
Awalnya Harumi memilih diam. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Aku tidak ingin menyakiti siapapun, Elena, anda bahkan yang lain. Aku hanya ingin semua keadaan kembali membaik."
Anita menatap dingin lalu tersenyum kecil "Membaik ? Lalu apa yang akan kau lakukan. Mengemis pada wanita itu ?! agar ia mau menerimamu kembali sebagai Menantunya. Jangan menganggap ini seperti sebuah Dongeng, kau pikir Elena berhati Malaikat dan menerimamu kembali dengan mudah. Its bullshi* !!!"
Harumi menghembuskan napas kasar "Lalu kapan ini akan berakhir jika anda terus-terusan menyakitinya hanya demi memuaskan ego anda."
"Kau tidak mengerti situasiku saat itu, bagaimana sikap Roseanne yang hadir di antara aku dan Roberto. Bagaimana perilakunya waktu itu, Kau pasti mendengar cerita darinya bahwa Dia memberikan Liam padaku atas inisiatifnya sendiri untuk menebus kesalahannya. Lalu ia menggambarkan seolah-olah ia sosok Malaikat dari balik topengnya dan aku adalah wanita kejam bak Iblis. Itu benar kan ? Dia menceritakan seperti itu padamu. Tapi kenyataannya tidaklah seperti itu."
Keningnya mengernyit "What ?!"
Mereka saling berpandangan, kemudian ia menatap penuh arti pada Anita "Maksud anda Elena berbohong ?!"
"Roberto lah yang memiliki ide itu, karena sebenarnya Roseanne tidak pernah menginginkan kelahiran Liam. Karena sebenarnya Liam BUKANLAH Putera Roberto !!!"
"Ya Tuhan..." Harumi merasakan gemetar hebat di dalam tubuhnya, tanpa sadar bibirnya terbuka dan kedua matanya melebar menatap ke arah Anita. Ia tidak bisa menahan rasa sakit sekaligus shock yang menjalar ke seluruh inchi bagian tubuhnya.
Bibirnya gemetar saat mulai membuka bibirnya kembali, suaranya lekat dan ia hampir tak bergerak setelah mendengar fakta yang sama sekali tidak terduga olehnya "Lalu s-siapa ayah biologisnya ?"
Samar-samar terlihat mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca ketika ia harus membuka kembali tabir masa lalunya yang sudah lama tertutup rapat "Hanya aku, Roberto dan Roseanne yang mengetahui hal ini. Semua orang menganggap Liam satu-satunya Putera Roberto dan aku. Dan kami sama sekali tidak pernah mengungkit identitas ayah biologisnya. Karena bagi keluarga Seymour, Reputasi nama besar mereka di atas segalanya."
Ternyata saat itu, menyembunyikan fakta sebesar itu untuk menjaga perasaan dan masa depan Liam. Namun tanpa mereka ketahui, apa yang mereka lakukan malah menumbuhkan rasa bersalah di sepanjang hidup mereka. Dan perlahan-lahan ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak jika kebenaran selalu di kesampingkan.
Raut wajah sedih Harumi begitu pedih ketika ia membayangkan bagaimana perasaan Liam jika suatu saat nanti ia mengetahui kebenarannya "Apa ayahnya masih hidup ?"
Anita mengangguk sekali, lalu tatapannya beralih pada jendela besar "yah, bahkan ia bukan orang lain. Darah Seymour masih mengalir pada darah Liam."
Sorotan matanya seolah menelisik sambil mengusap rambutnya. Harumi menarik napas "Maksud anda, dia salah satu anggota dari keluarga Seymour."
"Aku yakin kau wanita yang Pintar, dan sudah bisa menebak siapa orang tersebut." bibirnya menyeringai miring
Harumi menghela napas dan tidak berani menebak-nebak. Walaupun ia tahu, mudah baginya untuk menebak kebenaran itu karena satu-satunya keluarga Seymour yang dekat dengan Liam. Hanya...
"Apa pria itu tahu tentang kebenaran ini ?"
