Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 144 Charity Party Part 9 ( The Someone Who Watching You )


__ADS_3

Harumi menyipitkan mata "Aku tidak mengerti mengenai maksud dari pertanyaanmu."


Hening. Keheningan yang kental dan tidak mengenakkan. Kemudian Liam melemparkan ekspresi datar yang tidak dimengerti oleh Harumi. "Sudahlah, aku hanya bercanda"


Dan sekali lagi itu bukan jawaban yang diinginkan wanita itu saat ini, Bercanda ? disaat seperti ini dan itu sama sekali tidak seperti sebuah lelucon.


"Kau benar-benar membuatku semakin bingung, Liam"


Harumi menyadari bahwa mereka saling mengenal hanya dalam waktu yang singkat, dan itu hal yang seharusnya membuatnya khawatir dengan semua hal tentang Pria itu.


Liam Seymour adalah Pria Misterius yang tiba-tiba hadir di dalam kehidupan Harumi. Bahkan wanita itu belum sepenuhnya mengenalnya, Liam seolah menciptakan tembok besar yang sulit dijangkau Harumi jika menyangkut kehidupan pribadi dan masa lalunya.


Dan hanya hitungan beberapa bulan, Pria itu sudah mampu mengendalikan situasi mereka dengan mudah.


Secara visual Liam begitu sempurna, tidak ada yang kurang didirinya, dia memiliki segalanya bahkan ia bisa melakukan hal apapun yang diinginkannya.


Berbeda hal menurut pandangan Harumi, Harumi merasakan ada kekosongan di dalam diri Liam. Sesuatu yang membebaninya cukup lama.


"Tadi aku sudah bertemu dengan Kimberly...She is a Nice person" ucap Harumi dengan suara rendah dan mulus


"Hmmm"


Ada gelombang aneh mengalir dari percakapan mereka, kecanggungan yang tetiba menguasai keduanya. Itu sudah cukup membuat situasi mereka lebih buruk jika Harumi membiarkan ini terus-terusan.


Wanita itu menggigiti bibirnya memutar otak, dan memperhatikan Liam yang hanya diam seolah kemampuan berbicaranya hilang begitu saja "A-apa sebaiknya kita kembali ke pesta ?"


Harumi melihat sorotan mata Liam yang seolah memikirkan sesuatu dan berputar-putar mengitari otaknya "ada apa ? kenapa sikapmu berubah ? jika kau tidak ingin membicarakan..."


"bukan itu" sorotan matanya kembali mengarah kepada Harumi. Pria itu bergeser dan bersandar di tepi jembatan kecil tersebut "Jika...dalam dua hari itu kau tidak memutuskan apapun, atau kau lebih memilih bersamanya. Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi."


Mata wanita itu melebar, jantungnya berdentam menghantam dadanya, perkataan Liam itu sontak bagaikan pukulan keras baginya. Harumi tidak mengerti kenapa ia bisa merasakan perih di hatinya hanya dengan mendengar jawaban pria itu. Dia mengepal kedua tangannya dengan erat untuk menahan diri agar akal sehatnya masih bisa berfungsi "A-aku tidak..."


"Sampai kapan aku harus diam-diam untuk menemuimu, Aku bisa saja membawamu ke Publik memperkenalkanmu sebagai Wanita ku, tidak peduli dengan semua konsekuensi yang kuhadapi nanti. Tapi, aku menahan karena mengingat posisimu, dan aku tahu itu tidak mudah. Karena itu, keputusan sekarang ada di tanganmu." tegasnya


Harumi menggelengkan kepala sambil balas menatapnya "Bukan maksudku seperti itu, tapi..." perasaan tidak nyaman bergejolak dalam perut wanita itu. Keputusan apa yang harus diambil nya ? Mengingat jika Harumi sekali saja salah melangkah, maka ... Yah, tentu saja. Jika Harumi egois dengan mengambil keputusan untuk lebih memilih hidup bersama Liam, dia sudah mengetahui konsekuensi yang akan dihadapinya, karena Harumi akan menghadapi Anton, Mama Elena Mertuanya, Ameera, bahkan keluarga besarnya pun pasti tidak akan menerima dengan mudah keputusan Harumi.


Tapi, jika Harumi masih bertahan dengan pernikahannya, dan Anton tidak berubah masih dengan keegoisannya yang buruk. Harumi yakin hidupnya akan hancur perlahan-lahan tanpa kebahagiaan apapun yang dirasakannya.

__ADS_1


Tatapan Liam dingin, ia terus menyoroti wanita itu "Aku hanya ingin kau bahagia, kau berhak hidup bebas. Bebas memilih jalan yang terbaik untuk hidupmu sendiri."


Harumi tidak bisa berkata apapun lagi, itu benar.


Kenapa dadanya merasakan sakit yang begitu menyiksa sekarang ? Dan wanita itu hanya berdiri kaku di hadapan Liam, dan ia merasakan tubuhnya mulai bergetar di saat bulir air mata mulai keluar dan membasahi pipinya.


Harumi tidak bisa menahan dirinya lagi, sekuat tenaga ia berusaha tapi itu sia-sia. Wanita itu meluapkan kegundahan hatinya. Dan wanita itu hampir tidak pernah meluapkan kesedihannya dihadapan pria manapun.


Dia menangis.


Hatinya perih.


