Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 115 Let The Light Back In


__ADS_3

Rasa sakit itu menelan Harumi ketika ia harus menerima kenyataan hidup yang harus dilaluinya. Mengalami musibah, menjalani pernikahan yang tidak bahagia, bersama seseorang yang disebutnya sebagai suami yang seharusnya bisa memberinya perlindungan dan kenyamanan. Tapi, Harumi tidak mendapatkan itu semua selama beberapa tahun ini, merasa kesepian, rasa jenuh yang memuncak, perasaan yang bergejolak dalam dirinya. Bertarung dengan semua akal sehatnya agar bisa kembali pada dirinya yang lebih baik.


Kini, seseorang yang asing dengan segala kesempurnaan itu mulai masuk dan membuka ruang di dalam hatinya. Seseorang dengan semua kebaikan dalam dirinya, mulai merambat menguasai Harumi tanpa ampun. Walaupun beribu-ribu kali Harumi mencoba untuk melupakannya, semakin sosok itu tergambar jelas dalam ingatannya.


Ini kah yang dinamakan Obsesi, akan kah ini akan berujung pada kebahagiaan atau semakin mendekatkannya pada penderitaan baru.


Masa bodoh dengan penderitaan, karena Harumi sudah cukup paham apa artinya penderitaan. Yang dikejarnya kini adalah ketenangan hidup, kebahagiaan untuk dirinya.


Semenit kemudian, seorang pelayan datang dengan mendorong troly makanan yang kedua wanita itu pesan.


Menyajikannya di atas meja, dengan aroma yang sangat memanjakan indera penciuman mereka. Ada Makanan pembuka yang sangat mengugah selera dan makanan utama yang selalu ditunggu-tunggu pengunjung karena menu hari ini sangat spesial.


Dengan wajah sumringah tak sabaran, Ameera menatap tanpa berkedip pada makanan-makanan tersebut "Waah, ini benar-benar luar biasa. Makanlah yang banyak, Rumi. Tubuhmu sangat kurus, tidak ada salahnya menaikkan berat badanmu sedikit"


Harumi terdiam sesaat, tatapannya bergerak ke satu per satu piring yang berisi makanan lalu bibirnya tersungging lebar "Itadakimashu" wanita itu menyatukan kedua telapak tangannya, memejamkan mata dan sejenak ia berdoa. Barulah ia mulai mengambil pisau dan garpu.


Ketika selesai satu suapan pertama, Ameera langsung berbinar saat ia mengunyah makanan pembuka "enaaaakk sekali"


Harumi yang melihat tingkah laku kaka iparnya tersebut hanya tersenyum tipis, karena ia tahu Ameera sangat menginginkan hal ini. Dapat terlihat dari betapa antusiasnya sejak ia tiba di Restoran ini.


"Oh ya, ada lagi yang ingin kuketahui. Apa kau masih mengingat siapa yang sudah membawamu ke Rumah sakit saat kecelakaan itu ? Kudengar dari cerita Mama Elena, ada seorang wanita yang menyelamatkanmu"


Alis Harumi terangkat "Apa ? Ooh..waktu itu aku sama sekali tidak bisa mengingat dengan jelas wajahnya, bahkan aku hanya bisa mendengar suaranya samar-samar karena kondisiku yang saat itu sedang kritis. Aku hanya ingat suara itu adalah suara wanita. Entahlah, siapa dia. Ketika aku menanyakan dengan seorang perawat yang shift malam itu. Dia hanya mengatakan ada seorang wanita yang menyelamatkanku membawa seorang anak kecil. Setelah itu, perawat itu mengatakan bahwa wanita itu pergi buru-buru tanpa mengatakan apapun lagi"


Ameera mengernyit "aneh sekali, kenapa ia pergi terburu-buru tanpa mengatakan apapun padahal ia bisa bertemu dengan keluargamu lebih dulu kan. Tapi, yah sudahlah...aku bersyukur Tuhan sudah menurunkan pertolongannya melalui wanita itu. Semoga Tuhan membalas kebaikannya."


Tidak terasa Waktu berlalu dengan cepat, keduanya saling berbagi cerita hingga membuat makan siang hari itu begitu nyaman dan menyenangkan. Ameera sangat bahagia bisa memiliki adik ipar seperti Harumi yang sangat pengertian.

__ADS_1


Gelak tawa sesekali terdengar dari percakapan keduanya, Ameera mencairkan suasana menjadi penuh canda. Dan Harumi mudah mengikuti arus pembicaraan mereka dengan ringan.


Ameera menyapu tepi bibirnya dengan kain setelah ia menyelesaikan potongan daging terakhir di piringnya "Hei, kau tahu Harumi..." lalu tanpa sadar wanita itu menghentikan pembicaraannya, matanya menoleh ke sosok yang sedang berjalan baru memasuki restoran sedang menaiki anak tangga menuju lantai dua.


