
"Aku tidak ingin membahas pertanyaanmu." tatapan Liam semakin marah, ia sudah muak dengan tingkah konyol Simon dan sikap ikut campur Noah.
"oke,, oke, oke...Tuan Besar! kami akan pergi, tapiiii...ingat baik-baik Liam suatu hari nanti kau akan mencari kami, kau akan memohon pertolongan kami. Sebaiknya kau jaga dengan baik Gadis itu, karena seingatku tak ada satu wanita pun yang akan tahan hidup denganmu." ancam Noah, ia tersenyum sinis.
Simon yang awalnya tertawa, kini berubah menatap serius ke arah Liam.
Liam sama sekali tidak peduli dengan ancaman kedua sahabat lamanya itu, ia tetap berjalan berlalu pergi meninggalkan Ruangan itu.
Langkah kaki nya tidak gentar sedikit pun dengan pernyataan Noah, karena baginya mereka hanya orang-orang dari Masa lalu nya yang buruk. Liam mencoba membuang semua pengaruh buruk yang akan memasuki kehidupannya yang sekarang.
Liam bergegas menuju kamarnya, ia tak sabar membuka pesan singkat dari Harumi. Dengan fokus ia menatap layar handphonenya.
"Iya, aku sudah makan siang. Terimakasih sudah mengingatkanku. Kau juga jaga kesehatan dan selamat beristirahat. Selamat Malam California"
Liam tersenyum simpul, rasa bahagianya memuncak. Sudah cukup kesal dengan tingkah kedua sahabatnya tadi, pesan singkat Harumi seperti penawar yang menghapus rasa amarahnya menjadi bahagia.
***
Valentine's Day
"Waaaaahhhh, akhirnya. Hari Valentine !!!" teriak Beatrix yang sangat antusias menyambut hari ini.
Ia datang pagi-pagi ke Toko, lebih dulu menungguku di luar.
Begitupula aku yang juga datang lebih awal, karena hari ini toko bungaku pasti akan banyak pengunjung membeli bunga untuk kado Valentine.
Pagi ini sebelum ke Toko, aku masih melakukan rutinitasku di rumah, membuatkan sarapan untuk Anton dan bekal makan siangnya. Anton masih tidak berubah, ia tak banyak bicara. Sesekali ia hanya menanyakan hal-hal kecil saja, seperti di mana Remote TV, mengucapkan selamat malam sebelum tidur dan pamit akan pergi ke kantor.
Tak ada yang berubah sedikit pun setelah pertengkaran kami waktu itu. Aku sempat mengajukan pertanyaan serius kepadanya tadi malam, apakah ada yang disembunyikannya dariku ? Anton hanya menjawab singkat, tidak ada.
Tidak mungkin tidak ada, itu semua hanya omong kosong. Pasti ada sesuatu, sesuatu yang berhubungan dengan berkas-berkas itu.
Sampai sekarang pikiranku masih Buntu, tak ada titik terang mengenai berkas kelahiran itu. Aku berusaha membongkar barang-barang milik Anton diam-diam. Tidak juga kutemukan sesuatu yang mencurigakan, dimana kau simpan kunci itu.
__ADS_1
"Hari ini apa saya boleh pulang lebih awal ?" tanya Beatrix seraya merapikan beberapa pesanan bunga milik pelanggan.
"wah, kau ada janji yaa. Dengan Chris ?" balas ku menggoda si Gadis yang lagi jatuh cinta.
"Bukan, aku sudah melupakan Chris, kan dia sudah menolakku. Pokoknya ada janji malam ini. "
"Baiklah, aku tidak menyangka kau cepat sekali melupakan Chris yang selama ini kau damba-dambakan." Aku kagum dengan kepribadian Beatrix yang selalu ceria. Ia sangat menikmati masa mudanya dengan bahagia, walaupun terkadang harus bersedih dan menangis di tolak Pria Idamannya. Ia mudah untuk move on kembali.
Aku baru ingat, pesanan Bunga Jonah. Aku langsung pergi ke ruang kerjaku untuk merangkai karangan bunga pesanan Jonah dan beberapa karangan pelanggan lain yang akan diambil siang ini.
Satu per satu para pelanggan datang ke Toko, ada pria, wanita dan ada yang berpasangan, Beatrix sampai kewalahan melayani permintaan pelanggan.
