
Keheningan menyelimuti sampai pada titik di mana Harumi takut Liam akan merasa bosan dengan permainan ini, tetapi detik berikutnya dia merasakan napas hangat pria itu bergerak di sepanjang tubuhnya dan seluruh tubuhnya menegang.
Tidak sabar untuk lebih dekat lagi, Liam menyelipkan jemarinya ke balik kain tipis itu dan menyentuh kulit hangat Harumi yang mulus.
Panas di antara mereka mencapai titik membakar dan wanita itu menjerit, mulutnya meninggalkannya sejenak saat tubuhnya menegang. Kemudian bibir Harumi berada di bawah lumatannya lagi dan tangan wanita itu bergerak ke dadanya, jemarinya meluncur dan meraba-raba saat dia merenggut kancing baju Liam, membuka kemeja itu dan benar-benar menyentuhnya untuk pertama kalinya.
Tenang, tak ada kebisingan apapun, ketinggian Penthouse tersebut seolah mendekatkan mereka kepada indahnya Surgawi, membawa keduanya pada keromantisan yang paripurna. Liam tidak mendengar apa-apa selain desah lembut wanita itu dan deru napasnya sendiri saat mereka berciuman, menciptakan sihir yang mengisolasi mereka dari lingkungan sekitar.
Harumi merasakan bobot lelaki itu, tekanan tubuh Liam pada tubuhnya dan gairahnya meningkat karena ia tiba-tiba begitu menyadari kekuatan fisiknya. Lidahnya menjelajahi rahasia mulut wanita itu dan Liam menurunkan tangan ke celana berbahan rapuh Harumi, siap untuk menelanja**inya.
Rasa lapar gairah berkobar di sekujur tubuhnya, tetapi tepat ketika Liam berpikir dirinya akan meledak oleh intensitas dorongan primitif itu, tangan Harumi tetiba menahannya.
“Liam….” Kata itu nyaris tak terdengar ketika Harumi menjauhkan bibirnya dan dia berhenti sejenak seolah-olah mencari udara dan energi untuk bicara. “Tidak, Kita tidak bisa melakukannya. Kita harus berhenti”
Pengar oleh ***** dan di selimuti dorongan hormonal untuk segera mendapatkan kepuasan, Liam membutuhkan waktu sejenak untuk memenuhi permintaan Harumi. Berusaha mengatur aliran udara yang masuk ke dadanya, menata kembali jalur pikirannya yang tadi sempat porakporanda, dan mengambil nafas sejenak.
Ia mengangkat wajahnya, menatap kedua mata wanitanya yang kini telentang di hadapannya. Rambut panjang Harumi terurai indah di sekitarnya, dengan perlahan-lahan ibu jari pria itu mengusap puncak kepalanya. Menyusuri rambut Harumi dengan lembut, tak ada ekspresi yang tersirat dari wajah Liam.
“Maafkan aku” ucap wanita itu membalas pandangan lelakinya. Dadanya turun naik menahan diri untuk bisa menetralisir dirinya agar tetap mengendalikan keadaan mereka, dan Liam mulai menyadari itu.
Walaupun pria itu, ingin memberontak memuaskan hasrat biologisnya yang sudah memuncak, tapi ia memilih untuk berupaya keras menyimpan rapat keegoisannya sementara. Karena ia mengerti situasi mereka saat ini, dan Harumi belum siap untuk itu.
“kenapa meminta maaf ?” jawab Liam menyeringai tipis, ia meyakini Harumi memiliki alasan terbaik untuk keputusannya.
Liam menatap hangat, menyentuh tiap inci bagian wajah Harumi “Jika kau belum siap, aku tidak akan memaksa. Aku akan menunggumu”
Dalam diri terdalam Harumi, keinginan hasratnya itu nyata untuk menyerahkan seluruh hidup dan tubuhnya untuk Liam, membiarkannya merasakan keintiman itu menjadi terpuaskan.
Tapi…tapi wanita itu menyadari bahwa masih ada banyak beban yang masih mengikutinya terus-menerus menghantui hubungan mereka dan sewaktu-waktu akan menghabisi mereka dengan mudah.
Bulumata hitam Wanita itu merunduk, lalu terangkat kembali ada seringai kecil mendarat di bibirnya lalu ia memberi kecupan manis di bibir Liam. Dan menambahkan pelukan hangat kepada pria tersebut, melingkarkan kedua tangan nya di bahu bidang Liam.
“Percayalah, jika semua beban di tubuhku menghilang. Aku akan menjadi milikmu seutuhnya, My Love” bisik Harumi memberikan desiran manis berkobar di sekujur tubuh Liam.
Kata Indah yang dilontarkan dari bibir merona kekasihnya, mengantarkan Lelaki itu pada jejak hubungan lebih dalam dari sebelumnya, dan Liam sangat percaya penuh pada wanita kesayangannya ini.
__ADS_1
Lingkaran tangan Liam erat menusuk ke tubuh mungil Harumi semakin dalam ke dekapan pria itu, menekannya pada artian yang sebenarnya yaitu sebuah keterikatan keduanya.