Anita berbalik dan menyilangkan kedua tangannya ke dada lalu ia menggelengkan kepala "No, Roberto tidak pernah ingin membongkar ini sampai ia tiada. Bahkan ia berpesan sebelum kematiannya, ia tidak ingin ini terbongkar kepada siapapun. Terutama pria itu."
"Kenapa Roberto justru menyerahkan semua warisannya kepada Liam bukan...kepada ..."
"Maksudmu Puteranya sendiri Anthony, your husband. No. Karena Roberto ingin menghukum Roseanne, Ia lebih memilih Liam karena menurutnya Anthony begitu mirip dengan Roseanne dan itu cukup membuatnya muak. Tidak mudah, bagi Roberto dan aku ketika awalnya kami harus menerima keberadaan Liam di tengah-tengah keluarga. Tapi, diluar dugaan walaupun terkadang Roberto sangat tegas tapi ia sangat menyayangi Liam. "
"Ini benar-benar membuatku terkejut, aku harus mendengar dari dua sisi dan entah sisi mana yang harus kupercaya."
"Aku tidak akan memaksamu untuk mempercayai semua perkataanku, tapi jika kau perlu bukti. Aku bisa memberikan semuanya." jawabnya dengan sangat tegas
"Melihat dari sorotan matanya, Elena sangat menyayangi Liam, terlepas siapa ayah biologisnya. Tapi tetaplah dia wanita yang sudah mengandungnya selama sembilan bulan. Dan ikatan itu tidak akan bisa di putus"
Anita tidak merespon, ia hanya diam sambil memfokuskan pikirannya "Tidak perlu membahas ini panjang lebar, sebaiknya kita membahas yang lain. Lusa kau akan keluar dari sini.Dan satu hal lagi, kudengar kau pandai merangkai bunga"
__ADS_1
Harumi mengangguk perlahan sambil mengernyitkan keningnya "Yah"
"Aku membutuhkan keahlianmu"
"Maksud anda ?"
Anita berjalan menuju sofa dan kembali duduk "Sebentar lagi akan ada pagelaran Lukisan, untuk acara itu aku membutuhkan seorang yang berpengalaman dalam hal mendekorasi bunga. Tidak salah kan, jika aku mengajakmu."
Kedua mata Harumi terhenti pada keheningan "T-tapi..."
"datanglah ke kantorku setelah dari Rumah Sakit, banyak hal pekerjaan yang ingin kubicarakan. Jangan menolak ajakanku. Karena aku tahu kau wanita yang bisa diandalkan." wanita itu mengambil tas tangan miliknya, lalu berdiri "Satu hal lagi, ubah penampilanmu. Aku tidak memintamu menjadi orang lain, tapi terbukalah untuk menjadi dirimu yang baru."
...****************...
"Hallo"
"Sebaiknya persiapkan dirimu untuk menjawab semua pertanyaanku"
"What ? Are you angry with me, My Love ?"
Wajah Harumi menggerutu "Of Course, karena kau selalu melakukan hal-hal tanpa memberitahuku lebih dulu. Itu sudah menjadi kebiasaanmu"
"Sorry, tapi apapun yang kulakukan semua untuk kebaikanmu. Trust me"
"Tapi, Liam...kenapa kau harus mengadakan konferensi itu ? Dan kenapa kau harus berbohong padaku, jika sekarang kau berada di Bristol bukan di Italy seperti yang kau katakan padaku ?!"
"Rumi, sayang. Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena banyak hal yang harus kuselesaikan. Kekhawatiranmu akan membuatmu semakin tersiksa. Aku tidak suka hal itu."
"Itu bagian dari tanggung jawabku, bukan nominalnya tapi komitmen pada perusahaan yang sedang kuungkapkan kepada publik. Komitment pada pekerjaan yang sedang dipermasalahkan Anton tapi ia selalu ingkar. Bahkan Komitmennya pada Pernikahan."
"Sejak kapan kau mengetahuinya ?"
"Beberapa tahun yang lalu. But its ok. Its Clear now. Aku sudah memecatnya, dan itu cukup untuk menghukumnya. Walaupun aku tidak perlu pergantian dana itu darinya dan tidak memperpanjangnya ke jalur hukum "
"Aku sudah menonton siaran ulangnya, dan aku mendengarmu mengucapkan bahwa kau menutupinya demi aku."
