
"Apa dia akan baik-baik saja ?" seolah merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya yang paling dalam, Anita mendorong dirinya untuk bersikap lebih pada sesuatu yang selama ini sudah sangat lama disembunyikannya.
Rasa Simpati.
Samar-samar bibir dokter itu melengkung "Anda tampak begitu mencemaskannya."
"Kau tidak perlu komentarmu. Tugasmu hanya menjawab pertanyaanku secara medis"
"Baiklah" Dokter paruh baya itu diam sejenak, lalu melanjutkan "Mrs. Harumi harus segera dilakukan Operasi untuk pengangkatan Kista sebelum itu semakin membesar dan menghancurkan bagian-bagian lebih dalam organ reproduksinya yang lain. Dan jangan sampai itu membahayakannya lebih parah"
Kilatan aneh yang menyakitkan dan tidak mengenakkan teraduk-aduk di dalam diri Anita, ia terdiam cukup lama.
Dokter tersebut memberikan dokumen hasil pemeriksaan USG kepada Anita "Dia sangat membutuhkan pertolongan, Mrs. Seymour. Baik secara fisik maupun Psikisnya. Jika seseorang sudah pada tahap keinginan untuk menghabisi hidupnya dan menghancurkan dirinya sendiri, itu tidak bisa dianggap remeh. Anda harus memberinya dukungan yang baik agar kondisinya bisa kembali pulih. Begitu halnya dukungan dari semua orang-orang di sekitarnya."
Anita merasakan didalam situasi yang sama sekali tidak dimengertinya, mendadak harus berhadapan pada masalah hidup yang berada di persimpangan yang sangat rentan.
Wanita itu menarik napas panjang, ia membenci pikirannya saat ini. Ia merasa bimbang sejenak lalu merenungkan kembali segunung masa lalu yang mulai menyergapnya dalam situasi yang sama sekali tidak mengenakkan.
Anita tidak pernah mengenal Harumi secara mendalam, bahkan ia bersikap lebih pada ketidakpedulian dibandingkan harus menganggapnya hanya sebagai kekasih gelap Puteranya.
Banyak kejadian menyakitkan yang sudah diciptakan Anita di dalam hidup Harumi, bahkan kejadian dimana perencanaan pembunuhan yang sudah digagalkan Liam.
Melempar bola penderitaan pada keluarganya, hingga membuat Ayah Harumi harus terbaring lemah di Rumah Sakit.
Anita cukup jauh meninggalkan sisi dirinya yang dulu, dimana dulu ia bukanlah sosok yang mengerikan seperti sekarang.
...****************...
"Dua hari lagi, Liam akan mengadakan Konferensi pers di Bristol. Benar-benar tidak terduga ia akan keluar dari persembunyiannya dimana kondisi masih rawan untuk posisinya." Seringai sinis merekah di wajah Noah ketika ia menatap layar ponsel yang berisikan email masuk dari seseorang.
"Apa kau akan diam saja ? Aku justru tidak sabar menghancurkannya" timpal Anton
Noah mengetuk-ngetukkan jemarinya di meja "Aku suka kejutan, bukankah menyenangkan memberikan kejutan dengan teman lama."
Anton mengernyit "Kejutan ?"
"Dengar baik-baik, menghancurkan Liam tidak semudah itu. Aku sudah merencanakan ini lama dan matang. Aku tidak ingin menghancurkan dirinya saja, tapi semua yang dimilikinya"
"Aku tidak peduli apapun yang kau rencanakan, aku hanya ingin Harumi kembali padaku. Dan membalaskan semua yang sudah dilakukan bajing** itu." dagu Anton terangkat dan ia menggertakkan giginya
"Kau Pion yang sangat penting, aku tidak akan mengeluarkanmu dengan cepat. Bersabarlah. Apa kau tidak sadar, konferensi pers yang dilakukan Liam, membuktikan Dia sedang Gusar saat ini. Ada yang sedang mengusik miliknya. Aku yakin itulah alasannya."
Anton menyipitkan mata "Mengusik miliknya ?"