“Aku Mencintaimu, sayang” balas Liam
***
Malam indah itu, dihabiskan keduanya dengan saling mengobrol santai. Bercanda gurau, menikmati kebersamaan mereka hanya di atas tempat tidur. Dengan pakaian yang masih lengkap tentunya.
Harumi berbaring di samping dalam dekapan Liam, meletakkan kepalanya pada tubuh pria itu dan menggeliat manja di dadanya. Tangan pria itu menangkup tubuhnya, melingkarkan dengan sangat posesifnya.
“Liam…kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang keluargamu padaku ?” Harumi mengangkat kepalanya menatap ke arah Liam. Pria itu menoleh membalas dengan ekspresi mendalam menyiratkan ia tidak senang dengan pembahasan itu.
Seutas otot di rahang kokohnya bergerak dan kelebat cepat di mata pria itu mencegah Harumi untuk mengajukan pertanyaan lebih lanjut “Aku tidak mengerti apakah mereka bisa di sebut dengan keluarga”
Harumi mengusap dada pria itu dengan hati-hati “Keluarga tetaplah keluarga, mereka lah yang selalu mendampingi dan mengingatkan kita. Tidak bisa dipungkiri hal itu selamanya, Liam”
“Wajar jika ibumu sangat membenciku, aku bisa melihat dari tatapannya. Semua ibu pun akan mengutuk ku dengan jati diri dan tindakanku kepada putera mereka” lanjutnya
Mata Pria itu tetiba berkilat, alisnya berkerut menaikkan tangannya mengusap kepala Harumi “Hey…dengarkan aku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menganggap wanitaku seperti itu apalagi sampai menyakitimu.”
“Liam…bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu ?” tanya Harumi pelan dengan tiba-tiba
“hmm”
“Jika..emmm..aku…tidak bisa memberikanmu keturunan nantinya. Bagaimana dengan itu ?” dengan terbata-bata wanita itu memilah-milah setiap kata yang di utarakannya.
Ada sentakan kecil di sekujur tubuh Liam saat Harumi mengajukan pertanyaan sensitif itu, tak pernah menduga wanita yang amat di cintainya akan mengucapkan hal ini “Aku memilihmu karena semua kekurangan dan kelebihanmu, semua masa lalumu, bahkan menerima masa laluku, bukan menjadikanmu sebagai pabrik penghasil anak. Apapun nanti, aku hanya ingin kita berumur panjang agar aku bisa terus membahagiakanmu bukan saling menyakiti”
Liam merespon dengan hangat, kekurangan terbesar Harumi yang tak hentinya menjadi beban terbesar dalam dirinya. Bahkan suaminya sendiri, Anton tak mudah menerima kenyataan itu, hanya bisa selalu menyalahkan sebagai akibat dari tindakan bodoh Harumi. Menjadikan Harumi sebuah aib yang akan menjadi Bom waktu yang sewaktu-waktu meledak menghancurkan hidup Anton.
Bisa terasa desiran kecil napas Harumi di kulit Liam, pria itu tersenyum “Selama dirimu dalam kehidupanku, akan kuberikan seluruh duniaku, Harumi. Semuanya.”
Terpaksa mengakui bahwa Liam tidak bisa berkonsentrasi pada apa pun bila Harumi berada sedekat ini, wanita itu terkulai ke depan, kepalanya semakin menempel ke dada Liam.
Rambut hitamnya lembut dan agak kusut. Napasnya goyah dan Harumi menyusurkan jemari ke dadanya, dengan lembut menekan bibir ke kulit yang terbuka dari kemejanya.
__ADS_1
Tanpa sepatah kata dari bibir Harumi, Gerakan menunjukkan kasih sayang itu mengejutkan Liam dan selama beberapa detik yang terasa tak berujung. Liam membeku, tangannya melayang di udara tidak tahu harus dikemanakan. Yang ingin dilakukannya adalah menarik Harumi, ke dalam dekapan dan hanya memeluknya.
Ia tahu Harumi tak perlu beribu kata dan bahasa untuk mengungkapkan isi hatinya karena tindakan kecil ini sudah menjadi jawaban dari semua keraguan Liam selama ini. Bahwa wanita itu juga memiliki perasaan yang sama dengan nya. Dan itu sudah lebih dari cukup untuknya.
Note :
Dears All Readers,
Thank you very much, terimakasih sudah mengikuti Novel saya sampai di Bab ini.
Saya akan selalu memberikan yang terbaik dan berusaha selalu memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada.
Mohon kritik dan sarannya ya…
Agar saya bisa menyuguhkan sesuatu yang jauh lebih baik lagi…sekali lagi Terimakasih banyak.
Oh ya, sedikit cerita selama saya mengerjakan beberapa Bab yang menurut saya Spesial, agar lebih lancar pengerjaannya ada beberapa lagu yang selalu saya dengarkan dan semoga bisa jadi rekomendasi untuk menemani hari kalian sambil membaca.
Craig David – Unbelievable
Shania Twain - You’ve Got a Way
The Corrs – One Night
Sia – Helium
Mariah Carey - My All
Semoga bisa bermanfaat, salam kenal semua
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you 💋
__ADS_1