
Sebuah tamparan keras melayang ke wajah Wanita yang bagi Elena sudah membuatnya sangat muak.
Ya Tuhan, itu adalah hal yang sejak dulu ingin dilakukan Elena. Sudah cukup ia menahan diri selama bertahun-tahun menghadapi semua tingkah Memuakkan wanita angkuh itu.
Yah, tentu saja tindakan yang mencuri banyak perhatian itu dilakukan Elena dengan sangat meyakinkan, ia menampar Anita tepat di pipi kirinya. Hingga membuat Wanita itu terdiam dan shock seketika.
Pipi kiri Anita langsung memerah, wanita itu memegang wajahnya dengan ekspresi sangat terkejut. Kedua matanya terbelalak.
Tamparan itu justru menyulut api amarah Elena semakin besar. Ia puas dan tidak merasa bersalah sedikit pun telah melakukan itu di depan umum dengan begitu banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu.
Seorang pengawal dengan penampilan serba hitam yang bersama Anita langsung bergerak cepat menarik kedua lengan Elena. Pria bertubuh kekar tersebut mencegah wanita itu agar tidak mendekati Majikannya lagi.
Pria itu menarik Elena dengan paksa dan kasar. Tapi tindakan tersebut sama sekali tidak membuat wanita berusia 58 tahun tersebut takut.
Elena melawan dan berusaha melepaskan cengkeraman kuat di kedua lengannya.
"LEPASKAN !!!" teriaknya dengan melemparkan tatapan penuh api dendam kepada Anita.
Tapi, Pengawal itu tidak mendengarkan teriakan Elena. Tentu saja, sekuat apapun wanita itu berusaha melepaskan diri. Dia tidak akan bisa melawan kekuatan Pengawal tersebut.
Bahkan Pria itu tidak goyah sedikit pun dengan perlawanan Elena.
"DENGARKAN, ANITA !!! Roberto yang lebih dulu mendekatiku, dia tidak pernah Mencintaimu. Kau hanya menginginkan status, harta dan kekuasaan. INGATLAH !! Kau akan menerima semua akibat dari perbuatanmu. Bahkan apa yang sudah kau perbuat pada Teddy."
Sambil menggeleng-geleng dan tersenyum sinis. Anita berjalan mendekat "Kau pikir bisa semudah itu membalasku. SEORANG WANITA MURAHAN sepertimu tidak akan PERNAH bisa mengalahkanku. KAU akan Menyesal sudah menamparku, Roseanne. Kau akan MENYESAL"
PLAAAK !!!
Anita membalas tamparan Elena, wajah wanita yang tampak sudah mulai tidak berdaya tersebut berubah merah padam.
Anita merasa terpuaskan.
Pengawal itu semakin kasar terhadap Elena, cengkeraman di kedua lengan wanita paruh baya itu semakin Kuat. Hingga membuat Elena merintih kesakitan.
"Ini baru permulaan. Aku akan segera menghancurkanmu !" Begitu melihat segaris kaku yang menakutkan di mulut wanita itu, Elena tidak goyah. Walaupun tubuhnya sudah tak berdaya, ia tidak akan membiarkan Anita mengintimidasinya.
__ADS_1
Elena menyeringai "Aku Tidak Takut. Aku pun bisa menghancurkanmu dengan mudah. Kematian Teddy adalah hasil perbuatanmu. Kau sudah membunuh suamiku. Kau yang sudah membuat konspirasi semuanya. Teddy seorang Mekanik, dia tidak pernah lupa memeriksa mobil yang akan dikendarainya. Dan kecelakaan itu terjadi karena ada seseorang yang sudah mengutak atik mobilnya dan membuat Remnya blong. Hingga kecelakaan itu terjadi. Sebenarnya aku dan anakku adalah target utamamu, tapi Tuhan berkata lain. Hanya Teddy yang berada di mobil itu. Kau sudah membunuhnya !!!"
Raut suram, gelap dan sinis di wajah Anita tergambar jelas "Kau tidak bisa memberikan bukti apapun. Tidak ada bukti yang bisa memberatku. Kau Kalah Roseanne !!!"
Anita melihat kondisi Elena mulai melemah.
Ia melanjutkan kembali, kali ini nada nya berubah dan terdengar jelas "Kau akan kuampuni saat ini. Tapi tidak selanjutnya "
Anita memberi kode kepada Pengawal pribadinya, "Kali ini kau kulepaskan ! Aku akan berbelas kasih padamu. Karena aku ingin sedikit bermain-main dengan mu mungkin itu lebih menyenangkan."
Cengkeraman kuat Pria itu terlepas setelah ia menerima perintah dari majikannya. Tubuh Elena langsung terasa lemas, wanita itu berusaha menyeimbangkan tubuhnya saat ia berdiri. Elena memang sudah tidak muda lagi, jadi ia mudah merasa lelah jika harus mengeluarkan banyak tenaga dan menerima begitu banyak tekanan.
