Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 12 Teman Rahasia


__ADS_3

Baru dua hari aku mengenal Pria ini, itu terlalu singkat menjadikannya seseorang yang bisa mengajakku keluar dengan statusku sekarang.


Ia sangat santai dan menanggapi semuanya dengan mudah. Entah apa yang merasukiku hingga selalu mengikuti keinginannya.


Kami akhirnya menyelesaikan bagian Makanan penutup yang sudah disajikan. Begitu enak dan sangat memiliki cita rasa yang tinggi. Sempat dalam pikiranku, suatu saat nanti aku ingin membawa keluargaku dan Anton berkumpul makan malam disini.


"Rumi, tunggu lah sebentar aku akan menyusul" pinta Liam yang sedang menerima Panggilan penting di Handphonenya.


Ia berdiri di balkon Restaurant tersebut sambil berbicara serius dengan seseorang di telepon.


Tiba-tiba ada seorang Pelayan wanita menghampiriku dan memberikan beberapa tangkai Bunga Tulip Kuning.


"Ini untuk Nona Harumi, dari Tuan Liam"


"untukku ?" tanyaku dengan bingung sambil menggenggam bunga Tulip tersebut


Pelayan itu hanya tersenyum, setelah memberikannya ia pun pergi.


"Bagaimana ia tau aku sangat menyukai Tulip Berwarna kuning ? " Batinku yang masih keheranan.


Kupandangi pria itu yang masih fokus dengan handphonenya. Banyak pertanyaan yang memenuhi pikiranku tentang Liam, Sebenarnya apa yang direncanakannya. Seolah ia mengetahui semua tentang diriku.


Aku berjalan keluar menunggunya, menghirup udara segar. Tulip Kuning ini memang sangat indah, tidak banyak orang yang tau jika aku menyukainya, bahkan Anton pun tidak pernah memberikanku bunga ini walaupun ia mengetahuinya.


Yang membuatku berfikir, apa Liam tau arti Bunga Tulip berwarna kuning ini.


Tulip Kuning melambangkan Cinta yang tulus, karena bagi siapa saja yang memberikan Tulip Kuning ini kepada seseorang, itu adalah Bukti orang tersebut Mencintainya sepenuh hati walapun ia tau orang yang menerima bunga ini tidak bisa membalas perasaannya. Bisa dikatakan Tulip Kuning adalah Wujud Cinta yang tak berbalas.



"Liam kenapa kau memberiku bunga tulip ?" tanyaku yang saat ini sudah berada di dalam mobil.


"Apa kau menyukainya ?"


"Aku memang sangat menyukai Tulip Kuning, tapi bagaimana kau......"


"Hanya menebaknya, apa tebakan ku benar ?" potong Liam


Liam memang diam-diam mencaritahu semua hal kesukaan Harumi, mulai dari hobby, makanan sampai bunga favoritnya. Sangat mudah baginya menemukan informasi mengenai seseorang yang diinginkannya.


"Kita kemana ? Apa perjalanannya jauh ?"


Aku mulai bingung kemana pria ini membawaku, kulihat pemandangan kota dari balik jendela mobil. Sesekali aku melirik ke arah Liam yang tengah fokus menatap layar Ipadnya.


"Nikmati saja perjalanannya, kau pasti akan menyukainya" jawab nya yang mulai meletakkan semua alat komunikasinya dan fokus berbicara denganku.


"ooh yaa Liam, boleh aku bertanya satu hal ? apa yang kau tulis di kartu Ucapan kemarin sampai membuat wanita itu sangat kesal ?" tanyaku penasaran

__ADS_1


Memang sejak kemarin aku merasa penasaran dengan apa isi kartu ucapan itu hingga membuat Wanita berambut merah itu begitu geram.


"Kode penerbangan ke Los Angeles" jawaban singkat Liam dengan senyum memandangku.


Tiba-tiba Liam menyentuh rambutku dan membelainya. Ia terus memandangi wajahku, kedua pasang matanya membuatku terpaku.


"Kenapa kau begitu penasaran dengan ku, Gadis Bunga ? " bisik Liam di telinga kiriku.


Ia hampir membuatku tersentak geli akibat ulahnya yang berbisik sangat dekat.


"aku tidak akan menanyakan apapun lagi, itu bukan urusanku." jawabku kesal mengatur posisi duduk dan menjauh darinya.


Ia mengeluarkan senyuman nakalnya lagi.


"Rumi, aku akan merebutmu dari nya" Ia menatap tajam kedua mataku, Liam tidak main-main dengan ucapannya saat itu.


