Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 198 The Other Beside Me


__ADS_3

Seolah Anton tidak peduli dengan pelampiasan Noah yang menjadi-jadi, pria itu hanya diam dan hanya terus menerus mengucapkan nama istrinya.


Harumi.


Dalam kondisinya yang sudah penuh dengan memah disekujur tubuhnya, Anton menatap dingin ke arah Noah sambil berusaha tetap sadar "J-jangan sakiti Harumi."


Merasa tambah geram, Noah kembali menarik leher Anton dengan sangat kasar "Aku TIDAK PEDULI dengan Wanita itu, selama kau masih menjalankan semua PERINTAHKU, maka ia akan aman. Tapi...jika sekali lagi kau merusak rencanaku, maka berharaplah wanita itu masih baik-baik saja. Karena aku tidak segan-segan menghabisinya."


...****************...


Setelah keluar dari kamar mandi, Harumi dibuat terkejut dengan kehadiran beberapa orang di ruangannya yang berpakaian sangat rapi dan fashionable.


Martha langsung mendekat "Mrs. Harumi, mereka adalah para Stylist terkenal di kota ini. Ini Miss. Athesia, Mr. Margot dan Mrs. Marinka. Mereka memiliki keahlian dibidangnya masing-masing." wanita itu memperkenalkan satu per satu orang-orang tersebut


Kening Harumi mengernyit "Wait...w-what this ?"


"Ini perintah dari Nyonya Anita."


Eskpresi tidak percaya tampak begitu jelas, Harumi tidak menyangka bahwa Anita benar-benar menganggap ini begitu serius. Sampai harus mendatangkan orang-orang ini ke Rumah Sakit.


Berusaha menjernihkan pikirannya, Harumi mengatur napas "Terimakasih kedatangannya, tapi bisakah beri aku waktu sebentar dengan Mrs. Martha. Hanya berdua."


"Baik, Mrs. Harumi." ketiga orang tersebut menjawab secara bersamaan


Mereka keluar dari ruangan pasien itu bergantian.


Setelah benar-benar hanya tinggal mereka berdua saja.


Harumi meminta Martha duduk bersama nya di Sofa "Katakan Bibi Martha, bagaimana mungkin mereka bisa datang ke sini ?"


Martha tersenyum dan membalas tatapan Harumi yang keheranan "Tidak sulit bagi Nyonya Anita melakukan hal apapun yang diinginkannya. Sama halnya seperti ini."


"Tapi, ini sudah berlebihan."


"Tapi tidak bagi Nyonya Anita."


Harumi yang masih mengenakan jubah mandinya, hanya bisa mengusap-usap wajahnya berulang kali "Liam tidak akan menyukai hal ini, tadi malam pun kami sempat bertengkar kecil mengenai kedatangan ibunya ke sini."


Martha merasa iba dan sejenak mengusap bahu majikan mudanya tersebut "Anda harus tenang, Tuan Muda tidak akan marah. Memang seperti itulah sikap Nyonya Anita."


"Aku baru bertemunya pertama kali kemarin, aku bahkan tidak mengetahui apapun tentang Anita selain dari Liam."


Pertemuan Harumi dengan Anita kembali terngiang di kepalanya, dan semua perkataan Anita kembali bergema di telinganya. Semua hal masa lalunya.


"Saya mengabdi pada Keluarga Seymour cukup lama, bahkan saya sudah ada ketika Nyonya Anita menikah dengan Tuan Roberto. Nyonya Anita adalah wanita yang anggun dan baik, ia sangat mencintai suaminya. Walaupun mungkin, hubungan Nyonya dengan Puteranya tidak begitu baik. Tapi, Nyonya tidak pernah sekalipun menyalahkan Tuan Muda Liam. Mungkin diluaran selalu mengira bahwa Nyonya, wanita yang sinis dan kejam. Padahal jika mengenalnya lebih dekat, ia bukan wanita seperti yang tampak dari luar."


"Hanya saja, aku masih merasa khawatir dengan banyak hal. Dan..."


"Anda tidak perlu khawatir, Nyonya Anita pasti memiliki maksud yang baik. Saya sendiri pun tidak menduga, karena tidak mudah mendapat perhatian darinya sedangkan anda walaupun baru sekali bertemu. Tapi, perubahan sikap Nyonya yang selalu dingin seketika sirna. Mungkin anda mengingatkannya pada Putrinya."


Matanya menyipit "Putrinya ?"


Martha sempat terdiam "A-apa anda tidak mengetahuinya ?"


Harumi langsung menggeleng "Aku memang pernah mendengar hal itu, tapi tidak menyeluruh."


"Tuan muda Liam beranggapan ia memiliki seorang kaka perempuan karena bayi itu lahir lebih dulu darinya. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, karena seluruh keluarga merahasiakan itu darinya."


"Tunggu dulu...apa kau sudah mengetahui bahwa Liam ...?"