Anita memanggil Manager Toko tersebut, lalu dengan cepat seorang Pria berseragam berlari menghampiri Anita dengan sambil tertunduk memberikan hormat padanya.
"Dengar baik-baik, jangan biarkan Wanita ini kembali ke toko ini. Apalagi jika kau melihatnya berkeliaran di sekitaran Mall. Jika ia masih berani menginjakkan kaki kotornya di sini. Segera Laporkan padaku !" perintah nya dengan nada kasar sambil menyeringai memandang Elena dengan jijik.
Manager Toko itu langsung mengangguk "Baik Mrs.Seymour."
Sambil merapikan blazer merah yang dikenakannya, Anita dengan angkuh menatap Elena. Dan Elena membalas tatapannya "Tidak perlu repot-repot memperingatkanku. Aku tidak sudi melihat mu lagi" wanita paruh baya itu meludah dihadapan Anita.
Dengan tubuh yang masih kaku dan kedua tangannya yang masih keram. Elena berjalan melewati Anita dengan enteng. Walaupun ia bisa merasakan sesuatu yang sangat perih di dadanya.
Jantung Elena berdentam sangat kencang, dadanya semakin sakit setiap ia melangkahkan kakinya. Napasnya mulai terasa sesak.
Tapi wanita itu tidak memperdulikan kondisi tubuhnya, ia tetap berjalan keluar dengan semua kekuatannya yang tersisa.
Bahkan ia bisa merasakan kedua tungkai kakinya lemas dan bergetar. Wajah Elena berubah sangat pucat.
Bulir-bulir keringat mulai membasahi bagian wajahnya. Ia bisa merasakan jantung nya memompa dengan sangat cepat dan berat. Dadanya benar-benar panas.
Dengan terhuyung-huyung Elena melangkah cepat dan mulai menjauhi Toko tersebut. Ia berusaha tidak terlihat lemah dihadapan Anita.
Wanita angkuh itu hanya memperhatikan Elena yang berjalan keluar meninggalkan toko dengan perasaan sangat Kesal dan Marah. Punggung wanita itu menegang hebat.
Lalu, sang Manager Toko mendekatinya "Mrs. Seymour silahkan saya sudah menyiapkan jamuan di Ruangan Anda."
__ADS_1
Manager itu pun langsung memberikan perintah kepada semua karyawan agar kembali fokus dengan tugas mereka dan berusaha menetralkan suasana yang tadi sempat memanas.
Ia pun memberikan penjelasan dan pengertian kepada semua pengunjung Toko.
Anita berjalan menuju Ruang kerja dan diikuti oleh Pengawal pribadinya dan Si Manager Toko.
Anita Seymour adalah Pemilik Paradise Mall. Sekali dalam sebulan ia akan datang dan mengontrol langsung semua kinerja para Karyawannya.
Dan tepat pada hari ini adalah hari dimana jadwalnya ia datang berkunjung, meminta laporan selama sebulan. Hanya beberapa toko tertentu saja yang dikunjunginya.
Sedangkan diluar, Elena berjalan dan masih menahan sakit di dadanya. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan. Wanita itu hampir terjatuh sampai-sampai saat berjalan ia harus berpegangan pada sisi tembok untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Kepalanya pusing dan pandangannya kabur. Ia merasa seolah semua yang dilihatnya terombang ambing. Hantaman keras di dadanya semakin menjadi-jadi dan ia tidak sanggup mengontrol dirinya hingga pada saat yang bersamaan Ameera melihat ibunya.
Ameera sangat tekejut dengan kondisi miris Elena "Oh My God, Mom. What Happened ?" Ameera sempat menangkap tubuh Elena yang sudah tampak melemah.
"Meera, ambilkan obat mama. Cepatlah !" tas tangan yang digenggamnya kuat akhirnya terlepas dan terjatuh ke lantai.
Wajah Elena pucat pasi dan bibirnya memutih.
Ritme napasnya sangat berat. Ameera bergegas menuruti permintaan ibunya. Segera ia mengambil obat di dalam tas tersebut dan memberikan dua tablet berwarna hijau dan kuning kepada Elena.
Dengan tangan gemetar, Elena menelan obat tersebut.
Gelombang kecemasan menghantam Ameera, ia mulai panik "Mom, apa yang terjadi katakan padaku ? kenapa jadi sampai begini."
Ameera membawa Elena dan menuntunnya ke sebuah Rest Area di sekitaran Mall.
Ameera tahu bahwa Elena memiliki riwayat penyakit Jantung yang bisa menyerangnya kapanpun. Terutama jika ia menerima tekanan hebat dan bahkan jika ia shock menerima kabar buruk.
Ameera bergegas mengambil ponselnya dan segera menghubungi Anton.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank you 🥰