Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 88 It's Not Ok


__ADS_3

Bellagio Casino, Las Vegas


Pukul 12.15 pm


Luciano menghabiskan waktu satu jam berjalan memantau dan menerima beberapa laporan kinerja dari para Manager pada setiap Kasino miliknya.


Setiap hari dan di jam yang sama, ia selalu melakukan aktivitas yang selalu sama yaitu datang ke Kasino satu per satu sejak pukul 9 pagi dan memantau langsung hasil kerja semua orang yang bekerja untuknya.


Pria itu hampir tidak memiliki waktu senggang untuk berisitirahat, jika mengingat bagaimana rumit dan resiko tinggi yang akan dihadapinya dalam menjalankan usaha di bidang tersebut.


Di mata para Staff dan Manager, Luciano Seymour adalah pria berhati dingin, tidak banyak bicara, sangat di segani sekaligus ditakuti dan ia paling terampil dalam hal menjalin relasi dengan baik kepada para Pelanggan Tamu VIP di Kasinonya.


Tamu-tamu VIP yang datang dan bermain dalam taruhan besar akan di pantau langsung oleh Luciano sendiri dalam sebuah ruangan khusus yang sudah disediakan.


Luciano menjalankan keempat Kasino sejak 30 tahun lalu setelah ayahnya meninggal dunia, ia lebih memilih melanjutkan usaha dibidang ini berbeda halnya dengan Roberto adiknya yang lebih mahir dalam urusan Saham dan Perusahaan yang bergerak dibidang Properti.


Seperti diketahui, Luciano memilih hidup sendiri tak ada niatnya untuk membangun kehidupan berumah tangga seperti Adiknya. Pria yang sudah berusia hampir menginjak 60 tahun ini, masih memiliki penampilan yang mempesona dan tubuh yang sehat bugar untuk seusianya.


Salah satu kelebihan Luciano, pria itu sangat menjaga kondisi kesehatan tubuhnya. Pria paruh baya yang masih berpenampilan flamboyan ini pun tak pernah luput dari berita-berita Skandalnya dengan berbagai wanita Muda yang usianya jauh dibawah pria itu.


Sekarang ini, Luciano lebih memilih hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dengan salah seorang Model Cantik Majalah Pria Dewasa.


Dan tentu saja, ia sangat menikmati kehidupannya yang bebas. Hubungan Luciano dengan adiknya sangat dekat, Roberto selalu mengandalkan Kakak laki-lakinya tersebut. Terutama dalam urusannya yang berkaitan dengan Usaha yang mereka jalankan bersama salah satunya adalah Kokain.


Sejenak Luciano bergeming, menenangkan napas, sebelum berbalik menghadap seorang pria yang dilihatnya sedang berada di Meja Judi tepat di samping kanannya saat ia berjalan mengamati para pengunjung Kasino diiringi dengan tiga orang bawahannya di belakang.


"Noah Wals ?" ucap Luciano menyunggingkan sudut kanan bibirnya mengenali pria tersebut


Pria itu pun berbalik tersentak seketika mendengar seseorang memanggil namanya "Waah Tuan Luciano Seymour..."


Tak diduga, Noah Wals salah satu sahabat Liam tersebut tengah asik duduk bermain di Meja Poker dan ia cukup terampil dalam permainan itu. Hanya dalam tiga putaran permainan ia sudah memenangkan cukup banyak chips.


"Sepertinya hari ini kau sangat beruntung" sudut mulut Luciano terangkat melihat susunan chips yang tersusun banyak

__ADS_1


Noah menatapnya "Apa kabar Tuan Seymour ?" pria itu pun menoleh kepada Para pemain lain dan memberi kode kalau ia berhenti di tengah Permainan, pria itu berdiri dari duduknya.


Melangkah menghampiri pria paruh baya tersebut "tidak kusangka akan bertemu anda"


"Fine, Very very fine...Tentu saja jika kau bermain di wilayahku, sudah pasti akan bertemu denganku" balas Luciano dengan aksen lambat, menekan ironi dari nada suaranya "Sedang apa di Vegas ? Just for Gambling ? Or..."


Noah terkekeh "tidak seperti yang anda pikirkan, aku hanya ingin sedikit melatih keahlian ku, ke Vegas karena ada pertemuan dengan Para Dokter Spesialis mengenai sebuah Projek Kesehatan"


Luciano tidak pernah mempercayai pria ini, ada satu sisi jelas terpapar dimana menurut nya Noah memiliki kebiasaan yang tidak pernah merasa puas dengan sesuatu hal "Apa kau masih bertemu dengan Liam ?"