Untunglah Pak Tom kemarin sudah mengirimkan banyak Pesanan Bunga kami untuk hari ini. Jadi aku sangat bersyukur stok bunga di Toko mencukupi untuk membuat pesanan pelanggan.
Kesibukan ku di Toko, sedikit membuatku melupakan semua masalah dalam hidupku. Aku menikmati setiap rangkaian bunga dengan sepenuh hati yang kubuat untuk semua para pelangganku.
Tak lama aku mendengar nada dering handphoneku berbunyi, kulihat ternyata panggilan dari Ibu Mertuaku.
"Hallo, Harumi. Bagaimana kabarmu Sayang ?" sapa Mama Ellena dengan ramah
"Baik mah, Mama apa kabar ? Maaf ya, Rumi sudah lama tidak menjenguk ke sana."
"Iya tidak apa-apa sayang, mama baik-baik saja. Oh iya, Selamat Hari Valentine ya, kau pasti sangat sibuk di Toko. Jangan terlalu lelah tidak baik untuk kesehatanmu. Oh ya, ada yang mama mau bicarakan "
"ada apa mah ?" tanyaku penasaran dengan apa yang akan dibicarakan mertuaku.
"Begini Harumi, awal Bulan depan, Mama ingin ke New York menjenguk Ameera yang baru saja melahirkan anak ketiganya, laki-laki. Mama ingin Harumi menemani Mama ke sana. Mungkin 10hari kita di sana" ajak Mama Ellena
Aku sempat terkejut mendengar ajakan mertuaku ke New York. Perjalanan dari Bristol ke New York sangat jauh membutuhkan waktu yang lama.
Aku bingung harus menjawabnya seperti apa, apakah Anton akan mengijinkanku. Kenapa Anton tidak cerita apa-apa kepadaku soal Kaka Perempuan nya yang baru melahirkan.
__ADS_1
"Ka Ameera sudah melahirkan ? Anton tidak ada cerita apa-apa."
"Iya, 3hari lalu. Mama juga baru tau kemarin jadi Anton pasti belum tau kabarnya. Soal keberangkatan kita, Mama yang akan bicara dengan Anton. Jika Anton mau ikut mama lebih senang lagi, tapi anak itu pasti lebih memilih pekerjaannya dibandingkan keluarga. Ia sangat mirip dengan Ayahnya"
"Baiklah mah, Rumi akan coba bicarakan juga dengan Anton"
"Oke, lanjutkan lagi pekerjaanmu, jangan lupa makan ya. Jaga Kesehatan, bye" Mama Ellena langsung mengakhiri pembicaraan kami.
Aku menghela nafas panjang, memikirkan permintaan Mertuaku. 10 hari di New York, jadi mengingatkan kehidupanku dulu saat aku masih kuliah di sana. Di New York pula pertama kali aku bertemu Anton saat aku masih magang.
Memang sudah lama aku sangat merindukan suasana New York, apalgi saat malam hari. Keindahan malam yang indah dan gemerlap lampu-lampu menghiasi kota besar itu.
Banyak nya Gedung-gedung besar tinggi mendominasi setiap sudut kota. Makanan dan minuman khas nya yang sangat kurindukan. Apalgi ada Cafe favoritku yang menyediakan Coffee Latte terenak di pinggir jalan kota saat aku kuliah.
Aku mulai merindukan suasana itu di New York, keramaian dan kesibukkan para warga Kota yang tak henti-hentinya.
Aku sempat merencanakan pergi ke sana lagi bersama Anton untuk liburan dan mengenang masa-masa dulu. Tapi selalu saja ada halangan dan kendala yang harus kami hadapi.
"Bu, ada pelanggan yang mencarimu !" tegur Beatrix membuyarkan lamunanku. Seperti biasa ini kebiasaan Beatrix selalu langsung masuk ke ruang kerja ku tanpa ketuk pintu dulu.
Aku melangkah keluar, melihat pelanggan yang dimaksud Beatrix.
"Taylor ?" aku kaget ternyata bertemu lagi dengan Pria besar berbadan kekar tak berekspresi ini.
"Nona Harumi" jawabnya dengan suara Datar dan serak
"Ada apa, Taylor ?"
Aku menduga pasti Liam membuat ulah lagi.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
__ADS_1
Thank You ❤