"Yah, Its true." tegasnya "Aku bisa saja langsung memecatnya setelah awal-awal mengetahuinya. Tapi, aku menahannya untuk menyelamatkan pernikahan kalian."
"T-tunggu dulu, aku masih bingung."
"Uang sebesar itu apa kau tidak ingin tahu untuk apa Anton menggunakannya."
"For what ?" suara Harumi gemetar
"Ia membuka perusahaan kecil dari dana itu dan menarik beberapa client untuk bekerja sama mengatas namakan bahwa perusahaan itu adalah anak dari perusahaan Architecture Seymour Company dan mengeruk banyak keuntungan. Dan bukan hanya itu saja..."
"W-what ? Tell me !"
"For other woman, histori aliran dana itu untuk pembelian sebuah apartemen mewah dan hal-hal lainnya. Aku yakin Anton memiliki hubungan rahasia dengan seseorang ..."
__ADS_1
"Catherine Jones"
Sejenak Liam hanya diam. Lalu melanjutkannya "Yes"
Harumi hampir menjatuhkan ponsel yang digenggamnya ketika sebuah jawaban menyeruak di pikirannya.
Harumi berusaha bersikap tenang, tapi itu mustahil. Kegelisahan menghantam dadanya dengan sangat kuat ketika ia harus mendengar kenyataan pahit dibalik pernikahannya selama ini.
"Rumi....." panggilnya
Liam bisa merasakan apa yang dirasakan Harumi saat itu. Keheningan yang diciptakannya terasa mengoyak dadanya.
Ia bisa mendengar hembusan napas wanita itu terisak.
Liam sangat membenci situasi ini dimana seharusnya kini ia berada dekat disisi Harumi dan ingin memeluk wanita itu dengan erat.
Seharusnya kini Harumi bisa bersandar di dadanya, seharusnya ia bisa mengusap wajahnya dan menenangkannya.
Tapi, Liam harus menahan semua itu untuk sementara waktu demi kebaikan mereka.
Berperang untuk mengembalikan keadaan dan melindungi wanita yang dicintainya.
...****************...
Bugh !
Bugh !
"Shiiiiiitttt, Semua BERANTAKAN KARENA KEBODOHANMU !!!!" ia mencengkeram kuat kerah pria itu yang sudah tersungkur di lantai.
Pandangannya kosong, dengan perlahan pria yang sudah dalam kondisi lemah itu mengusap darah yang mengalir dari hidungnya.
"Siaaaallll. Kau membuatku SIAL !!! 10 juta USD ?!!! " ia menunduk menatap wajahnya dengan kemarahan besar "KATAKAN ANTON, Kenapa kau menyembunyikan hal itu. Kemana uang itu ?! KATAKAN !"
Anton berusaha bangkit, tapi wajahnya tampak tidak karuan dengan tubuh yang melemah oleh memar. Entah sudah berapa lama ia menghadapi kondisi seperti ini "Ha-harumi." ia akhirnya bersuara dengan bibir yang memar dengan suara terbata-bata
"Kemana UANG ITU ?!!!!!" Noah semakin menarik dengan kasar hingga membuat nafas Anton tersekat.
Anton menatap dengan kedua matanya yang lebam, lalu tersenyum miris ketika aliran darah tampak mengalir di sela-sela giginya yang memerah "H-harumi, kembalikan istriku "
Sekali lagi, Noah tanpa ampun terus melayangkan pukulan ke wajah Anton, tidak memperdulikan kondisinya yang sudah melemah. Bahkan beberapa bodyguard Noah berdiri hanya menyaksikan apa yang sedang dilakukan Atasan mereka seolah itu hal yang biasa.
Sebelumnya, mereka juga ikut menyiksa Anton atas perintah Noah.
"Kau membuatku tampak Bodoh dihadapan Liam. Kejutan yang seharusnya menampar Liam saat ia konferensi pers, kini semuanya berantakan. Shiiiittttt.... Shiiiittt !!!"
____
#Jangan Lupa Vote ya
__ADS_1
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