Martha mengangguk cepat "Benar. Tapi tetaplah Liam adalah Putera satu-satunya dari Tuan Roberto dan Nyonya Anita."


Harumi menundukkan sebagian wajahnya, entah apa yang tiba-tiba bergejolak didalam dadanya. Saat ia mendengar Martha mengucapkan hal terakhir tersebut.


Putri Anita. Yang telah tiada.


Pedih.


Seolah Harumi bisa merasakan, bagaimana rasa pedih mendalam saat takdir berkata lain ketika ia harus kehilangan calon bayinya dengan begitu tragis.

__ADS_1


Ia kembali mengangkat wajahnya dan kembali menatap Martha. "Baiklah, kau bisa memanggil mereka lagi untuk masuk"


Martha tersenyum kembali "Baik, dengan senang hati"


...****************...


"Pertemuan yang benar-benar melelahkan. Sebaiknya kau harus lebih sering hadir dan menikmati beberapa pembicaraan kami yang sangat membosankan ini, Mr. Walls" seorang dokter berlari kecil lalu mengampiri, setelah keluar dari Ruang Pertemuan


Noah menoleh sambil menyeringai miring "Aku cukup sibuk, tapi ini sangat menyenangkan."


Dokter itu tertawa "Sibuk ? Well... Mengatasi permasalahan Rumah Sakit tidak mudah. Bahkan selama pertemuan dengan para Dokter Spesialis tadi, kau sangat tenang. Aku hargai itu setelah mengingat semua pengalamanmu."


Noah menaikkan sebelah alisnya "Maybe"


"Apa kau ingin makan siang bersama ?"


Disaat mereka berjalan beriringan melewati koridor menuju pintu keluar Rumah Sakit.


Mendadak langkah Noah terhenti, tatapannya pun ikut berhenti setelah ia melihat sosok seseorang berjalan di tengah beberapa pengunjung rumah sakit lalu lalang. Dan orang itu berjalan ke arah yang sama dengan nya.


Noah membuka matanya, dan tersenyum miring "Apa dia pasien di Rumah Sakit ini ?"


Dokter yang bersamanya mengikuti tatapan Noah "Maksudmu wanita berambut panjang dan berpakaian abu-abu itu ?"


"Yah"


Sempat menebak-nebak dan memperhatikan dengan seksama, dokter itu pun akhinya mengenalinya "Ooh, dia adalah Mrs. Harumi Nayaka. Sudah sekitar 3hari ia dirawat disini."


Noah terus memperhatikan tanpa melepaskan pandangannya dari Harumi "Di rawat ? Sakit apa ?"


"Hmmm, kebetulan aku sendiri yang menanganinya selama ia disini. Dan bertepatan hari ini, ia keluar."


"Answer me. Kenapa dia dirawat ?"


Dokter itu cukup terkejut dengan nada bicara Noah yang berubah "Kenapa kau sangat ingin mengetahui tentang wanita itu ? Apa kau mengenalnya ?"


Noah menarik napas sedalamnya-dalamnya "Sebaiknya kita bicarakan ini di Ruang Kerjamu, aku ingin melihat beberapa dokumen medis wanita itu."


Napasnya terdengar geram "Apa perlu aku mengungkap rahasia gelapmu pada Kepala Rumah Sakit ?!!" ancamnya


Dokter itu tetiba berubah sikap dan mengusap bahu Noah "Heii, easy easy. Baiklah Ok..Ok, tapi berjanjilah kau akan merahasiakannya."


...****************...


Sebuah mobil hitam mewah terparkir di depan pintu masuk sebuah gedung bertingkat tinggi.


Seorang sopir pribadi keluar dan membukakan pintu belakang mobil. Dan mempersilakan Majikannya.


Kedatangannya disambut oleh beberapa pria dan wanita yang berpakaian rapi dan formal yang sudah menunggunya.


"Selamat Pagi Nyonya Anita" seorang pria berjas hitam menghampiri lalu memberi hormat kepada Anita yang baru keluar dari mobilnya.


Anita tidak langsung melangkah masuk, ia sedikit merapikan rambutnya. Ia memilih hanya berdiri. Seolah menunggu seseorang.


Tidak berselang lama, sebuah mobil hitam yang tidak kalah mewah menyusul kehadiran Anita di sana.


Tampak samar-samar dari balik kacamata hitamnya Anita tersenyum, dan menyadari kedatangan seseorang yang sedang ditunggunya.


Mobil itu pun berhenti, lalu sopir keluar dan membuka pintu belakang.


Yang pertama kali terlihat adalah kaki jenjang berkulit putih mengenakan heels hitam lebih dulu keluar dari mobil.


"Silahkan, Mrs. Harumi" hormat Scarlett yang tak lama keluar bersamaan dengan sang sopir.


