dan menarik napas dengan kuat untuk berusaha mengendalikan emosinya. Karena Harumi saat ini sudah benar-benar menguji kesabarannya.


Alis Harumi berkerut, ketika ia melihat arah jalan yang menuju ke sebuah maskapai penerbangan "Kenapa kita ke sini ?!"


"Apa kau lupa Pestanya diadakan di Manhattan ?!" suara masam terdengar dari Pria itu


Harumi mematung, memandang wajah Anton "Are you sure ?! jarak dari sini ke Manhattan sangat jauh." itu bukan jawaban yang Harumi sangka-sangka dan ia tidak dapat menyembunyikan keterkejutan maupun kelegaanya "Lalu ? apa maksudnya ? apa rencanamu ?"


"Tentu saja kita akan melewati jalur udara. Jet Pribadi sedang menunggu kita"


Sedikit lagi wanita itu hampir membuka bibirnya lebar-lebar, kali ini Anton yang membuatnya sontak terkejut "Jet Pribadi ? Kau pasti bercanda ! Jangan memberikan jawaban bodoh seperti itu, Anton"


Tatapan Anton yang mulai stabil membuat Harumi gelisah "Reaksimu jangan terlalu berlebihan seperti itu, tentu saja ini bukan Jet Pribadi milik kita" seringai miring tergambar jelas di wajah pria itu


"Lalu ?"


"Ini Jet Pribadi milik Mr. Seymour"


Mendengar nama itu, Harumi bungkam. Wanita itu seolah kehilangan kemampuannya untuk berbicara yang sebelumnya sangat bersikukuh untuk tidak ada henti-hentinya mengajukan banyak pertanyaan.


Harumi berusaha tenang menyingkirkan pertanyaan itu jauh-jauh "A-apa maksudmu ?"


"Kemarin malam salah satu orang kepercayaannya menghubungiku, dan menawarkan untuk menggunakan Fasilitas Jet Pribadi miliknya. Mungkin saja karena aku adalah salah satu orang yang berkontribusi di Perusahaannya makanya memberikan pelayanan ini kepada kita"

__ADS_1


Apa yang dipikirkan Anton benar-benar salah, Liam tidak mengucapkan apapun mengenai Jet Pribadi ini kepada Harumi.


Ini seolah sebuah kejutan yang di rahasiakan olehnya kepada Harumi.


Mobil berhenti, Anton mematikan mesin lalu keluar. Dan disusul Harumi, wanita itu berhati-hati melangkah keluar mobil mengingat gaun yang dikenakannya.


Sambil menarik sedikit kain gaunnya, Harumi berusaha berjalan dengan santai.


Wanita itu terkesima melihat kemewahan yang ditampilkan sebuah Jet Pribadi yang didominasi berwarna abu-abu dan hitam tersebut.


Keduanya disambut oleh beberapa pengawal pribadi Liam.


"Selamat Malam, Mr. and Mrs. Riandra" salah satu pengawal berseragam hitam menyapa mereka.


Ada satu pertanyaan yang timbul di dalam pikiran Harumi semenjak ia mengetahui tentang Jet Pribadi ini.


Apa Liam akan ikut bergabung ?


Harumi segera menggeleng-gelengkan kepalanya membuang jauh imajinasi itu.


"Apa Mr. Seymour ikut bersama kami ?" tanya Anton seolah bisa membaca pikirannya


Pengawal itu tersenyum dengan sangat sopan "Mr. Seymour sudah berada di Manhattan sejak kemarin siang, karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikannya. Jadi, beliau hanya menitip pesan agar anda bisa menggunakan fasilitas apapun yang diinginkan."


Harumi mengamati setiap penjelasan Pengawal itu, tanpa sadar kedua sudut bibir wanita itu melengkung. Bahkan jantungnya semakin berdentam keras, wanita itu tidak bisa membayangkan akan bertemu dengannya nanti.


Dan hal pertama yang akan di pertanyakannya adalah mengenai Jet Pribadi ini. Ini benar-benar sudah berlebihan.


Mereka pun dipersilahkan memasuki pesawat.


Harumi dan Anton pun duduk di kursi mereka masing-masing, mereka mendapatkan pelayanan yang sangat baik.


Perjalanan mereka menuju Manhattan, benar-benar tidak terasa.


Tidak hanya sampai disitu saja, sesampainya mereka di Manhattan. Mereka di antar menggunakan sebuah mobil Limousin super mewah yang sudah dipersiapkan khusus untuk mereka menuju tempat Acara Pesta berlangsung.


Harumi tidak menduga sama sekali jika Liam akan menyiapkan semua ini. Tidak ada pembicaraan apapun mengenai hal ini sebelumnya.


Tapi, Liam tetaplah Liam dengan segala Kejutan-kejutan yang tidak pernah terduga.


Setibanya di tempat acara, ternyata para tamu yang hadir sangat banyak. Mobil-mobil mewah yang memasuki area acara berbaris secara bergantian menuju pintu masuk.


