Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 51 Little Space


__ADS_3

Belum ada satu kata pun yang terucap dari bibir Anton, pandangan matanya tak lepas dari wajah Harumi. Sesekali ia menyunggingkan bibirnya, benar sekali jika sekerang ini suaminya tampak sangat bahagia setelah berhari-hari akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan sang istri.


Ekspresi yang ditunjukkan Harumi pun lebih santai dan tenang daripada saat terakhir mereka bertemu. Kedua suami istri ini, saling duduk berhadapan satu sama lain bahkan tak sedikitpun melepaskan pandangan mereka.


Anton mulai mencodongkan tubuhnya, menggeserkan tangannya semakin mendekat meraih tangan Harumi. Tangan lembut istrinya tak berubah sedikit pun bagi Anton.


“Aku sangat merindukan mu, Sayang” akhirnya Anton bersuara mengawali percakapan mereka.


Tangan Harumi yang kini dalam genggaman suaminya, perlahan ia menarik dan melepaskannya. Ada rasa yang tidak bisa dipahami oleh Harumi saat ini,tidak bisa di tutupi kalau ia juga merindukan Anton tapi disisi lain ia masih belum bisa menerima suaminya secara utuh.


“Ada yang ingin kubicarakan dengan mu sekarang” balas Harumi mengatur posisi duduk dan tetiba sorot matanya berubah lebih kaku.


“Kau menginap dimana ? aku mencoba mencari dan menghubungi semua teman dan kerabat mu yang kukenal tapi tidak ada satupun yang mengetahui keberadaanmu. Kau dimana sebenarnya Rumi ?”


Anton tampak gelisah dan menunggu jawaban istrinya.


“Tempat yang sangat aman, kau tidak perlu mengetahuinya.” tegasnya


“Aku benar-benar minta maaf, aku sangat gusar saat itu jadi tidak mampu mengendalikan emosi. Tapi sungguh aku tidak bermaksud seperti itu”


Tatapan Anton merendah, bulumatanya bahkan menutupi sebagian matanya. Pria yang di hadapan Harumi saat ini, sangat berbeda dengan Anton sebelumnya.


Rambutnya yang tak tertata dengan rapi, tubuhnya yang mulai kurus, matanya yang agak cekung karena kurang tidur, dasinya tak tersimpul dengan benar, kancing jasnya terlepas. Ini seperti bukan Anton yang Harumi kenal dulu, hanya beberapa hari Harumi meninggalkannya ia sudah mengalami perubahan seperti ini.


Hati Harumi terasa miris, jantungnya seolah tersumbat tak sanggup membayangkan bagaimana jika ia meninggalkan suaminya lebih lama lagi.


Tak ada manusia yang benar-benar sempurna, begitu halnya dengan Anton dan Harumi mereka pun jauh dari kata sempurna. Pernikahan tidak ada yang berjalan dengan mulus tanpa masalah, tapi sesungguhnya Harumi sudah berkali-kali mencoba memperbaiki hubungan mereka, Tapi selalu saja masalah terus menghampirinya.


“Bagaimana dengan masalah di kantor, bukankah kemarin sepertinya ada masalah besar yang kau hadapi sampai kau sangat emosi ?” Tanya Harumi sedikit mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


“Sudah mulai membaik, setelah tiga hari, Client yang bernama Pak Alex itu menghubungiku dan saling memperbaiki kesalahan dan sedikit memperbarui ulang proyeknya. Tapi semua sudah berjalan baik”


Ada kelegaan dari nada bicara Anton, ia mulai mengangkat wajahnya menatap kembali Harumi.


“Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya”


“Kapan kau akan pulang ?”


Tingkah Anton sekarang ini berbeda sewaktu Harumi kabur dulu, ia terlihat lebih bisa mengendalikan emosinya bahkan sikapnya pun lebih tenang tak ada kata-kata kasar yang keluar dari bibirnya.


“Ini yang sebenarnya ingin kubicarakan denganmu, aku…aku akan berangkat ke New York besok lusa. Lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya”


“Hah ? Kenapa secepat itu ? “ mata Anton membesar setelah mendengar pernyataan istrinya.


“Tidak ada alasan apapun, aku hanya ingin lebih lama di sana. Meluangkan waktu untuk diriku sendiri, hanya itu. Sudah lama aku tidak pernah ke sana setelah kita pindah”


Anton terdiam, menarik nafas panjang, otaknya seolah berpikir keras. Punggungnya mulai tampak tegang.