Noah tertawa sumbang "Apa kau pikir aku tidak mengetahuinya, bukankah tempo hari kau bertemu dengan istrimu ?"
Sontak Anton terkejut "B-Bagaimana .... Apa selama ini kau mengawasiku ?!!!"
Pria itu berdiri dan melemparkan foto-foto yang memperlihatkan pertemuan Anton dengan Harumi di Supermarket "Jika kau ingin istrimu kembali, dan rencana kita berjalan baik. SEHARUSNYA KAU TIDAK BERSIKAP GEGABAH!!!!" nada serak yang parau terdengar hampir memekakkan telinga
Anton membuka lebar kedua matanya dan menatap satu per satu foto-foto itu.
__ADS_1
Gejolak hebat yang tidak mengenakkan menyeruak di benaknya, ini sudah terlalu jauh dari apa yang diharapkannya. Anton tidak menyangka kehidupannya kini sudah dibawah kendali orang lain.
Dan dia tidak menyangka akan menjadi semengerikan ini.
"Apa maksudmu mengawasiku ?!!"
Noah berdiri dengan santai, memasukkan kedua tangannya pada saku celana dan menatapnya lekat "Aku sudah merencanakan ini dengan baik, dan tidak akan membiarkan mu menghancurkannya hanya karena tindakan bodohmu. Sudah kukatakan JANGAN PERNAH MELAKUKAN HAL TANPA PERSETUJUAN DARIKU !!!!"
Mencoba menahan emosi yang mengelilinginya, Anton tetap duduk dan bersikap tenang "Aku tidak memerlukan persetujuan darimu untuk bertemu istriku."
"SHE WASN'T YOUR WIFE ANYMORE !!!!" tegasnya
Sejenak, Anton hanya duduk, tanpa suara memandang ke gambar dirinya dan Harumi pada lembaran foto-foto itu. Ia sadar akan kondisinya saat ini, tidak ada yang mampu melawan Liam dan merebut Harumi jika ia tidak bekerja sama dengan Noah.
Itu benar.
Hanya Noah satu-satunya jalan keluar yang bisa membantunya, ia merasakan sudah masuk dalam perangkap ini terlalu dalam.
Tapi, tujuannya hanya ingin Harumi kembali ke sisinya.
Walaupun berbagai cara kotor harus ia lakukan.
Anton tidak peduli.
Walaupun kini Noah sudah memperbudaknya.
Mulut Anton kering "I Love Her, aku tidak peduli jika aku harus membunuh orang lain demi membuatnya kembali padaku."
"Lalu apa rencanamu ?" potong Anton menegang
Noah berjalan mendekat, lalu merebahkan tubuhnya pada sandaran sofa "Santa Monica. Bukankah sudah kukatakan, Liam memiliki proyek di sana. Dan tentu saja pembangunan Resort disana membutuhkan pembiayaan yang sangat sangat besar. Dan kau tahu...Liam mengalami kesulitan dana karena saham-sahamnya mulai merosot karena isu-isu buruk terus-menerus bermunculan."
Geraman tidak sabar tampak ada ekspresi Anton "And then..."
"Aku sudah diam-diam melakukan kerja sama dengan berbagai pihak investor dan rekan bisnis kepercayaannya selama ini."
"How ?!!"
"Kau mengira aku merencanakan ini hanya sebulan dua bulan. Kau salah. Aku mengincar Santa Monica karena Resort itu yang akan membawa Liam pada puncak kesuksesan sebagai seorang Pengusaha Millioner. That's His Dream. Itu adalah impiannya, ia akan membuka sebuah Resort besar dan perhotelan yang megah dan berkilau ia mengganggap tanpa melihat surga pun, kita sudah merasakannya di dunia."
Anton menggeleng-geleng dengan cepat "Apa kau yakin dia tidak mencurigai apapun ?"
"Itulah kenapa aku membutuhkanmu, kau lah Pion penting pada rencana ini. Titik kelemahan Liam adalah Harumi. Liam tidak pernah segoyah itu kalau bukan karena seseorang yang begitu penting bagi hidupnya."