"hah ? maksudmu ?"


Sebelum ia melanjutkan pembicaraan kami, ternyata mobil sudah berhenti di sebuah tempat yang aku sendiri belum pernah mengetahuinya.


Sopir membuka pintu mobil, aku yang hanya bisa tercengang melihat keadaan disekitar itu luar biasa indah. Belum pernah sekali pun aku mendapati tempat seindah ini di Bristol, walaupun aku lahir di kota ini.


Aku terdiam kagum menghirup udara yang sangat segar di sini. Pemandangan Hijau, dengan pepohonan yang rindang, masih bisa kudengar suara sayup-sayup burung-burung berkicau saling bersahutan. Padang rerumputan yang hijau dan luas sekali. Aku hanya bisa tersenyum dan ikut hanyut di dalamnya.


Sudah lama aku tidak merasakan suasana tenang, nyaman dan sejuk seperti ini.


"Bagaimana Tuan Liam ? saya juga sudah mengurus segala keperluannya." Lapor Sekretaris Will yang berbicara dengan Liam di belakangku


"Apa kau menyukainya, Rumi ?" tanya Liam


"Aku ? maksudmu ?"


Liam langsung menarik tanganku, ia menggandengku dan mengajakku berjalan bersamanya.


Aku merasa tidak nyaman, mencoba melepaskan genggamannya tapi sia-sia, ia terlihat kesal jika aku terus memberontaknya.


"Liam tidak nyaman di lihat yang lain!"


"Mereka tidak akan peduli"


Mansion Liam


Pukul 4pm


Sebuah Mansion yang sangat mewah bergaya Klasik Inggris kini berada di hadapanku.


Di tengah-tengah pemandangan hijau tadi ternyata terdapat sebuah Mansion besar satu-satunya disitu.

__ADS_1


"Indah sekali !" Batinku


"Kau menyukainya ?" tanya Liam membuyarkan lamunanku yang masih tidak percaya ada tempat seperti ini.


"Kau akan pindah ke sini ?"


"Hanya sebagai tempat aku beristirahat jika ke sini, tidak mungkin aku selalu menginap di Hotel kan. Sangat membosankan"


Kami mulai memasuki Mansion tersebut, ternyata memang benar semua tampaķ mewah dan mahal. Peralatan dan ornamen rumah sudah tersedia lengkap di sini. Aku suka melihat gaya klasik tradisional mendominasi di tempat ini. Sangat terasa hangat dan menyenangkan sebagai tempat peristirahatan.


Semua fasilitas sudah tersedia lengkap, mulai Kolam renang sampai Ruang sauna.



Kulihat Sekretaris Will berdiri tepat di sampingku. Ku coba menanyakan perihal tentang Liam kepadanya. Saat Liam sedang fokus menerima panggilan masuk.


"Pak Will, apa Liam sering ke Bristol ?" tanyaku dengan nada pelan


"Tidak Nona, Tuan Liam kemari hanya jika ada urusan pekerjaan"


"Dia membeli Mansion sebesar ini hanya untuk istirahat kenapa tidak membeli apartemen saja ?"


"Sebenarnya Tuan memiliki Villa milik orang tuanya di sini, tapi Tuan Liam memilih untuk mencari Private Mansion"


"kapan Liam pulang Pak Will ?"


Aku sadar pertanyaanku terlalu berlebihan, Sosok Pria ini begitu membuatku ingin tahu, aku merasakan banyak hal yang disembunyikan dan apa sebenarnya yang di rencanakan ia di sini. Aku cuma berharap tidak terlibat di dalam Rencananya.


"sekitar 5hari, nona Harumi" jawab Sekretaris Will


Sekretaris itu pun tiba-tiba bergegas mendatangi Liam yang tengah selesai menerima telepon. Seolah mengetahui bahwa Tuannya akan memberikan perintah.


Kulihat Sekretaris Will terburu-buru pergi bersama salah satu Bodyguard setelah berbicara singkat dengan Liam.


"ikutlah denganku!" ajak Liam menarik tanganku


"Pak Will kemana ?" tanyaku


"Menyelesaikan beberapa urusan penting"


Aku hanya bisa mengikutinya, ia membawaku ke halaman belakang, tak lama Liam menutup kedua mataku dari belakang. Berbisik di telingaku, bisa kurasakan hembusan nafasnya begitu dekat denganku.


"jangan mengintip Gadis bunga !"


"Liam,,ada apa ?"


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Terimakasih 😍


__ADS_2