Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 23 Dokumen Rahasia


__ADS_3

Nami Florist


Pukul 3pm


Akhirnya aku bisa beraktivitas lagi di sini setelah menunda beberapa pekerjaan sebelumnya. Anton mengantarku kembali ke Toko.


"Rumi, aku mungkin telat nanti malam. Kau bisa kan duluan ke sana" ucap Anton yang masih duduk di kursi kemudinya.


"Kenapa ? Makan malam kan jam 7 nanti. Semua pasti mengharapkan kehadiranmu. Kumohon untuk hari ini aja, datanglah lebih ontime." pintaku


Nanti malam adalah acara ulang tahun Adikku Ben, ibu sengaja membuat acara makan malam sederhana seluruh keluarga untuk merayakannya.


Ben tepat berusia 10tahun, si bungsu yang paling manja dan sangat dekat dengan ku.


"Aku harus ke kantor sekarang, nanti aku hubungi lagi. Tadi Daniel menghubungi, ada sedikit masalah. Kumohon mengertilah, Sayang"


"Hmmmm.....Baiklah, tapi aku mohon kau harus tetap datang." Mendengar jawaban Anton aku sangat sedih, karena ia selalu menomorduakan keluarga dibanding pekerjaannya.


"Akan kuusahakan"


Keluarga besarku selalu mengadakan acara makan malam bersama bila merayakan ulang tahunku, Takeru atau Ben, walaupun memang Anton lebih sering absen. Ia tetap memilih fokus mengutamakan Pekerjaannya, ambisinya untuk perusahaan tidak pernah berubah.


Di dalam Toko, Beatrix tampak sibuk menghiasi ornamen Valentine di dinding-dinding dan menggantung beberapa Balon berbentuk Hati. Suasana Hari Kasih sayang mulai terasa, corak berwarna Merah jambu hampir memenuhi tiap Toko di pinggir jalan.


Beatrix yang berdiri di atas tangga lipat, memasang balon-Balon berbentuk Hati di atas etalase. Ia tampak antusias menyambut Valentine, karena ia menantikan hadiah dan juga coklat dari Christian si pujaan Hatinya.


"Hi Beatrix, maaf aku terlambat" tegurku sambil mengangkat kepala ku melihat ke arah Beatrix yang sedang di atas memasang balon.


Beatrix masih saja menghadap ke atas, berusaha mengulurkan tangannya agar bisa menempel balon-balon tersebut dan berusaha menyimbangkan tubuhnya dengan tangga sebagai penyangga. Ia bahkan tidak mendengar aku yang sudah menegurnya sedari tadi.


"Sebaiknya kau minta bantuan Jonah untuk memasang semua ini" Volume suaraku lebih nyaring agar ia mendengar. Aku menunjuk ke arah balon-balon, bunga-bunga plastik, pita dan kartu ucapan yang berserakan di lantai toko. Aku tak sanggup melihatnya menyelesaikan dekorasi Valentine ini seorang diri.


Beatrix akhirnya menatapku yang berada di bawahnya, ia tampak berantakan. Rupanya sejak tadi ia mengerjakan semua ini seorang diri.


" Gak aaaah, Lebih baik kukerjakan sendiri daripada harus dibantu Jonah" celetuk Beatrix yang tampak geram mendengar nama Jonah.

__ADS_1


"Iyaa yaaa, baiklah...Aku selesaikan beberapa pesanan dulu" Aku masuk ke ruangan kerja, tempat dimana aku selalu menghabiskan waktu menyelesaikan karangan bunga.


***


Pukul 7pm


Akhirnya Beatrix menyelesaikan dekorasi Valentine di Toko, tidak kusangka ia mengerjakannya seorang diri. Terkadang ia melayani pelanggan, lalu melanjutkan nya lagi.


Beatrix sudah pulang lebih dulu ia tampak sudah sangat kelelahan dengan banyaknya tugas yang ia kerjakan hari ini, aku yang masih menyelesaikan satu karangan bunga lagi baru bisa pergi ke rumah orang tuaku.


Menjelang hari Valentine, aku menerima cukup banyak pesanan karangan bunga. Bahkan Aku dan Beatrix sudah sangat kewalahan melayani permintaan mereka. Jadi untuk sementara aku membatasi pemesanan, selain karena kami hanya berdua aja yang mengerjakan, kami juga ingin libur saat hari Valentine nanti.


Setelah menyelesaikan tugasku, aku mulai mematikan lampu dan menutup toko. Tak lupa aku selalu memeriksa ulang agar lebih aman.


Aku berjalan keluar Toko dan melambaikan tangan memberhentikan salah satu Taxi yang melewatiku, aku putuskan untuk kembali ke rumah dulu mengambil Kado untuk Ben.


Aku menatap layar Handphone, Anton sampai jam segini, belum juga menghubungiku. Aku berharap ia masih ingat untuk datang ke rumah Orang tuaku.