"Kau ingin memanfaatkan Harumi untuk melancarkan rencanamu ?!" ada kemarahan dalam nada suaranya
"Tentu saja, I need Her. Liam sulit untuk ditembus. Sampai pada akhirnya aku menemukan celah ini. Maka, ini adalah pelengkap yang sangat sempurna untuk rencanaku."
Untuk kesekian kalinya, Anton menahan diri. Ia sangat marah, dan membenci dirinya saat ini karena hanya bisa menurut, diam bahkan menjadi budak untuk seseorang yang sangat licik seperti Noah.
"Apapun rencanamu, aku ingin ini segera berakhir."
__ADS_1
...****************...
"Liam, dengarkan Pamanmu sekali ini saja!!! Jangan lakukan Konferensi Pers itu. Itu sama saja menghancurkan apa yang sudah dibangun keluarga kita selama ini. Hentikan, Liam."
Tatapannya menusuk "Aku tidak akan mengubah keputusanku"
"Aku melihat lonjakan saham yang tidak stabil saat ini, ini bukan keputusan yang tepat. Mendengar berita kau akan mengadakan kenferensi pers. Semua Investor mulai gusar, padahal keadaan mulai tenang sebelumnya. Seharusnya kau lebih sabar."
Liam tersenyum tipis dan ada sorot mengejek di matanya ketika berlama-lama menatap Luciano dari balik layar laptopnya "Tidak pernah aku melihat Paman begitu ketakutan seperti ini."
"Kau ini....dasar Bocah Tengik. Bisakah kau menurut dengan orang yang lebih berpengalaman, ini hanya masalah seorang wanita. Apa perlu kau melakukan hal sejauh ini. Oh God, kali ini aku benar-benar seperti berhadapan dengan Roberto. Kalian memang tidak berbeda jauh, mudah dibutakan oleh Cinta"
"Aku tidak seperti ayahku, kami berbeda karena dia tidak pernah memperjuangkannya. Begitu halnya dengan Paman."
Luciano tampak menggeleng-geleng "Kau Keras Kepala !!! Jangan ungkit masa lalu."
"Bukankah kalian menyukai wanita yang sama, dan kemiripannya kalian sama-sama mudah menyerah dan tidak mampu memperjuangkan Roseanne. Aku bukan seperti kalian." Matanya menatap Luciano lurus-lurus "Aku mencintai Harumi, dan tindakan yang sudah kuputuskan ini adalah bentuk perlindungan untuknya. Meresmikan milikku dihadapan seluruh dunia"
...****************...
Scarlett memasuki Ruang Pasien, dan sontak terkejut ketika meihat seseorang sedang merapikan beberapa pakaian Harumi "B-bukankah anda Mrs. Martha ?"
Mendengar namanya, seorang wanita paruh baya itu berbalik "Good Morning, Scarlett"
Dengan mata yang terbelalak, Scarlett masih tidak percaya "K-kenapa anda bisa kemari ?"
Wania itu tersenyum ramah "Mrs. Seymour sendiri yang memerintahkanku."
Mrs. Martha adalah Kepala Pelayan di kediaman keluarga Seymour yang sudah bekerja melayani puluhan tahun dan menjadi orang kepercayaan serta disegani.
Scarlett pun mulai heran "Mrs. Seymour yang memerintahkan ?"
"Aku diminta untuk merawat dan menjaga Mrs. Harumi" jawabnya dengan tenang
"Wah, beruntung sekali ternyata Mrs. Harumi sangat diperhatikan oleh calon mertuanya"
"Sepertinya begitu"
...****************...
"Tuan, sebaiknya anda buka email. Ada salah satu investor yang memutus Kontrak kerja sama dengan kita secara sepihak. Kerja sama untuk Proyek Santa Monica"
"Apa ?!!!"
"Sebaiknya anda harus bertindak cepat, karena jika satu per satu investor mengundurkan diri. Kita akan mengalami kerugian yang sangat besar."
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1