Harumi kebingungan dengan ekspresi Ameera yang membeku seketika, kedua alis Harumi menyatu "What's Wrong ?"


Tanpa disadarinya mulut wanita itu menganga "What !! whaaatt"


Harumi menarik napas pendek, membuat tatapan tidak percaya tertuju kepadanya "Jangan bercanda. Ada apa sebenarnya ?"


Sebelum Harumi mengikuti arah pandang Ameera, wanita itu sekilas menatap ke beberapa pengunjung wanita lainnya yang duduk di meja lain memberikan ekspresi yang sama persis seperti Ameera. Ekspresi yang digambarkan sebagai ekspresi kekaguman luar biasa dengan sesuatu yang berada dihadapan mereka.


Bahkan Harumi bisa mendengar beberapa wanita saling berbisik dengan tidak melepaskan tatapan mereka kepada sosok itu, Bahkan dengan sumringah penuh godaan.


"Oh my God, He is so handsome."


"Bukankah dia sosok Pria yang sangat diidam-idamkan semua wanita dimuka bumi ini. Dia kaya raya, tampan, usia mapan, maskulin memiliki segalanya. Aku pun rela jika hanya sebagai tawanannya."


"hahaha...aku pun tidak mau kalah, aku rela melakukan apapun agar bisa tidur dengannya. Akan kuberikan seluruh tubuhku dan hidupku untuknya secara sukarela"


"His Mine. Ok. Hahaha. "


Harumi bisa mendengar semua obrolan para wanita tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan berbicara terbuka mengenai kekagumannya, mengumbar kata-kata nakal yang menggoda.


"Siapa yang mereka perhatikan sebenarnya ?" gumamnya


Saat Harumi ingin berbalik untuk melihat orang yang sedang jadi bahan perhatian sebagian besar para wanita di restoran ini.

__ADS_1


Ameera membuka bibirnya "Waah...Mataku tidak salah kan ? Dia benar-benar Liam Seymour. Ternyata Dia lebih tampan aslinya dibanding yang kulihat di media elektronik. Pria itu benar-benar memiliki pesona yang berbeda, ketampanannya mampu menyihir semua wanita."


Liam ? Apa aku tidak salah mendengarnya ?Kenapa dia ada di sini ? Jangan Rumi, Jangan bertindak bodoh. Kau harus berpura-pura tidak melihatnya.


Harumi langsung menghentikan dirinya, ia mengurungkan untuk berbalik.


Harumi langsung berbalik kembali menghadap Ameera, jantungnya berdebar sangat kencang.


"Apa kau tahu tentang Liam Seymour dari Seymour Group Company, Rumi ? Lihatlah ! ternyata dia makan siang di Restoran ini juga. Pria itu benar-benar dambaan semua wanita, kaya raya usianya mapan. Dia pemilik banyak perusahaan besar berkelas internasional, bahkan aset-asetnya sudah tidak bisa terhitung. Aku selalu mengikuti berita tentangnya dan dia masih lajang. Wah, wah...sangat wajar jika sudah tidak terhitung wanita yang mengejar-ngejar dirinya. Mendambakan menjadi istri Pria kaya sepertinya."


Harumi merasakan tubuhnya akan meledak dalam reaksi sesaat yang mengejutkan sekaligus kuat, dan ia meneriakkan nama Pria itu dalam benaknya ketika tubuhnya berdenyut-denyut bagaikan dentuman listrik bertegangan tinggi.


Wanita itu hanya menunduk menahan dirinya untuk menyembunyikan debaran ini. Debaran yang seolah terkoneksi dengan sendirinya semakin kuat ketika sosok itu hadir di satu tempat yang sama dengannya.


Dia di sini, berada satu tempat dengannya berjarak hanya beberapa kaki darinya.


Kumohon hentikan Rumi. Kenapa aku harus bertemu dengannya disini.


"Rumi..." panggil Ameera


Harumi berusaha menenangkan deru napasnya dan perlahan-lahan menyadari keadaan sekelilingnya. Terpaksa mengakui bahwa dirinya tidak bisa berkonsentrasi pada apapun bila Pria itu berada sedekat ini, Harumi berusaha bersikap normal "Yah ?"


"Di antara semua Wanita di sini yang sedang memperhatikan dan mengagumi Pria itu, hanya kau yang tidak tertarik padanya. Bahkan kau tidak menoleh sedikit pun. Sepertinya kau tipe Wanita yang sangat setia pada adikku, benarkan ?" Ameera terkekeh.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you 🥰


__ADS_2