“ Yah, aku sudah menghubungi Mama kemarin, ia tak masalah dan akan menyusul bulan depan” potong Harumi


“Aku tidak akan mengizinkanmu, sudah cukup rumit dengan situasi kita saat ini, di tambah lagi dengan kepergianmu terlalu mendadak seperti ini” Anton seolah memberi penekanan kepada sang istri, sorot matanya semakin tajam.


“Aku menemuimu sekarang bukan untuk meminta izin.” Balasnya


“Ada apa sebenarnya denganmu ? apa yang sedang kau rencanakan, jangan katakan…jangan…haha…tidak mungkin…apa kau memiliki kekasih ? bermain di belakangku” geram Anton yang tetiba emosinya naik


“Jangan berspekulasi yang tidak jelas, aku hanya ingin liburan dan pikiranku sudah cukup sesak sekarang ini, bahkan untuk bernafas pun aku cukup kesulitan.”


“aku tetap tidak akan mengizinkanmu, kau tidak bisa pergi lusa. Jika kau terus mendesak, maka lusa ataupun bulan depan tidak ada New York sama sekali.” Perintah Anton semakin memaksa

__ADS_1


Kini, Harumi yang semakin dibuat kesal oleh suaminya.


Nafasnya semakin cepat, Jantungnya mulai memompa adrenalinnya lebih naik. Sekarang Harumi lebih berani mengutarakan isi hatinya kepada Anton. Biasanya ia selalu menuruti segala keinginan suaminya. Tapi berbeda dengan sekarang.


"Aku tetap pergi, dengan atau tanpa izinmu. Aku menemuimu sekarang bukan untuk bertengkar, sudah cukup aku merasakan perihnya di hina terus menerus, jadi jangan menambahnya lagi." Tegas Harumi menahan nada bicaranya, karena mereka saat ini sedang di tempat umum. Kedua matanya mulai berkaca-kaca.


Anton kembali diam, ia terus mengusap wajahnya. Menyeka rambutnya di sela jemari tangannya. Gelisah, emosi yang di tahan, mulutnya seakan tersumbat, ia ingin Harumi mematuhi keinginannya, tapi Istrinya yang sekarang banyak berubah.


"Hmmm...Baiklah, aku akan menyetujui permintaanmu tapi dengan satu syarat Hotel, Restaurant bahkan tempat-tempat yang ingin kau tuju aku yang akan menentukannya, aku juga akan memasang GPs di ponselmu."


"Kau benar-benar sudah gila, sekali lagi aku berulang mengatakannya dengarkan baik-baik, aku menemuimu sekarang bukan meminta izin, aku hanya ingin memberi kabar karena walau bagaimana pun kau masih Suamiku."


Harumi sudah sangat kesal, dengan tingkah Anton semakin menjadi. Saat hendak berdiri dari duduknya, Anton mencegahnya dengan menangkap tangan Harumi.


"Ok, Ok baiklah. Aku akan mengikuti kemauanmu, tapi aku akan ikut denganmu ke sana"


Harumi sangat terkejut, tak mungkin Anton sampai mau ikut dengannya. Karena Harumi sangat mengenal suaminya, sejak dulu Anton sangat berambisi dalam pekerjaannya bahkan mereka sendiri hampir tidak pernah berbulan madu apalagi liburan berdua.


Harumi mencoba menjelaskan dengan Anton bahwa ia sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan jika Anton ikut dengan nya. Tapi alasan Harumi pergi lebih awal karena ia ingin sendiri, hanya ingin fokus dengan dirinya sejenak.


Menjauh sebentar dari masalah, beban dan mengobati rasa sakit hatinya.


"Suamiku..." Nada suara Harumi lebih pelan, ia mencoba menjelaskan dengan tenang tanpa berdebat


"Aku hanya ingin sedikit ruang untuk diriku sendiri. Sebentar saja, bukan untuk meninggalkanmu tapi hanya terlepas darimu. Kumohon mengertilah, aku butuh waktu menyendiri. Bulan depan kau bisa menyusul bersama Mama"


New york dipilih Harumi karena ia merasa di sanalah ia ingin menata kembali hatinya.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you 😘


__ADS_2