Harumi pun keluar, dan dengan spontan para orang kepercayaan Anita yang sedari tadi berdiri menyambut kehadiran boss besarnya beralih menatap ke arah Harumi.


Semua mata tertuju pada wanita muda itu, yang kini menarik perhatian dengan penampilannya yang sangat menawan.


Penampilan Harumi berubah, ia sangat anggun dan jauh berkelas menggambarkan wanita-wanita kalangan atas.

__ADS_1


Rambutnya yang hitam dibiarkan tergerai dengan tatanan yang lebih formal namun tetap terkesan elegan, pakaiannya semi formal dengan blazer berbahan lembut berwarna mocca berpadu dengan hitam. Ia mengenakan skirt di atas lutut sehingga membuat kakinya tampak lebih jenjang.


Riasan makeupnya sangat pas dengan kulit wajah Harumi yang putih, tidak berlebihan dan tidak pucat. Dengan anggun tampak Harumi menenteng tas yang merupakan edisi terbatas keluaran desainer terkenal dengan harga yang sangat fantastis. Aksesoris mahal tak lepas dari penampilannya saat ini, butiran permata menghiasi bagian tubuhnya yang tampak sesuai dengan rona wajahnya.


Harumi benar-benar perpaduan wanita modern kalangan atas dengan sedikit sesualitas yang tidak murahan namun tampak mahal.


Ia melangkah dengan tenang lalu mendekati Anita.


Anita hanya melirik "Aku suka sepatumu." bisiknya


Harumi tersenyum samar, walaupun ia merasa ini jauh bukan seperti dirinya yang dulu.


Tapi, ia tidak menyangka karena jauh dilubuk hatinya ia merasakan langkah kakinya kini sudah membawanya jauh dari tempat asalnya.


Keduanya berjalan bersama, Harumi melangkah mengikuti Anita dari belakang lalu dibelakangnya lagi ada beberapa orang kepercayaan Anita yang merupakan Para Manager di bidangnya masing-masing.


Memasuki gedung, karyawan dan para staff memberikan hormat pada Anita walaupun tampak sebagian yang berbisik-bisik sambil menatap ke arah Harumi.


Langkah Anita terhenti ketika ia langsung menyadari itu.


Wanita paruh baya itu sontak menghentikan langkahnya, dan semua tampak terkejut.


Ia membuka kacamata hitamnya dan menyeringai miring "Aku tidak suka jika kalian membicarakan Calon Menantuku di belakang." Ia melemparkan tatapan sinis langsung ke arah beberapa karyawan yang dilihatnya sedang berbisik-bisik. "Bersikaplah yang baik jika kalian ingin memiliki masa depan di sini"


Suasana reflek berubah menjadi sangat hening dan tegang.


Orang-orang itupun langsung shock, dan merasa bersalah. Wajah mereka berubah sangat pucat ketika Anita mulai mengancam mereka.


Mereka menunduk meminta maaf bersamaan "Maaf. Maaf Mrs. Seymour."


Harumi yang menyaksikan kejadian itu merasa tidak nyaman, ia mengerti posisinya saat ini.


Tidak ada yang mudah baginya sekarang, apalagi kini publik sudah mengetahui pemberitaan itu.


Harumi pun cukup terkejut dengan pernyataan Anita.


Calon Menantu ?


Ia tidak menduga Anita akan mengeluarkan kata-kata itu. Bahkan dihadapan orang banyak.


Ini semakin membuat Harumi bingung dan merasa terhimpit oleh situasi yang sama sekali tidak dimengerti olehnya.


Perubahan sikap Anita benar-benar diluar dugaan.


...****************...


"Aku ingin kau ditemani seorang Asisten Pribadi untuk menyelesaikan tugas-tugas itu." Anita meraih gagang telepon di atas meja kerjanya.


"Anda tidak perlu memerintahkan seseorang untuk menjadi asisten pribadiku, aku bisa mengatur segalanya seorang diri. " tolak Harumi secara halus


Seakan tidak peduli dengan penolakan Harumi, Anita tetap pada pendiriannya.


"Aku sudah bicara dengan Puteraku, ia memang keras kepala. Menyalahkan semuanya padaku. Anak itu membentakku karena memintamu bekerja sama denganku."


Harumi terkejut dengan matanya membesar "Membentak anda ?"


"Yah, Liam sangat membenciku. Tapi, aku sangat menyayanginya. Pertengkaran kami terhenti gara-gara aku menyetujui pernikahan kalian." Anita tiba-tiba tertawa "Aku tidak pernah melihat Puteraku begitu tergila-gila dengan Wanita. Setelah ia bertemu denganmu."


Harumi terdiam.


"Sekretaris Gordon, panggil Miss Jones. Aku membutuhkannya." Anita meletakkan kembali gagang teleponnya setelah selesai


Mata Harumi membesar ketika mendengar permintaan Anita.


Miss Jones ?.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2