***


Sesampainya di rumah, keluar dari Taxi aku berlari masuk dan bergegas menuju kamar untuk berganti pakaian dan mengambil kado Ben.


Dengan terburu-buru aku mengganti pakaian yang sudah seharian kukenakan, awalnya ingin sekalian membersihkan diri tapi aku sudah sangat terlambat. Seharusnya jam 7 aku sudah berada di sana.


Selesai semua, Aku sudah siap dengan mengenakan Pakaian santai seperti biasanya. T Shirt Oversize berwarna Lilac dengan corak Daisy Flower bagian depannya, dan tak lupa Jeans panjang berwarna abu-abu muda. Rambut tak lupa kurapikan dengan menggulungnya ke belakang.


Saat aku mengambil Kado yang kuletakkan di sebelah TV tadi pagi, aku baru ingat ternyata aku melupakan sesuatu.


"Ya ampun, aku lupa menuliskan Kartu Ucapan" Sebenarnya tu hanyalah hal sepele, tapi bagi Ben akan lebih sempurna jika Kadonya lengkap dengan Kartu Ucapan Ulang Tahunnya.


"Jika ia tau aku lupa menuliskan kartu ucapan untuknya, ia pasti akan uring-uringan" gumamku


Bergegas aku menuruni tangga, mencari secarik kertas dan bolpoint. Aku berlari menuju meja kerja Anton yang sama sekali belum pernah kusentuh, Ia selalu menghabiskan waktunya menatap layar laptopnya dan menyelesaikan pekerjaannya sampai larut malam di ruangan ini, seingatku ia pasti menyimpan kertas dan bolpoint disitu.


Wajahku sudah mulai tampak cemas, karena berkejar-kejaran dengan waktu. Acara tidak akan dimulai jika aku belum datang.

__ADS_1


Di meja kerja Anton, aku berusaha membuka beberapa laci di bagian bawahnya. Belum juga ku temukan kertas dan bolpoint, padahal aku sudah mengobrak abrik isinya, yang ada hanya beberapa dokumen perusahaan, penjepit kertas, lem kertas dan lainnya kecuali bolpoint dan kertas kosong.


Akhirnya, mata ku tertuju pada sebuah Laci paling bawah. Kubuka dengan cepat, bola mataku bergerak gerak mencari-cari tiap bagian dalam sisi laci. Akhirnya aku menemukan Bolpoint hitam dan Notes kecil berwarna hijau muda.


Saat aku mengambil kedua benda yang sedari tadi kucari-cari, mata ku bergerak lagi ke arah dalam laci tersebut. Aku melihat sebuah Map Coklat yang ada disitu, di bagian depan map bertuliskan Dokumen Rahasia.


Aku penasaran dengan isi map itu, Sebuah Map Coklat yang menarik perhatianku. Kuletakkan perlahan Bolpoint dan notes yang ada di genggamanku di atas meja.


Aku tunduk dan mengambil Map itu dan Kini sudah kugenggam, tapi aku ragu-ragu membukanya. Jantungku agak berdebar, merasa sesuatu di dalamnya menarikku untuk memberanikan diri.


Kuletakkan Map yang bertuliskan Dokumen Rahasia itu di atas meja, ku buka dengan hati-hati.


Kulihat lembaran pertama.


Mataku membesar, alisku mulai mengernyit, aku sama sekali tidak berkedip membaca setiap kata di bagian kop kertas pertama. Jantungku mulai berdetak tidak karuan, dadaku terasa sangat sesak membaca 3 Kata yang tertulis disitu.


Lembar Kertas pertama bertuliskan "Surat Keterangan Kelahiran"


Belum sempat membacanya keseluruhan, tubuhku mulai lemas. Nafasku sudah semakin cepat. Aku tetap memaksa melanjutkan membaca setiap kata di kertas itu.


"Apa ini ? Ya Tuhan, Surat apa ini ? Surat Keterangan Kelahiran Seorang Anak ? berjenis kelamin Laki-Laki ?" gumamku


Bodohnya, aku tidak sempat menyelesaikan membaca sampai akhir pada lembaran pertama. Tanganku sudah sangat bergetar.


Pikiranku sudah melayang, aku coba untuk menenangkan diriku mengusap wajahku berharap aku salah, kubuka lembar kedua ada kertas berisi Rekening Koran.


Beberapa History mengenai Transfer Dana dari Rekening milik Anton ke rekening Seseorang, aku tidak pernah tau Anton memiliki Rekening di Bank Lain.


Kubaca perlahan history pengiriman uang tersebut, ternyata hampir setiap bulan Anton mengirimkan sejumlah uang ke Rekening orang yang sama dalam jumlah yang lumayan besar.


"Ya Tuhan, Rahasia apa yang kau sumbunyikan dariku, Anton ?" batinku


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank yOu ❤


__ADS_2