"sebulan lalu"


"Benarkah ? bukankah kalian cukup lama tidak pernah bertemu lagi sejak kejadian malam itu " Sesuatu dalam cara Luciano menatapnya membuat ketidaknyamanan Noah meroket.


Noah tersenyum kaku berusaha mengalihkan topik pembicaraan seolah ini bukan waktu yang tepat untuknya berdiskusi dalam sesuatu hal yang menurutnya sangat serius "Sepertinya Liam sedang sibuk dengan wanitanya, sehingga membuatnya lupa dengan sahabatnya" Suaranya berangsur-angsur lesap saat pria itu melihat tekanan suram di mulut Luciano.


"Aku sangat terkesan kau masih memberanikan diri menemui keponakanku, setelah apa yang telah kau perbuat malam itu" Pria paruh baya itu melangkah perlahan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dan diikuti oleh Noah.


"Jika tidak ? apa kau takut Noah ? Untuk apa kau melakukannya ?" Luciano mengamatinya sejenak dan ketegangan memekat di antara mereka.


"Aku tidak takut apapaun, hanya saja aku belum siap. Itu semua terjadi karena kesalahan Liam" Pria itu lalu terdiam, mulutnya kering. Apa maksud pria itu ?


Luciano mengangkat sebelah alis "Kau ingin aku menyebut nya apa ? Tindakanmu sangat terpuji."


"Anda pun juga ikut terlibat, bukan hanya aku ataupun Liam. Kita semua bersalah, tapi anda selalu bermain bersih dan melemparkan kesalahan itu kepadaku" kata Noah jujur, agak mengernyit saat menangkap sorot sinis di mata Luciano.


"Sebaiknya Tutup Mulutmu dengan rapat, jika kau masih bermulut besar, bayangkan bagaimana hidupmu akan berakhir sia-sia"


Komentarnya yang tak berperasaan terasa bagaikan tinju keras di perut Noah.


Punggungnya semakin tegang, Luciano berjalan lebih cepat meninggalkan Noah yang mematung.


Sekretaris kepercayaan pria itu mengikutinya dengan setia di belakang.

__ADS_1


Luciano tak lagi menoleh sedikit pun dengan dagu terangkat dan mengumbar senyum sinis di wajahnya.


Para staff yang melintas melihat dengan penuh hormat kepada Luciano yang berjalan tenang menuju Mobilnya.


"Bagaimana ? apa sudah kau selesaikan ?" langkahnya terhenti sejenak sebelum sampai pintu keluar.


"Sudah, Tuan. Sejam yang lalu sudah dikonfirmasi kalau Mr.Riandra akan menghadiri Acara tersebut dan akan berangkat ke New York sekitar dua hari lagi" lapor Sekretaris bertubuh tinggi kepercayaannya tersebut.


Ada sesuatu dalam nada suara Pria itu yang meningkatkan perasaan sangat puas "Permainan ini akan semakin Menghibur" Luciano terkekeh lalu masuk ke dalam mobil setelah Sopir pribadinya membukakan pintu.


***


Kediaman Keluarga Harumi, Bristol


Pukul 3.20 am dini hari


Ayah Harumi tengah terbangun dari tidurnya di saat ia memimpikan sesuatu yang buruk tengah terjadi pada Putrinya.


Dengan terengah-engah ia berusaha menenangkan dirinya, bahkan keringat dingin membasahi wajah pria paruh baya tersebut.


"Ada apa sayang ?" ucap Ibu yang ikut terbangun dan tersentak melihat suaminya duduk di tepi tempat tidur sambil menundukkan kepalanya.


Harry Whiston menutup kedua matanya yang gemetaran "perasaanku tidak nyaman"


Sang istri menyentuh perlahan pundak suaminya, dengan tenang ia mengusap bahunya "Apa yang terjadi, sayang ?" dengan wajah yang sangat cemas, Nyonya Whiston berusaha tetap menahan dirinya


"Harumi....aku mimpikan nya, seperti itu akan benar-benar terjadi padanya. Seperti Sesuatu yang sangat Buruk akan menimpanya." tangan Harry gemetar, jantungnya perih membayangkan mimpi buruk itu.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤

__ADS_1


__ADS_2