Semenjak kecelakaan yang menimpanya, Harumi selalu menahan-nahan agar ia tidak lagi mengingat trauma masa lalunya tersebut. Tidak ingin mengorek kembali kejadian itu. Tapi, malam ini entah bagaimana kilatan memori itu kembali hadir. Dia sadar setelah kejadian itu, Harumi tidak pernah mengerti arti sebuah kebahagiaan. Ia seolah terbelenggu dalam ikatan yang dianggapnya sebagai tempatnya untuk menyembuhkan diri dan merasa nyaman, tapi yang terjadi justru sebaliknya.


Hanya kekecewaan dan kesedihan.


Tidak ingin membuat Harumi semakin sedih, Liam mendekatinya menarik Harumi ke dalam pelukan. Dan wanita itu menangis sejadi-jadinya di dada pria itu.


Liam bisa merasakan punggung Harumi bergetar, tangannya kaku terjuntai, nyawanya seolah terlepas dari tubuh nya.


Harumi rapuh seperti cangkang kosong.


"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja." bisiknya pelan ke telinga Harumi


Kebersamaan keduanya yang begitu intens malam itu, membuka rasa keingintahuan seseorang.


Seseorang yang tidak disadari oleh keduanya, sebuah bayangan terpantul dari balik pepohonan yang berdiri mengamati Liam dan Harumi saat itu.


Ada sosok yang tidak diketahui berdiri dari kejauhan, memperhatikan aktivitas Liam dan Harumi.


Orang tersebut berdiri dari balik pohon besar disekitaran taman dan tampak salah satu tangannya memegang ponsel lalu seakan mengarahkan kamera ponselnya tersebut kepada mereka.


Dia berusaha mengaktifkan zoom di kamera agar jelas menangkap dan merekamnya.


Entah sejak kapan orang asing dari balik kegelapan tersebut sudah berdiri disitu dan sudah sejak kapan ia mengamati Liam dan Harumi.


Tidak ada satu orang pun yang tahu mengenai keberadaannya.

__ADS_1


Sekilas ada seringai miring tergambar di wajahnya ketika ia tengah fokus merekam. Seringai yang menggambarkan rasa senang yang penuh misteri.


***


Harumi sudah kembali memasuki area pesta, dia baru keluar dari kamar kecil setelah merapikan tampilan wajahnya yang sempat berubah gara-gara ia menangis di taman tadi.


Wanita itu melangkah pelan melewati sela-sela rombongan para tamu yang berdiri. Ia sudah mengenakan topengnya lagi. Penampilan Harumi tampak kembali seperti sebelumnya, kali ini yang sedikit berubah karena ia membiarkan rambutnya terurai berbeda sebelumnya yang digulungnya ke belakang.


Tampak acara utama pun sudah berlangsung, terdengar suara pembawa acara yang begitu antusias memadu puncak acara pesta tersebut menjadi semakin meriah.


Sesekali diikuti dengan iringan tepuk tangan dari para tamu undangan.


Harumi terhenti ketika sekedar melihat ke tengah-tengah Ballroom itu dan terdapat banyak tamu-tamu penting sedang duduk dan pandangan mereka terpusat pada satu tempat bahwa ternyata itu adalah sebuah acara Lelang Barang-Barang Antik. Yang dimana hasil dari penjualannya akan di sumbangkan kepada beberapa Organisasi Yayasan yang bergerak dibidang Kemanusiaan. Tentu saja sesuai dari inti dari Pesta ini bahwa ini adalah sebuah Pesta Amal.


Sekilas Harumi memperhatikan, dan disaat matanya mengitari para tamu yang duduk. Harumi menemukan Liam juga ada ditengah-tengah para Tamu-tamu penting tersebut. Yeah, tidak mungkin Liam tidak ada di area itu. Harumi berdiri di antara beberapa tamu yang berdiri sambil diam-diam memperhatikan Liam. Mengingat kembali apa yang telah terjadi di taman tadi.


Harumi sempat terkesima ketika ia melihat betapa berbedanya orang-orang kalangan atas mengeluarkan sejumlah uang yang begitu besar.


Mereak benar-benar sangat berkelas.


Tidak bedanya dengan Liam, Pria itu sudah berkali-kali mengangkat sebuah papan angka untuk melakukan penawaran tinggi kepada barang-barang antik yang di tampilkan.


Lalu diikuti dengan para tamu lainnya, yang juga ikut memberikan tawaran lebih tinggi lagi, dan mereka pun saling berkompetisi.


Sampai akhirnya pihak panitia memutuskan Penawaran Tertinggi yang akan diterima, dan Liam tampak paling sering memberikan Tawaran tertinggi dengan sejumlah Uang yang Fantastis.


Ini pertama kalinya bagi Harumi, melihat Acara Lelang. Karena sebelumnya ia hanya melihatnya di Film dan acara-acara di Tv. Tapi, kini ia melihatnya langsung.


Di saat Harumi ingin melangkah kembali untuk menemui Anton. Dia mendengar suara seseorang yang memangil-manggil namanya.


"Rumiii..."


Harumi pun berbalik melihat ke arah suara panggilan tersebut. Dan sumber suara itu ternyata dari seorang wanita yang kini berdiri beberapa kaki dari hadapan Harumi.


Dengan kening yang berkerut, Harumi mengenalinya walaupun sebagian wajah wanita itu tertutup "Cathy ?"


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2