Ada puluhan pengawal keamanan dikerahkan diberbagai sudut area. Lampu-lampu sorot pesta terpancar terang mulai pintu gerbang hingga area di dalamnya.


Tempat itu sangat luas, bangunannya pun klasik seperti sebuah Kastil super Megah.


Taman rerumputan hijau terhampar luas di halaman depan dengan berbagai Air Mancur yang menghiasi di area tengah taman.


Patung-patung batu berbentuk malaikat melingkari setiap sudut bangunan, menggambarkan bahwa bangunan ini sudah berdiri cukup lama.


Mobil Harumi dan Anton akhirnya berhenti tepat di depan pintu masuk, seorang pengawal berseragam membukakan pintu untuk Harumi dan Anton.


Anton yang keluar lebih dulu memberikan kartu undangan kepada salah seorang pengawas Acara dan menyambut tangan istrinya membantunya berdiri dan keluar dari mobil.

__ADS_1


Keduanya saat itu sudah mengenakan topengnya masing-masing, topeng Harumi berwarna silver dan Anton berwarna hitam. Karena sudah diketahui sebelumnya bahwa Pesta malam ini di wajibkan setiap tamu yang hadir mengenakan topeng.


Dan tentu saja, semua tamu terlihat sama dimata Harumi. Ia tidak bisa mengenali satu orang pun yang ada di sana.


Sebagian wajah mereka tertutup oleh topeng.


Harumi berjalan dengan hati-hati, karena penjagaan keamanannya yang sangat ketat. Harumi tidak melihat satu wartawan pun yang berdiri di sekitaran tersebut.


Semua tamu yang datang tampak anggun dan mengenakan gaun-gaun pesta malam yang sangat elegan. Khususnya semua tamu wanita yang hadir terlihat jelas mereka berusaha tampil sesempurna mungkin.


Tapi...


Dari sekian banyak tamu wanita dan pria yang hadir, hanya satu orang yang sangat ingin dilihat oleh Harumi.


Satu orang itu yang semenjak Harumi tiba di pesta ini, membuat pandangan matanya terus bergerak mencari-cari keberadaan orang tersebut.


Bersamaan dengan deru dentam jantungnya yang tak berhenti menghantam dadanya.


"Semua mengenakan topeng, aku benar-benar tidak bisa mengenali satu orang pun." bisik Anton


Harumi tidak fokus mendengarkan perkataan suaminya, pandangannya terus menerus memindai setiap tamu yang berada disisi kiri dan kanan. Bahkan suara alunan musik begitu menghiasi suasana ramai pesta tidak mempengaruhinya.


Anton dan Harumi berjalan lalu mengambil dua gelas champagne. Mereka mengamati tingkah laku para orang-orang kelas atas yang berdiri saling berbicara secara berkelompok.


Kemudian...


Ada seorang pria melambaikan tangan dan memanggil orang yang berada tepat diseberangnya "Hei, Liam " Pria itu bersikap akrab berjalan menghampirinya


Harumi yang berdiri tidak jauh dari Pria tersebut mendengar dengan sangat jelas bahwa ia menyebutkan nama Liam kepada Pria yang sedanh berdiri di tengah-tengah area Pesta.


Dari balik topeng, Harumi memperhatikan Pria itu. Dan benar saja sosok yang sedang berdiri dan sedang berbincang-bincang dengan beberapa tamu itu..Dia adalah... Liam.


Harumi bisa mengenalinya, entah apa yang membuat wanita itu bisa mengenali Liam bahkan ketika Pria itu mengenakan topeng sekalipun.


Tidak sampai disitu saja, Harumi akhirnya menyadari ternyata Liam juga memperhatikannya dari arah dia berdiri saat itu.


Pria itu tentu saja mengenali Harumi, karena wanita itu mengenakan Gaun yang merupakan pemberiannya.


Dan kedua pasang mata itu pun akhirnya bertemu kembali.


Kedua pasang mata yang sudah memendam rasa, rasa yang terpendam dan tersembunyi. Seluruh tubuh Harumi memanas di bawah pengamatan Liam.


Liam Seymour menatapnya sedemikian rupa hingga yang benar-benar ingin Harumi lakukan adalah berlari kearahnya dan meminta Pria itu untuk memeluknya seperti yang pernah dia lakukan.


Ketika kaki wanita itu mulai melangkah, ada sosok yang menghentikan niatnya tersebut. Harumi membeku dan berdiri dalam diam.


Tepat, di saat yang bersamaan. Harumi baru menyadari ada seorang Wanita cantik mengenakan gaun merah dengan rambut panjang bergelombang berwarna coklat terang berdiri tepat di samping Liam. Wanita itu dengan santai menyusurkan tangannya di lengan Liam.


Wanita itu terlihat akrab dengan Liam, sesekali ia tertawa manja berbisik di telinga pria itu.


Bahkan Liam tidak mengelak sedikit pun ketika Wanita itu begitu intens berbisik dengan jarak hampir-hampir seperti ingin menciumnya. Tangan wanita itu yang ramping seolah tidak ingin lepas dari sisi Liam.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2